
" Bu, non Asti nya coba beri minum dulu. " kata mbak Sari yang menyerahkan segelas air putih.
Ibu mengambil air yang disodorkan oleh mbak Sari.
" Asti, minum dulu ya? " pinta ibu pada Asti.
Ibu mendekatkan gelas ke mulut Asti dan dengan pelan memiringkan gelas agar air bisa terminum oleh Asti.
Asti meminum air yang dituangkan oleh ibu sedikit.
Setelah Asti tidak meminumnya lagi, ibu menyimpan gelas di atas meja.
" Istighfar, nak, jangan seperti ini. " kata ibu sambil mengelus punggung Asti.
Asti mengerjapkan matanya lalu memandang wajah ibu.
" Mas Tomi, bu! " kata Asti yang kembali menitikkan air matanya.
" Iya, yang sabar, jangan seperti ini.
Do'akan mas Tomi baik-baik saja. " kata ibu sambil terus mengelus punggung Asti.
Ayah dan ibu sudah tahu apa yang terjadi setelah Riki menceritakan pada mereka apa yang terjadi pada Tomi.
" Jadi selanjutnya bagaimana, nak Riki?" tanya ayah pada Riki.
" Besok masih menunggu berita pasti dari sana pak, kemungkinan kita akan kesana untuk mencari informasi yang pasti. " jawab Riki pada ayah.
" Baiklah, mungkin besok kami akan ke rumah nak Riki untuk mencari informasi selanjutnya sekalian menjenguk keadaan mamah nak Riki. " kata ayah lagi pada Riki.
" Baik Pak, besok kita bicarakan lagi di rumah langkah selanjutnya. sambil menunggu berita dari dokter Atalim. " kata Riki pula.
Asti sudah mulai kembali kesadarannya, ia tidak lagi diam dan menatap kosong.
Kini Asti tengah menangis dipelukan ibunya.
" Maaf Pak, sebaiknya teh Asti diajak ke kamar untuk beristirahat, kasihan jika seperti ini terus. " kata Riki yang merasa sedih dengan keadaan Asti.
Saat ini, baik keluarga Riki maupun keluarga Asti tengah cemas menanti kabar dari dokter Atalim, orang yang bisa memberikan informasi pada mereka.
Kedua keluarga itu juga merasakan kesedihan yang mendalam karena berita terakhir yang mereka terima dari dokter Atalim, Tomi belum ditemukan dan belum diketahui keberadaannya.
" Bu, sebaiknya Asti diajak ke kamar untuk istirahat. " pinta ayah pada ibu agar membawa Asti untuk istirahat di kamarnya.
" Kalau begitu, Riki juga mau pamit pulang Pak, ini sudah larut malam. " kata Riki yang berpamitan pada ayah Asti setelah melihat Asti dibawa kedalam kamar.
Ibu dan Maryam telah memapah Asti untuk masuk ke dalam kamarnya.
" Baik, nak Riki, terima kasih karena sudah menyampaikan kabar ini. " kata ayah pada Riki.
__ADS_1
" Iya Pak, sama-sama, semoga teh Asti diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Riki yakin jika Aa' Tomi selamat dan bisa ditemukan. "
Riki menyampaikan keyakinannya pada ayah Asti bahwa Tomi selamat dan bisa ditemukan.
" Aamiin nak Riki, semoga nak Tomi bisa segera berkumpul bersama kita lagi. " imbuh ayah pada Tomi.
Karena jam sudah menunjukkan pukul sepuluh tiga puluh dan Asti sudah dibawa beristirahat di kamarnya, Riki pun berpamitan pada ayah, karena ibu tidak keluar lagi dari kamar Asti.
Setelah mobil Riki meninggalkan pekarangan rumahnya, ayah menyusul ibu ke kamar Asti untuk melihat keadaan Asti.
" Bagaimana keadaan Asti bu? " tanya ayah saat melihat Asti sudah terbaring ditempat tidur.
" Alhamdulillah Asti sudah mulai tenang, ayah. Untung ada Maryam yang membantu menenangkan Asti dan bisa menemani Asti tidur malam ini. "
Ibu mengatakan pada ayah jika Asti sudah mulai tenang.
Ayah merasa sedih melihat putrinya dalam keadaan yang terpuruk seperti itu.
" Asti pasti merasa terpukul mendengar berita ini. " kata ayah dalam hati sambil menatap wajah putri kesayangannya.
Walau bagaimanapun, Asti putri satu-satunya yang mereka miliki.
