
Kalian dari tadi cuma bisa becandain aku, hubungan kamu sama Putra Sang Fajar gimana Indri? Kapan kalian mau mengundang kita-kita? " tanya Asti pada Indri yang diketahui tengah menjalin hubungan dengan seorang kontraktor.
Saat asik bercanda, pelayan mengantarkan pesanan mereka, dan mereka menghentikan obrolan, lalu mengambil pesanan masing-masing.
Setelah pelayan meletakkan hidangan mereka pun berlalu setelah mempersilahkan pelanggannya menikmati hidangan.
Geng bucin melanjutkan obrolan sambil menikmati pesanan mereka masing-masing.
" Yah.. Aku sama bang Fajar baik-baik saja, minta doa dari kalian semoga kami bisa segera ke pelaminan. "
Indri meminta doa pada teman-temannya untuk hubungannya dengan pujaan hati.
" Kamu sendiri gimana, mak? Kapan bang Wangky meresmikan hubungan kalian?
Yang sudah punya pasangan aku doakan tidak berlama-lama menjalin hubungan, lebih baik kalian pacaran setelah menikah. " Fyth bertanya pada Hatae yang tengah menjalin hubungan dengan Wangky yang bekerja di sebuah Bank Swasta dan mendoakan teman-temannya bisa segera menikah.
Teman-teman Fyth mengaminkan doa yang diucapkan oleh Fyth.
" Aku belum tahu Fyth, kami menjalin hubungan seperti air yang mengalir, mengikuti kemana arah muara.
Jika sudah waktunya, kami akan tiba di muara. " jawab Hatae berpuitis.
" Ceile mak..kalau yang lagi jatuh cinta mah beda, kata-katanya aja puitis banget, sampai-sampai telinga aku terpesona saat mendengarnya. " kata Asma sambil tertawa menggoda Hatae.
Yang lainpun ikut tertawa mendengar candaan Asma pada Hatae.
" Eh.. kalian yang masih jomblo, kapan lagi mau cari pasangan, ntar keburu jadi neli lho..! " Indri menggoda teman-teman yang belum memiliki pasangan.
" Neli apaan, In? Tanya Maryam pada Indri.
" Nenek lincah..! " jawab Indri sambil tertawa.
Teman-temannya pun melempar Indri dengan tisu yang mereka remas.
Keseruan mereka berkumpul ditandai dengan canda dan tawa diantara mereka.
Tak sadar jika mereka berada ditempat umum.
Untung suasana cafe tidak terlalu ramai pengunjung, mungkin karena hari libur dan masih siang jadi pengunjung agak berkurang.
Tak jauh dari mereka ada sekelompok orang yang juga tengah berkumpul dan mengobrol.
Mereka terdiri dari Rudy Doni Damara, seorang lelaki yang baru pindah dari Yogya dan bekerja di PT. SGA, perusahaan besar tempat Asti pernah bekerja.
Sang Putra Fajar, biasa disapa Fajar, seorang kontraktor yang sedang naik daun karena banyak menangani proyek besar.
__ADS_1
Saat ini ia tengah menjalin hubungan dengan Indri, dan saat ini mereka tidak menyadari jika mereka berada ditempat yang sama.
Teguh Mulyanto yang sering disapa TM, ia sama dengan Wangky Tirtakusumah atau disapa Wangky kekasih dari Hatae, bekerja di sebuah Bank Swasta.
Takdir merupakan seorang arsitek yang juga bekerja sama dengan Putra dalam mendesain bangunan perumahan yang sedang dikerjakan oleh Putra.
Anny seorang gadis yang memiliki wedding organizer, sedang menjalin hubungan dengan Bagus yang biasa disapa Ucup, pemilik toko bunga besar yang juga bekerjasama dengan WO milik Anny.
Mereka disana sedang mengadakan reuni, karena mereka dulu sekolah di SMA yang sama, lalu saat kuliah mereka berpisah dan saat ini mereka bertemu kembali, terutama dengan Rudy yang baru pindah ke Jakarta.
" Ga nyangka ya kita bisa bertemu disini hari ini, bisa kumpul bareng lagi.
Bahagia rasanya saat mendengar kalian sudah jadi orang hebat disini, beruntung saya dipindahkan kesini jadi bisa bertemu dengan kalian. " kata Rudy
" Disini kita semua hebat di bidang masing-masing, karena kita bisa mencapai posisi kita saat ini pasti karena adanya sebuah perjuangan yang harus kita tempuh agar bisa berada diposisi ini." kata Wangky bijak dalam menanggapi perkataan Rudy.
" Iya, benar itu Rud.. saya aja hanya jadi tukang bunga harus melalui proses agar bisa mengembangkan usaha saya.
