DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
keberangkatan Tomi


__ADS_3

Asti tersenyum mendengar janji yang Tomi ucapkan.


Asti berusaha untuk tidak memperlihatkan kesedihannya dihadapan Tomi.


Asti ingin Tomi menjalankan tugasnya tanpa beban karena memikirkan Asti yang tidak ingin ditinggalkan.


Asti ingin belajar dari sekarang untuk mendukung tugas Tomi dengan tidak menjadi beban fikiran dari Tomi


Asti telah mendapatkan nasihat dari ibu Tomi dan ia telah mengatakan kesiapannya untuk mendampingi Tomi.


" Ara,.. Mas berharap Ara tidak bersedih dan merasa mas tinggalkan.


Semua hanya untuk sementara


Setelah mas menyelesaikan tugas ini, mas akan berusaha untuk bisa bertugas di sini, walaupun tidak kembali bertugas di rumah sakit yang lama, setidaknya mas masih bisa bertugas di Jakarta. "


Tomi mengatakan pada Asti bahwa ia akan berusaha untuk bisa mengurus tugasnya agar bisa tetap bertugas di Jakarta setelah menyelesaikan tanggung jawabnya di luar kota.


" Iya.. Mas Tomi tenang saja. Menurut Ara, ini suatu pembelajaran bagi Ara untuk bisa membuktikan pada mas bahwa Ara bisa mendukung sepenuhnya apa yang menjadi tugas dan kewajiban mas sebagai seorang dokter.


Ara dituntut untuk tidak mementingkan keinginan hati Ara agar selalu berada disamping Ara.


Berangkatlah mas, selesaikan tugas mas dengan baik.


Ara akan selalu mendoakan keberhasilan mas dalam menjalankan tugas. "


Asti berusaha meyakinkan Tomi bahwa ia akan selalu mendukung semua tugas-tugas Tomi.


Hari pun berlalu, hari ini Tomi akan berangkat ke luar kota untuk menjalankan tugasnya.


Tadi malam Tomi sudah datang ke rumah Asti dan berpamitan pada kedua orang tua Asti serta meminta doa agar ia dipermudah dalam menjalankan pekerjaannya kepada kedua orang tua Asti.


Kedua orang tua Asti pun mendukung tugas yang Tomi emban.


Mereka juga mendoakan keberhasilan Tomi dalam bertugas dan berharap Tomi segera kembali untuk melangsungkan pernikahannya dengan Asti.


" Pergilah nak Tomi, jalankan tugas mu dengan baik.


Ingat untuk selalu menjalankan kewajiban mu kepada Tuhan mu, minta pertolongan dan perlindungan serta diberi kemudahan dalam menjalankan tugas.


Berdo'alah sebelum melakukan aktivitas, apalagi jika dalam menangani pasien. "


Ayah Asti memberikan wejangan pada Tomi saat Tomi datang untuk berpamitan.


" Iya Pak, Tomi akan selalu berusaha untuk menjalankan apa yang sudah bapak sampaikan. "


Tomi berjanji pada ayah Asti untuk menjalankan apa yang dipesankan oleh ayah Asti.


" Selalu berhati-hati ya nak Tomi dalam menjalankan tugas di negeri orang.


Pandai-pandai lah dalam bergaul dan membawa diri.


Ingat, disini ada Asti yang menunggu nak Tomi kembali. "

__ADS_1


Ibu Asti berpesan pada Tomi agar bisa menjaga diri dalam bergaul di negeri orang.


" Baik bu, Tomi juga akan selalu mengingat pesan ibu. "


Kata Tomi pada ibu Asti.


Tomi mendengarkan semua pesan dan nasihat yang disampaikan oleh kedua orang tua Asti dan berjanji akan melakukan apa yang telah mereka sampaikan.


Di bandara, Asti ditemani oleh ibu Tomi dan juga Riki yang mengantarkan Tomi ke bandara.


Ayah Tomi tidak bisa ikut karena ada pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan.


Tadi sebelum berangkat, ayah Tomi juga sudah memberikan nasihat pada Tomi.


Saat tiba di bandara, Tomi berpamitan pada ibunya dan Asti juga pada Riki adiknya.


" Mah, Tomi berangkat dulu ya?


Mamah jaga kesehatan, jangan banyak fikiran dan jangan terlalu capek. Tomi juga titip Asti, calon istri Tomi ya ma? Kalau ada apa-apa disini, segera kirim kabar pada Tomi. "


Tomi berpamitan pada mamanya dan berpesan agar mamanya menjaga kesehatan dan meminta mamanya untuk memberi kabar jika ada sesuatu.


