DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 142. Long Distance Relationship


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat, tanpa terasa hari-hari terus berganti.


Sudah hampir empat bulan lamanya Asti menjalin hubungan LDR ( Long Distance Relationship) dengan Tomi.


Komunikasi mereka berjalan lancar ditengah kesibukan masing-masing.


Tomi menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter di kota Kendari, sedangkan Asti menjalankan tugasnya sebagai seorang dosen di Jakarta.


Jarak yang jauh tidak membuat hati mereka terpisah, hanya raga yang tidak bisa saling berjumpa.


Siang ini, Asti baru keluar dari ruangan mengajar.


Ini jam terakhir ia mengajar hari ini dan Asti berniat untuk langsung pulang.


Tidak ada kegiatan yang akan dilakukan setelah pulang mengajar.


Geng bucin sekarang jarang berkumpul karena mereka punya kesibukan sendiri-sendiri, tapi mereka masih sering berkomunikasi lewat pesan di ponsel.


Apalagi sekarang Hatae sudah tidak bersama mereka.


Tidak lama setelah menikah, Wangky diangkat menjadi kepala cabang.


Memang mereka masih satu kota, tapi letak rumah yang ditempati Hatae dan Wangky jauh dari rumah teman-temannya yang lain.


Asti memasuki ruangan dosen, ada beberapa orang di sana, Fyth, Asma, dan pak Eko serta dosen lain yang tengah bersiap untuk mengajar.


Pak Eko melihat Asti memasuki ruangan kampus dan tahu jika Asti sudah selesai mengajar.


Pak Eko bermaksud untuk mengajak Asti makan siang sekalian mengantarkannya pulang.


Karena tidak mungkin mengatakan maksudnya di ruangan itu, pak Eko mengirimkan pesan pada Asti.


" Assalamu'alaikum dek Asti.


Maaf jika saya mengirimkan pesan pada dek Asti.


Saya bermaksud mengajak dek Asti untuk makan siang sepulang mengajar, sekalian saya akan mengantarkan dek Asti pulang."


Sambil melihat Asti yang berada tak jauh darinya, pak Eko menuliskan dan mengirimkan pesan itu pada Asti.


Asti tidak tahu jika ada pesan masuk dari pak Eko karena ponselnya berada di dalam tas yang dibawanya.


Asti malah menegur Asma yang berada di samping kanannya.


" Asma, nanti jadikan kita pergi mencari buku" tanya Asti pada Asma.


" Iya, setelah ini kita akan pulang dan pergi ke toko buku yang ada di mal. " jawab Asma.


" Apa Fyth akan ikut bersama kita? " tanya Asma pada Asti.


" Tidak, Fyth sudah ada janji dengan Rudy, mereka akan makan siang bersama. "


Jawab Asti.


Pak Eko mendengarkan obrolan Asti dan Asma.

__ADS_1


Ia jadi tahu jika Asti dan Asma akan pergi ke toko buku yang ada di mal.


" Dek Asti belum membuka ponselnya, jadi dia belum membaca pesan dari saya.


Baiknya saya ikuti mereka, nanti pura-pura secara tidak sengaja bertemu di toko buku."


Seloroh pak Eko dalam hati.


Mendengar obrolan antara Asti dan Asma, pak Eko mengetahui jika mereka sudah punya rencana setelah pulang dari kampus.


Melihat hal itu, pak Eko bermaksud mengikuti mereka dan berpura-pura bertemu di toko buku.


Asti belum membaca pesan yang dia kirim, jikapun membacanya Asti pasti akan menolak untuk makan siang bersamanya.


Pak Eko mengambil ponselnya dan menghapus pesan yang tadi dia kirim pada Asti.


Jika nanti Asti bertanya tentang pesan yang ia hapus, pak Eko akan beralasan jika ia salah mengirim pesan.


Pak Eko tersenyum dengan  rencananya sendiri.


Lalu pak Eko bersiap-siap untuk pulang.


Ia akan datang lebih dulu ke toko buku dan menunggu mereka disana, dan pulang dari toko buku pak Eko bisa mengantarkan Asti pulang ke rumahnya.


Dengan  perasaan senang, pak Eko pamit pada dosen yang lain untuk pulang terlebih dahulu.


Asti, Asma dan Fyth berkemas untuk pulang karena jam mengajar mereka telah selesai.


