DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 181 Sosok Wanita Di Mimpi Tomi.


__ADS_3

Roni menghentikan ceritanya karena melihat Tomi seperti tengah menahan sakit di kepalanya.


Ia kasihan melihat keadaan Tomi yang terpisah dari keluarganya.


Roni juga memikirkan keadaan keluarga Tomi yang merasa kehilangan dan pasti tengah mencari keberadaan Tomi.


Keluarga Roni tinggal di perkampungan yang jauh dari kota kecamatan.


Untuk pergi ke kota kecamatan mereka harus menempuh waktu dua jam perjalanan.


Belum lagi, di desa Roni sulit untuk mendapatkan sinyal ponsel karena mereka tinggal di desa di tepi laut.


Untuk aliran listrik saja, akan ada pemadaman listrik dari jam enam hingga jam sepuluh pagi.


Roni bingung harus melaporkan Tomi kemana, lagian Roni merasa kasihan karena Tomi belum pulih dari sakitnya.


" Tom, sebaiknya kita pulang ya agar kamu bisa beristirahat.


Jangan dipaksakan untuk mengingat sesuatu jika itu menyakitimu.


Sabar saja, pasti nanti kamu bisa mengingat kembali. "


Roni meminta agar Tomi kembali ke rumah untuk beristirahat karena melihat Tomi yang masih memegangi kepalanya.


" Aku masih ingin duduk disini, Ron! " kata Tomi yang menolak untuk pulang ke rumah dan beristirahat.


Tomi merasa tidak enak hati jika ia harus kembali ke rumah dan beristirahat.


Lebih baik ia duduk di sana dan memandangi hamparan laut yang ada dihadapannya.


" Tomi, jika kamu ingin lekas sembuh, kamu harus banyak istirahat.


Sebaiknya kamu minum obat untuk mengurangi rasa sakit di kepalamu. "


Roni masih berusaha membujuk Tomi untuk beristirahat didalam rumah.


Merasa tidak enak hati pada Roni yang terus membujuknya, akhirnya Tomi ikut pulang ke rumah bersama Roni.


Tomi merasa beruntung karena ia bertemu dengan keluarga pak Bowo yang baik, yang mau merawatnya walau mereka tidak mengenal Tomi.


Sebenarnya Roni merasa senang karena Tomi ada di rumahnya.


Roni ada teman mengobrol saat ia sedang tidak pergi ke laut.


Tapi Roni merasa cemas pada adiknya, Bella karena Bella seperti menunjukkan perhatian lebih pada Tomi.


Mereka tidak mengenal Tomi dan menolong Tomi hanya karena Tomi mereka temukan di tengah laut.


Bisa jadi Tomi sudah memiliki istri karena jika dilihat dari raut wajahnya usia Tomi lebih tua dari Roni.


Roni tidak mau jika adiknya nanti terlanjur mencintai Tomi dan ternyata Tomi sudah memiliki istri.

__ADS_1


Tiba didalam rumah, Roni memberikan obat untuk membantu meredakan rasa sakit di kepala Tomi.


Tomi duduk disisi tempat tidur yang ia gunakan setiap hari.


Ia belum ingin merebahkan badannya karena masih ingin mengobrol dengan Roni.


Tomi merasa beruntung karena hari ini Roni tidak ke laut, jadi ia punya teman mengobrol di rumah itu.


Karena pengaruh obat yang di minumnya, Tomi merasa mengantuk sehingga ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur hingga akhirnya ia tertidur lelap.


°


°


" Mas Tomi, ayo kita pulang! "


Seorang perempuan mengajak Tomi untuk pulang.


" Mau pulang kemana? Rumahku disini, jadi aku akan tetap disini. "


Tomi menolak ajakan perempuan itu karena ia merasa saat ini ia tengah berada di rumahnya, jadi ia tidak tahu apa maksud perempuan itu dengan mengajaknya pulang.


" Tidak mas, rumahmu bukan disini, ayo kita pulang. " bujuk perempuan itu pada Tomi.


" Tidak usah memaksa aku, aku tidak mengenalmu! " kata Tomi dengan kasar saat perempuan itu terus memaksa untuk mengajak Tomi pulang.


" Mengapa mas Tomi tidak mau pulang bersama aku, mas? Aku bersusah payah mencari keberadaan mas Tomi, tapi mengapa mas justru menolak untuk pulang bersama ku? "


Tomi memperhatikan perempuan yang ada di depannya yang tengah menangis karena ia menolak untuk ikut perempuan itu pulang.


