DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 199 Tomi Masuk IGD


__ADS_3

Setelah Asti berbincang dengan ayah dan ibunya, ibu Asti meminta agar Asti segera membersihkan diri karena hari sudah menjelang maghrib dan agar Asti terlihat lebih segar.


Asti pun mengikuti apa yang disampaikan oleh ibunya, ia dan Maryam berjalan menuju arah kamar untuk membersihkan diri dan berharap Ary segera menghubunginya.


Asti menunggu kabar dari Ary hingga menjelang waktu isya. Asti selalu mengecek ponselnya berharap ada pesan dari Ary.


Asti melihat pesan yang ia kirim pada Ary, ternyata pesannya sudah terbaca oleh Ary dan Asti berharap Ary segera menghubunginya.


Tidak lama ponsel yang dipegangnya berdering. Asti langsung mengangkat telepon yang ternyata telepon dari Ary.


📱" Halo Assalamualaikum Mas Ary.." kata Asti yang langsung menjawab panggilan dari Ary.


Asti tidak sabar ingin mendengar kabar dari Ary.


📱" Waalaikumsalam Asti, kamu baik-baik saja kan? " tanya Ari saat mendengar suara Asti yang terdengar serak karena menahan tangis.


📱" Asti baik-baik saja mas, Asti hanya merasa terharu dan bahagia karena mendengar berita bahwa Mas Tomi sudah berhasil ditemukan. " jawab Asti pada Ary.


📱" Iya Asti, Alhamdulillah kami bisa menemukan keberadaan Tomi. Seperti yang Mas sampaikan saat ini Tomi sedang mengalami amnesia, jadi kamu harus bersabar jika berbicara dengan Tomi dan Tomi tidak mengenali kamu." kata Ari mengingatkan Asti.


📱" Baik mas, Asti mengeri. Asti bisa berbicara langsung dengan as Tom?" kata Asti yang sudah tidak sabar ingin berbicara dengan Tomi.


Ari lalu menyerahkan ponselnya pada Tomi agar Asti bisa berbicara langsung dengan Tomi.


📱" Assalamualaikum..? terdengar suara seorang yang sangat Asti dirindukan dari seberang sana.


📱" Waalaikumsalam.Mas Tomi, apa kabar? " tanya Asti dengan suara serak menahan tangis. Asti tidak menyangka jika ia bisa kembali mendengar suara Tomi.


📱" Alhamdulillah kabar saya baik." jawab Tomi singkat.


📱" Mas Tomi, apakah mas Tomi tidak mengenali Asti? " tanya Asti dengan berderai air mata.


Asti tidak bisa lagi menahan kesedihannya.


📱" Mohon maaf, saat ini saya belum mengingatmu. "kata Tomi lagi.


Asti semakin terisak saat mendengar kata-kata Tomi.


Ada rasa haru dan juga perasaan sedih saat berbicara dengan Tomi. Asti merasa terharu bisa kembali berkomunikasi dengan Tomi dan merasa sedih kerana Tomi tidak mengenalinya.


Mendengar suara isak tangis Asti, ada perasaan sakit di dada Tomi.


Tomi merasa jika ia tidak ingin menyakiti Asti. Dadanya semakin sakit karena mendengar tangisan Asti.


Tomi berusaha untuk mengingat siapa Asti dan mengapa ia juga merasakan kesedihan saat mendengar Asti menangis.

__ADS_1


Sekelebat dalam bayangannya, Tomi ingat suatu hal bahwa ia pernah menikmati kebersamaan dengan Asti dan mengingat kata-kata Riki jika ia dan Asti sudah bertunangan.


Bayangan kebersamaan dengan Asti terlihat begitu samar dalam pikiran Tomi.


📱" Tidak apa-apa jika saat ini Mas Tomi belum bisa mengingat Asti semoga saat kita bertemu nanti mas Tomi bisa mengingat semuanya. " kata Asti yang memahami kondisi Tomi saat ini.


📱" Terima kasih Asti, mas pasti akan mengingat Asti jika kita bertemu nanti. " kata Tomi pada Asti.


Ada perasaan bahagia di hati Tomi saat ia mendengar suara Asti.


Tomi seperti merindukan suara itu.


Walaupun suara Tomi terdengar kaku saat berbicara dengan Asti, seolah Ia baru mengenal Asti, namun bayang-bayang kebersamaannya dengan Asti perlahan terlintas di pikirannya.


Tomi berusaha untuk mengingat Asti melalui bayangan samar yang terlintas dipikirannya.


Karena berusaha mengingat Asti, Tomi merasakan kembali sakit di kepalanya.


Melihat hal itu, Ary segera mengambil ponselnya dari Tomi dan bicara dengan Asti.


📱" Asti, untuk saat ini sudah dulu ya berbicara dengan Tomi, karena Tomi merasakan sakit di kepalanya, mungkin karena dia berusaha mengingatmu.


Bersabarlah, dalam waktu dekat kami akan segera kembali ke Jakarta untuk membawa Tomi. Tapi sebelumnya kami akan membawa Tomi ke rumah sakit k


di Kendari untuk memeriksakan keadaan Tomi dan memberitahukan kepada pihak rumah sakit karena Tomi sudah berhasil ditemukan." kata Ari pada Asti.