" Iya nak, pergilah bertugas.


Jaga kesehatan dan jangan tinggalkan lima waktunya. Mama juga akan selalu menjaga Asti untuk Tomi. "


Mama juga berpesan pada Tomi untuk menjaga kesehatan dan mama juga berjanji untuk menjaga Asti.


Mama memeluk Tomi dengan erat, berat rasanya bagi mama untuk melepaskan Tomi keluar kota.


" Aa titip mamah sama papah, jaga mereka, lihat jangan sampai mereka kelelahan dalam bekerja. "


Tomi berpesan pada Riki untuk menjaga kedua orang tua mereka.


" Iya A'.. Riki akan jaga dan perhatikan mamah sama papah kita. "


Jawab Riki sambil memeluk kakaknya.


Setelah memeluk Riki, Tomi beralih pada Asti.


" Ara, mas berangkat dulu ya? Ara jaga kesehatan, jangan telat makan dan janganĀ  terlalu banyak fikiran.


Mas akan berusaha untuk selalu memberi kabar pada Ara. "


Tomi memandang lekat wajah Asti, seakan ingin menyimpannya di memori kepalanya.


Tomi hanya bisa menggenggam erat tangan Asti.


" Iya mas, mas hati-hati disana. "


Tak banyak kata yang bisa Asti ucapkan.


Ia pun hanya bisa membalas menatap wajah Tomi.

__ADS_1


Wajah yang beberapa waktu kedepan tidak akan dilihatnya.


Dengan langkah yang sedikit berat Tomi melangkah untuk masuk ke bandara dan melakukan check-in.


Setelah Tomi tidak terlihat, mama Tomi, Asti dan Riki meninggalkan bandara.


Ada yang terasa hilang dalam diri Asti.


Asti merasa jika ia seperti sedang sendiri, jiwa nya terasa begitu hampa.


Baru dalam hitungan menit Tomi pergi meninggalkan dirinya demi sebuah tugas, Asti sudah merasakan sebuah kerinduan.


Mereka tengah berjalan menuju parkiran di bandara, Asti dan Riki menuntun mama Tomi.


Tak ada yang mereka bicarakan, masing-masing hanyut dengan fikiran mereka sendiri.


Tak terasa, setitik air bening menetes di sudut mata Asti.


Asti buru-buru menghapus air mata itu, tak ingin jika ibu Tomi ataupun Riki melihatnya menitikkan air mata.


" Selamat jalan mas, selamat bertugas.. Semoga kesuksesan selalu bersama mas.


Segera kembali karena Ara akan selalu mas Tomi kembali. "


Asti berbicara dalam hatinya dan mendoakan tugas Tomi.


Didalam mobil, mama Tomi duduk bersama Asti di bangku belakang, sementara Riki menyetir mobil.


Perlahan mobil pun meninggalkan area bandara.


Saat itu, semakin terasa kesedihan dihati Asti, ia semakin merasa kehilangan Tomi.


Jika saat ini Asti berada di dalam kamarnya sendiri, ingin rasanya Asti menangis, menumpahkan segala rasa sesak yang saat ini ia rasakan.


Mama Tomi yang tahu keadaan Asti, mengusap lembut punggung tangan Asti.


" Sabar ya, Ara.. Tomi hanya sebentar menjalankan tugasnya disana, karena Tomi hanya menggantikan sementara dan bukan ditunjuk untuk bertugas disana. "


Mama Tomi berusaha memberikan ketenangan pada Asti.


Ia tahu jika Asti merasa sedih dengan perpisahan sementara ini.


Asti hanya mengangguk dan berusaha tersenyum mendengar kata-kata mama Tomi.


Asti tak ingin bicara karena ia takut tidak bisa menahan air matanya.


" Ara mau kemana? Apa mau kalau kita jalan-jalan dulu ke mall? Kita makan siang di mal atau tempat lain yang Ara mau. "


Mama Tomi berusaha mengajak Asti jalan-jalan dan makan siang untuk menghiburnya.


Tapi saat ini, Asti tidak ingin kemanapun, ia hanya ingin pulang dan mengurung diri di kamarnya.


" Tidak ma, Ara tidak ingin ke mana-mana, Ara ingin langsung pulang aja."

__ADS_1


Asti menolak ajakan mama Tomi dan ingin segera pulang ke rumah.


Semenjak pertunangannya dengan Tomi, Asti diminta untuk memanggil mama Tomi dengan panggilan mama, sama seperti Tomi.


__ADS_2