DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 166 Asti Memiliki Teman- Teman Yang Baik.


__ADS_3

Seperti rencana sebelumnya, siang ini. keluarga Tomi dan keluarga Asti pergi ke bandara untuk mengantar Asti dan Riki.


Asti dan Riki akan berangkat menggunakan pesawat sore ke Kendari.


Asti hanya membawa sebuah koper berukuran sedang yang berisi beberapa potong pakaian dan perlengkapannya.


Begitupula dengan Riki, ia hanya membawa sebuah koper berukuran sedang, sama seperti Asti.


" Asti, jaga diri ya selama disana.


Kamu juga harus kuat, apapun berita yang kamu dapatkan disana.


Ingat nak, ini hanya ujian untuk melihat seberapa besar cintamu pada Tomi dan seberapa sabar kamu menghadapi masalah ini. "


Sepanjang jalan ibu memberikan nasehat pada Asti agar bisa kuat dan bersabar.


" Iya bu, Insya Allah Asti bisa melewati semua ini. Asti punya keyakinan jika mas Tomi selamat dalam kecelakaan itu. Semoga saja saat Asti dan Riki sampai disana, mas Tomi sudah ditemukan. "


Asti meyakinkan ibunya bahwa ia bisa melewati semua ini karena Asti memiliki keyakinan jika Tomi selamat dalam kejadian kecelakaan speedboat itu.


" Kalau ada berita apapun, nanti kabari ayah dan ibu ya, Asti? " kata ayah pula.


" Iya ayah, saat Asti tiba disana Asti akan memberi kabar.


Juga jika ada berita mengenai mas Tomi pasti Asti beritahu. "


Kata Asti pada ayah, jika ia akan selalu memberikan kabar pada keluarganya.


" Asti hati-hati ya disana, semoga kami disini mendapatkan kabar baik setelah kamu tiba disana.


Aku dan teman-teman disini akan selalu berdoa semoga Tomi bisa kembali kesini bersama dengan kamu dan Riki. "


Maryam yang duduk dibangku tengah bersama Asti, memberikan semangat dan dukungan pada Asti.


Maryam juga berkata bahwa ia dan teman-temannya yang lain akan selalu mendoakan untuk kebaikan Asti dan Tomi


" Terima kasih ya Maryam atas doa dan dukunganmu dan juga teman-teman yang lain.


Sampaikan permintaan maaf ku karena tidak sempat berpamitan pada mereka."


Asti merasa bersyukur memiliki teman-teman seperti Maryam dan teman-temannya yang lain yang memberikan doa dan dukungannya buat Asti.


" Selama aku di Kendari, tolong lihat-lihat keadaan ayah dan ibuku, walaupun aku tidak ada, mainlah ke rumah agar mereka tidak kesepian. "


Asti meminta pada Maryam untuk mengunjungi orang tuanya walaupun Asti sedang tidak berada di rumah.


" Iya Asti, nanti aku akan tetap berkunjung ke rumah untuk melihat keadaan ayah dan ibu, akan aku ajak teman-teman yang lain juga. "


Kata Maryam yang bersedia untuk berkunjung ke rumah Asti disaat Asti tidak ada di rumah nanti.

__ADS_1


" Terima kasih Maryam. " kata Asti sambil menggenggam tangan Maryam.


Maryam selalu berusaha untuk selalu memberikan dukungan buat Asti.


Terlihat didepan mobil yang dikendarai papah Tomi memasuki area bandara, ayah Asti mengikuti arah mobil papah Tomi dan mereka memasuki area parkir bandara.


Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka keluar dari mobil dan memasuki bandara.


Tiba di tempat keberangkatan, baik Asti maupun Riki berpamitan pada keluarga mereka.


Mamah Tomi dan ibu Asti serta Maryam menitikkan air mata saat berpelukan dengan Asti.


Mereka merasa begitu sedih melepaskan Asti yang akan mencari kepastian mengenai berita keberadaan Tomi.


Ayah Asti juga memeluk Asti dan Riki saat mereka berpamitan.


Ayah juga merasa berat untuk melepaskan Asti pergi, tapi ia harus bisa memberikan dukungan pada Asti agar Asti bisa mendapatkan kepastian mengenai keberadaan Tomi.


Setelah memberi pesan dan nasihat pada Asti dan Riki, kedua keluarga melepaskan Asti dan Riki untuk masuk ke ruangan bandara.


Asti dan Riki akan melakukan check-in.


Setelah berada di dalam bandara, Asti dan Riki menoleh pada keluarganya dan melambaikan tangan pada mereka yang dibalas lambaian tangan keluarga yang mengantarkan mereka.


