
"Ara, nanti berapa orang yang akan ikut makan siang? " tanya Tomi sambil tetap fokus menyetir.
" Kalau anggota group ikut semua, ada sekitar empat belas orang semuanya, termasuk mas. "
Jawab Asti.
" Wah lumayan rame juga ya anggota groupnya. "
Kata Tomi yang merasa takjub, tidak menyangka jika group Ralove memiliki banyak anggota.
" Iya mas, di geng bucin aja anggotanya ada enam orang, ditambah lagi sama teman-teman bang Fajar ada tujuh orang.
Semua yang bergabung di group Ralove ada tiga belas orang.
Ditambah sama mas, jadi empat belas orang. "
Asti menjelaskan semua anggota yang tergabung di group Ralove.
" Mas jadi ikut gabung di group Ralove? "
Tanya Asti memastikan jika Tomi akan bergabung bersama mereka.
" Boleh juga sih. Mas rasa nanti group kita bisa kita kembangkan tidak hanya sebatas group untuk kumpul-kumpul saja.
Kita bisa kembangkan jadi group yang punya kegiatan yang positif, misalnya kita membentuk group amal yang bisa membantu orang-orang yang kesulitan yang ada disekitar kita.
Tidak perlu yang terlalu luas dulu.
Kita bisa mulai dengan orang-orang yang ada disekitar kita yang membutuhkan bantuan. "
Tomi mempunyai ide dengan group yang diikuti oleh Asti agar bisa menjadi group yang bermanfaat, tidak sekedar kumpul-kumpul, tapi bisa menjadi sebuah group yang bergerak dalam suatu kegiatan positif yang bisa membantu orang lain.
" Wah.. Ide yang bagus itu mas, selama ini Asti tidak pernah memikirkan hal itu.
Kami berkumpul hanya sekedar untuk makan-makan, saling curhat atau kegiatan lain yang bersifat pribadi, tidak bermanfaat bagi orang lain.
Kami hanya mencari kesenangan untuk melepaskan lelah setelah beraktivitas.
Atau kami berkumpul sambil memecahkan atau membantu anggota geng yang sedang bermasalah. "
Asti merasa setuju dengan apa yang disampaikan oleh Tomi.
Memang tidak ada salahnya mereka mengadakan kegiatan amal atau hal lain yang bisa membantu meringankan beban orang yang ada disekitar.
" Kalau begitu, nanti bisa kita bicarakan dengan yang lain, kita minta pendapat mereka.
Jadi pertemuan yang kita lakukan tidak sekedar makan-makan. "
Tomi mengusulkan untuk membahas hal ini saat mereka berkumpul nanti.
" Iya mas, kemungkinan anggota kita juga bisa bertambah.
Ada Asma, Maryam, bang TM dan bang Takdir yang belum ada pasangan.
Bisa jadi mereka menemukan pasangan di group atau diluar group.
Jika pasangan mereka dari luar group, maka anggota group akan bertambah jadi semakin ramai. "
Asti menjelaskan keanggotaan group yang ada pada saat ini.
__ADS_1
" Baiklah, semuanya nanti kita bicarakan bersama. "
Kata Tomi sambil membelokkan arah mobil memasuki pekarangan parkir restoran.
Asti dan Tomi tiba di pelataran parkir restoran.
Saat mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju restoran, tidak sengaja Asti bertemu dengan Indri dan Fajar yang kebetulan juga baru datang.
" Hai Indri, baru datang juga? "
Sapa Asti pada Indri saat mereka bertemu di pelataran parkir.
Asti dan Indri pun saling cipika cipiki.
" Iya nih, aku baru datang. "
Jawab Indri.
" Bang Fajar, apa kabar?
Kenalkan, ini mas Tomi pasangan Asti.
Asti menyapa Fajar yang berdiri disamping Indri dan memperkenalkan Tomi pada Fajar.
" Hallo, saya Tomi. " kata Tomi memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Fajar.
" Saya, Fajar. " jawab Fajar membalas jabatan tangan Tomi serta menyebutkan namanya.
" Kalau sama Indri, ga perlu dikenalkan lagi kan mas? " tanya Asti sambil menggoda Tomi.