Mereka berjalan meninggalkan ruangan dosen dan menuju ke parkiran.


" Fyth, benar kamu ga ikut kami ke toko buku? " tanya Asma


Hari ini orang tua Rudy datang dari Yogya, dan kami akan menjemputnya di bandara."


Kata Fyth yang mengatakan jika ia dan Rudy akan ke bandara untuk menjemput orang tua Rudy.


" Wah, rupanya mau menjemput camer ceritanya. Gimana tuh rasanya mau ketemu camer? Deg-deg seerr ga? "


Tanya Asma yang menggoda Fyth.


" Kapan mau diresmikan Fyth? Jangan lama-lama, ntar basi. "


Seloroh Asma pada Fyth.


" Saat ini sih masih biasa aja, ga tahu nanti kalau pas mau ketemu.


Do'akan aja ya, semoga kedatangan orang tua Rudy kesini membawa kabar baik buat hubungan aku sama Rudy. "


jawab Fyth pada Asma, ia juga memina do'a pada Asma dan Asti agar kedatangan orang tua Rudy bisa memberi kabar gembira pada hubungan mereka.


" Aamiin! " jawab Asti dan Asma bersamaan.


"  Nanti saat bertemu camer jangan lupa bacain pantun Fyth." kata Asti pada Fyth.


" Pantun apaan, kaya orang zaman dulu aja pake pantun-pantun segala. "

__ADS_1


Fyth merasa aneh dengan apa yang dikatakan oleh Asti.


" Dengerin dulu, kamu kan baru pertama mau ketemu camer, biar camer kamu berkesan. " kata Asti yang ingin menggoda Asma.


" Dengerin nih!


Daun salam bercabang dua, bibit padi banyak anaknya, titip salam buat calon mertua, aku cinta pada anaknya. "


Asti tertawa setelah mengatakan itu pada Fyth.


" Apa sih? Ga nyambung banget.


Seharusnya Fyth mengatakan itu pada Rudy, bukan pada camer nya. "


Kata Asma pada Asti.


" Ya terserah, mau dikatakan pada Rudy ataupun pada orang tua Rudy langsung juga ga papa. "


Kata Asti santai.


" Orang kalau kelamaan LDR ya ka gitu, rada sengklek otaknya. "


Kata Fyth menggoda Asti.


" Enak aja sengklek, aku masih normal tahu! " kata Asti yang proses dengan apa yang dikatakan oleh Fyth.


" Ga enak ya, kalau kita cuma bertiga kaya gini, ga ada Indri, Hatae sama Maryam.


Hatae sudah jauh, Indri sama Maryam hari ini lagi off.


Kapan ya kita kumpul lagi?


Terakhir kita kumpul saat acara pernikahan Hatae, berarti  sudah dua bulan yang lalu. "


Asma mengeluhkan keadaan geng mereka yang sekarang jarang kumpul karena kesibukan masing-masing.


" Apalagi group Ralove juga pada sibuk semua anggotanya.


Acara amal yang kita lakukan cuma memberi sumbangan secara tidak langsung, hanya mentransfer dana yang kita kumpulkan.


Jadi kangen ngumpul sama group Ralove juga. "


Asma merasakan kerinduan pada teman-teman yang biasa berkumpul.


Kini seolah semua melupakan kebersamaan mereka.


Mereka juga jarang berkomunikasi melalui pesan seperti dulu.


" Iya ya, kita sekarang jangan banget ngumpul.


Kita cari waktu yuk buat ngumpul bareng lagi. " kata Fyth yang menyetujui kata-kata Asma. Ia juga merasa rindu untuk berkumpul dengan  teman-temannya.


" Nanti aku coba mengirim pesan di group Ralove, mengajak mereka untuk kumpul bareng lagi.


Kita bicarakan kapan teman-teman yang lain ada waktu buat ngumpul. "

__ADS_1


Kata Asti yang akan menghubungi teman-teman di group Ralove dan akan merencanakan untuk acara kumpul bareng lagi.


Mereka bertiga sampai di parkiran, Asma dan Asti menuju motor yang dibawa oleh Asma, sementara Fyth tidak membawa kendaraan karena tadi ia diantar Rudy dan siang ini ia kembali dijemput oleh Rudy.


__ADS_2