
Siang itu di ruangan dokter Atalim,
dokter Atalim dan dokter Tyas tengah makan siang bersama.
" Bersyukur ya mas, dokter Tomi bisa cepat datang kesini, kalau tidak kita bisa tidak punya dokter bedah. "
dokter Tyas menyatakan rasa syukurnya atas kehadiran Tomi dirumah sakit itu.
" Iya, kita beruntung dokter Tomi bisa segera datang kesini mengisi kekosongan posisi dokter bedah terdahulu yang telah pensiun. "
dokter Atalim menanggapi kata-kata dokter Tyas, istrinya.
" Semoga dokter Tomi bisa betah ya bertugas di rumah sakit ini. "
Kata dokter Tyas lagi.
" Iya, dokter Tomi pasti betah bertugas disini karena sudah tugas dan kewajibannya untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki guna kepentingan kesehatan pasien yang membutuhkan. "
Dokter Atalim meyakinkan jika dokter
Tomi akan betah selama bertugas di sana.
Akhirnya dokter Atalim dan dokter Tyas melanjutkan makan siang mereka.
Setelah melakukan tugasnya melakukan visit ke ruang rawat inap pasien, dokter Tomi kembali ke ruangannya untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan pada pasien-pasienya dibantu oleh kedua suster asistennya.
Menjelang siang mereka beristirahat sejenak untuk makan siang.
" dokter Tomi mau makan siang dimana?
Mau pesan makan siang dan makan di ruangan ini atau mau ke kantin? " tanya suster Novie pada dokter Tomi.
" Saya mau makan di kantin saja, biar bisa gabung bersama rekan-rekan yang lain, biar bisa saling kenal juga. "
dokter Tomi mengatakan jika ia akan makan siang di kantin rumah sakit.
" Baiklah, jika begitu saya dan suster Mirah pamit untuk istirahat terlebih dahulu. "
Suster Novie pun pamit pada dokter Tomi untuk beristirahat, karena dilihatnya dokter Tomi sudah siap untuk meninggalkan ruangannya.
" Sebentar sus, letak kantinnya dimana ya? " tanya dokter Tomi.
" dokter keluar dari ruangan ini, lalu kw arah kanan, nanti ada pintu keluar menuju bagian belakang rumah sakit, di bagian belakang ada kantin khusus untuk karyawan rumah sakit. "
Suster Novie menjelaskan letak kantin rumah sakit pada dokter Tomi.
" Baiklah, terima kasih suster. "
Kata dokter Tomi sambil tersenyum.
dokter Tomi keluar dari ruangannya untuk menuju kantin, begitupun dengan suster Novie dan suster Mirah.
Mereka beristirahat sejenak dari rutinitas kegiatan mereka.
Tomi melangkahkan kakinya menuju kantin seorang diri.
Di Koridor, ia bertemu dengan dokter lain yang juga sama akan menuju rumah sakit.
" Selamat siang, dokter Tomi ya? dokter baru yang baru bertugas di rumah sakit ini?
Kenalkan, saya dokter Radit, dokter spesialis mata disini. "
Seorang dokter muda bernama dokter Radit memperkenalkan diri pada dokter Tomi.
__ADS_1
" Benar, saya dokter Tomi, senang bisa berkenalan dengan dokter Radit. "
dokter Tomi menjabat tangan dokter Radit yang mengajak berkenalan.
" Ini dokter Rani yang berprofesi sebagai dokter umum. "
dokter Radit memperkenalkan dokter Rani yang saat ini berjalan bersama dengannya menuju kantin.
" Saya dokter Rani. "
Kata dokter Rani memperkenalkan diri pada dokter Tomi.
" Saya dokter Tomi. "
Kata dokter Tomi pada dokter Rani.
" Apakah dokter Tomi akan makan siang di kantin juga? " tanya dokter Rani.
" Benar dokter, saya akan makan di kantin agar bisa mengenal banyak teman disini dan agar saya hafal tempat-tempat yang ada di rumah sakit ini. "
dokter Tomi menjelaskan tujuannya makan di kantin.
" Makanan di kantin rumah sakit ini enak-enak, dijamin cocok sama lidah dokter Tomi dan dokter Tomi bakal ketagihan. "
dokter Radit mengatakan jika makanan di kantin bakal cocok dengan selera dokter Tomi.
" Kalau begitu saya harus coba makanan di kantin, sesuai ga dengan rekomendasi dokter Radit. "
Kata dokter Tomi sambil tertawa.
Mereka pun melanjutkan langkah mereka untuk menuju kantin.
