DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Buka Dulu Topeng Mu


__ADS_3

" Dosen kok tukang nyontek, gimana sama mahasiswanya? " tanya Asti menggoda Asma.


" Kalau ada mahasiswa yang ketahuan nyontek ya tinggal kasih nilai E aja, gitu aja kok repot."  jawab Asma santai.


" Wah.. Ternyata Asma bisa galak juga kalau sudah jadi bu dosen. " Tomi ikut menggoda Asma.


" Ah.. Saya mah belum seberapa jika dibandingkan dengan miss jutek.


Miss jutek mah sampai tega mempermainkan mahasiswa yang mau minta tanda tangan kerumahnya. "


Asma menjawab godaan Tomi dengan cara balik menggoda Asti.


" Lho..?? Kok malah balik ngomongin itu? Kan saya jadi malu.. Topeng mana topeng? Mau nyembunyiin muka nih. "


Tomi membalas godaan Asma dengan bercanda.


Mereka berempat akhirnya tertawa.


Suasana dalam mobil Tomi sungguh ramai dengan candaan penumpang mobil itu.


Berbeda dengan di mobil Tomi, didalam mobil Fajar justru tidak banyak obrolan.


Wangky yang minta tukar posisi dengan Indri tertidur dibangku disamping Hatae.


Wangky sengaja pindah duduk karena tidak enak sama Fajar jika ia tertidur.


Begitu pula TM yang duduk di bangku bagian belakang mulai tertidur saat mobil memasuki jalan tol.


TM dan Wangky jelas mengantuk karena tadi malam mereka asik main game online hingga menjelang subuh.


Hatae sedang mendengarkan lagu menggunakan handsfree dari ponselnya.


" Rupanya Bang Wangky sama bang TM ketiduran, kelihatannya mereka mengantuk sekali , memangnya mereka tidur jam berapa? " 


Melihat TM dan Wangky yang tertidur, Indri bertanya pada Fajar.


" Mungkin mereka tidur menjelang subuh karena keasyikan main game online. " jawab Fajar sambil tetap fokus menyetir.


" Memang abang ikut begadang? " tanya Indri lagi.


" Nggak lah, abang mana kuat begadang. " jawab Fajar.


" Kok abang tahu mereka tidur menjelang subuh? " tanya Indri penasaran.


" Saat mereka masuk ke kamar untuk tidur abang terbangun, lalu melihat jam di ponsel sudah jam empat pagi. "


Fajar menjelaskan pada Indri mengapa ia tahu TM dan Wangky  tidur menjelang subuh.


" Kita datang ke pesta Ucup sama Anny mau pakai baju couple ga, In? "


Fajar bertanya pakaian yang akan mereka gunakan untuk pergi ke pesta pernikahan Ucup dan Anny.


" Menurut abang baiknya gimana?

__ADS_1


Kalau mau couple, kita pakai batik aja yang lebih simple. " Indri justru meminta pendapat pada Fajar.


" Kita couple an aja ya? Abang setuju kalau kita mengenakan, terlihat simple dan sederhana tapi elegant. "


Fajar setuju jika mereka akan mengenakan batik couple.


" Baiklah, nanti kita tinggal cari batik yang cocok buat kita. "


Indri menyetujui apa yang dikatakan oleh Fajar, dan akan mencari batik untuk datang ke undangan pernikahan Ucup dan Anny.


Setelah obrolan itu, mereka kembali terdiam.


Fajar fokus menyetir mobil karena mereka tengah berada dijalan tol.


Saat sedang asik mendengarkan musik, Hatae terkejut dengan kepala Wangky yang tiba-tiba menyandar di bahunya.


Hatae melihat jika Wangky tertidur dengan nyenyak, terdengar dengkur halus Wangky.


Dengan hati-hati, Hatae menggeser kepala Wangky agar menyandar ke jok mobil.


Sekilas Fajar melihat kearah Hatae yang memindahkan kepala Wangky melalui spion depan.


" In.. Tolong kasih tahu Hatae agar menurunkan jok mobil agar Wangky bisa tidur dengan nyaman, kasihan jika posisi Wangky seperti itu lehernya akan sakit. "


Fajar meminta pada Indri agar Hatae menurunkan jok mobil agar Wangky bisa tidur dengan nyaman.


" Gimana caranya bang? Kan tuasnya ada disebelah kiri, masa Hatae harus melewati bang Wangky untuk menurunkan jok mobil.? " tanya Indri pada Fajar.


" Biar aja deh bang, lagian Hatae lagi dengerin musik, mana dengar dia kalau Indri ngomong. " kata Indri pada Fajar.


" Yang nyaman tuh bang TM, bisa tidur meringkuk di jok belakang. " kata Indri.


" Iya, biarin lah pada tidur biar ga berisik. "Kata Fajar sambil tertawa.


Fajar terus melajukan mobilnya, di depan ada mobil Tomi yang mendahului dan dilajur kanan mereka terlihat mobil yang Ucup bawa juga tengah melaju.


