
Sudah empat hari Riki, Arya dan Yudha mencari Tomi di desa itu.
Dari satu tempat ke tempat lainnya, bertanya pada siapa saja yang mereka temui disepanjang jalan penelusuran pencarian mereka.
Setelah berjalan dan bertanya pada orang-orang yang mereka temui, Riki dan kedua tamannya mampir disebuah warung makan sederhana.
Mereka bermaksud mengisi perut karena merasa lapar setelah berjalan menyusuri jalan mencari keberanian Tomi.
" Sebaiknya kita beristirahat dulu, kakiku sudah mulai pegal dan perut aku juga sudah lapar. " kata Yudha yang mengajak kedua temannya untuk beristirahat dan makan, ia mengusap perutnya saat mengatakan jika ia tengah lapar.
" Sebaiknya kita makan di warung makan yang ada diseberang sana. " kata Arya sambil menunjuk sebuah warung makan yang ada di sebarang jalan tempat mereka berdiri.
" Kuy lah kalau begitu..!" kata Riki yang menyetujui ajakan kedua temannya.
Mereka bertiga menyeberang jalan kecil yang ada didepan mereka dan berjalan menuju warung makan.
Tiba di warung makan, merak duduk dibangku kayu yang disediakan ditempat itu, lalu memesan makanan masing-masing untuk mengisi perut.
" Dari mana bang? sepertinya kalian bukan pemuda dari daerah sini. " sapa seorang pemuda yang sedang minum kopi di sana.
" Benar bang, kami dari Jakarta dan kami sedang mencari saudara kami yang hilang. " jawab Arya pada pemuda itu.
" Saudara yang hilang? memangnya mengapa bisa hilang? " tanya pemuda itu lagi.
Beberapa orang yang berada di warung itu mendengarkan obrolan mereka saat mendengar ada orang dari Jakarta yang mencari saudaranya yang hilang.
Sambil menikmati makanan yang sudah mereka pesan, Arya menceritakan mengenai pencarian mereka agar bisa menemukan Tomi.
Arya juga menceritakan bagaimana Tomi yang mengalami kecelakaan dan menghilang setelah kejadian itu hingga saat ini mereka belum juga menemukan keberadaan Tomi.
" Siapa nama saudara bang Riki? apa ada fotonya? siapa tahu kami pernah melihatnya. " tanya seorang bapak pada Riki.
Orang-orang yang ada di warung itu mengenal Riki dan kedua temannya setelah mereka berkenalan sebelum Arya menceritakan petualangan mereka mencari Tomi.
Riki memperlihatkan foto Tomi pada orang-orang yang ada di sana.
" Namanya, Tomi. " kata Riki menjawab pertanyaan salah seorang bapak yang ada di sana.
__ADS_1
" Jadi nama pemuda ini, Tomi? " tanya bapak yang tadi bertanya pada Riki sambil memperhatikan foto Tomi.
" Benar pak,..namanya Tomi, apa bapak pernah mendengar namanya? atau bapak pernah bertemu dengan Tomi? " tanya Yudha antusias saat melihat mimik wajah bapak itu yang seperti tengah mengingat sesuatu.
" Iya, saya pernah bertemu dengan pemuda ini, dan ia memang bernama Tomi. " jawab bapak itu sambil mengingat sesuatu.
Bapak itu mulai bercerita pada Riki dan orang-orang yang ada di sana jika ia pernah bertemu dengan Tomi.
" Saya pernah bertemu pemuda ini di rumah teman lama saya.
Saat itu saya menghadiri acara pernikahan anak saudara saya di desa seberang dan saya bertemu dengan pak Bowo, teman lama saya.
Karena sudah lama kami tidak bertemu, saya datang bertandang ke rumah. "
Flashback on
" Mari pak Burhan, kita ngobrol-ngobrol dulu di sini. " kata pak Bowo yang mengajak pak Burhan, teman lamanya yang tadi ia jumpai di acara pernikahan anak tetangganya.
Mereka duduk di teras di depan rumah pak Bowo.
" Terima kasih, pak Bowo, sudah lama ya kita tidak berjumpa. " kata pak Burhan pada pak Bowo.
Tomi yang mengetahui jika ada tamu pak Bowo, ia membuatkan dua gelas kopi untuk pak Bowo dan tamunya.
Di rumah tidak ada siapa-siapa karena ibu, Bella dan Roni tengah membantu tetangga mereka yang tengah menyelenggarakan pernikahan anaknya.
Tomi keluar dengan membawa dua gelas kopi dan makanan yang tadi diberi oleh tetangga yang tengah mengadakan hajatan.
