DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 212 Rencana Aryanto.


__ADS_3

Hari ini terlihat ada sebuah kesibukan di rumah kedua orang tua Asti.


Semua sanak saudara yang berasal dari Yogya sudah datang dan berkumpul di. rumah Asti termasuk eyang kakung dan eyang putri.


Di bagian dapur, terlihat kesibukan ibu-ibu yang tengah menyiapkan beraneka masakan.


Sedangkan di halaman depan, Aryanto beserta pamannya sedang memperhatikan orang-orang yang sedang memasang tenda dan panggung kecil untuk melakukan sesi pemotretan setelah dilakukan akad nikah.


Sore ini, di rumah kediaman Asti akan diadakan pengajian sebelum Asti akan melangsungkan pernikahan esok hari.


Sangat jelas terlihat kesibukan di rumah Asti saat ini, orang-orang yang membantu di rumah Asti terlihat sibuk dengan kegiatan mereka.


Esok hati akad nikah akan diadakan di rumah Asti, sehingga ruang tamu rumah itu sudah dihias sedemikian rupa untuk tempat akad nikah, namun sore ini tempat tersebut akan digunakan untuk acara pengajian terlebih dahulu.


" Paman, panggung kecil itu sudah pas jika kita letakkan di sana? " tanya Aryanto pada ayah Asti yang sedang memperhatikan orang-orang dari WO yang sedang membuat sebuah panggung kecil untuk pengantin esok hari.


" Iya, sudah benar jika panggung itu dipasang di sana, karena letaknya tidak jauh dari pintu tengah rumah, sehingga setelah melakukan akan nikah ada acara sungkeman serta acara adat lainnya, pengantin bisa melakukan sesi pemotretan sekaligus menerima tamu yang akan memberikan selamat pada mereka. " jawab ayah Asti sambil memberikan pendapatnya tentang pemasangan panggung tersebut.


" Le,.. ajak pamanmu ngopi dulu temani eyang kakung, ini kopinya ibu taruh di meja. "


Ibu Aryanto meminta Aryanto untuk mengajak ayah Asti minum kopi sambil menemani eyang kakung.


" Njih bu, matur suwun. " kata Aryanto pada ibunya.


Lalu Aryanto mengajak ayah Asti untuk menghampiri eyang yang sedang duduk di sebuah kursi sambil memperhatikan orang-orang yang sedang sibuk memasang panggung.


" Eyang, gimana tidurnya tadi malam, nyenyak ga? " tanya Aryanto saat duduk disamping emangnya.


" Kalau eyang tidur ya mesti nyenyak, apalagi saat anak dan cucu berkumpul seperti ini, rasa bahagia yang eyang rasakan membuat eyang malah semakin nyenyak tidur. " jawab eyang pada Aryanto.


" Alhamdulillah jika bapak bisa tidur dengan nyenyak. Disini sangat ramai, takut malah bapak ga bisa istirahat dengan baik. " kata ayah Asti pada eyang.


" Justeru dalam keadaan berkumpul seperti ini membuat bapak senang, jarang-jarang to kita bisa kumpul seperti ini. Jika hari raya aja yang nginep di rumah cuma keluarga kamu karena kamu datang dari Jakarta, sedangkan yang lain rumahnya tidak begitu jauh dari rumah bapak. "


Kata eyang yang merasa bahagia karena mereka saat ini tengah berkumpul di rumah orang tua Asti.

__ADS_1


" Eyang putri dimana, yang? " tanya Aryanto pada eyang nya.


" Mungkin sedang dikamar Asti, memberi lulur rempah buat Asti. " jawab eyang.


" Le, kamu kapan mau melamar Maryam? ini Asti kan sudah mau menikah dengan Tomi, jangan terlalu lama jika ingin melamar Maryam.


Jika perlu setelah acara pernikahan Asti, kamu melamar Maryam, mumpung keluarga kita masih kumpul disini semua. "


Tanya eyang menanyakan kesiapan Aryanto untuk melamar Maryam.


" Benar tuh, Ar.. mumpung keluarga dari Yogya sedang berada disini, sekalian kamu melamar Maryam. " kata ayah Asti setuju dengan pendapat eyang.


" Apa tidak terlalu mendadak eyang, paman, jika melamar Maryam setelah pesta pernikahan Asti? semuanya kan perlu persiapan, eyang, paman? " jawab Aryanto pada eyang dan pamannya.


" Pada ngobrol disini rupanya, tadi dicariin didalam ga ada. " kata Rudi suami dari Santi sepupu Aryanto.


Rudi menghampiri eyang bersama dengan ayah Wibisono, ayah dari Aryanto.


" Iya mas, sini ngobrol bareng. " kata Aryanto pada suami sepupunya itu.


" Sini pakdhe, kita ngobrol disini aja. " kata Rudi pada ayah Aryanto.


" Lagi ngobrolin apa? kok kedengarannya tadi ada yang mau lamaran? " tanya ayah Aryanto.


