
Sore ini, sepulang dari kampus, Fyth, Indri dan Asma menuju rumah Asti dengan kendaraan mereka masing-masing.
Sebelum berangkat, Fyth telah mengirimkan pesan pada Maryam jika ia dan teman-teman yang lain akan berkunjung ke rumah Asti.
Diperjalanan, mereka berhenti sebentar untuk membeli buah tangan buat Asti.
Lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah Asti.
Memakan waktu setengah jam mereka tiba dirumah Asti.
Rumah Asti terlihat sepi, seperti tidak ada penghuninya.
Fyth, Indri dan Asma turun dari atas motor masing-masing setelah memarkirkannya dihalaman rumah Asti.
Mereka berjalan menuju teras rumah dengan menjinjing bingkisan untuk Asti.
Tok.. tok... " Assalamu'alaikum. " salam Fyth sambil mengetuk pintu.
" Assalamu'alaikum.. " ulang Fyth saat belum mendapat jawaban dari salam yang diucapkannya.
" Rumahnya sepi, Jangan-jangan ga ada. orangnya. " kata Indri.
" Masa ga ada orang? memangnya pada kemana? " tanya Asma.
" Ya mana aku tahu. Fyth, coba ketuk lagi pintunya, mungkin tadi tidak dengar." pinta Indri pada Fyth agar kembali mengetuk pintu rumah Asti.
Tok.. tok... " Assalamu'alaikum. " ucap salam dari Fyth dengan suara yang sedikit agak keras.
" Jangan keras-keras suaranya Fyth, nanti dikira kamu lagi marah. " kata Asma sambil tertawa pelan saat mendengar suara Fyth yang terdengar keras saat mengucapkan salam.
" Biar yang didalam dengar, siapa tahu mereka sedang berada dikamar jadi tidak mendengar suara ketukan di pintu." kata Fyth memberi alasan akan tindakannya.
Krieett .
Tiba-tiba pintu dibuka dari dalam dan terlihat mbak Sari berdiri di depan pintu.
" Wa'alaikumussalam. " jawab mbak Sari sambil memperhatikan Fyth dan teman-temannya.
" Maaf ini non Fyth temannya non Asti kan? " tanya mbak Sari.
" Maaf ya non, mbak tadi lagi dibelakang jadi ga dengar kalau ada yang mengetuk pintu. Untung barusan mbak kedapur dan mendengar ada yang mengetuk pintu, rupanya ada teman-temannya non Asti."
Kata mbak Sari yang mengatakan jika tadi ia tidak mendengar ada yang mengetuk pintu.
" Mari non, silakan masuk. " kata mbak Sari pada teman-teman Asti sambil membuka pintu lebar-lebar.
Fyth dan teman-temannya masuk ke rumah Asti dan duduk diruang tamu setelah dipersilakan oleh mbak Sari.
" Kok di rumah sepi mbak, pada kemana? Apa sedang pada keluar semua? " tanya Fyth pada mbak Sari.
" Eh iya mbak, ini ada bingkisan buat Asti. " kata Indri sambil menyerahkan bingkisan yang mereka bawa.
__ADS_1
" Terima kasih, non. " kata mbak Sari dan menaruh bingkisan itu diatas meja.
" Dirumah tidak ada siapa-siapa, non, ayah dan ibu serta non Maryam mengantarkan non Asti ke bandara.
Cuma mbak sendiri yang ada dirumah."
kata mbak Sari menjelaskan jika di rumah Asti tidak ada siapa-siapa karena mereka semua pergi ke bandara.
" Ke bandara? memangnya siapa yang akan pergi ke luar kota, mbak? bukankah Asti sedang mendapatkan musibah? tanya Indri heran.
" Non Asti sama den Riki pergi ke Kendari menggunakan pesawat siang non. Mereka ingin mencari informasi yang pasti mengenai den Tomi. "
Jawab mbak Sari menjelaskan jika Asti pergi ke Kendari bersama Riki.
" Katanya Asti tadi malam shock saat mendengar berita mengenai Tomi, kok sekarang sudah berangkat aja?
Maryam juga tidak mengabari jika Asti akan pergi. "
Kata Fyth yang merasa heran karena Asti pergi ke Kendari dan Maryam tidak memberitahu mereka.
Saat tengah berbincang dengan mbak Sari, tiba-tiba ponsel Fyth berdering, terdengar nada panggil dari ponselnya.
Fyth mengambil ponsel dari dalam tasnya dan melihat siapa yang menghubunginya.
" Maryam yang menelepon. " kata Fyth pada teman-temannya setelah melihat siapa yang meneleponnya.
Fyth mengangkat panggilan dari Maryam.
