
Indah terdiam mendengar kata-kata Erik.
Ia mencoba mencerna apa yang disampaikan oleh Erik.
" Terima kasih Erik, kau memang seorang teman yang baik.
Kau mau memberi masukan dan saran pada ku walaupun kita hanya sebatas teman.
Jarang ada orang yang mau perduli pada keadaan orang lain walau seorang teman sekalipun. Dari dulu, kamu ga berubah Erik, selalu suka membantu. "
Indah bersyukur memiliki teman seperti Erik yang penuh perhatian, mau memberi masukan dan saran yang baik untuknya.
Saat ini Indah akan berusaha melupakan cintanya pada Tomi.
Ia yakin jika berjodoh dengan Tomi pasti akan akan dipertemukan kembali dengan Tomi.
" Indah, dah mau magrib nih.. aku pulang dulu ya, lusa kita ketemu lagi di bandara. "
Karena hari menjelang magrib, akhirnya Erik pun pamit pada Indah untuk pulang kerumah.
Mobilnya pun keluar meninggalkan pekarangan rumah Indah.
*****
Asti dan Tomi telah keluar dari cafe, mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah eyang.
" Apa kita mau berhenti dulu untuk membeli oleh-oleh buat yang dirumah? "
Tanya Tomi.
Asti berfikir sebentar, lalu berkata :
" Nanti kita berhenti dulu ke dekat pertigaan sebelum rumah eyang, disana ada penjual martabak. Saya mau membeli martabak manis buat eyang. " jawab Asti.
Ia meminta Tomi untuk berhenti di pertigaan dekat rumah eyang.
Disana memang banyak penjual makanan yang buka sejak sore hingga malam.
Beraneka jajanan dijual disana, dari penjual gorengan, kebab, nasi goreng, bakso, martabak maupun jajanan lainnya.
Jika malam pertigaan itu ramai, bahkan ada odong-odong yang mangkal disana dan menjadi hiburan bagi anak-anak.
Didepan penjual makanan diseberang jalan, ada beberapa ruko yang menjual sembako, toko kelontong, hingga tukang cukur.
Pertigaan itu memang ramai dengan banyaknya penjual makanan.
Tomi menghentikan mobilnya tak jauh dari penjual martabak, ia turun lalu menghampiri penjual martabak.
Setelah memarkirkan mobilnya dengan benar, Tomi menyusul Asti yang telah berada ditempat penjual martabak.
__ADS_1
" Mas, pesan martabaknya tiga loyang.
Rasa coklat, keju sama yang satu rasa kacang sama wijen. " pinta Asti pada penjual martabak.
" Baik mbak, silahkan duduk dan tunggu sebentar ya? Saya menyelesaikan pesanan lain yang telah terlebih dahulu memesan. " jawab penjual martabak dengan memberi sebuah kursi plastik untuk Asti duduk.
" Terima kasih, mas. " kata Asti sambil mengambil kursi yang diberikan oleh penjual martabak.
" Sudah pesan martabaknya? " tanya Tomi yang baru datang menyusul Asti.
" Sudah, itu baru mau dibuat karena tadi masih menyelesaikan pesanan orang lain." jawab Asti.
Mereka menunggu pesanan sambil melihat keramaian.
" Ramai juga pertigaan ini, banyak penjual makanan disini ya, sampai tukang odong-odong pun ada. " kata Tomi yang memperhatikan tempat itu.
" Iya, kalau dilihat pertigaan ini tidak begitu luas, tapi karena tempatnya yang strategis jadi banyak penjual makanan disini. " kata Asti menjelaskan.
Tak lama pesanan Asti pun telah siap, Asti memberi sejumlah uang untuk membayar martabak pesanan.
Lalu mereka meninggalkan tempat itu untuk kembali kerumah eyang.
Hanya dengan sepuluh menit, Asti dan Tomi telah sampai dirumah eyang.
Tomi memarkirkan mobil dihalaman rumah eyang, lalu membantu Asti membawa barang belanjaannya.
" Assalamu'alaikum.. " salam Tomi dan Asti saat tiba dirumah eyang.
" Waalaikumsalam.. " jawab yang ada dirumah eyang.
Asti mengajak Tomi untuk masuk kerumah eyang.
" Yuk masuk! Kayaknya dirumah eyang sedang ramai. " ajak Asti pada Tomi.
