DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 188 Persiapan Keberangkatan Riki.


__ADS_3

Aryanto dan Maryam bergabung diruang tengah, mengobrol dengan Asti dan kedua orang tuanya.


" Maryam, kok kamu petik bunga aku? " tanya Asti pada Maryam yang sedang memegang mawar putih ditangannya.


" Eh, ini aku dikasih sama mas Arya, bukan aku yang petik. " jawab Maryam sambil melihat pada Aryanto.


" Mas Ary, modal dong kalau mau ngasih bunga sama pacarnya, masa metik bunga dari kebun aku? " kata Asti yang menggoda Aryanto.


Asti dan Aryanto memang sering saling ledek dan saling iseng satu sama lain.


Tapi mereka saling menyayangi dan Asti sering berbagi cerita pada Aryanto.


" Lha itu mas sudah modal, modal tenaga buat metik bunga dari tangkainya. " jawab Aryanto santai.


Aryanto tahu Asti hanya ingin menggodanya.


" Modal tenaga doang, beli buket bunga yang cantik, lalu kasih ke pacarnya.


Ini malah metik di kebun, kebun orang lagi, bukan kebun sendiri. " kata Asti yang masih berusaha menggoda Aryanto.


" Lha ngapain harus ngeluarin duit buat beli buket, orang disini banyak bunga cantik yang lagi mekar dan siap petik.


Ga perlu ngeluarin uang."


Aryanto tidak mau kalah membalas godaan Asti.


" Orang Maryam nya aja mau dan menerima bunga gratisan yang mas kasih. Yang pentingkan orang yang ngasih bunganya tulus dan mencintai orang yang dikasih bunga. Iya nggak, Rya? " seloroh Aryanto sekaligus menggoda Maryam.


" Lagian Maryam mau aja dikasih bunga gratisan, kelihatan banget kalau mas Ary tuh pelit, ga mau modal. "


Imbuh Asti yang tidak mau mengalah dengan kata-kata yang diucapkan Aryanto.


Maryam hanya tertawa kecil melihat Asti dan Aryanto yang sama-sama tidak mau mengalah.


Ayah dan ibu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Asti dan Aryanto.


Ayah dan ibu sudah tahu jika Asti dan Aryanto bertemu, maka mereka akan saling meledek seperti anak kecil.


Ayah dan ibu Asti merasa bahagia karena melihat Asti yang sudah bisa bercanda lagi.


Mereka sangat khawatir dengan keadaan Asti, setelah musibah yang menimpa Tomi Asti lebih banyak murung dan sering mengurung diri dikamar setelah pulang dari kampus.


Malam ini, mereka bisa melihat Asti yang kembali mau bercanda dengan Aryanto.


" Ar, besok berangkat ke bandara jam berapa? " tanya ayah Asti pada Aryanto.

__ADS_1


" Sekitar jam sembilan om, karena kami berangkat menggunakan pesawat yang jam dua belas. " jawab Aryanto pada ayah Asti.


" Maryam, besok mau ikut


ngantar Aryanto ke bandara? " tanya ibu pada Maryam.


" Lihat besok aja bu, kalau ada yang mau ke bandara Maryam ikut, kalau tidak biar mas Arya naik bis yang ke bandara aja. " jawab Maryam pada ibu.


" Yah, besok apa kita akan mengantarkan Aryanto ke bandara? " tanya ibu pada ayah.


" Iya, besok kita akan mengantarkan Aryanto ke bandara sekalian bertemu dengan orang tua Tomi.


Mereka mungkin akan mengantarkan Riki ke bandara. "


Ayah mengatakan jika mereka akan mengantarkan Aryanto ke bandara karena ayah sekalian ingin bertemu dengan orang tua Tomi.


Setelah mengobrol beberapa saat diruang tengah, pukul sepuluh malam mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Maryam tidur di kamar Asti dan Aryanto tidur di kamar tamu.


°


°


Mereka tengah sarapan bersama.


" Ki, barang yang mau dibawa sudah siap semuanya kan? " tanya mamah pada Riki sambil memakan sarapannya.


Pagi ini mereka sarapan nasi goreng dengan telur mata sapi.


" Insya Allah sudah siap semua, mah.