Sampai di kantin, suasana kantin sudah sangat ramai.
" Sepertinya, semua meja sudah terisi, jadi gimana nih? "
Tanya dokter Radit.
" Kalau begitu, kita pesan aja dan makan di ruangan. " usul dokter Rani.
Saat mereka berjalan menuju kantin untuk memesan makanan, seseorang memanggil dokter Tomi.
" dokter Tomi.! "
Panggil seseorang.
dokter Tomi menoleh pada orang yang memanggilnya.
Ternyata suster Novie yang memanggil dokter Tomi.
" Duduk disini saja dokter, masih bisa untuk bertiga. "
Suster Novie mengajak dokter Tomi dan yang lainnya untuk makan di meja suster Novie yang sedang menunggu pesanannya bersama suster Mirah.
dokter Tomi dan teman-temannya menghampiri meja suster Novie.
Lalu mereka pun bergabung dengan suster Novie dan suster Mirah.
Mereka memesan makanan untuk menu makan siang.
Sambil menunggu pesanan mereka, mereka pun mengobrol untuk saling mengakrabkan diri.
" dokter Tomi sudah berkeluarga, kah? " tanya dokter Radit.
__ADS_1
" Kebetulan saya belum berkeluarga, tapi sebelum bertugas kesini saya sudah bertunangan. "
dokter Tomi menjelang jika dirinya baru bertunangan dan belum berkeluarga.
" Iya begitulah, rencananya setelah selesai bertugas disini saya akan melangsungkan pernikahan. "
Sambung dokter Tomi.
" Berarti sudah mau soldout dong..? " kata dokter Rani.
dokter Tomi hanya tersenyum menanggapi kata-kata dokter Rani.
" Kalau saya sudah berkeluarga dan sudah memiliki seorang putra, tapi keluarga saya tidak ada disini, ada di pulau Jawa. "
dokter Radit menjelaskan jika dirinya sudah berkeluarga dan berpisah sementara dengan keluarganya.
" Kalau dokter Rani lebih senior dari kita, beliau sudah punya anak yang sudah duduk di bangku TK. "
dokter Radit menjelaskan status dokter Rani.
" dokter Tomi terlihat gagah dan tampan, bisa jadi idola baru di rumah sakit ini. "
Suster Novie mengatakan jika dokter Tomi akan menjadi idola di rumah sakit itu.
" Tidak mungkin lah jika saya menjadi idola disini, yang lebih tampan dari saya pasti banyak, lagian saya sudah mau mati pajak. "
Kata dokter Tomi yang menolak untuk dikatakan sebagai idola di rumah sakit itu.
Setelah pesanan mereka semua datang, mereka pun menikmati makan siang sambil mengobrol dan menceritakan tentang pengalaman masing-masing selama bertugas menjadi dokter.
" Jadi dokter Tomi tinggal di mess juga ya? Kalau begitu sama dengan saya.
Saya menempati kamar nomor sembilan.
dokter Tomi dikamar nomor berapa? "
dokter Radit menyampaikan jika dia tinggal di mess rumah sakit.
" Saya belum tahu, karena tadi malam saya menginap di hotel yang tidak jauh dari sini.
Rencananya sore ini saya baru akan tinggal di mess, tadi dokter Atalim sudah menyampaikan pada saya untuk tinggal di mess. "
dokter Tomi menyampaikan rencananya untuk pindah ke mess sore ini.
" Kalau begitu nanti saya bisa bareng dokter Tomi ke hotel, biar kita sama-sama ke mess nya, kebetulan saya ada kendaraan bermotor.
Tidak banyak barang bawaan kan? "
dokter Radit bermaksud untuk membantu dokter Tomi pindah ke mess dengan menggunakan kendaraannya.
" Saya tidak membawa banyak barang, hanya pakaian di dalam satu koper. "
Kata dokter Tomi.
" Kalau begitu, nanti kita sama-sama saat keluar dari rumah sakit untuk mengambil koper di hotel. "
dokter Radit dan dokter Tomi sama-sama akan mengambil koper di hotel setelah selesai tugas di rumah sakit.
" Sebelumnya terima kasih dokter Radit, sudah bersedia menemani saya mengambil koper di hotel. "
dokter Tomi berterima kasih pada dokter Radit yang bersedia menemaninya.
dokter Tomi merasa senang, dihari pertama dia bertugas bisa mendapatkan teman yang baik seperti dokter Radit.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan siang, mereka kembali ke ruangan masing-masing untuk menyelesaikan tugas mereka.