DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Cafe Ralove


__ADS_3

Jam dua siang, Asti telah selesai dengan tugas mengajarnya, ia bersiap-siap untuk pulang.


Saat merapikan buku-buku di atas mejanya, ponsel Asti bergetar, ada satu notifikasi pesan masuk ke ponselnya.


Asti membuka ponsel dan membaca pesan yang masuk, ternyata dari Tomi.


📱" Assalamu'alaikum bu dosen, apakah sudah selesai jadwal mengajarnya?


Jika sudah, saya menunggu diparkiran. "


Asti membaca pesan dari Tomi dan membalas pesan itu.


📱"Wa'alaikumussalam, saya sedang bersiap untuk pulang, sebentar lagi saya ke parkiran. " balas pesan Asti pada Tomi.


📱" Baiklah, saya tunggu disini. " jawab pesan Tomi singkat.


Setelah membaca pesan dari Tomi, Asti menyimpan ponsel ke dalam tasnya, lalu bersiap keluar dari ruangan dosen.


Saat melewati meja Fyth, Asti pamit untuk pulang lebih dulu.


" Fyth, saya pulang duluan ya? Tolong sampaikan pada yang lain. " Asti berpamitan pada Fyth dan meminta agar menyampaikan pada temannya yang lain jika ia pulang lebih dulu.


Fyth belum pulang karena ia tengah memeriksa tugas para mahasiswa, sedangkan yang lain masih ada tugas mengajar.


" Pulang sama siapa, As? Ada yang menjemput atau mau naik ojek online? "


Tanya Fyth pada Asti.


" Aku dijemput oleh Tomi, ia ada diparkiran. " jawab Asti.


" Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan. " kata Fyth pada Asti.


" Iya, Fyth, terima kasih. " kata Asti, lalu Asti keluar ruangan setelah berpamitan pada dosen lain yang masih ada di ruangan itu.


Asti melangkah menyusuri koridor menuju parkiran.


Di depan sebuah ruang kuliah, Asti bertemu dengan pak Eko yang kebetulan baru keluar.


" Dek Asti, sudah mau pulang ya? " tanya pak Eko.


" Iya pak. Saya pulang duluan ya pak? " jawab Asti sambil berpamitan pada pak Eko.


" Eh.. nanti dulu dek, kita pulang bareng saja, ini saya sudah selesai mengajar dan akan langsung pulang.


Saya bisa antar dek Asti hingga sampai ke rumah. " kata pak Eko yang menahan langkah Asti dan memintanya untuk pulang bersama.


" Maaf Pak Eko, saya sudah ada janji dengan  seseorang, dan saya sudah ditunggu diparkiran. "


Asti menolak secara halus ajakan pak Eko, dan mengatakan jika ia sudah ada yang menjemput.


" Dek Asti ada janji sama siapa? Siapa yang menjemput dek Asti? " tanya pak Eko penasaran dan sedikit tidak percaya jika Asti sudah ada janji.


Pak Eko berfikir jika Asti hanya tidak mau diantar pulang olehnya.


" Tomi, yang menjemput saya Tomi dan saya sudah ada janji sama Tomi.

__ADS_1


Maaf ya pak Eko, saya terburu-buru, tidak enak sudah ditunggu dari tadi. "


Dengan tegas Asti menjawab pertanyaan pak Eko.


Menurut Asti, tidak ada yang perlu disembunyikan lagi dari pak Eko, agar pak Eko tidak memaksanya lagi.


Tanpa menunggu jawaban pak Eko, Asti melanjutkan langkahnya menuju parkiran.


Pak Eko hanya bisa memandang punggung Asti yang berjalan menjauhinya.


" Sialan, saya sudah keduluan oleh Tomi.


Tapi bukannya Tomi sudah lama tidak terlihat di kampus ini?


Apa dek Asti berbohong pada saya, ya?


Tapi mana mungkin jika dek Asti berbohong. "


Pak Eko bertanya dalam hati mengenai kebenaran perkataan Asti jika ia dijemput oleh Tomi.


Masih ada rasa tidak percaya dalam hati pak Eko akan kata-kata Asti tadi.


Pak Eko berfikir sambil terus melanjutkan jalannya menuju ruangan dosen.


Diparkiran, Asti melihat Tomi yang sedang berdiri di depan mobilnya, saat melihat kedatangan Asti, Tomi tersenyum dan menyapa saat Asti sudah dekat padanya.


" Sudah selesai tugas mengajarnya? " tanya Tomi sambil tersenyum.


