DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Persahabatan Yang Saling Mengingatkan Dan Saling Mendoakan


__ADS_3

Indri ~ " Intinya Fyth, kami semua mendukung apapun keputusan mu, karena kami yakin kau tahu apa yang terbaik untuk dirimu.


Kami akan selalu ada untuk mu.


Kita semua disini saling mendukung, saling mengingatkan dan saling mendoakan.


Walaupun kita belum lama saling mengenal, bukan sahabat sejak awal, tapi rasa persaudaraan dan rasa kekeluargaan di antara kita, terasa begitu kental, seperti sudah bertahun-tahun lamanya.


Jadi ingatlah buat kita semua bahwa kita saling menyayangi. "


Indri mengingatkan pada mereka semua bahwa mereka akan saling ada antara satu dan lainnya.


📱Fyth ~ " Terima kasih teman-teman atas semua saran, pendapat dan dukungan kalian semua.


Aku telah membaca semua saran dari kalian.


Jika boleh jujur, saat pertama melihat Rudy dada ku merasa berdebar.


Aku masih mengingat kisah masa lalu yang terjadi diantara kami.


Seperti kata Asti, aku akan mengikuti kata hatiku.


Saat Rudy meminta maaf dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius, dalam hati aku mengatakan bahwa aku akan memberi kesempatan, tapi masih sedikit ada keraguan.


Untuk itu aku meminta pendapat kalian.


Aku akan meminta Rudy untuk bertemu dan membahas semuanya secara langsung agar aku bisa memastikan keseriusan Rudy.


Untuk saat ini, aku tidak ingin menjalin hubungan jika hanya untuk bermain-main, karena aku bukan lagi anak SMA yang hanya memikirkan perasaan senang karena memiliki kekasih.


Mungkin secepatnya aku akan bertemu langsung dengan Rudy.


Terima kasih buat kalian semua yang selalu ada buat aku. "


Fyth merasa terharu dengan semua dukungan dari teman-temannya.


Ia merasa bersyukur karena dipertemukan dengan mereka dan bisa berteman dengan baik.


Andai mereka sedang berkumpul mereka pasti saling berpelukan untuk saling menguatkan.


Seperti itulah sebuah persahabatan, tidak memandang usia, status ataupun hal lain yang menjadi perbedaan, semua dianggap sama, sama-sama saling menyayangi dan menghargai.


*


*


*


Keesokan hari, Asti telah berangkat ke kampus dengan ojek langganan nya.


Tak lupa ia membawa satu paper back yang akan diberikan pada pak Eko.

__ADS_1


Asti tak mau jika pak Eko menodongnya menanyakan masalah oleh-oleh dan ia lupa membawanya, pasti pak Eko akan mencari alasan untuk bisa mengantarkannya pulang.


Walaupun pak Eko hanya bercanda jika ia meminta oleh-oleh, tapi Asti tahu jika pak Eko punya banyak alasan agar bisa mengajak Asti untuk bisa bersama dengan nya.


Asti tiba didepan kampus, ia menyerahkan helm pada tukang ojek dan membayar sejumlah uang sesuai aplikasi.


Asti berjalan melewati gerbang kampus untuk menuju ruang dosen.


Saat melintasi parkiran, terdengar seseorang memanggil nama Asti.


" Dek.. Dek Asti, tunggu! " suara itu berasal dari belakang Asti, dan Asti sudah tahu suara siapa itu.


Asti tetap melanjutkan langkah, tidak berhenti ataupun menoleh kebelakang.


Asti pura-pura tidak mendengar panggilan itu.


Pak Eko sedikit berlari menghampiri Asti karena Asti tidak menghentikan langkahnya.


" Dek Asti, kok tidak nungguin saya? Saya panggil dek Asti diam saja. " keluh pak Eko pada Asti.


" Maaf Pak Eko, saya tadi sedang tidak fokus, jadi tidak begitu mendengar saat pak Eko memanggil saya. "


Asti mencari alasan agar pak Eko tidak marah karena merasa diabaikan.


Terus terang, Asti merasa enggan jika harus berjalan bersama pak Eko.


Pak Eko akan selalu mencari jalan agar bisa mengobrol dengan  Asti.


" Tadi saya sedang mengingat materi kuliah yang akan saya sampaikan hari ini, pak Eko. Tadi malam saya hanya membaca sebentar saja, karena ada acara kumpul keluarga. " jawab Asti mencari alasan yang bisa dipercaya oleh pak Eko.