Didalam mobil Ucup, terlihat Fyth yang sedang ngemil duduk di samping Rudy.


" Fyth.. kamu mah enak ya, ngemil terus tapi ga takut gemuk.


Ga banyak pantang kayanya. "


Anny menegur Fyth yang tengah ngemil.


" Fyth mah ga pake pantang-pantang mbak, selama makanannya halal, enak dimakan pasti Fyth makan, ga takut gemuk, karena dari dulu badan Fyth seperti ini mbak, susah untuk gemuk.


Pernah kepikiran untuk beli obat penggemuk badan, tapi akhirnya Fyth syukuri aja..banyak orang gemuk yang kepingin kurus.


Dengan badan yang kaya gini, Fyth jadi ga pilih-pilih makanan." Fyth mengatakan pada Anny bahwa ia tidak pantang makanan, karena memang badannya yang sulit gemuk dan Fyth bersyukur untuk itu.


" Tapi kata orang, kalau waktu gadis badannya kurus, susah gemuk, nanti kalau sudah punya anak, badannya bisa langsung melar. " kata Ucup yang nimbrung obrolan mereka.


" Iya, sih.. Fyth juga sering dengar orang bilang seperti itu.

__ADS_1


Ga apalah kalau badan Fyth nanti gemuk, tapi jangan melar.


Kalau terlalu melar nanti malah Fyth dikira goni isi beras. " kata Fyth sambil tertawa.


" Kalau Fyth kaya goni isi beras, kalau jalan sama Rudy jadi seperti angka sepuluh, yang satu tinggi kurus, yang satunya gemuk. " Anny membayangkan apa yang ia katakan sambil tertawa.


Begitu pula dengan Fyth yang ikut tertawa, Fyth membayangkan jika dirinya berbadan gemuk akan seperti apa.


" Nanti kalau Fyth dah mulai gemuk, aku suruh rajin olahraga, selain biar sehat juga biar bisa menjaga bentuk tubuh agar tidak terlalu gemuk. "


Rudy mengatakan akan meminta Fyth berolahraga jika badannya terlihat gemuk.


" Memangnya kamu ga suka kalau aku gemuk? Terus kalau aku sudah gemuk kamu mau ninggalin aku, gitu? " hanya Fyth pada Rudy.


" Bukan ga suka lihat kamu gemuk, tapi kalau terlalu gemuk kan tidak baik juga untuk kesehatan, selain itu kamu tidak bisa bergerak bebas.


Zaman sekarang kan asal rajin berolahraga raga dan jaga pola makan, maka bentuk tubuh akan tetap bisa terjaga." Rudy menjelaskan maksud perkataannya pada Fyth agar Fyth tidak salah faham.


" Aku juga ga akan melakukan kesalahan yang sama dengan meninggalkan kamu.


Cukup dulu aku kehilangan kamu dan tidak bisa menemukan keberadaan mu, hingga Allah pertemukan kita kembali disini. "


Rudy mengatakan bahwa ia tidak ingin kehilangan Fyth lagi.


Lalu Rudy menggenggam tangan Fyth yang ada di sampingnya.


Menggenggamnya dengan erat, seperti mengungkapkan bahwa Rudy benar-benar tidak ingin kehilangan Fyth untuk yang kedua kali.


" Jika kalian sudah serius, mengapa tidak melanjutkan ke jenjang pernikahan? Segera menyusul aku sama Anny. "


Ucup bertanya mengenai keseriusan hubungan Rudy dan Fyfyt.


" Aku lagi ngajuin izin cuti untuk pulang ke Yogya, kedua orang tuaku dan keluarga besar ku kan di Yogya.


Ingin menyampaikan mengenai keseriusan hubungan ku dengan Fyth pada keluarga besar. "


Rudy menyampaikan bahwa ia sudah punya keinginan untuk bisa segera melamar Fyth.


" Apa orang tuamu tidak pernah datang kesini? " tanya Anny pada Rudy.


" Orang tua aku belum pernah kesini, karena mereka ada kesibukan di Yogya, tapi mereka sudah tahu mengenai hubungan aku dengan Fyth, karena aku sudah menceritakan semuanya. "


Rudy mengatakan kondisi orang tuanya yang tidak bisa mengunjunginya.


" Semoga hubungan kalian berdua bisa segera mendapat restu dari kedua keluarga, dan bisa segera melanjutkan ke jenjang pernikahan. "


Anny mendoakan kelancaran hubungan Fyth dan Rudy, hingga mereka semua mengaminkan doa yang diucapkan oleh Anny.


" Aamiin.. Terima kasih atas do'anya buat kami mbak.


Semoga mbak dan bang Ucup juga diberi kemudahan dan kelancaran hingga hari H."


Fyth berterima kasih atas do'a yang diucapkan Anny, dan Fyth juga mendoakan kelancaran persiapan pernikahan Anny dan Ucup.

__ADS_1


__ADS_2