DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 209 Seharian Bersama Tomi.


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Tomi dan Asti berkeliling sebentar di mall sebelum mereka menonton film di bioskop.


" Mumpung kita lagi disini, apa ada sesuatu yang ingin dibeli? " tanga Tomi pada Asti.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan, dan berbincang sepanjang menyusuri mall.


" Tidak ada yang ingin Ara beli, mas. " jawab Asti.


Asti memang tidak ingin membeli apa-apa karena memang sedang tidak membutuhkan apapun.


" Apa tidak ingin membeli tas, sepatu atau baju, mungkin? " tanya Tomi lagi.


" Tas, baju dan sepatu Ara sudah banyak mas, hantaran yang mas bawa saja belum Ara buka dan Ara gunakan. " jawab Asti.


" Itukan hantaran, beda lagi. Kita lihat-lihat ke toko tas, yuk? mana tahu ada produk terbaru yang cocok buat Ara." kata Tomi yang mengajak Asti untuk masuk ke toko tas.


" Tidak perlu mas, kita keliling saja di mall ini sampai waktunya kita masuk ke bioskop, jika mas merasa cape, kita duduk di sana saja. " kata Asti sambil mengajak Tomi duduk di sebuah kursi tunggu.


Akhirnya mereka duduk sejenak untuk melepas lelah karena sudah berkeliling. mall. Tomi membelikan air mineral buat Asti disebut depo yang menjual. minuman dingin.


Setelah melepas lelah, Tomi mengajak Asti membeli tiket untuk menonton film di bioskop karena tidak lama lagi bioskop akan dibuka untuk penonton berikutnya.


Tomi mengantri untuk membeli tiket sementara Asti pergi membeli minuman dan popcorn untuk menemani mereka nonton.


Setelah mendapatkan tiket dan cemilan yang mereka bawa ke dalam bioskop, Tomi dan Asti menunggu sebentar hingga waktu mereka untuk masuk dan nonton film.


Selesai menonton film, Tomi mengantarkan Asti pulang karena tidak ada tujuan lain yang akan mereka lakukan, tapi sebelumnya mereka makan malam terlebih dahulu di sebuah lapak kaki lima yang makanannya terkenal sangat enak.


Asti memesan ayam geprek sedangkan Tomi memesan pecel lele.


Mereka makan dengan lahap karena merasa lapar setelah menonton film.


Selesai makan malam, Tomi mengantarkan Asti pulang ke rumahnya.


" Mampir dulu, mas? " tanya Asti saat mereka sudah berada di halaman rumah Asti.


" Baiklah, mas akan mampir sebentar untuk menyapa ayah dan ibu. " jawab Tomi sambil membuka pintu mobil lalu berjalan beriringan dengan Asti menuju rumah Asti.


" Assalamu'alaikum. " salam Asti dan Tomi saat mereka tiba didepan rumah Asti.


Asti membuka pintu dan meminta Tomi untuk masuk.


" Ayo mas, masuk dulu. " kata Asti pada Tomi.

__ADS_1


Tomi pun masuk bersama Asti dan duduk diruang tamu setelah Asti memintanya untuk duduk dan menunggu sebentar.


" Tunggu sebentar ya, mas? Ara panggil ayah sama ibu dulu, mungkin mereka tengah berada di ruang makan. " kata Asti sambil berlalu untuk mencari keberadaan orang tuanya.


Asti menuju ruang makan, dan ternyata benar jika kedua orang tuanya tengah makan malam.


" Pantas tidak menjawab salam Asti, rupanya ayah dan ibu sedang makan malam. " kata Asti sambil menghampiri ayah dan ibunya yang sedang makan.


" Eh,.. Asti, sudah pulang? ayo makan sama-sama, maaf kami tidak mendengar kedatanganmu. " kata ibu pada Asti.


" Asti sudah makan diluar sama mas Tomi, bu. " kata Asti.


Asti membuat teh, lalu membawanya j


keruang tamu untuk disuguhkan pada Tomi.


" Minum dulu, mas, ayah dan ibu sedang makan malam sebentar. Apa mas mau ikut makan malam bersama ayah dan ibu? " tanya Asti pada Tomi sambil menyuguhkan teh dan menyilakan Tomi untuk meminum teh yang dibawanya.


" Terima kasih tehnya, Ara. Mas masih kenyang, kan kita barusan makan malam bersama. " jawab Tomi yang menolak untuk makan malam bersama orang tua Asti karena ia masih merasa kenyang.


Lalu Tomi menyeruput teh yang disuguhkan oleh Asti sambil menunggu orang tua Asti yang sedang makan malam.


