
Tomi merasa sangat bahagia ketika mengetahui jika Asti menyukai gelang pemberiannya.
Suatu tanda bagi Tomi bahwa perasaan Asti sudah mulai terbuka dan bisa menerima kehadiran Tomi.
📱" Asti..untuk pernyataan bahwa saat tawanan masih bisa melarikan diri dari penjara alien, aku akan jawab setelah kita bertemu di Jakarta.
Tidak mungkin aku jawab melalui pesan singkat.
Saat kita bertemu di Jakarta, akan aku jawab semua rasa khawatir yang masih ada dalam hati mu. "
Tomi meminta pada Asti bahwa ia akan menyampaikan secara langsung jawaban atas pernyataan Asti tentang perasaannya.
📱" Iya, tenang saja, aku akan menunggu jawaban itu, tidak usah terburu-buru. " jawab Asti.
Asti ingin agar dia dan Tomi saling menyelami perasaan masing-masing, saling mengerti dan memahami.
Asti berharap saat ia memberikan jawaban pada Tomi, Tomi pun bisa meyakinkan Asti akan arti dan tujuan hubungan mereka.
📱" Sudah malam, istirahatlah.. Semoga kita bisa secepatnya bertemu di Jakarta.
Jika besok saya telah sampai di Jakarta, akan saya kabari kamu. "
Tomi meminta Asti untuk beristirahat, karena dia juga akan melakukan hal yang sama, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah setelah aktivitasnya yang padat di siang hari.
📱" Baiklah, saya akan beristirahat.. Kamu pun harus beristirahat agar besok bisa bangun dalam keadaan tubuh yang baik dan segar.
Selamat malam alien, selamat beristirahat. "
Asti meminta Tomi untuk beristirahat dan mengucapkan selamat malam padanya.
📱 " Selamat malam tawanan alien, selamat beristirahat.. Have nice dream. "
Tomi membalas mengucapkan selamat beristirahat pada Asti, lalu menyimpan ponselnya diatas nakas.
Karena merasa lelah, akhirnya Tomi pun terlelap dalam tidurnya.
Begitupun dengan Asti, setelah membaca pesan dari Tomi ia pun tertidur dengan lelap.
******
Siang ini, seperti janji para personil group bucin, bahwa mereka akan berkumpul di cafe Kenangan, cafe yang tak jauh dari rumah Asti.
Setelah berpamitan pada ayah dan ibu, Asti berangkat menuju cafe dengan menggunakan ojek online.
Tak lupa Asti membawa oleh-oleh yang akan ia berikan pada teman-temannya.
Tak lama, ia pun sampai ke tempat tujuan, belum terlihat ada teman-temannya yang datang.
Asti mencari tempat duduk yang nyaman buat mereka agar leluasa mengobrol dan bercerita.
Setelah mendapat apa yang diinginkan, Asti memanggil seorang pelayan yang sedang membersihkan meja yang baru saja digunakan oleh pengunjung.
__ADS_1
" Mas, saya bisa minta tolong untuk menggeser meja ini agar bisa merapat dengan meja disebelahnya.
Saya perlu dua meja untuk berkumpul dengan teman-temannya saya nanti. "
Pinta Asti pada pelayan agar menyatukan dua meja menjadi satu.
" Baik, mbak..! " ucap sang pelayan yang langsung membantu Asti menggeser meja dan kursi.
Setelah selesai, Asti duduk di salah satu kursi dan menunggu teman-temannya datang.
Sambil menunggu, Asti memesan minuman untuk teman-temannya karena Asti sudah tahu minuman favorit mereka masing-masing.
Saat tengah memainkan ponselnya, Asti mendengar suara gaduh tak jauh dari tempat ia duduk.
Asti melihat kearah belakang ia duduk ada sekumpulan orang yang sedang bercerita dan bercanda hingga tawa mereka terdengar oleh Asti.
Ada satu orang wanita dan enam orang pria yang sedang berkumpul disana, mungkin mereka berteman dan sedang mengisi hari libur.
Asti tak memperdulikan mereka karena ia tak mengenal salah satu diantara mereka.
Tak lama, teman-teman Asti pun datang. Maryam, Fyth, Asma, Hatae, dan Indri menghampiri Asti yang sudah menunggu mereka.
" Hai miss jutek, sudah lama ya datang kesini? " sapa Fyth pada Asti sambil cipika cipiki.
" Hai miss.. Apa kabar, kangen tahu.. " sapa Indri sambil melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Fyth.
" Hallo sayangnya aku!.. akhirnya kita ketemu lagi. " sapa Maryam pada Asti.
Asma mencium pipi kiri dan kanan Asti.
" Hai Asti.. " sapa Hatae pada Asti.
