DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 206 Shalat berjama'ah.


__ADS_3

Beberapa hari setelah acara syukuran di rumah keluarga Tomi, pak Bowo dan keluarganya berpamitan pada keluarga Tomi untuk kembali ke pulau karena Bella harus kembali melakukan pekerjaannya sebagai bidan di desa mereka.


" Pak Abdi, saya dan keluarga mohon pamit pada pak Abdi dan keluarga karena kami bermaksud untuk kembali ke pulau. " kata pak Bowo pada pak Abdi saat mereka tengah berkumpul sambil minun teh sore itu di halaman belakang rumah pak Abdi.


" Lho, kenapa pak Bowo dan keluarga buru-buru mau pulang ke pulau? apa bapak dan keluarga tidak betah tinggal di rumah kami? " tanya pak Abdi pada pak Bowo.


" Bukan kami tidak betah tinggal disini pak, justru kami sangat betah dan senang tinggal disini, tetapi Bella sudah habis masa cutinya dan harus kembali bertugas sebagai bidan di Puskesmas. " kata bu Asnah pada pak Abdi.


" Kenapa Bella tidak pindah kerja disini saja? " tanya ibu Laras pada Bella yang duduk disamping ibunya.


" Di pulau tenaga Bella masih sangat dibutuhkan bu, karena tenaga bidan di sana masih kurang, lagipula Bella sangat menikmati pekerjaan Bella dengan bertugas di pulau dan di sana sudah banyak pasien langganan Bella "


kata Bella pada mamah Tomi.


" Jika Bella sudah punya banyak langganan pasien di sana, Bella bisa buka praktek sendiri di rumah, nanti bang Tomi bantu urus perizinannya. " kata Tomi yang ingin membantu Bella mengurus surat izin membuka praktek di rumah.


" Terima kasih sebelumnya bang, atas bantuan abang pada Bella. " kata Bella yang merasa senang karena Tomi akan membantunya untuk mengurus izin buka praktek di rumahnya.


" Rencana Roni untuk membuka gudang ikan, bagaimana? " tanya pak Abdi pada Roni yang hanya diam mendengarkan obrolan mereka.


" Insya Allah, sepulang dari sini Roni akan mulai membuat gudang dan membeli semua keperluan untuk membuka gudang ikan. " jawab Roni pada pak Abdi.


" Berarti, nanti saat sampai di sana sebelum kembali ke pulau, Roni langsung membeli mobil pickup untuk mengangkut ikan dan peti-peti untuk tempat ikan untuk dibawa ke pulau, sehingga Roni tidak perlu bolak-balik kembali ke kota setelah tiba di pulau. " kata pak Abdi lagi.


" Beruntung Roni pernah bekerja di gudang ikan dan sudah bisa menyetir mobil sehingga nanti tidak sulit saat membeli mobil dan membawa mobil tersebut ke pulau. " kata Riki ikut nimbrung obrolan mereka.


" Iya, bersyukur Roni punya pengalaman bekerja di gudang ikan. " kata Tomi pula.


" Setelah ini, bapak sama Roni tidak perlu pergi melaut lagi, cukup kelola gudang ikan saja. " kata Tomi pada pak Bowo dan Roni.

__ADS_1


" Saya dan keluarga sangat berterima kasih atas semua bantuan yang pak Abdi dan keluarga berikan kepada keluarga saya.


Saya dan keluarga tidak bisa membalas semua kebaikan pak Abdi dan keluarga,.


semoga Allah membalas semua kebaikan keluarga pak Abdi dengan pahala dan selalu memberikan rejeki yang berlimpah serta berkah."


Pak Bowo dan keluarganya merasa bersyukur dengan semua bantuan yang diberikan oleh keluarga Tomi pada mereka.


Pak Bowo hanya bisa mendoakan kebaikan buat Tomi dan keluarganya karena ia merasa tidak bisa membalas setiap kebaikan yang mereka berikan untuk keluarganya.


" Aamiin.. Terima kasih atas doa pak Bowo buat keluarga kami.


Kami juga merasa berhutang budi pada pak Bowo dan keluarga karena sudah merawat Tomi dengan baik dan menganggap Tomi seperti keluarga bapak sendiri. Mungkin ini cara yang maha Kuasa mempertemukan kita sehingga kita bisa menjalin silaturahmi dan bisa menjadi keluarga."


Pak Abdi juga merasa sangat bersyukur karena dengan bantuan pak Bowo dan. keluarganya, Tomi bisa ditemukan dan diselamatkan sehingga mereka bisa bertemu dan berkumpul kembali.