Setelah Asti dan Riki tidak terlihat diantara kerumunan orang-orang yang ada di bandara, keluarga Asti dan Tomi meninggalkan bandara.


Di parkiran, ayah Asti mengatakan jika mereka akan berpisah disana karena akan melanjutkannya perjalanan ke rumah masing-masing.


" Sepertinya kami langsung pulang saja pak. Mohon maaf kami tidak bisa mampir karena kondisi mamah Tomi yang belum begitu baik, dia masih harus banyak beristirahat."


Papah Tomi berkata jika mereka akan langsung pulang karena kondisi mamah Tomi yang masih harus banyak istirahat.


" Baiklah jika demikian, kami permisi pulang dulu. " kata ayah Asti lagi.


Mereka saling berjabat tangan, sedangkan mamah Tomi dan ibu Asti saling berpelukan dan saling menguatkan.


Setelah saling mengucapkan dan menjawab salam, mereka menuju mobil masing-masing lalu meninggalkan bandara untuk pulang ke rumah.


Ayah Asti terlebih dahulu mengantarkan Maryam pulang ke rumahnya.


" Nak Maryam, terima kasih ya sudah menemani dan memberikan dukungan pada Asti. " kata ibu Asti yang duduk didepan bersama ayah yang mengendarai mobil.


" Sama-sama, bu! Maryam ndan Asti sudah berteman lama dan kami sudah seperti saudara. Asti sudah seperti seorang kakak bagi Maryam.


Kesedihan Asti jadi kesedihan Maryam juga. "


Maryam mengatakan pada ibu Asti jika ia dan Asti sudah seperti saudara.


" Teman-teman yang lain juga mendoakan kebaikan bagi Asti dan Tomi. Mereka minta maaf karena tidak bisa menemani Asti karena sedang ada kesibukan. "

__ADS_1


Maryam berkata bahwa teman-teman Asti yang lain juga memberikan doa dan dukungan mereka buat Asti.


" Iya, ibu bersyukur Asti memiliki teman-teman yang baik seperti kalian.


Semoga pertemanan kalian bisa selamanya. "


Kata ibu Asti yang merasa bersyukur karena Asti memiliki teman-teman yang baik, seperti Maryam dan teman-temannya.


°


°


Siang itu di kampus, Fyth, Asma dan Indri tengah berbincang mengenai rencana mereka untuk berkunjung ke rumah Asti dan melihat keadaan Asti.


" Jadi gimana, apa siang ini kita jadi berkunjung ke rumah Asti setelah pulang dari kampus? " tanya Asma pada Fyth dan Indri saat mereka tengah berada di kantin.


" Ya pasti jadilah. Kita harus memberikan dukungan pada Asti.


Saat ini ia pasti perlu dukungan kita karena ia tengah merasa bersedih dan kehilangan karena belum mendapatkan kabar mengenai Tomi."


Jawab Fyth yang mengatakan jika mereka akan berkunjung ke rumah Asti setelah pulang dari kampus.


" Iya, kasihan Asti, dia pasti sangat bersedih. Belum lama bertunangan, Tomi harus bertugas keluar kota,. sekarang malah dapat berita menyedihkan seperti ini. "


Kata Indri yang merasa bersedih dengan musibah yang menimpa Tomi dan Asti.


" Untung ada Maryam yang bisa menemani Asti disana, jadi Asti ada teman yang menguatkannya saat ini. "


Kata Fyth yang bersyukur masih ada. Maryam yang bisa menemani Asti.


" Apa Maryam masih di rumah Asti? " tanya Asma.


" Aku rasa iya, Maryam masih disana.


Hari ini Maryam tidak ada tugas mengajar, jadi sudah dipastikan jika Maryam masih. berada di rumah Asti dan menemani Asti disana. "


Kata Indri yang meyakini jika Maryam masih berada di rumah Asti dan tengah menemani Asti.


" Apa tidak perlu kita tanya pada Maryam bagaimana kondisi Asti saat ini? " tanya Asma lagi.


" Coba aku hubungi Maryam dulu. " kata Fyth sambil mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Fyth mencari nomor ponsel Maryam dan mencoba menghubungi Maryam, tapi berkali-kali di coba, ponsel Maryam dalam keadaan tidak aktif.


" Ponsel Maryam tidak bisa dihubungi. " kata Fyth pada teman-temannya.


" Mungkin Maryam sengaja mematikan panselnya karena sedang menemani Asti. " kata Asma.


" Ya sudah, nanti sepulang dari kampus kita langsung ke rumah Asti. " kata Indri yang memutuskan jika mereka akan ke rumah Asti setelah pulang dari kampus.

__ADS_1


__ADS_2