
Sebenarnya debar- debar yang Hatae rasakan sama seperti yang dirasakan oleh Wangky.
Wangky tersenyum melihat pipi Hatae yang merona.
Gemes sebenarnya, ingin mencubit pipi yang tengah bersemu merah, tapi wangky tidak berani melakukan lebih.
Ia hanya berani memegang tangan dan mengecupnya singkat.
" Andaikan aku bisa mencubit kedua pipi merah itu.. "
Monolog Wangky dalam hati, dan tersenyum membayangkan apa yang tengah ia fikirkan.
" Kenapa sih, senyum-senyum sendiri? Mencurigakan deh, emang lagi mikirin apa? " tanya Hatae yang melihat Wangky tengah tersenyum sambil menatapnya.
" Ga ada apa-apa kok, cuma lagi pengen tersenyum aja, memang ga boleh? "
Tanya Wangky balik.
" Ga ada yang melarang untuk tersenyum, bukankah senyum itu ibadah?
Cuma senyum abang tuh mencurigakan. " jawab Hatae sambil cemberut, merasa jika Wangky tengah mengejeknya dengan tersenyum.
Entah apa yang lucu di wajahnya hingga Wangky tersenyum.
" Hatae, gimana kalau abang melamar Hatae dalam waktu dekat? "
Tanya Wangky serius pada Hatae.
" Yang benar bang? Abang tidak sedang bercanda kan? "
Mendengar apa yang dikatakan oleh Wangky, Hatae merasa terkejut, tidak menyangka jika Wangky akan mengatakan hal itu.
" Tapi abang melamar Hatae tidak romantis banget?
Masa melamar dengan situasi seperti ini? Ga ada romantis-romantisnya.? "
Hatae mengatakan Wangky tidak romantis saat mengatakan ingin melamarnya.
" Inikan abang nanya dulu ke Hatae, jika Hatae setuju baru abang siapkan makan malam romantis untuk kita. "
Wangky mengatakan bahwa ia hanya ingin persetujuan dari Hatae jika Wangky ingin melamarnya.
" Hatae setuju kok bang, jika abang ingin segera melamar Hatae.
Kita sudah lebih dari dua tahun berpacaran, jika kita sudah sama-sama yakin tidak ada salahnya kita segera menikah.
Bukankah kedua orang tua kita juga sudah sama-sama setuju? "
Hatae menyetujui keinginan Wangky untuk segera melamar dirinya.
" Baiklah, jika begitu sepulang dari sini abang akan bicarakan sama kedua orang tua abang.
Orang tua abang memang sudah sering menanyakan kapan abang akan melamar Hatae, alasan mereka merupakan alasan yang sering disampaikan orang tua pada anaknya yang belum menikah, ingin segera punya cucu. "
Wangky mengatakan jika kedua orang tuanya meminta agar ia segera menikah.
" Kalau begitu kita sama bang, orang tua Hatae juga selalu menanyakan hal itu, dan mengatakan ingin segera punya cucu, karena kakak Hatae yang sudah menikah hampir tiga tahun belum dikaruniai anak.
Hatae kan hanya dua bersaudara bang, jadi besar harapan orang tua Hatae agar Hatae bisa segera menikah. "
Hatae mengerti apa yang Wangky sampaikan karena kedua orang tuanya pun sering menanyakan hubungannya dengan Wangky.
" Tapi apa abang benar-benar yakin ingin segera melamar Hatae?" Hatae bertanya mengenai keseriusan Wangky yang ingin melamarnya.
" Abang yakin ingin segera melamar Hatae, ingin bisa bersama dan ingin selalu menjaga hati hanya untuk Hatae. "
Wangky mengatakan keseriusannya bahwa ia memang benar mencintai Hatae, ingin selalu menjaga cintanya untuk Hatae.
__ADS_1
Saat Wangky dan Hatae tengah mengobrol serius, tiba-tiba ada dua anak kecil datang membawa Ukulele dan meminta izin untuk mengamen.
" Permisi om.. Tante, kami numpang mencari rejeki. "
Pamit kedua anak yang berusia sekitar sepuluh dan sebelas tahun.
Lalu anak yang memegang Ukulele mulai membunyikan alat musik nya, dan mereka berdua pun mulai bernyanyi.