Ditatap nya dengan lekat wajah perempuan itu yang telah basah dengan air mata.


" Mengapa mas? mengapa mas Tomi tidak mengenali aku? " kata perempuan itu sambil menatap mata Tomi.


Tomi merasa heran, mengapa perempuan itu berkata bahwa Tomi tidak mengenalinya.


Padahal Tomi baru melihat perempuan itu disini saat ini.


Bagaimana Tomi bisa mengenalinya jika ia baru pertama melihat perempuan itu.


Melihat air mata yang berlinang di kedua pipi perempuan itu, Tomi merasa sedih.


Ada sesuatu yang terasa sakit didalam dadanya saat melihat perempuan itu menangis hingga terisak.


Tomi ingin mendekati perempuan itu, tapi perempuan itu keburu bangkit dari duduknya dan berlari disepanjang pantai sambil menangis.


" Tunggu aku! " kata Tomi sambil berusaha mengejar perempuan itu, tapi karena kakinya yang sakit Tomi tidak bisa berlari dengan cepat untuk mengejar perempuan itu yang telah berlari jauh meninggalkannya.


" Maafkan aku! " kata Tomi sambil terus memaksakan diri untuk tetap mengejar perempuan itu.


Ada rasa bersalah karena Tomi telah berkata kasar pada si perempuan yang ia tidak ketahui namanya.

__ADS_1


Lelah Tomi berlari hingga keringat bercucuran, tapi ia tidak berhasil menyusul dan meminta maaf pada si perempuan.


Kini Tomi yang terduduk di atas pasir, tidak dihiraukannya ombak yang datang dan membasahi celananya.


Celana milik Roni yang ia pakai karena ia tidak memiliki pakaian sehelai pun.


Saat Tomi tengah menyesali perbuatannya pada si perempuan, tiba-tiba seseorang mengguncang tubuhnya.


" Tomi, bangun Tomi! Tomi! " suara seseorang yang mengguncang tubuhnya dan memanggil namanya.


Tomi membuka matanya secara perlahan, nampak dihadapannya Roni yang sedang memandangnya dengan raut wajah cemas.


" Ada apa? apa kau bermimpi buruk sehingga kau mengigau dan pakaianmu basah dengan keringat. "


Tanya Roni yang merasa heran karena pakaian Tomi basah oleh keringat, seperti orang yang habis berlari.


" Ini minumlah! " kata Roni lagi sambil memberikan segelas air putih pada Tomi.


Tomi bangun dan duduk di tepi tempat tidur. Diambilnya air yang disodorkan oleh Roni lalu meminumnya hingga habis.


" Istirahatlah lagi, ini masih malam, besok kau bisa ceritakan mimpimu padaku jika kau mau menceritakannya. "


Roni meminta Tomi untuk kembali beristirahat karena hari masih malam.


Roni tidak ingin jika istirahat Tomi terganggu sehingga ia kurang tidur.


Tomi merebahkan kembali badannya di atas tempat tidur kayu dengan dialasi kasur kapuk yang sudah tipis.


Dipandangi nya punggung Roni yang tidur dilantai beralaskan kasur santai.


Ada perasaan bersalah pada Roni karena tempat tidur yang ia gunakan saat ini merupakan tempat tidur Roni, tapi karena ada Tomi jadi Tomi yang tidur di atas dipan dan Roni tidur dilantai.


Tomi pernah meminta agar ia tidur dilantai dan Roni tidur di dipan, tapi Roni menolak.


Kata Roni jika Tomi tidur dilantai akan masuk angin sehingga Tomi akan lama sembuh dari sakitnya.


Keluarga pak Bowo merupakan keluarga sederhana yang mencari nafkah dengan mencari ikan di laut.


Tapi ditengah keluarga sederhana itu terdapat hati yang tulus yang mau menolong orang dengan ikhlas tanpa perduli jika mereka tidak mengenalnya.


Ada rasa nyaman di hati Tomi saat tinggal dengan mereka di rumah yang sederhana ini.


Tomi berusaha memejamkan matanya saat ia telah membaringkan tubuhnya di atas kasur.


Tomi ingat kembali dengan mimpi yang baru dialaminya.


Tomi penasaran dengan perempuan yang menangis karena Tomi menolak permintaannya untuk ikut dengan perempuan itu.


Tomi merasa jika ia mengenal perempuan itu, tapi Tomi lupa dimana ia pernah bertemu dengannya.


Lama Tomi memikirkan siapa perempuan dalam mimpinya hingga ia kembali tertidur dengan lelap.

__ADS_1


__ADS_2