Ayah tidak ingin melihat putrinya bersedih, apalagi mengalami kejadian buruk seperti ini.
" Ya Allah, jaga dan lindungi Tomi, serta beri kekuatan pada Asti agar sabar dan tabah dalam menerima cobaan ini.
Ayah berdoa dalam hati untuk keselamatan Tomi juga meminta pada Allah agar Asti diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian yang harus dihadapinya saat ini.
Ibu dan Maryam terlihat masih memijit tangan Asti.
Ibu juga terlihat sedih dan prihatin dengan keadaan Asti, begitu pula dengan Maryam.
Sebagai seorang sahabat yang dekat dengan Asti, ia tidak menyangka jika musibah ini menimpa Tomi dan Asti.
" Asti, yang sabar ya? ini hanya ujian buat kamu sama Tomi.
Yakinlah jika Tomi akan segera ditemukan dan dalam keadaan baik-baik saja. " kata Maryam pelan sambil mengusap lengan Asti.
Maryam buru-buru mengusap air mata yang akan jatuh ke pipinya.
Ia tidak ingin menambah beban kesedihan orang tua Asti jika ia kembali menangisi keadaan Asti didepan mereka.
" Maaf Pak, bu,.. bapak dan ibu istirahat saja, biar Asti saya yang menemani, jika ada apa-apa dengan Asti, saya akan memberitahu bapak dan ibu. " Maryam meminta ayah dan ibu Asti untuk beristirahat.
" Bapak dan ibu juga perlu beristirahat.
Jika bapak dan ibu sakit, siapa yang akan menguatkan Asti dalam menghadapi musibah ini. " imbuh Maryam yang mengingatkan jika ayah dan ibu Asti juga perlu menjaga kesehatan mereka.
" Betul kata Maryam bu, sebaiknya kita istirahat, biarlah Maryam yang menemani Asti. " ayah mengajak ibu untuk beristirahat.
__ADS_1
" Ibu tidak tega melihat keadaan Asti, yah? " kata ibu pada ayah.
" Iya bu, ayah juga tidak tega, tapi ibu juga harus menjaga kesehatan ibu, jangan sampai ibu ikutan sakit."
Ayah mengingatkan agar ibu juga menjaga kesehatannya.
" Siapa yang akan menguatkan Asti jika ibu ikutan sakit. Asti butuh kita untuk memberinya semangat dan dukungan.
Kita belum tahu bagaimana keadaan Tomi, jadi kita yang harus bisa memberi kekuatan dan dukungan pada Asti. "
Ayah mencoba mengingatkan ibu jika Asti butuh mereka untuk menguatkan dan memberi dukungan padanya.
" Baiklah nak Maryam, ibu akan istirahat dulu. Jika ada apa-apa dengan Asti, panggil saja bapak sama ibu di kamar. "
kata ibu yang berpesan pada Maryam.
" Baik bu, silakan ibu dan bapak beristirahat, agar besok kita siap mendengar kabar apapun tentang Tomi.
Semoga ada kabar baik yang kita terima esok hari. "
Maryam mempersilakan ibu dan ayah Asti untuk beristirahat.
" Nak Maryam juga beristri, Asti sudah terlihat tenang, semoga ia bisa tidur nyenyak malam ini. " kata ibu yang meminta Maryam untuk beristirahat juga.
" Baik bu, Maryam juga akan beristirahat. " imbuh Maryam pada ibu.
Ayah dan ibu Asti keluar dari kamar untuk beristirahat dikamar mereka.
Maryam merebahkan tubuhnya disamping Asti.
Pandangannya lurus keatas menatap langit-langit kamar.
Maryam sungguh tidak mengira jika Asti mengalami ujian seperti ini.
Seperti yang dia dengar dari Riki, bahwa Tomi belum ditemukan oleh tim SAR, padahal semua penumpang yang lain bisa diselamatkan.
Lalu kemana Tomi? mengapa ia bisa berpisah dengan para penumpang yang lain sehingga ia tidak ditemukan?
Siapa yang sudah menemukan Tomi?
Banyak sekali pertanyaan dalam hati dan pikiran Maryam.
Tapi Maryam punya keyakinan jika Tomi ditemukan oleh orang lain, tinggal mencari dimana keberadaan Tomi saat ini.
Tapi siapa yang menemukan?
Jika Tomi ditemukan selamat, ia pasti akan memberi kabar pada keluarganya.
Maryam masih bergelut dengan pikiran dan pertanyaan-pertanyaan tentang Tomi sehingga ia tertidur hampir menjelang pagi.
__ADS_1