📱" Hallo Assalamu'alaikum. " salam Fyth saat mengangkat telepon dari Maryam.
Aku baru sampai rumah setelah mengantar Asti dari bandara. "
Kata Maryam yang mengatakan jika ia baru membaca pesan yang dikirim oleh Fyth.
" Jadi sekarang kalian sudah ada di rumah Asti? "
Tanya Maryam yang mengetahui jika Fyth dan teman-temannya pergi ke rumah Asti setelah membaca pesan yang dikirim oleh Fyth.
Flashback on
Saat Maryam tiba di rumah setelah dari bandara diantar pulang oleh orang tua Asti, Maryam menaruh tas yang ia bawa diatas tempat tidur lalu mengambil ponsel, bermaksud ingin memberitahu teman-temannya jika Asti pergi ke Kendari.
Karena keberangkatan Asti yang mendadak, mereka sibuk mempersiapkan semua keperluan yang akan Asti bawa sehingga Maryam tidak sempat memberi kabar pada teman-temannya.
" Assalamu'alaikum Maryam, aku, Indri dan Asma mau otw ke rumah Asti.
Kami mau menjenguk Asti, kamu masih di rumah Asti kan? "
Isi pesan yang dikirim oleh Fyth pada Maryam.
Setelah membaca pesan itu, Maryam menelepon Fyth karena ia yakin jika Fyth dan yang lain sudah sampai di rumah Asti.
__ADS_1
Flashback off.
📱" Iya, kami sudah sampai dirumah Asti dan hanya ada mbak Sari dirumah."
Jawab Fyth.
📱" Maaf ya Fyth, aku tidak sempat memberi kabar pada kalian karena Asti pergi mendadak.
Jadi aku sibuk membantu Asti menyiapkan keperluan yang akan dibawa oleh Asti. "
Kata Maryam yang menjelaskan keadaan yang terjadi tadi pagi, bahwa Asti dan Riki pergi mendadak ke Kendari.
" Sebentar lagi ayah dan ibu Asti pasti sampai ke rumah, karena tadi dari bandara ayah dan ibu Asti mengantarkan aku pulang ke rumah dulu. "
Maryam memberitahu pada Fyth jika orang tua Asti sudah dalam perjalanan menuju pulang ke rumah.
" Iya Maryam, tidak apa-apa, kami mengerti kok dengan keadaanmu yang tidak sempat memberi kabar. "
Fyth tidak marah karena Maryam tidak mengabari keberangkatan Asti, Fyth mengerti dengan kondisi Maryam saat itu.
" Jika ayah dan ibu Asti sedang dalam perjalanan pulang, kami akan menunggu beliau sampai dirumah. "
Kata Fyth yang akan menunggu kedua orang tua Asti sampai dirumah setelah mengantarkan Maryam.
📱" Baiklah jika begitu, aku tutup dulu teleponnya, titip salam buat Indri dan Asma. Assalamu'alaikum. "
Maryam mengakhiri pembicaraan dengan Fyth setelah. menitipkan salam buat Indri dan Asma.
Setelah Fyth menjawab salamnya, Maryam menutup teleponnya men charger ponselnya.
" Maryam titip salam buat kalian. " kata Fyth pada Indri dan Asma.
" Waalaikumsalam. " jawab Indri dan Asma bersamaan.
" Jadi Maryam baru sampai dirumahnya setelah dari bandara? " tanya Asma.
" Iya, makanya dia baru buka ponsel dan baca pesan yang tadi aku kirim sebelum kita kesini. " jawab Fyth pada Asma.
" Non, diminum dulu tehnya. " kata mbak Sari yang membawa teh dan cemilan buat Fyth dan teman-temannya.
Saat Fyth menerima telepon dari Maryam, mbak Sari pamit pada Indri dan Asma untuk ke dapur dan membuatkan minuman untuk mereka.
" Terima kasih, mbak, mbak tahu aja kalau kita lagi haus. " kata Indri sambil bercanda pada mbak Sari.
" Iya non silakan diminum tehnya, cemilannya silakan dimakan. " seloroh mbak Sari pada Indri dan yang lainnya.
" Mau nunggu bapak sama ibu pulang dari bandara ya non? " tanya mbak Sari pada mereka.
" Iya mbak, sudah kepalang kami kesini.
Tadi kata Maryam, bapak dan ibu sudah dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi sampai. "
__ADS_1
Kata Fyth yang mengatakan pada mbak Sari bahwa mereka akan menunggu orang tua Asti sampai ke rumah.
Sambil menunggu kedatangan ayah dan ibu Asti, mereka minum teh dan makan cemilan yang disajikan oleh mbak Sari.