BETA JANJI BETA JAGA
By : Arvian Dwi
🎙 Danke banya lai Tuhan
Su kasih dia par beta
Inikah tulang rusuk
Yang Tuhan ambel dar beta
🎙Bahagia sio nona e
Beta bahagia sayang
Danke banya sayang e
Mau hidop deng beta selamanya
🎙Beta janji beta jaga
Ale untuk selamanya
Beta janji akan setia
Hanya untuk satu cinta
Dari relung hati jiwa
Cuma par ale sajalah
Cinta ni abadi s'lamanya uh oh
🎙Danke banya lai Tuhan
Su kasih dia par beta
Inikah tulang rusuk
Yang Tuhan ambel dar beta
🎙Bahagia sio nona e
Beta bahagia sayang
Danke banya sayang e
Mau hidop deng beta selamanya oh
🎙Beta janji beta jaga
Ale untuk selamanya
Beta janji akan setia
Hanya untuk satu cinta
🎙Ini cinta beta punya
__ADS_1
Dari relung hati jiwa
Cuma par ale sajalah
Cinta ni abadi s'lamanya
🎙Danke banya sayang
Su hadir par beta
🎙Beta janji beta jaga
Ale untuk selamanya
Beta janji akan setia
Hanya untuk satu cinta
🎙Ini cinta beta punya
Dari relung hati jiwa
Cuma par ale saja eh
Cinta ni abadi s'lamanya
Mendengar kedua anak itu bernyanyi dengan suara merdu, membuat Wangky menggenggam erat tangan Hatae.
" Hatae jika kau memang jodoh yang Allah berikan pada abang, akan abang jaga cinta abang untuk Hatae selamanya, karena abang benar-benar tulus menyayangi dan mencintaimu.
Semoga kita akan selalu bersama selamanya. "
Wangky mengucapkan janji dalam hatinya bahwa ia akan selalu menyayangi dan mencintai Hatae selamanya.
Hatae merasa terharu mendengar lagu yang dinyanyikan oleh kedua anak kecil itu.
Apalagi genggaman tangan yang dilakukan oleh Wangky seolah mengatakan bahwa Hatae tulang rusuk Wangky dan Wangky akan menjaga cintanya untuk Hatae.
Rasanya tak perlu kata-kata mengungkap perasaan cintanya pada Hatae, genggaman tangan dan lagu yang dinyanyikan kedua anak kecil itu sudah mewakili semuanya, ketulusan cinta yang dirasakan dan diberikan pada gadis pujaan hati.
Sebuah janji yang terucap dalam hati untuk selalu setia selamanya.
Hatae pun merasakan apa yang Wangky rasakan, perasaan cinta yang dalam.
Genggaman erat menyatakan sebuah keseriusan dan Hatae yakin bahwa Wangky tidak akan mengkhianati dan menyakiti hatinya.
Wangky menyerahkan selembar uang berwarna biru pada kedua anak itu.
Wangky senang karena lagu yang dinyanyikan sangat berkesan bagi dirinya dan juga Hatae.
" Terima kasih om.. Tante.. " kata kedua pengamen itu dengan gembira.
Mereka berlalu dari tempat itu dengan wajah yang terlihat bahagia.
Dari kejauhan masih terlihat keseruan teman-teman mereka yang masih bermain air.
" Kita ga turun ke pantai nih? Ga pengen main air, gitu? " tanya Wangky pada Hatae yang masih asik duduk dengan mengayun-ayunkan kakinya.
" Boleh juga bang, kita jalan di pinggir pantai aja ya? Biar kaki kita basah disapu ombak. Kata orang ga sah main ke pantai kalau tidak main air. "
Hatae menyetujui ajakan Wangky sambil tertawa.
Wangky turun dari gazebo, lalu memegang tangan Hatae untuk membantu nya turun.
" Sandal kita gimana nih? Apa dipegang aja ya biar ga basah? " tanya Hatae yang tidak ingin sandalnya basah, karena tidak nyaman saat berjalan di pasir menggunakan sandal.
Wangky mengambil sandal yang digunakan oleh Hatae, lalu menjinjing sandal itu ditangan kanan nya, sementara tangan kiri Wangky menggenggam tangan kanan Hatae dan mereka pun berjalan menyusuri tepi pantai.
__ADS_1