DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Eyang Menitipkan Asti Pada Tomi


__ADS_3

Malam ini, Tomi dapat bercengkrama dengan  keluarga dekat Asti, ada eyang kakung dan eyang putri, ada mbak Santi dan suaminya, Rudy juga Aryanto, mereka sepupu Asti, juga Tanti sang keponakan yang lucu dan pintar.


Tomi diterima dengan baik di keluarga itu walaupun mereka baru saling mengenal.


Mbak Santi dan Aryanto suka menggoda Asti yang terlihat malu saat ditanya hubungannya dengan Tomi dan dijawab hanya sekedar teman, tapi mereka semua tahu bahwa baik Tomi maupun Asti memiliki ketertarikan dan rasa yang sama.


Mereka sama-sama saling jatuh hati, dan hal itu membuat keluarga eyang  merasa bahagia, mengingat usia Asti yang sudah hampir tiga puluh tahun tapi belum memiliki pasangan.


Mereka berharap bisa segera menerima kabar baik atas hubungan Asti dan Tomi.


Menjelang jam sembilan tiga puluh malam, Tomi pamit pulang karena telah terlalu larut.


Keasyikan mengobrol membuat mereka lupa jika hari telah larut malam.


Mereka juga telah memutuskan bahwa hanya Tomi yang akan mengantarkan Asti ke bandara.


" Eyang, mas dan mbak.. Saya pamit pulang dulu, karena hari telah larut.


Saya juga sekalian pamit untuk pulang ke Jakarta lusa.


Saya mohon maaf jika saya sudah merepotkan dan kehadiran saya kurang berkenan.


Besok pagi saya akan datang untuk mengantarkan Asti ke bandara. " Tomi berbicara pada eyang dan keluarga Asti untuk pamit pulang ke rumah, juga sekalian pamit untuk pulang ke Jakarta.


"  Kami sangat senang bisa mengenal mu, Tomi, dan kamu tidak merepotkan, justru kami yang merepotkan karena kamu sudah bersedia mengantar Asti. " kata Rudy pada Tomi.


" Iya Tom, jika nanti ke Yogya lagi jangan lupa untuk mampir kesini. " pinta Aryanto pula.


" Baik mas, InsyaAllah jika nanti saya ke Yogya lagi, saya akan mampir kerumah eyang. " jawab Tomi.


Tomi senang akan perlakuan keluarga Asti padanya.


Setelah selesai berbasa-basi dan mengucapkan salam, akhirnya Tomi meninggalkan kediaman rumah eyang untuk kembali ke kosan yang ia tempati selama di Yogya.


Setelah Tomi pulang, mereka kembali masuk kedalam rumah.


Tak lama mbak Santi dan suaminya pamit pulang karena Tanti telah tertidur, begitu pula dengan Aryanto, mereka pulang kerumah masing-masing.


" Ti.. sana dipack  dulu barang-barang yang akan dibawa besok agar besok tidak keteteran, bukannya besok berangkat pagi ke bandaranya?


Minta bantu sama Dina. " eyang meminta Asti untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa pulang, eyang tidak mau jika besok Asti terburu-buru, jika susah dibereskan maka besok tinggal membawanya.


" Mbak Dina, nanti bantu Asti merapikan semua barang yang besok mau Asti bawa ya? " pinta Asti pada mbak Dina.


" Beres non, mbak selesai ini dulu mencuci piring dan gelas ini, setelah selesai nanti mbak bantu. " jawab mbak Dina.

__ADS_1


Dan setelah merapikan dan membereskan barang-barang didapur, mbak Dina menghampiri Asti yang ada diruang tengah.


Asti dibantu mbak Dina merapikan semua barang bawaan Asti.


Semua pakaian Asti sudah dimasukkan kedalam sebuah koper yang berukuran sedang, berikut batik yang tadi ia beli. 


Kecuali pakaian yang akan dia kenakan untuk besok ditaruh nya diatas tempat tidur.


Semua oleh-oleh di jadikan satu dalam  kantong besar yang tadi dibawa mbak Santi.


Semua sudah siap, koper dan kantong oleh-oleh sudah Asti taruh di ruang tengah agar besok tinggal dibawa.


" Terima kasih ya mbak sudah bantuin Asti. " kata Asti pada Dina.


" Iya non, sama-sama.


Semua sudah selesai non? Kalau sudah mbak mau istirahat. " kata Dina berpamitan pada Asti.