" Ini lho mas, bapak menyarankan agar Aryanto segera melamar Maryam setelah pesta pernikahan Asti. Mumpung keluarga yang dari Yogya sedang berkumpul disini. " jawab ayah Asti menjelaskan apa yang sedang mereka bicarakan.


" Wah, setuju tuh Ar,.. kapan lagi keluarga besar kita bisa kumpul seperti ini di Jakarta. Nanti pas lamaran, keluarga besar kita bisa ikut ke rumah keluarga Maryam." kata Rudi menyemangati Aryanto.


" Kalau saya sih terserah sama kesiapan Aryanto saja. Kalau memang sudah siap dalam waktu dekat, ya kita bisa secepatnya pergi ke rumah keluarga Maryam untuk melamarnya. Lagi pula untuk apa berpacaran lama-lama, apalagi jarak jauh. "


Ayah Aryanto rupanya tidak keberatan jika Aryanto akan segera melamar Maryam, ia malah menyetujui rencana itu.


" Tapi tidak bisa dadakan juga, yah.. semua perlu persiapan. Ary juga harus membicarakan masalah ini dengan Maryam dan keluarganya. " kata Aryanto memberikan pendapatnya.


" Nantikan kamu bisa bicarakan dengan Maryam. Beberapa hari setelah pernikahan Asti kita bisa melamar Maryam sebelum kembali ke Yogya.

__ADS_1


Jika masalah seserahan, bisa kita cari setelah acara pernikahan Asti, sekalian kita jalan-jalan mumpung di Jakarta. " kata ayah Aryanto memberi sedikit masukan pada anaknya itu.


" Apa ibu setuju jika kita akan melamar Maryam secepatnya? " tanya Aryanto pada ayahnya.


" Ibumu pasti setuju, nanti biar ayah yang bicara pada ibu. " Jawab ayah Aryanto.


" Benar kata pakdhe, Ar.. mumpung pasukan emak-emak sedang kumpul disini, masalah seserahan kita serahkan pada mereka, dijamin semua bakal beres. Paling kamu tinggal request barang-barang apa saja yang akan dibeli. " kata Rudi menyetujui pendapat pakdhe nya.


" Apa tidak kelelahan jika mereka mencari hantaran setelah mengikuti acara resepsi pernikahan Asti dan Tomi? " tanya Aryanto.


" Yah, kamu jangan meragukan kekuatan dan kemampuan emak-emak jika urusan berbelanja. Sehari atau dua hari setelah pernikahan Asti, mereka pasti perlu refreshing untuk menghilangkan cape, dan berbelanja merupakan salah satu cara menghilangkan rasa cape mereka. " seloroh eyang sambil tertawa.


Yang lainpun ikut tertawa mendengar pendapat ayang tentang emak-emak yang suka berbelanja.


" Baiklah jika begitu, nanti biar Ary bicarakan dulu sama Maryam agar Maryam bisa menyampaikan rencana kita pada keluarganya. " kata Aryanto, pada akhirnya menyetujui untuk segera melamar Maryam.


Akhirnya, merekapun membicarakan rencana untuk segera melamar Maryam sambil memperhatikan orang-orang yang sibuk bekerja dihalaman rumah yang tengah dipersiapkan untuk menampung tamu yang datang untuk menghadiri acara pengajian dan akad nikah esok hari.


Aryanto tidak menyangka jika obrolan mereka pagi ini menghasilkan sebuah keputusan untuk segera melamar Maryam sesuai dengan saran dari eyang.


" Siapa sangka, melalui obrolan ini menjadikan sebuah jalan untuk aku segera melamar Maryam. Semoga Maryam dan keluarganya bisa menerima keputusan yang seperti mendadak ini. " kata Aryanto dalam hati saat ayah serta eyang nya memutuskan untuk melamar Maryam setelah acara pernikahan Asti dan Tomi.


" Sebaiknya aku kirim pesan pada Maryam untuk memintanya bertemu malam ini agar aku bisa segera menyampaikan rencana ini pada Maryam. " kata Aryanto lagi dalam hati sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya, lalu mengetik sebuah pesan untuk dikirimkan pada Maryam.


📱" Assalamu'alaikum, Rya, jam berapa nanti ke rumah Asti? " tulis Aryanto pada pesan yang ia kirim pada Maryam.


📱" Waalaikumsalam, sebentar lagi Rya kesana mas, ini sedang komunikasi sama Asma yang mau datang menjemput Rya. " balas Maryam pada pesan yang dikirim oleh Aryanto.


📱" Baiklah, hati-hati dijalan, mas tunggu di rumah Asti, ya? " kata Aryanto pada Maryam.


📱" Baik mas..! " balas pesan Maryam.


Setelah berkirim pesan dengan Maryam, Aryanto menyimpan kembali ponselnya.


Nanti ia akan mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Maryam dan menyampaikan apa yang telah ia rencanakan.

__ADS_1


__ADS_2