Tidak berapa lama ayah dan ibu Asti menghampiri Asti dan Tomi di ruang tamu.


" Alhamdulillah kabar saya baik, pak. " jawab Tomi, lalu Tomi juga mengalami ibu Asti.


" Silakan duduk, nak. " kata ibu setelah Tomi menyalaminya.


" Terima kasih, bu. " kata Tomi sambil kembali duduk ditempatnya semula.


" Maaf nak, tadi ayah dan ibu sedang makan. Mengapa nak Tomi tidak ikut makan sekalian? " kata dan tanya ibu pada Tomi.


" Iya bu tidak apa-apa. Tomi tadi sudah makan malam bersama Asti, jadi masih merasa kenyang, bu. " kata Tomi menjawab pertanyaan ibu.


" Ayah, ibu, Tomi mau menyampaikan bahwa malam minggu yang akan datang, Tomi dan keluarga akan datang kesini untuk membicarakan tanggal pernikahan Tomi dan Asti. " kata Tomi memberitahu rencana kedatangan dirinya dan keluarganya ke rumah Asti.


" Wah bagus kalau begitu, berarti sudah ada kepastian untuk segera melangsungkan pernikahan, ya nak? " tanya ayah Asti.


" Benar yah, Insya Allah akan dilaksanakan secepatnya, nanti kita bicarakan dengan kedua belah pihak mengenai tanggal pastinya. " kata Tomi pula.


" Kira-kira siapa saja yang akan datang dan membahas tanggal pernikahan kalian? " tanya ibu pada Tomi.


" Tidak banyak yang akan datang bu, hanya keluarga inti saja, mungkin sekitar lima atau enam orang. Tadi Tomi juga sudah bicara pada Asti. " jawab Tomi.

__ADS_1


" Baiklah jika begitu, besok ayah akan menghubungi eyang, mungkin beliau mau datang untuk menentukan tanggal pernikahan kalian atau akan memberi gambaran mengenai tanggal pernikahan kalian nanti. " kata ayah pula.


" Baik, ayah. " kata Tomi pula.


" Semoga eyang mau datang kesini ya, bu? Asti sudah kangen sama eyang. " kata Asti yang berharap eyangnya bisa datang.


" Semoga saja, masih ada waktu jika eyang akan datang kesini. " kata ibu.


Setelah berbincang-bincang dengan ayah dan ibu Asti, Tomi berpamitan untuk pulang karena hari sudah menjelang malam.


" Ayah, ibu, Tomi pamit pulang karena hari sudah malam. " kata Tomi berpamitan pada ayah dan ibu Asti.


" Baik, nak, hati-hati dijalan. " kata ayah pada Tomi.


" Titip salam buat kedua orang tua nak Tomi. " kata ibu pula.


" Iya, yah, terima kasih. Insya Allah nanti Tomi sampaikan salam ibu pada mamah dan papah. " kata Tomi.


Setelah bersalaman dan mengucapkan salam, Tomi keluar dari rumah dan diantar oleh Asti hingga ke mobil yang diparkir di halaman.


" Mas pulang dulu, ya? langsung istirahat dan jangan bermain ponsel hingga larut. " kata Tomi pada Asti.


" Iya mas, Ara akan langsung istirahat, ga akan main ponsel. Pesannya seperti pada anak kecil saja. " kata Asti sambil. mengerucutkan bibirnya kala mendengar pesan dari Tomi.


" Bukan seperti anak kecil, sayang? nanti keenakan chat sama grout bucin jadi terlambat tidur. " kata Tomi yang mengetahui jika Asti masih sering berkomunikasi dengan temannya di group bucin padahal mereka masih bertemu saat di kampus.


" Iya, malam ini ga ngerumpi sama group bucin, nanti mau langsung tidur aja. " kata Asti meyakinkan Tomi.


" Ya sudah, mas pulang dulu ya? sudah malam. " kata Tomi lagi.


" Hati-hati dijalan ya, mas? jangan ngebut.! " kata Asti mengingatkan Tomi.


" Oke, sayang..! " seloroh Tomi.


Lalu Tomi pun melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Asti untuk kembali ke rumahnya.


Asti masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat.


Beruntung ia tadi sudah melaksanakan shalat sehingga ia bisa langsung beristirahat setelah membersihkan diri karena ia keluar dari rumah sejak pagi sehingga badannya terasa lengket.


Asti langsung tidur dan tidak berkomunikasi dengan teman-temannya karena ia merasa lelah setelah seharian pergi dengan Tomi.


Tidak lama, Asti pun sudah tertidur dengan nyenyak.

__ADS_1


__ADS_2