Walau Asti merasa bersedih karena dia baru sebentar berbicara dengan Tomi, tapi Asti mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Ary.


📱" Baiklah mas Ari, Asti mengerti. Apakah Asti perlu menyusul untuk menjemput mas Tomi ke Kendari?" tanya Asti pada Ary.


📱" Itu terserah padamu,Asti,..jika tidak ada kesibukan di kampus, kau bisa datang ke sini untuk menjemput Tomi jika sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Tomi." seloroh Ary yang mengerti jika Asti ingin segera bertemu dengan Tomi, Ary juga berusaha menggoda Asti agar Asti tidak terlalu bersedih dengan kondisi Tomi saatini.


📱" Kapan Mas akan ke Kendari?" tanya Asti ingin memastikan agar ia bisa meminta izin ke kampus untuk menyusul ke Kendari.


📱" Mungkin hari Senin kami sudah ke Kendari, karena masih menunggu saudara angkat Tomi di sini yang akan ikut ke kota untuk memenuhi undangan kedua orang tua Tomi. " jawab Ary.


📱" Baiklah, mas, nanti jika Asti akan ke Kendari, Asti akan mengabari mas lagi. " kata Asti pada Ary.


" Mas, jangan ditutup dulu teleponnya, ada yang ingin berbicara dengan mas. "


seloroh Asti pada Ary sambil memandang pada Maryam.


Tanpa menunggu jawaban Ary, Asti menyerahkan ponsel pada Maryam agar Maryam bisa berbicara dengan Ary.


Lalu Asti keluar dari kamar agar Maryam bisa berbicara bebas dan melepaskan rindu pada Ary.

__ADS_1


🦂🦂


Pagi-pagi sekali, terlihat kesibukan di rumah pak Bowo. Mereka tengah bersiap-siap untuk ikut dengan Riki dan teman-temannya ke kota untuk mengantar Tomi pulang dan bertemu dengan kedua orang tua Tomi dan Riki.


" Apakah semua sudah siap?" tanya Arya pada teman-temannya juga pada keluarga pak Bowo.


" Kami sudah siap bang Riki, tinggal berangkat saja." jawab Roni pada Arya.


Arya melihat jika mereka sudah siap untuk berangkat. Mereka harus segera menunggu angkot di depan warung bakso agar mereka tidak ketinggalan angkot pagi ini.


🦂🦂🦂


" Baiklah jika semua sudah siap, kita akan ke depan untuk mencari angkot dan langsung menuju ke pelabuhan." kata Arya lagi.


Tomi saat ini mengenakan pakaian milik Riki, ukuran mereka tidak jauh berbeda Tomi bisa mengenakan pakaian Riki dan terlihat gagah walaupun badannya sedikit kurus dan hitam.


Riki dan teman-temannya juga keluarga Pak Bowo menggunakan angkot untuk menuju ke kota.


Tiba di pelabuhan, Riki langsung membeli tiket untuk mereka semua.


Mereka kembali ke kota dengan menggunakan speedboat agar perjalanan mereka cepat sampai ke kota.


Setelah mendapatkan tiket, mereka menaiki speedboat dan melanjutkan perjalanan.


Di tengah perjalanan, Tomi terlihat memegang kepalanya.


Dalam pemikiran Tomi, ia mengingat jika ia pernah menaiki speedboat dan sesuatu terjadi pada dirinya dan para penumpang yang lain.


Bayangan kecelakaan itu terlihat jelas di kepala Tomi sehingga kepala Tomi terasa sakit.


Tomi terbayang para penumpang yang terombang-ambing di tengah laut, juga Tomi mengingat dirinya yang terbentur pada body speedboat.


" Aagghhhh...." tiba-tiba Tomi berteriak. sambil memegang kepalanya hingga akhirnya Tomi tidak sadarkan diri.


Ricky dan Aryan yang duduk di samping Tommy merasa terkejut mendengar teriakan Tomi dan melihat Tomi yang tiba-tiba pingsan.


Seketika para penumpang speedboat menjadi heboh dengan kejadian itu.


Yudha memberi pengertian pada para penumpang atas apa yang terjadi pada Tomi.


" Sepertinya Tomi mengingat sesuatu atau ia mulai mengingat kejadian kecelakaan speedboat yang dialaminya." kata Yudha pada Riki dan Arya yang berusaha menyadarkan Tomi.


Tomi masih belum sadarkan diri setelah Riki memberikan minyak kayu putih pada Tomi.


Beruntung tidak lama kemudian mereka tiba di pelabuhan dan Tomi langsung dimasukkan ke ambulance karena ada kru speedboat yang melaporkan pada pihak pengelola speedboat mengenai Tomi dan mereka masih mengingat jika Tomi merupakan korban kecelakaan yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

__ADS_1


Riki dan Arya menemani Tomi didalam mobil ambulance, sedangkan Yudha bersama keluarga Pak Bowo menggunakan mobil travel menyusul mereka ke rumah sakit.


Setelah hampir 3 jam perjalanan, mereka tiba di rumah sakit ketika hari sudah menjelang sore. Tomi langsung dibawa ke IGD untuk dilakukan pemeriksaan.


__ADS_2