" Oh.. begitu rupanya, saya kira dek Asti tidak mau berjalan bersama saya.


Oh.. Iya, kapan dek Asti pulang dari Yogya? " pak Eko mempercayai alasan Asti dan bertanya kapan kepulangan Asti dari Yogya.


" Dua hari yang lalu saya pulang dari Yogya, pak Eko.


Eh.. iya, ini ada sedikit oleh-oleh buat pak Eko. Maaf ya pak Eko, saya tidak bisa membelikan yang lain. "


Asti menjawab pertanyaan pak Eko, lalu memberikan paper back yang ia bawa untuk pak Eko.


" Apa ini, dek? Kenapa harus repot-repot membawakan oleh-oleh segala. " kata pak Eko sambil mengambil paper back yang diberikan oleh Asti.


" Itu hanya sekedar cemilan untuk pak Eko dan keluarga dirumah." jawab Asti.


" Terima kasih atas oleh-oleh nya, dek..! Ini saya terima dengan senang hati. " jawab pak Eko sambil tersenyum.


Pak Eko merasa senang, karena menganggap  bahwa Asti tidak melupakannya dan bersusah payah membawakan nya oleh-oleh.


Tak terasa mereka sampai di ruangan dosen, lalu masuk dan duduk di bangku masing-masing.


Sudah ada beberapa orang disana, termasuk Fyth, Asma dan Indri.

__ADS_1


Mereka senyum-senyum saat melihat Asti datang dengan pak Eko.


Asma melihat pada Fyth yang ada disampingnya dan memberi kode dengan matanya, lalu mereka berdua sama-sama tersenyum.


Seolah mereka berkata,


" Lihat tuh Asti datang bareng pak Eko, katanya ga suka tapi masih mau didekati."


Asti yang melihat apa yang mereka lakukan memandang mereka dengan melototkan matanya, seolah tahu apa yang ada difikiran mereka.


Melihat Asti yang melotot, Fyth dan Asma bukannya takut, malah mereka ingin tertawa.


Melihat Fyth dan Asma menahan tawa, Indri merasa heran.


Ia memberi kode dengan matanya, mencoba bertanya.


Fyth dan Asma menjawab dengan gelengan kepala.


Ketika melihat pada Asti, Asti tengah merapikan buku yang ada diatas mejanya.


Indri menjadi bingung, tapi ia tidak tahu harus bertanya pada siapa.


Akhirnya Indri pun hanya diam saja.


Fikir nya nanti saja ia tanyakan pada mereka, ada apa.


Ketika jam kuliah di mulai, Asti pak Eko dan Indri masih ada di ruangan itu, karena mereka mengajar pada jam kedua.


" Dek Asti, katanya ketika di Yogya dek Asti mengalami kecelakaan, ya? " tanya pak Eko pada Asti.


Asti heran, mengapa pak Eko tahu jika ia mengalami kecelakaan, padahal Asti tidak bercerita pada siapa pun selain pada teman-temannya di geng bucin.


Asti memandang pada Indri, Indri yang tahu maksud Asti hanya menggelengkan kepala dan mengangkat bahunya.


" Pak Eko, tahu dari mana kalau saya mengalami kecelakaan? " tanya Asti heran.


" Waktu itu, saya pernah datang kerumah dek Asti, dan orang tua dek Asti yang bilang kalau dek Asti mendapat musibah kecelakaan.


Saat itu saya ingin melihat kondisi dek Asti di Yogya, tapi menurut orang tua dek Asti  tidak terlalu parah, jadi saya mengurungkan niat untuk menyusul dek Asti ke Yogya.


Saya ingat pesan dek Asti untuk fokus dengan pekerjaan saya selagi libur mengajar. "


Pak Eko memberi tahu Asti dari mana ia tahu jika Asti kecelakaan.


Asti merasa lega saat tahu jika pak Eko tidak jadi menyusul ke Yogya.


Bisa gawat jika pak Eko menyusulnya kesana.


" Iya pak, syukur saya tidak mengalami luka yang serius, hanya terserempet saja." kata Asti memberitahu pak Eko.


Saat waktunya mengajar, Asti pamit pada pak Eko dan Indri untuk menuju ruang kuliah.

__ADS_1


__ADS_2