DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 148 Tomi Tidak Di Temukan.


__ADS_3

" Baik Pak, terima kasih. " kata dokter Radit pada awak kapal yang bernama pak Anto.


" Saya sedang mencari salah seorang teman saya, pak, namanya dokter Tomi.


Saya tidak menemukan dokter Tomi diantara teman-teman saya yang lain."


Dokter Radit menjelaskan pada pak Anto bahwa ia tengah mencari dokter Tomi.


" Jika tidak ada disini, mungkin dilantai atas kapal ini, pak, sebab tadi ada sebagian yang naik keatas. " kata pak Anto yang mengatakan jika ada korban yang berada dilantai atas.


" Baiklah pak, saya akan mencari dokter Tomi dilantai atas. " kata dokter Radit pada pak Anto.


" Jika bapak akan naik keatas, tangganya ada disebelah sana. " pak Anto menunjukkan tangga untuk naik ke atas.


" Tapi, apa bapak bisa naik keatas dengan kondisi kaki bapak yang seperti itu? "


Tanya pak Anto, ia memperhatikan dokter Radit yang menahan sakit disalah satu kakinya.


" Saya akan naik pelan-pelan pak, saya tidak tenang jika belum menemukan dokter Tomi.


Teman-teman saya yang lain ada dibagian depan kapal ini, mereka tengah beristirahat.


Hanya dokter Tomi yang tidak ada.


Jika semua korban selamat, besar kemungkinan dokter Tomi ada dilantai atas. "


Dokter Radit menjelaskan pada pak Anto keadaan teman-temannya dan hanya dokter Tomi yang belum ditemuinya.


" Kalau bapak berkenan, saya bersedia membantu bapak untuk naik keatas. "


Kata pak Anto yang menawarkan diri untuk membantu dokter Radit mencari dokter Tomi diatas.


" Baiklah pak, terima kasih sebelumnya atas bantuan bapak. " kata dokter Radit yang menerima bantuan dari Pak Anto.


Mereka berjalan perlahan-lahan menuju tangga untuk naik keatas.


Pak Anto membantu dokter Radit untuk menaiki tangga.


Satu tangan dokter Radit berpegangan dengan pak Anto dan satu lagi memegang pagar tangga untuk naik.


Dengan sabar pak Anto membantu dokter Radit untuk naik, terkadang mereka berhenti sejenak karena dokter Radit tengah menahan rasa sakit dikaki kirinya.


Akhirnya pak Anto dan dokter Radit sampai dilantai atas kapal itu.

__ADS_1


" Bapak silahkan duduk saja dibangku ini, saya akan bantu mencari dokter Tomi dengan bertanya pada penumpang dan awak kapal yang ada dilantai ini."


Pak Anto meminta dokter Radit untuk menunggu dibangku yang ada dikapal itu.


Pak Anto merasa kasihan melihat kondisi kaki dokter Radit.


Entah apa yang terjadi dengan kaki dokter Radit, tapi ia tidak perduli dengan keadaannya sendiri dan malah mencari keberadaan temannya.


Pak Anto membantu dokter Radit untuk duduk dibangku, setelahnya ia mulai berkeliling mencari dokter Tomi dengan bertanya pada orang-orang yang ada disana mengenai keberadaan dokter Tomi.


Dari tempat duduknya, dokter Radit mengedarkan pandangannya mencari keberadaan dokter Tomi.


Tapi sejauh matanya mengitari tempat itu, ia tidak melihat dokter Tomi ataupun seseorang yang mirip dengan dokter Tomi.


" Bapak-bapak, apa ada di antara kalian yang bernama dokter Tomi? Dokter yang akan mengadakan bakti sosial dan menjadi salah seorang korban kecelakaan speedboat, atau ada yang mengetahui keberadaannya. "


Tanya pak Anto pada serombongan bapak-bapak yang sedang beristirahat dikapal itu.


Mereka saling pandang, lalu mengatakan jika diantara mereka tidak ada yang bernama dokter Tomi dan mereka juga tidak mengetahui keberadaannya.


Setelah bertanya kesana kemari, pak Anto tidak menemukan keberadaan dokter Tomi.


Lalu ia kembali menemui dokter Radit dan mengatakan hasil pencariannya.


Pak Anto menyampaikan kepada dokter Radit bahwa dia tidak berhasil menemukan dokter Tomi.