Beruntung saya bisa bertemu dan bekerjasama dengan Anny, jadi usaha saya semakin berkembang. " kata Ucup menimpali perkataan Wangky.
" Iya, si Ucup beruntung, tidak hanya bekerjasama dalam bidang usaha dengan Anny, tapi bekerjasama juga dalam urusan hati. Kapan nih kalian akan meresmikan hubungan kalian dan mengundang kami ke acara resepsi pernikahan kalian? " tanya TM pada Ucup dan Anny.
" Maunya sih secepatnya bisa meresmikan hubungan kami, semoga
tahun ini kami bisa mengundang kalian ke resepsi kami, doakan saja tidak ada halangan apapun, iyakan bang? " Kata Anny sambil memandang pada Ucup dan tersenyum.
" Wah.. Kalau begitu syukur deh, semoga semua berjalan sesuai rencana, tidak ada halangan apapun. " kata Takdir mendoakan pasangan Anny dan Ucup.
Mereka semua pun mengaminkan doa yang diucapkan oleh Takdir.
Sementara itu di geng bucin masih asik dengan cerita mereka.
Setelah menyelesaikan makan siang, mereka masih betah untuk duduk dan mengobrol.
" Eh.. Aku pamit mau ke toilet dulu ya, kebelet nih.. " kata Asti pada geng bucin.
" Aku ikut dong miss, aku juga kebelet sekalian mau merapikan rambut. " kata Indri yang ikut berdiri bersama Asti dan mereka pun berjalan menuju toilet.
Saat menuju toilet, mereka melewati meja yang duduki oleh Putra dan teman-temannya.
Rudy yang saat itu mengarahkan pandangannya kearah geng bucin, secara tidak sengaja melihat Asti dan Indri yang berdiri dan berjalan kearah mereka.
Rudy ingat pada Asti yang satu pesawat dan duduk di sebelahnya.
Reflek Rudy memanggil Asti.
__ADS_1
" Tyas.. " panggil Rudy pada Asti.
Karena Asti dan Indri tidak menyadari jika Rudy tengah memanggil Asti, maka mereka tidak melihat kearah Rudy.
Mereka fikir Rudy memanggil orang lain, karena diantara mereka tidak ada yang bernama Tyas.
" Tyas, apa kabar? " sapa Rudy sekali lagi pada Asti sambil berdiri dan menghampiri Asti.
Melihat Rudy yang berdiri dan menghampiri seseorang, teman-temannya pun ikut menoleh pada orang yang dipanggil oleh Rudy.
Saat Putra melihat Indri, ia pun terkejut dan menyapa Indri.
" Indri, kamu juga ada disini? " tanya Putra heran.
" Eh bang Putra? Iya bang, Indri sedang kumpul bareng teman-teman disini.
Abang juga sedang kumpul disini? "
Indri juga tak menyangka akan bertemu Putra disini.
" Itu teman abang memanggil siapa? Kok tadi panggil Tyas? Kami tidak ada yang bernama Tyas. " tanya Indri pada Putra.
" Abang juga tidak tahu, tiba-tiba saat melihat kamu sama Asti dia memanggil nama Tyas. " jawab Putra yang juga tidak mengerti siapa yang dipanggil oleh Rudy.
" Bang Putra, apa kabar? " tanya Asti yang menanyakan kabar Putra, karena ia tahu hubungan Indri dan Putra.
" Alhamdulillah kabar baik. Kalian mau kemana? " jawab dan tanya Putra pada Asti dan Indri.
" Kami mau ke toilet, bang.! " jawab Asti.
" Sebentar Put, kamu kenal dengan Tyas? " tanya Rudy heran.
" Tyas? Tyas siapa? " tanya Putra balik pada Rudy.
" Tyas, ini namanya Tyas, kami berkenalan saat di pesawat. " kata Rudy pada Putra.
Asti yang baru paham dengan apa yang dimaksud oleh Rudy, ia jadi ingat dengan lelaki yang duduk di sebelah nya ketika di pesawat.
" Oh.. Iya, kamu Doni kan? Yang duduk di sebelah aku saat di pesawat? Iya, kabar aku baik" tanya Asti pada Doni, Asti pun menjawab pertanyaan Doni yang tadi menanyakan kabarnya.
" Kamu kenal sama dia As? Kok dia panggil kamu Tyas? " tanya Indri heran.
" Nanti aja, ceritanya, aku sudah kebelet. " kata Asti pada Indri.
" Maaf ya bang, kami mau ke toilet dulu, nanti disambung lagi obrolannya. " pamit Asti pada Putra dan Rudy.
__ADS_1
Karena sudah kebelet, Asti dan Indri pun segera berlalu dari hadapan Putra dan Rudy lalu berjalan menuju toilet.