" Pak, ini kopi buat bapak dan teman bapak. " kata. Tomi pada pak Bowo dan temannya.
" Terima kasih, Tomi..! " kata pak Bowo pada Tomi.
Setelah meletakkan kopi dan makanan di atas meja, Tomi kembali masuk ke dalam rumah untuk melanjutkan pekerjaan membuat hiasan dari kulit kerang dibawah pohon ketapang.
" Itu tadi anaknya pak Bowo? " tanya pak Burhan pada pak Bowo setelah Tomi kembali masuk ke dalam rumah.
" Bukan, anak saya Roni dan Bella masih membantu tetangga yang hajatan tadi." jawab pak Bowo sambil menceritakan tentang kedua anaknya, Roni dan Bella.
__ADS_1
" Lantas pemuda tadi siapa? apa dia menantu pak Bowo? " tanya pak Burhan heran.
" Bukan juga, Bella belum menikah.
Tadi itu Tomi, pemuda yang saya temukan ditengah laut." jawab pak Bowo.
Lalu pak Bowo menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan Tomi.
" Jadi, Tomi bapak temukan terapung di tengah laut, lalu bapak dan Roni membawanya pulang dan merawatnya?" tanya pak Burhan merasa takjub setelah mendengar cerita pak Bowo.
" Begitulah, pak Burhan. Sebenarnya saya merasa kasihan dengan keluarga Tomi, pasti mereka saat ini tengah mencemaskan keadaan Tomi dan pasti juga tengah mencari keberadaan Tomi. "kata pak Bowo yang merasa kasihan pada keluarga Tomi yang dipastikan saat ini tengah mencari Tomi.
" Benar, pak, keluarga Tomi pasti tengah mencari keberadaannya. " kata pak Burhan yang juga merasa kasihan pada keluarga Tomi.
" Sebenarnya Roni sudah ingin melaporkan keberadaan Tomi, tapi kasihan pada Tomi yang masih belum begitu pulih kesehatannya setelah mengalami kecelakaan, juga merasa kasihan pada Tomi yang hilang ingatan akibat kecelakaan itu. "
Pak Bowo mengatakan jika Roni akan melaporkan. keberadaan Tomi tapi karena keadaan Tomi belum pulih jadi Roni masih menundanya.
Flashback off
" Demikian ceritanya, bang Riki. " kata pak Burhan yang menceritakan pertemuannya dengan pak Bowo sehingga bisa mengetahui keberadaan Tomi di sana.
" Alhamdulilah, akhirnya kita bisa mengetahui keberadaan Aa' Tomi. " kata Riki yang menitikkan air mata,. merasa bahagia karena sudah bisa menemukan keberadaan Tomi walaupun mereka belum bertemu.
Riki yakin jika Tomi yang diceritakan oleh pak Burhan, benar-benar Tomi, kakaknya yang tengah ia cari keberadaannya.
".Jika pemuda itu benar-benar kakak yang sedang bang Riki cari, maka carilah keberadaannya di rumah pak Bowo, semoga ia masih di sana dan belum diantar oleh Roni ke pihak yang berwajib untuk membantu mencari keberadaan keluarga Tomi. "
Pak Burhan meminta Riki mencari keberadaan Tomi di rumah pak Bowo untuk memastikan jika orang yang sedang dicari oleh Riki dan teman-temannya memang Tomi yang berada di rumah pak Bowo.
" Terima kasih, pak, atas informasinya, saya akan mencari keberadaan kakak saya di sana. " kata Riki dengan perasaan yang terharu.
" Kalian baru bisa ke tempat pak Bowo esok hari, karena ini sudah sore dan sudah tidak ada lagi kendaraan yang berangkat kesana. Besok pagi sekitar pukul tubuh, kalian bisa menunggu angkot di depan penginapan kalian dan akan mengantarkan kalian menuju rumah pak Bowo. "
Pak Burhan mengatakan jika Riki dan teman-temannya bisa ketempat pak Bowo esok hari karena sore ini sudah tidak angkot yang menuju ke desa tempat tinggal pak Bowo.
Setelah mendapatkan alamat rumah pak Bowo dan mengucapkan terima kasih pada. pak Burhan dan orang-orang yang ada di warung makan itu, Riki dan kedua temannya meninggalkan warung makan dan kembali ke penginapan untuk beristirahat.
__ADS_1
Ada rasa lega dan perasaan yang bahagia setelah mengetahui. keberadaan Tomi, walaupun mereka harus menunggu satu malam lagi untuk bisa bertemu dengan Tomi.