" Sudah! Maaf ya jika menunggu agak lama. " jawab Asti.


Setelah Asti masuk dan duduk, Tomi menutup pintu mobil lalu memutar, Tomi masuk dan duduk di depan kemudi.


Tomi menyalakan mesin mobil lalu mulai keluar dari parkiran.


" Mau kemana kita siang ini?


Apa ada tempat yang mau dituju? "


Tanya Tomi pada Asti.


" Kita cari cafe yang enak untuk tempat nongkrong,  biar bisa ngobrol dengan nyaman. " jawab Asti pada Tomi.


Tomi tetap fokus pada jalanan yang ada di depannya, jalanan ibu kota yang selalu ramai dengan kendaraan.


" Baiklah, kita ke cafe Ralove saja.


Disana tempatnya nyaman, cocok untuk bersantai, ada lesehan dan juga gazebo yang nyaman jika dijadikan tempat berduaan. "  Tomi menyarankan sebuah cafe pada Asti sambil menggodanya.


" Apaan sih? Siapa yang mau berduaan? " tanya Asti sambil sedikit melotot, wajahnya bersemu merah karena merasa malu.


" Lha.. kitakan memang berdua? Masa saya harus bilang bertigaan, terus satu lagi siapa? " Tomi menjawab sambil terus menggoda Asti.


" Mana ada bertigaan, yang ada pertigaan.


Kalau kita berdua, berarti yang ketiga set..." Asti menutup mulut dan tidak jadi meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


" Kenapa tidak diteruskan? " tanya Tomi sambil tertawa karena Asti tidak melanjutkan ucapannya.


" Sudahlah! " kata Asti singkat sambil memalingkan wajahnya kearah luar.


Asti melihat jalanan yang dilewatinya malalui kaca jendela.


Tomi tergelak melihat tingkah Asti.


Ia merasa lucu karena melihat Asti seperti remaja yang merajuk dan bersikap malu-malu.


" Tertawa aja terus. Memang sikap saya seperti badut, lucu gitu? " tanya Asti kesal yang melihat Tomi masih belum berhenti tertawa.


Mendengar kata-kata Asti, Tomi berusaha menghentikan tawanya, ia melipat bibirnya kedalam dan berusaha menahan tawa.


Setelah bisa menahan tawa, Tomi meminta maaf.


" Iya, maafkan saya ya? Saya tidak bermaksud mentertawakan kamu. " kata Tomi dengan lembut agar Asti tidak marah lagi.


Akhirnya mereka sampai di cafe Ralove dan Tomi menghentikan mobilnya.


Mereka memasuki cafe dan mencari tempat duduk yang nyaman.


" Oh.. Ini cafe Ralove? " tanya Asti yang sudah tidak ngambek lagi pada Tomi.


" Iya, ini cafe Ralove. Kenapa? Pernah kesini? " tanya Tomi


" Iya, beberapa hari yang lalu saat pulang dari Yogya dan berkumpul dengan geng bucin.


" Geng bucin? " tanya Tomi heran, ia baru mendengar nama itu.


" Iya geng bucin, geng saya bersama beberapa teman dosen. " jawab Asti.


" Oh.. Begitu ya? " kata Tomi lagi, ia baru tahu jika Asti punya teman-teman yang tergabung di geng bucin.


" He"em.. " jawab Asti singkat.


Tak lama pelayan datang mengantarkan buku menu buat mereka.


" Mau pesan apa? " tanya Tomi pada Asti.


" Saya pesan kwetiaw goreng seafood sama es lemon tea." kata Asti.


" Kalau saya nasi goreng seafood sama orange juice. " kata Tomi pula.


Dengan sigap pelayan mencatat pesanan mereka lalu berlalu untuk menyiapkan pesanan Tomi dan Asti.


" Jadi bagaimana hasil laporan penelitian di Yogya kemarin? " tanya Asti yang menanyakan hasil penelitian Tomi.


" Syukur semua hasilnya bagus, saya tinggal menunggu penempatan sebagai dokter di sebuah rumah sakit. " jawab Tomi


" Kira-kira bakal dapat penempatan dimana? " tanya Asti lagi.


" Belum tahu pasti, mungkin ke daerah-daerah yang rumah sakitnya masih membutuhkan banyak tenaga dokter. " jawab Tomi menjelaskan.


Asti merasa sedikit sedih mendengar penjelasan Tomi.

__ADS_1


Ia takut jika Tomi harus dikirim ke daerah, berarti mereka akan berpisah.


__ADS_2