
Jam istirahat, geng bucin telah berkumpul di kantin, mereka mengisi waktu istirahat dengan makan siang di kantin.
Mereka duduk dipojokan yang agak jauh dari keramaian pengunjung lain agar bisa lebih leluasa.
" Asti, kok tadi kamu bisa barengan sama pak Eko saat masuk ke ruangan dosen? " tanya Fyth penasaran.
" Iya Asti, aku juga heran sekaligus merasa lucu saat kamu masuk ruangan dosen bareng pak Eko, katanya tidak suka sama pak Eko, tapi masih jalan bareng. " kata Asma menimpali.
" Aku tidak sengaja melihat pak Eko yang baru datang diparkiran.
Ketika dia memanggil, aku pura-pura tidak mendengar, eh malah dia jalan terburu-buru dan menyusul aku.
Tapi aku bersyukur juga sih, dengan demikian aku bisa langsung menyerahkan oleh-oleh padanya. " jawab Asti menjelaskan pada teman-temannya.
" Jadi kalian senyum-senyum tadi karena meledek Asti yang datang bareng pak Eko? " tanya Indri penasaran.
Fyth dan Asma tertawa saat tadi melihat wajah penasaran Indri.
" Kalian tadi kenapa malah mentertawakan, aku? " tanya Indri lagi.
" Maaf ya, Indri.. kami tidak bermaksud mentertawakan kamu tadi, kami mentertawakan Asti yang terlihat kesal tapi tidak bisa membalas kami, saat kau bertanya terasa semakin lucu karena kami tidak bisa menceritakan padamu karena posisi duduk kamu yang jauh dari kami." jawab Fyth menjelaskan pada Indri.
" Tadi kata Indri pak Eko mau nyusul ke Yogya ya, saat tahu Asti kecelakaan? " tanya Maryam yang mendapat info dari Indri.
" Iya lho, aku sempat kaget waktu pak Eko bilang seperti itu.
Aku ga bisa bayangkan kalau pas Eko nyusul Asti ke Yogya, dia jadi punya alasan buat berdua-duaan dengan Asti dengan menemani Asti dirumah sakit. " kata Indri dengan nada sedikit kesal.
Indri bukan benci pada pak Eko, dia hanya kesal karena pak Eko sering memaksakan keinginannya pada Asti, seperti memaksa Asti agar mau diantar pulang.
" Yang ada bukan berdua-duaan dengan Asti, tapi pak Eko malah ribut dengan Tomi, bukankah Tomi juga ada di Yogya?
Bisa-bisa ada perang Bharatayuddha diruang inap Asti." kata Hatae sambil tertawa, diikuti oleh yang lain.
" Sudahlah, kita jangan membicarakan pak Eko terus, nanti telinganya berdenging panas, dan bila dia sedang makan dia bisa tersedak. " kata Fyth menyudahi obrolan mereka tentang pak Eko.
Sementara di ruang dosen, pak Eko merasa telinganya panas dan tiba-tiba ia tersedak saat sedang meminum teh manis yang ada diatas mejanya.
__ADS_1
******
" Fyth, bagaimana dengan hubungan mu dan Rudy? Apa kamu sudah menghubungi Rudy untuk membicarakan masalah kalian secara langsung? " tanya Asti pada Fyth, mengalihkan pembicaraan mengenai pak Eko.
" Belum, As.. Tadi malam sudah terlalu malam untuk mengirim pesan pada Rudy.
Rencana, sore ini aku akan menghubungi Rudy, bukankah dua hari lagi kalender merah? Jadi, aku bisa buat janji temu pada hari itu dengan Rudy. " Fyth menjelaskan rencananya bertemu dengan Rudy.
" Iya Fyth, bagus itu. Kalau janjian hari libur kan tidak mengganggu kerja masing-masing.
Kalian bisa membicarakan semua masalah kalian hingga tuntas, bicarakan semua secara baik-baik. " Hatae memberikan pendapatnya pada Fyth.
" Iya, aku sudah membuat keputusan untuk bertemu dengan Rudy, dari pertemuan ini aku harap bisa mengambil keputusan yang tepat.
Benar kata kalian, dengan bertemu langsung aku bisa melihat keseriusan Rudy dari ekspresi wajahnya. "
Fyth sudah yakin untuk bertemu dengan Rudy dan menyelesaikan masalah mereka.
" Oke, masalah Fyth dan Rudy sudah ada titik terang.