" Nanti kalau Tomi dan Ara menikah jangan lupa untuk datang dan menghadiri acara pernikahan mereka. "


" Insya Allah, bu.. jika tidak ada halangan apapun kami akan datang untuk menghadiri acara pernikahan Tomi. " kata bu Asnah sambil tersenyum.


Sore itu, keluarga pak Abdi dan pak Bowo bercengkrama di taman belakang sambil minum teh.


Mereka membicarakan rencana Roni dan pak Bowo yang akan membuka gudang ikan di tanah milik mereka yang tidak jauh dari rumah.


Juga rencana Bella yang akan membuka praktek bidan di rumah agar Bella juga bisa membantu masyarakat sekitar yang memerlukan bantuan pengobatan saat mereka sakit.


Semua rencana itu mereka bicarakan bersama sambil mengobrol dan minum teh.


Tomi sudah membuka sebuah rekening Bank buat Roni agar memudahkan transaksi pengiriman modal yang akan diberikan oleh pak Abdi pada Roni untuk membuka usaha gudang ikan juga modal untuk membuat ruangan praktek untuk Bella di rumah mereka.

__ADS_1


Rekening tersebut juga berguna untuk membantu kelancaran proses bisnis Roni dimasa yang akan datang.


Pak Bowo dan keluarganya tidak menyangka jika apa yang mereka lakukan pada Tomi bisa merubah kehidupan mereka.


Kedepannya, pak Bowo dan Roni tidak perlu lagi pergi ke laut untuk mencari ikan, justru mereka akan membantu para nelayan dengan menampung hasil tangkapan ikan mereka dan membelinya dengan harga yang layak.


Pak Bowo dan Roni sudah merencanakan untuk membeli hasil tangkapan para nelayan yang ada disekitar mereka dengan harga yang sesuai dengan harga pasar agar mereka bisa membantu menaikkan perekonomian para nelayan.


Selama ini mereka menjual hasil tangkapan ikan pada para penampung dengan harga yang tidak sesuai karena para penampung itu menentukan harga sendiri sehingga terkadang para nelayan merasa dirugikan.


Bagi pak Abdi dan keluarganya, mereka merasa tidak keberatan untuk membantu pak Bowo dan Roni membuka usaha karena mereka merasa berhutang budi pada pak Bowo dan keluarganya karena pak Bowo sudah menyelamatkan nyawa Tomi pada saat Tomi terombang ambing di tengah laut.


Keluarga pak Bowo juga tidak segan untuk merawat Tomi yang dalam keadaan sakit setelah mengalami kecelakaan di tengah laut hingga Tomi benar-benar sembuh walaupun Tomi dalam keadaan hilang ingatan.


Pada awalnya pak Bowo dan keluarganya menolak semua bantuan yang akan diberikan oleh keluarga Tomi.


Bagi pak Bowo dan Roni, menolong Tomi merupakan suatu kewajiban bagi mereka karena pada saat itu mereka yang menemukan Tomi dan Tomi memerlukan bantuan mereka sehingga mereka tidak mengharapkan pamrih dari apa yang telah mereka lakukan.


" Ki, tiket untuk keluarga pak Bowo besok sudah disiapkan semua, kan..?! " tanya pak Abdi pada Riki yang diminta pak Abdi untuk mengurus tiket kepulangan keluarga pak Bowo.


" Semua sudah beres, pah..! besok kita tinggal antar keluarga pak Bowo ke bandara. Riki sengaja ambil penerbangan pagi agar sampai di sana masih siang sehingga Roni masih sempat pergi ke dealer untuk membeli mobil. "


Riki menjawab pertanyaan papahnya dan menjelaskan tujuannya membelikan mereka tiket pesawat pagi.


" Berarti pak Bowo dan keluarga harus menginap satu atau dua malam untuk membeli semua keperluan dan langsung dibawa ke pulau. " kata Tomi pada pak Bowo.


" Benar, nanti Roni bisa urus semuanya di sana, kan? " tanya pak Abdi pada Roni.


" Insya Allah, saya dan bapak bisa mengurus semuanya di sana. " jawab Roni mantap.

__ADS_1


" Baiklah, jika nanti ada kesulitan atau ada kendala, jangan segan untuk menghubungi kami. " kata pak Abdi lagi.


Setelah mereka berbincang dan memantapkan apa yang mereka rencanakan, merekapun masuk kedalam rumah karena hari sudah menjelang maghrib dan mereka akan melakukan ibadah shalat maghrib berjama'ah di rumah tersebut.


__ADS_2