" Oh.. Kalau sama bu Indri saya sudah kenal, sering bertemu di kampus. "
" Iya, kalau sama saya ga akan salah orang kan saudara Tomi? Karena kita sudah sering bertemu. "
Indri membalas godaan Tomi yang mengingatkan jika ia pernah salah mengenali Asti saat pertama berkunjung kerumah Asti untuk meminta tanda tangan.
" Oh.. Rupanya bu Asti cerita juga pada anda ya bu Indri?
Saya jadi malu jika ingat kejadian itu. "
Jawab Tomi yang merasa malu saat kejadian yang memalukan itu.
" Eh.. Indri, kenapa membicarakan hal itu sih, kan aku jadi merasa tidak enak? "
Kata Asti yang merasa tidak enak hati pada Tomi, karena menceritakan kejadian itu pada teman-temannya.
" Bagus dong, bukannya awal kedekatan kalian karena kejadian itu? " tanya Indri sambil tertawa.
Asti dan Tomi ikut tertawa saat mereka mengingat kejadian Tomi yang salah mengenali Asti.
Fajar yang tidak tahu ceria tentang mereka hanya mendengarkan saja sambil berjalan disamping Indri.
" Sudah, jangan bahas hal itu.. Kasihan bang Fajar yang tidak tahu ceritanya. "
Asti menghentikan tawanya dan mengingatkan jika ada Fajar yang tidak mengetahui cerita mereka.
" Ga papa, tenang saja, saya bisa menyimak cerita kalian. " kata Fajar yang tidak merasa terganggu.
Mereka memasuki restoran yang mulai ramai karena sudah jam makan siang.
__ADS_1
Dihari libur seperti ini, biasanya banyak keluarga yang menghabiskan waktu liburan dengan makan diluar bersama keluarga.
Ada dua orang pelayan mendekati mereka dan bertanya :
" Selamat siang mas, mbak? Ada yang bisa kami bantu? "
Tanya salah seorang dari mereka.
" Kami mencari meja yang bisa kami gunakan untuk acara makan bersama, yang bisa menampung lebih dari sepuluh orang. " jawab Fajar yang menanyakan tempat yang bisa mereka gunakan untuk acara kumpul bersama.
" Disini ada ruangan yang bisa digunakan untuk acara kumpul-kumpul mas, ada di bagian belakang, jika berkenan, mari saya antar. "
Seorang pelayan laki-laki menawarkan diri untuk mengantarkan mereka melihat ruangan yang mereka inginkan.
Mereka pun menuju ruangan yang dimaksud.
Sebuah ruangan dengan meja panjang yang ada didalamnya, kursi tersusun rapi mengitari meja tersebut.
Sebuah dinding kaca menjadi sekat dengan ruangan disebelahnya dan disisi lain ada pemandangan taman bunga yang terlihat dari ruangan tersebut.
Mereka menyukai tempat itu, dan cocok untuk mereka kumpul bersama.
" Kami ambil ruangan ini aja mas, tapi nanti kalau kami butuh meja dan kursi tambahan tolong dibantu ya, mas? "
Pinta Fajar pada pelayan yang mengantar mereka ke ruangan itu.
" Baik mas, saya siap membantu. "
Jawab pelayan itu dengan hormat.
" Ada yang dibutuhkan lagi mas, mbak? "
Kalau tidak saya permisi kedepan lagi. "
Kata pelayan pada Asti dan teman-temannya.
" Nanti tolong beritahukan ruangan ini pada teman-teman kami yang baru datang. "
Pinta Indri pada sang pelayan.
" Baik, mbak! Apa ada yang lain? " tanya pelayan itu lagi.
" Sambil menunggu teman yang belum datang, saya pesan juice mangga. " Kata Asti pada pelayan itu.
" Bagaimana yang lain?
Ada yang mau pesan minuman juga? Mas Tomi mau minum apa? " tanya Asti pada Tomi.
" Saya minta air mineral aja dulu. " jawab Tomi.
" Saya juga air mineral aja, Indri samakan dengan Asti ya? Juice mangga."
Fajar meminta air mineral sama dengan Tomi dan meminta juice mangga untuk Indri.
" Baik mas, mbak, kalau begitu saya siapkan dulu. "
Kata si pelayan lalu meninggalkan ruangan itu.
Lalu mereka duduk sambil menunggu minuman pesanan mereka juga kedatangan teman-teman yang lain.
__ADS_1