Sekarang giliran Asti, kamu belum cerita mengenai kelanjutan hubungan kamu sama Tomi, kira-kira gimana? Apa sudah ada kabar baik yang bisa kami dengar? . "
" Iya nih Asti, kami belum mendengar dengan jelas ceritanya dengan jelas.
Saat di Yogya, kamu hanya mengatakan bahwa kamu bertemu Tomi disana. "
Asma juga merasa penasaran dengan cerita Asti mengenai Tomi.
" Iya, aku akan ceritakan semua pada kalian, jadi dengarkan baik-baik ya, karena tidak ada siaran ulang, dan jangan memotong cerita aku, kalau mau bertanya nanti setelah aku selesai bercerita." kata Asti pada teman-temannya, dan meminta mereka tidak memotong ceritanya.
Teman-teman Asti menyimak apa yang akan Asti sampaikan.
Dengan tenang, Asti menceritakan pertemuannya dengan Tomi di Yogya.
Pertemuan yang diawali saat Asti mengalami kecelakaan dan dibawa kerumah sakit.
Dirumah sakit, secara tidak sengaja Asti bertemu dengan Tomi yang merupakan dokter yang tengah melakukan penelitian dirumah sakit itu bersama teman-temannya.
__ADS_1
Asti juga menyampaikan keterkejutannya saat mengetahui jika Tomi ternyata seorang dokter, dan ia merasa kesal hingga timbul perselisihan diantara mereka, tapi akhirnya mereka bisa menyelesaikan kesalahan pahaman di antara mereka.
" Jadi begitu cerita nya, ternyata Tomi seorang dokter.
Dia sudah dua kali menyatakan perasaannya sama aku tapi sampai sekarang belum aku jawab. "
Asti mengakhiri ceritanya tentang hubungannya dengan Tomi.
" Wah.. Tidak menyangka ya kalau Tomi ternyata seorang dokter, pantas dia jarang masuk kuliah dan suka sekali titip absen, rupanya dia juga sedang kuliah di kedokteran. "
Kata Asma sedikit tidak percaya jika Tomi seorang dokter.
" Iya ya, gak nyangka banget. Beruntung kamu Asti kalau jadian sama Tomi, kamu bisa jadi ibu dokter. " kata Hatae menimpali sambil tertawa.
" Lalu kenapa kamu belum menjawab pernyataan cinta Tomi kalau kamu juga sudah jatuh cinta sama Tomi? " tanya Maryam heran.
" Iya Asti, jangan terlalu lama mengulur waktu, takutnya nanti Tomi malah bosan karena merasa tidak mendapat kepastian." kata Indri mengingatkan Asti.
" Iya Asti, kalau sudah benar-benar suka sama Tomi sebaiknya segera memberikan jawaban, agar kalian bisa menjalin hubungan dengan lebih baik dan penuh kepastian. " Fyth menimpali kata-kata teman-temannya.
" Kalian tenang saja, aku sudah menyiapkan jawaban untuk Tomi.
Aku sudah berjanji pada Tomi akan memberi jawaban setelah tiba di Jakarta."
Asti menenangkan teman-temannya, ia tidak mengatakan bahwa ia telah menyiapkan dan membawa surat cintanya buat Tomi.
Alhamdulillah.. Kami semua mendoakan semoga hubungan mu dengan Tomi nanti bisa berjalan dengan baik.
Buat teman-teman yang sudah punya pasangan, semoga hubungan kalian bisa segera ke pelaminan.
Jika sudah sama-sama cocok dan kedua keluarga sudah sama-sama setuju, sebaiknya tidak usah menunda, pacaran terlalu lama juga tidak baik.
Dan bagi kami yang masih jomblo, semoga kami juga bisa menemukan pasangan kami yang saat ini mungkin sedang dijagain sama orang lain. " Asma memberikan dukungan pada teman-temannya yang sudah memiliki pasangan dan meminta doa mereka buat yang belum punya pasangan.
" Iya ya, mungkin jodoh kita masih dijagain sama orang lain, atau mereka masih tersesat sehingga memakan waktu lama untuk bertemu dengan kita." kata Maryam berpura-pura sedih.
Mereka semua tertawa dengan candaan Maryam.
__ADS_1
Begitulah geng bucin jika sudah bertemu, akan selalu terlihat konyol tetapi tetap kompak.
Selesai jam istirahat, mereka kembali ke ruangan dosen karena mereka masih ada jam mengajar.