Dokter Radit terdiam, ia sekali lagi mengedarkan pandangannya keseluruh tempat itu, namun lagi-lagi ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan dokter Tomi.


Hari sudah mulai gelap, lampu-lampu kapal sudah mulai dinyalakan dan hujanpun sudah berhanti sejak satu jam yang lalu.


Pakaian dokter Radit sudah mulai mengering karena suhu tubuhnya, hanya tinggal celananya saja yang masih terasa basah.


" Berapa lama lagi kita akan sampai di daratan pak?" tanya dokter Radit pada pak Anto.


" Tidak akan lama lagi pak, tidak sampai setengah jam lagi kita akan sampai di pelabuhan. " jawab pak Anto pada dokter Radit.


" Nanti bapak bisa bertanya di posko tim SAR di pelabuhan mengenai korban kecelakaan speedboat tadi, karena ada sebagian korban yang akan dirawat sementara disana untuk mengetahui kondisi korban sebelum di rujuk ke rumah sakit yang ada di kota jika ada korban yang membutuhkan perawatan. "


Pak Anto mengatakan jika dokter Radit bisa bertanya pada tim SAR ataupun tim dokter di pelabuhan mengenai korban kecelakaan speedboat tersebut.


" Baiklah pak, saya akan mencari dan menanyakan keberadaan dokter Tomi setelah nanti tiba di pelabuhan. " kata dokter Radit yang menyetujui kata-kata pak Anto.


" Sekarang saya akan turun kebawah pak, agar nanti tidak berdesakan dengan penumpang lain yang akan turun.

__ADS_1


Saya akan berkumpul dengan temen-teman yang lain, siapa tahu mereka sudah mendapat kabar tentang dokter Tomi."


Dokter Radit mengatakan jika ia akan kembali turun dan berkumpul dengan teman-temannya, siapa tahu mereka sudah. mendapat kabar tentang dokter Tomi.


" Mari pak, saya akan bantu bapak untuk turun lagi ke bawah. "


Pak Anto kembali menawarkan diri pada dokter Radit untuk membantunya turun ke bawah.


Dengan pelan pak Anto kembali membantu dokter Radit untuk menuruni tangga.


Sesampainya dibawah pak Anto mengantarkan dokter Radit menemui temen-temannya.


Ketika pak Anto akan meninggalkan dokter Radit bersama teman-temannya, dokter Radit memberikan beberapa uang merah yang ada didalam dompetnya.


Beruntung dompet dokter Radit tidak terjatuh dari kantong celananya.


" Pak Anto, terima ini sebagai tanda terima kasih saya karena pak Anto sudah membantu saya mencari dokter Tomi. " kata dokter Radit sambil menaruh uang itu digenggaman tangan pak Anto.


" Tidak perlu seperti ini pak, saya ikhlas membantu bapak karena bapak memang sedang memerlukan bantuan. "


Pak Anto menolah uang pemberian dokter Radit karena ia memang ikhlas membantu dokter Radit.


Namun dokter Radit memaksa pak Anto untuk menerima uang itu.


" Anggap saja itu rejeki untuk anak dan istri pak Anto di rumah. " kata dokter Radit yang memaksa pak Anto untuk menerima uang itu.


" Terima kasih pak, semoga kaki bapak bisa segera sembuh, juga teman bapak bisa segera diketahui keberadaannya. "


Pak Anto mengucapkan terima kasih, ia juga mendoakan kesembuhan untuk dokter Radit.


Pak Anto juga mendoakan semoga keberadaan dokter Tomi bisa segera diketahui.


Setelah dokter Radit duduk dan berkumpul dengan teman-temannya, pak Anto pun pamit untuk kembali ke tempatnya karena kapal akan segera bersandar di pelabuhan.


Dokter Radit duduk tidak jauh dari dokter Tyas dan dokter Siska.


Mirah terlihat sedang tidur tidak jauh dari mereka, mungkin ia merasa pusing karena terombang-ambing dilautan.


Mereka beruntung kapal bantuan segera datang dan menolong mereka, jika tidak mereka tidak tahu apa yang akan terjadi atas diri mereka.


Hanya dokter Tomi yang saat ini jadi pikiran dokter Radit maupun yang lainnya karena keberadaannya belum diketahui.


Usaha dokter Radit untuk mencari di bagian atas kapal juga tidak membuahkan hasil.

__ADS_1


Mereka berharap saat tiba di darat mereka bisa mendapatkan informasi tentang keberadaan dokter Tomi.


__ADS_2