Setelah mereka saling cipika cipiki, mereka duduk di kursi masing-masing.
Tak lama minuman yang dipesan Asti pun datang.
Pelayan meletakkan gelas minuman diatas meja, lalu mereka mengambil minuman masing-masing.
Pelayan memberikan buku menu pada mereka, dan mereka pun memesan makanan masing-masing.
Setelah mencatat pesanan Asti dan teman-temannya, pelayan berlalu untuk menyiapkan pesanan mereka.
" Wah senangnya kita bisa berkumpul lagi seperti ini. Cerita dong miss saat liburan di Yogya kemaren, katanya sempat kecelakaan ya? " Hatae meminta Asti menceritakan saat liburannya di Yogya.
" Iya Asti, cerita dong.. kamu ketemu sama Tomi juga kan di Yogya? " tanya Asma pula.
" Eh kalian ini, sabar dong.. nanti miss jutek pasti cerita kok sama kita, tentang masa liburannya di Yogya, kalau ga mau cerita nanti kita gelitikin rame-rame. "
Ujar Maryam memprovokasi teman-temannya.
" Iya, cerita dong miss.. dari pada kita kitikin rame-rame. " Indri ikut-ikutan meminta Asti bercerita.
__ADS_1
" Kalian ini seperti anak kecil yang minta di dongengin sama emaknya saat mau tidur, berisik dan tidak sabaran.
Miss jutek tidak perlu dipaksa, nanti dia akan cerita sendiri, kalau tidak cerita pada kita, mau cerita sama siapa lagi, iya kan? " kata Fyth yang berkata dengan bijak saat melihat teman-temannya yang meminta Asti bercerita.
" Sudah nih ngomongnya? Kapan aku mau bercerita kalau kalian ngomong bergantian kaya gitu, aku diminta bercerita tapi tidak diberi kesempatan. " kata Asti berpura-pura marah pada teman-temannya.
" Sudahlah Asti, kamu ga cocok kalau merajuk seperti itu, walau wajahmu terlihat imut tapi tetap saja ga pantas. "
Kata Indri yang menggoda Asti.
" Bilang aja kamu sirik sama Asti yang punya wajah awet muda, ga seperti kamu yang awet tua. " balas Maryam yang membela Asti.
" Uluh-uluh.. anak cantik ada yang ngebela, seneng banget tuh sampai hidungnya kembang kempis. " Hatae tak mau kalah.
Akhirnya mereka tertawa bersama mendengar kata-kata Hatae.
Sungguh hari ini mereka sangat bahagia, bisa berkumpul dan bercerita bersama.
Mereka bertemu di kampus yang sama, sama-sama berprofesi sebagai dosen dan akhirnya mereka bisa berteman dengan akrab.
Sebelum kita cerita-cerita dan makan-makan, aku mau bagikan ini buat kalian. "
Asti mengambil paper back yang ia taruh diatas kursi kosong, lalu membagikan pada teman-temannya.
" Maaf ya, aku hanya bisa membelikan kalian cemilan agar kelihatan tambah manis, karena aku bawa yang manis-manis. " kata Asti pada teman-temannya sambil bercanda.
" Wah.. Terima kasih ya miss, masih berkenan membawakan buah tangan, tahu aja kalau aku suka dibawakan buah tangan. "
Kata Indri mengambil bingkisan dari Asti sambil bercanda.
" Terima kasih miss jutek, semoga rejekinya makin berlimpah. " doa Maryam buat Asti.
Teman-teman Asti mengucapkan terima kasih pada Asti atas bingkisan yang mereka terima.
" Eh.. Ngiming ngomong, kamu bawain sesuatu ga buat kang mas Eko? " tanya Asma pada Asti.
" Mana ada kang mas Eko, yang ada kang mas Tomi, iya kan Asti? " tanya Hatae pada Asti.
" Kalian ini, doakan yang terbaik aja buat Asti, jangan menggodanya terus. " kata Fyth yang membela Asti.
" Sensi amat jeng, lagi pms ya? " goda Hatae pada Fyth.
" Kalian tenang saja, buat pak Eko sudah saya siapkan dirumah, tidak mungkinkan saya bawa kesini?
Atau kamu mau mengantarkan kerumah pak Eko, Asma? Tanya Asti.
" Kalau aku yang antar ke rumah pak Eko pasti pak Eko bakal ga izinin aku masuk rumah, beda kalau Asti yang antar, pintu rumah terbuka lebar. " kata Asma sambil tertawa.
" Iya, pintunya terbuka lebar tapi Asti ga mau masuk, takut diculik sama pak Eko. " ujar Indri menimpali.
Mereka pun tertawa mendengar candaan Indri.
__ADS_1