
Tiba di bandara, keluarga pak Bowo berpamitan dan saling bersalaman dengan keluarga pak Abdi, lalu mereka masuk ke area bandara setelah melakukan check-in.
Saat tiba didalam, keluarga pak Bowo masih sempat melambaikan tangan pada keluarga pak Abdi yang masih memperhatikan mereka dari luar sebagai tanda perpisahan mereka, setelah itu merekapun masuk ke ruang tunggu bandara.
Pak Bowo dan keluarganya sudah berada di ruang tunggu bandara dan mereka bersiap untuk naik ke atas pesawat.
Setelah keluarga pak Bowo tidak terlihat, pak Abdi mengajak keluarganya untuk kembali ke rumah.
" Ayo mah kita pulang, pak Bowo dan keluarganya sudah tidak terlihat dan sebentar lagi mereka akan menaiki pesawat. " kata pak Abdi pada istrinya.
Ibu Laras hanya mengangguk lalu menggandeng tangan suami dan berjalan kearah parkiran menuju mobil mereka.
Tomi, Riki dan Asti mengikuti kedua orang tua mereka dari belakang dan berjalan menuju parkiran.
" Mah, pah, Tomi dan Ara tidak langsung pulang ke rumah, kami akan berjalan-jalan sebentar. " kata Tomi pada kedua orang tuanya saat mereka tiba diparkiran.
" Iya, tidak apa-apa. Kalian hati-hati dijalan. " kata mamah Tomi.
" Jadi Riki ikut pulang bareng mamah dan papah, dong? Ah, Aa' Tomi dan teh Ara ga asik, masa Riki pulang bareng orang tua? nanti Riki ikutan tua, dong? " kata Riki pura-pura merajuk dan menggoda kakaknya.
" Makanya kamu cari pasangan agar tidak jomblo terus, biar kemana-mana ada yang nemenin, tidak mengganggu Aa' dan teh Ara serta mamah dan papah. " kata Tomi membalas menggoda adiknya.
" Cari pasangan, memang barang hilang dicari..?! " seloroh Riki lagi.
Mereka hanya tertawa, lalu Riki naik ke mobil orang tuanya dan duduk didepan menemani pak sopir, sementara kedua orang tuanya duduk dibangku tengah.
Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, Tomi dan Asti melajukan mobil terlebih dahulu meninggalkan area parkir bandara disusul oleh mobil orang tua Tomi.
Mereka berpisah untuk menuju tempat tujuan masing-masing.
" Mau kemana kita, mas? " tanya Asti saat mereka sudah memasuki gerbang tol.
__ADS_1
" Kita jalan-jalan saja, menikmati waktu berdua. Sudah lama kita tidak jalan berdua seperti ini, semenjak mas pindah tugas keluar kota, lalu kemarin-kemarin kita disibukkan dengan urusan kita masing-masing. " jawab Tomi yang tidak menyebutkan kemana tujuan mereka karena Tomi memang hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Asti.
Mereka berdua memang sudah lama tidak melakukan hal itu karena mereka harus berpisah semenjak Tomi bertugas keluar kota.
Saat Tomi kembali mereka tidak sempat menikmati waktu berdua karena Tomi harus menyelesaikan urusan pekerjaan dan memastikan dimana ia akan bertugas selanjutnya.
Beruntung Tomi masih mendapatkan tugas di rumah sakit yang sama seperti saat ia belum ditugaskan ke luar kota.
" Apa Ara punya tujuan yang ingin kita datangi saat ini? " tanya Tomi pada Asti sambil menatap ke arah Asti sekilas.
Asti berpikir sejenak, lalu mengutarakan keinginannya.
" Bagaimana kalau hari ini kita makan siang dulu, lalu kita nonton di bioskop. Ada film baru yang ingin aku tonton dan sudah lama aku tidak nonton di bioskop." kata Asti memberi usul pada Tomi.
" Baiklah jika begitu, mas akan ikuti maunya Ara. Kita akan makan siang di mall yang ada bioskopnya agar kita tidak terburu-buru dan bisa bersantai sebelum nonton film. " kata Tomi yang menyetujui ajakan Asti untuk makan siang dan nonton di bioskop.
Tomi pun melajukan mobil menuju sebuah mall besar yang ada di Jakarta, mereka akan makan siang terlebih dahulu sebelum nonton film.
" Mau makan apa kita hari ini? " tanya Tomi pada Asti.