Asti dan Tomi masuk ke ruang tengah yang dijadikan tempat berkumpul.
Di ruang tengah ada Aryanto, mbak Santi bersama Rudy suaminya serta si cantik Tanti.
" Wah.. tumben lagi pada ngumpul, ada acara apa nih? " tanya Asti yang baru masuk keruangan itu.
" Ga sengaja ngumpul dirumah eyang, kan besok Asti mau pulang.
Eh, Tomi silahkan duduk, Tomi. "
Aryanto menjawab pertanyaan Asti dan saat melihat Tomi ia mempersilahkan Tomi untuk duduk.
Tomi menyalami orang-orang yang ada diruang tamu, ia mencium punggung tangan eyang saat bersalaman.
Lalu Tomi duduk disebelah Aryanto, sementara yang perempuan duduk lesehan di karpet yang dipasang di ruangan itu.
__ADS_1
Asti pergi kedapur untuk mengambil piring guna tempat martabak yang ia bawa.
" Mbak, minta piring tiga untuk tempat martabak, sama air untuk cuci tangan dan tisu. " pinta Asti pada mbak Dina.
Asti meletakkan martabak dan cemilan diatas meja makan.
" Siap non! " jawab mbak Dina yang sedang berada didapur.
Mbak Dina datang membawa apa yang Asti minta, lalu Asti memindahkan martabak dan cemilan lain kedalam piring.
Asti dan mbak Dina membawa makanan tersebut keruang tengah.
" Mama.. Anti mau maltabak lasa cokat. " pinta Tanti saat melihat Asti membawa martabak, ia menunjuk martabak rasa coklat kesukaannya.
" Iya boleh, tapi cuci tangannya dulu ya? " pinta Santi, mama Tanti.
" Mbak Dina, tolong antar Tanti cuci tangan ya? " pinta Santi pada Dina.
" Baik bu, mari non kita cuci tangan dulu. " ajak Dina pada Tanti.
" Sudah selesai Tom penelitiannya? Kapan kembali ke Jakarta? " tanya Aryanto pada Tomi.
" Alhamdulillah sudah beres mas, Insya Allah lusa saya dan teman-teman pulang ke Jakarta. " jawab Tomi.
" Wah.. Sayang ya, Asti sudah pesan tiket untuk pulang besok, kalau tidak kalian bisa pulang bareng, jadi Asti ada temannya. " kata eyang menyayangkan.
" Tidak apa eyang besok Asti pulang sendiri, kan naik pesawat dan ga memakan waktu lama. " kata Asti menimpali kata-kata eyang.
" Ti..tadi mbak ada beli oleh-oleh untuk keluarga disana, nanti satukan saja punya kamu biar ga banyak tempat.
Itu sudah mbak masukkan dalam kantong, tinggal kamu tambah sama belanjaan kamu. " kata mbak Santi pada Asti.
" Iya mbak, terima kasih.! " jawab Asti singkat.
" Tom, besok katanya besok mau antar Asti ke bandara ya? Kalau ga bisa, biar saya dan Santi yang antar. " tanya Rudy pada Tomi.
* Insya Allah bisa kok, mas, besok sekalian saya juga ada keperluan, jadi bisa sekalian antar Asti ke bandara. " jawab Tomi.
" Kalau kalian sempat, pergilah antar Asti ke bandara, eyang kan ga bisa antar, kasihan Asti kalau tidak ada yang mengantar. " pinta eyang pada Rudy dan Santi.
" Ga perlu eyang, ga usah merepotkan.. Asti kan bukan anak kecil yang harus diantar-antar. " kata Asti
" Ya nggak apa-apa lah Ti, mbak sama mas Rudi bisa kok besok antar kamu ke bandara. " kata mbak Santi menimpali.
Asti ga mau merepotkan mbak Santi dan mas Rudy, karena Tomi juga bisa ngantar sekalian dia ada keperluan. " kata Asti lagi.
" Wah.. Rupanya ada yang mau berduaan aja nih, ga mau diganggu. " ujar Rudy yang menggoda Asti.
" Apa sih mas, orang Tomi ngantar sekalian dia mau ada urusan, iya kan Tomi? " tanya Asti yang mencari pembelaan pada Tomi.
__ADS_1
" Iya! " kata Tomi singkat sambil tersenyum.