Riki menggunakan ransel milik Aa' Tomi yang kemarin dibawa dari sana. " jawab Riki yang mengatakan jika ia menggunakan ransel milik Tomi untuk membawa pakaiannya.


" Di sana nanti hati-hati ya, nak? coba berinteraksi dengan warga, siapa tahu ada yang pernah melihat keberadaan Aa' Tomi. "


Papah meminta Riki untuk mencari keberadaan Tomi dengan berinteraksi dengan warga dimana Riki dan teman-temannya akan mencari keberadaan Tomi.


" Iya pah, rencananya memang seperti itu. Kami akan mencari dari satu desa ke desa yang lain disepanjang pesisir pantai, karena A' Tomi pasti ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan.


Cuma kita tidak tahu apa yang terjadi sehingga A' Tomi tidak pulang ataupun menghubungi kita. "


Kata Riki yang menjelaskan kembali rencana pencarian Tomi pada mamah dan papahnya.


" Semoga Tomi bisa segera ditemukan ya? sehingga kita bisa berkumpul kembali, lalu merencanakan pernikahan Tomi dan Ara. " kata mamah dengan nada sedih.

__ADS_1


" Aamiin, semoga ya mah. Do'akan Riki dan teman-teman bisa pulang dengan membawa A' Tomi. "


Papah dan Riki mengaminkan perkataan mamah, serta Riki juga berharap jika kepergian dia dan teman-temannya mencari Tomi membawa hasil dengan ditemukannya Tomi.


" Iya nak, Aamiin. " kata papah mengaminkan harapan Riki untuk bisa menemukan Tomi.


" Nanti Ara akan ikut ke bandara juga, Ki? " tanya mamah pada Riki.


" Sepertinya iya, mah, teh Ara akan menemani Maryam, calon istri Arya sepupu teh Ara ke bandara.


Tapi ayah dan ibu teh Ara ga tahu, ikut mengantarkan ke bandara atau tidak. "


Riki mengatakan jika Asti kemungkinan akan ikut mengantarkan Aryanto ke bandara.


" Iya, mamah kangen sama Ara, dia jarang mau main kesini. " kata mamah.


" Teh Ara bukannya tidak mau main kesini mah, selain dia sibuk di kampus, teh Ara juga sedih kalau datang ke rumah ini karena teh Ara teringat dengan A' Tomi jika datang kesini. "


Riki mengatakan alasan Asti jarang berkunjung ke rumah mereka pada mamahnya.


" Iya mamah ngerti, mamah suka kangen aja sama Ara dan merasa kasihan dengan keadaan Ara.


Ara pasti sangat sedih, tapi ia berusaha terlihat tegar jika dihadapan kita semua."


Mamah sangat memahami keadaan Asti saat ini yang terlihat tegar dihadapan semua orang.


" Sudah, sekarang kita siap- siap untuk ke bandara, kalau ngobrol terus kapan perginya, nanti terlambat lho. "


Papah mengingatkan mereka untuk bersiap-siap ke bandara agar Riki tidak terlambat check-in.


Papah dan mamah beranjak dari meja makan menuju ke kamar untuk berganti pakaian dan bersiap pergi ke bandara.


Begitu juga dengan Riki yang masuk ke kamarnya untuk bersiap dan mengeluarkan ransel yang akan dibawanya.


" Ki, barang bawaan kamu sudah dimasukkan ke dalam mobil? " tanya mamah yang sedang berdiri di teras sambil menunggu papah yang sedang berada di toilet.


" Sudah semua Riki masukkan ke dalam mobil dan sudah Riki cek ulang, tidak ada yang tertinggal. "


Jawab Riki yang sudah memasukkan barang bawaannya ke dalam mobil dan sudah Riki cek ulang agar tidak ada yang ketinggalan.


Setelah semua siap, mereka berangkat menuju bandara dengan Riki yang bertugas sebagai supir.


Papah duduk disamping Riki, sementara mamah duduk sendirian di bangku tengah.


Mereka semua berharap dan berdoa semoga apa yang dilakukan Riki dan teman-temannya menghasilkan kabar baik dengan ditemukannya keberadaan Tomi dan membawanya pulang.

__ADS_1


__ADS_2