" Aku kepingin makan kuetiaw goreng seafood dan es lemon tea. Sudah lama tidak makan makanan favorit ku itu. " jawab Asti.
" Baiklah, kita ke resto yang menyajikan makanan favorit mu itu. " kata Tomi sambil menggandeng tangan Asti dan berjalan menuju sebuah resto yang menyajikan makanan kesukaan Asti.
Sesampainya di resto, Tomi mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati makan siang mereka.
" Mas mau pesan apa? " tanya Asti pada Tomi.
" Mas pesan nasi goreng seafood, minumnya samakan aja. " jawab Tomi.
Asti memberikan buku menu pada pelayan setelah mengatakan pesanan mereka, lalu ia dan Tomi menunggu pesanan itu datang.
__ADS_1
" Untuk pernikahan kita bagaimana, mas? apa rencana mas Tomi? " tanya Asti saat mereka berbincang sambil. menunggu pesanan makanan mereka datang.
" Itulah yang ingin mas bicarakan sama Ara, makanya mas ajak Ara jalan-jalan hari ini. Mas ingin menyampaikan pada Ara bahwa malam minggu yang akan datang mas akan mengajak keluarga mas ke rumah Ara untuk membicarakan rencana pernikahan kita. " jawab Tomi yang mengatakan rencananya kedatangan keluarganya ke rumah Asti.
" Berarti tinggal beberapa hari lagi keluarga mas Tomi datang ke rumah Ara. Siap aja yang akan ikut ke rumah Ara, mas? " tanya Asti lagi.
" Cuma mamah dan papah, lalu keluarga om yang ada di Jakarta aja. Tidak banyak yang datang, paling sekitar lima atau enam orang saja. " jawab Tomi mengatakan siapa saja yang akan datang ke rumah Asti.
" Berarti tidak terlalu ramai yang ikut ya, mas? jadi Ara ga perlu banyak persiapan. " seloroh Asti sambil tersenyum.
" Ga perlu persiapan apa-apa, sayang..? persiapkan aja dirimu untuk menjadi istri dokter Hutomo, Sp.B karena pertemuan kali ini untuk menentukan tanggal pernikahan kita dan konsep yang akan kita gunakan untuk acara pernikahan kita. " kata Tomi sambil menggoda Asti.
Pipi Asti bersemu merah saat Tomi memanggilnya sayang dan memintanya mempersiapkan diri untuk menjadi istrinya.
Tomi tersenyum saat melihat pipi Asti yang kemerahan karena merasa malu.
Agar Asti merasa nyaman, Tomi bertanya mengenai konsep pernikahan yang Asti inginkan.
" Pernikahan seperti apa yang Ara inginkan nanti? " tanya Tomi
" Pernikahan yang sederhana saja, mas.. yang penting kita sah menjadi suami istri sesuai dengan aturan agama dan negara." jawab Asti.
" Kalau pernikahan secara sederhana sepertinya tidak bisa, sayang..?? Kamu anak satu-satunya di keluarga pak Prawiro dan aku anak tertua anak papah Abdi, pasti kedua orang tua kita menginginkan pernikahan yang meriah karena akan banyak sanak saudara yang akan diundang, juga teman-teman kita serta rekan bisnis papah dan mamah serta rekan-rekan dari ayahmu. Jadi tidak mungkin melakukan. pernikahan sederhana dan hanya mengundang sanak keluarga saja.
Apalagi kedua orang tuamu tidak akan menikahkan anaknya yang lain karena hanya Ara seorang anak mereka. "
Tomi mengatakan jika keinginan Asti untuk melakukan pernikahan yang sederhana tidak mungkin akan terwujud karena kedua orang tua mereka baru pertama kali akan melakukan pernikahan untuk anak-anak mereka.
Asti tertawa mendengar apa yang Tomi katakan. Memang benar, keinginannya untuk melaksanakan pesta pernikahan yang sederhana tidak akan terwujud karena kedua orang tua mereka baru akan menikahkan anak mereka.
" Iya ya, mas, tidak mungkin kedua orang tua kita akan melakukan pesta pernikahan yang sederhana, apalagi ayah dan ibu hanya akan menikahkan aku karena aku anak tunggal. Mereka pasti akan mengundang semua sanak saudara juga rekan-rekan mereka. " kata Asti yang membenarkan ucapan Tomi.
__ADS_1
Obrolan mereka terhenti saat pelayan mengantarkan makanan pesanan mereka, lalu merekapun menikmati makanan mereka masing-masing.