" Semua sudah selesai mbak, silahkan mbak istirahat, Asti juga mau istirahat agar besok tidak kesiangan. " kata Asti pula.


Akhirnya mereka menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


Eyang kakung dan eyang putri sudah beristirahat terlebih dahulu.


Keesokan harinya, pukul tujuh tiga puluh Tomi sudah tiba dirumah eyang, ia sengaja datang pagi agar Asti tidak terlambat tiba di bandara, karena perjalanan dari rumah eyang menuju bandara memakan waktu satu jam perjalanan.


" Assalamu'alaikum.. " ucap salam Tomi saat tiba dirumah eyang.


" Waalaikumsalam " jawab eyang dan Asti yang sedang berada di dapur.


Mereka tengah bersiap untuk sarapan pagi.


" Mbak, tolong buka pintunya ya?


Kalau Tomi yang datang, ajak sekalian kesini untuk sarapan." pinta Asti pada Dina. Asti tengah menyiapkan sarapan pagi berupa nasi goreng untuk eyang putri  dan eyang kakung.


" Baik non.! " ucap mbak Dina seraya berjalan menuju pintu depan.


Setelah membuka pintu, mbak Dina melihat Tomi yang berdiri di depan pintu langsung memintanya untuk masuk.


" Silahkan masuk mas Tomi, langsung ke ruang makan aja, non Asti dan eyang sedang sarapan. "


Dina meminta Tomi untuk masuk, lalu mengajaknya untuk ikut sarapan pagi.


" Tidak perlu mbak, saya menunggu Asti disini saja. " kata Tomi menolak ajakan mbak Dina.

__ADS_1


" Tidak apa-apa mas, non Asti dan eyang sudah menunggu. " pinta Dina lagi.


Merasa tak enak hati karena Dina terus memaksa, akhirnya Tomi mengikuti mbak Dina ke ruang makan.


" Tom.. Sini kita sarapan dulu, sini duduk disebelah sini. " eyang mengajak Tomi untuk sarapan dan meminta nya duduk disebelah kiri eyang, kursi yang berhadapan dengan Asti.


Asti memberi piring kosong pada Tomi dan Tomi mengisinya dengan sedikit nasi goreng.


Sebelum berangkat kerumah eyang, Tomi sudah sarapan roti.


Mereka sarapan dengan tenang tanpa ada percakapan diantara mereka.


Selesai sarapan mereka duduk di ruang tengah menunggu Asti yang tengah bersiap.


" Nak Tomi, eyang titip Asti ya? Eyang tidak bisa ikut mengantarkan Asti ke bandara, maaf jika eyang telah merepotkan nak Tomi. " pinta eyang kakung pada Tomi.


" Asti itu gadis yang mandiri, dia tidak suka diperlakukan berlebihan, padahal kami menyayangi dan mengkhawatirkan dirinya. " ujar eyang putri pula.


" Iya eyang, Tomi yang memang ingin mengantarkan Asti, jadi tidak merepotkan sama sekali.


Asti memang terlihat mandiri ya eyang, nyatanya waktu kesini Asti naik travel sendirian, padahal akan lebih cepat jika menggunakan pesawat. " jawab Tomi yang mengiyakan kata-kata eyang jika Asti gadis yang mandiri.


Tak lama, Asti keluar dari kamarnya, ia telah siap untuk berangkat ke bandara dan kembali ke Jakarta.


" Sudah siap, Asti? " tanya eyang putri.


" Sudah eyang. " jawab Asti.


Asti mengeluarkan koper dan kantong oleh-oleh yang sudah Asti siapkan bersama mbak Dina tadi malam.


" Eyang.. Asti pamit ya, Asti mau pulang dulu ke Jakarta.


Asti minta maaf jika selama disini Asti banyak merepotkan dan menyusahkan eyang. " Asti berpamitan pada eyang dengan  perasaan sedih.


Entah kapan Asti akan kembali menemui eyang di Yogya.


Walau berat, Asti terpaksa harus meninggalkan eyang.


" Iya, Ti.. Kamu hati-hati dijalan, jaga diri baik-baik, jika sudah sampai dirumah kabari eyang.


Titip salam buat orang tuamu juga keluarga yang lain disana. " eyang meminta Asti untuk mengabari jika Asti telah tiba di Jakarta.


Asti memeluk eyang putri dan eyang kakung, juga mbak Dina.


Tomi membawakan koper dan kantong milik Asti menuju mobil dan menaruhnya di bagasi.

__ADS_1


__ADS_2