DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 198 Asti Sangat Bersyukur.


__ADS_3

Hari ini seperti biasa Asti menjalankan aktivitas seperti biasa. Pagi hari Asti sudah berangkat ke kampus untuk mengajar.


Di kampus, Asti bertemu dengan teman-temannya di geng bucin dan mereka masih selalu kompak.


Saat jam istirahat seperti biasa mereka makan bersama di kantin kampus.


" Asti, bagaimana? apakah sudah ada kabar dari Riki dan teman-temannya.?" tanya Fyth pada Asti saat mereka tengah menunggu pesanan makan siang mereka.


" Belum ada kabar yang menggembirakan, terakhir mas Ary memberi kabar bahwa mereka masih melakukan pencarian di pulau. " jawab Asti pada Fyth.


" Sudah berapa lama ya mereka melakukan pencarian? tapi sampai sekarang belum ada kabar yang menggembirakan mengenai keberadaan Tomi. " kata Asma.


" Bersabarlah, mereka semua sedang berusaha untuk mencari keberadaan Tomi, Tomi pasti segera ditemukan." kata Maryam mengingatkan teman-temannya agar mereka bersabar dengan usaha Riki dan yang lainnya dalam mencari Tomi.


" Benar, aku selalu berharap seperti itu. Selalu berdoa kepada yang maha Kuasa agar mas Toni bisa segera ditemukan, aku juga yakin perjalanan Riki, mas Ari dan juga Yudha tidak akan sia-sia, mereka bisa segera menemukan keberadaan mas Tomi. " kata Asti pada teman-temannya.


" Sudah ada satu minggu ya, semenjak keberangkatan Riki dan yang lain untuk mencari keberadaan mas Tomi, semoga setelah ini ada kabar baik dari mereka. Aku mohon dukungan doa dari kalian selalu teman-teman. Kalian yang selalu menguatkan aku, dan kalian selalu memberikan dukungan kepadaku.


Doakan agar mas Tomi segera ditemukan dan bisa berkumpul kembali bersama kita. " kata Asti meminta dukungan doa pada teman-temannya.


" Tanpa diminta, kami pasti akan selalu mendoakan agar Tomi bisa segera ditemukan sehingga kalian bisa segera. melangsungkan pernikahan." kata Asma pada Asti.


Asti dan teman-temannya berbincang-bincang sambil menikmati makan siang yang sudah mereka pesan.


" Apa rencanamu sore ini, Asti? tanya Maryam pada Asti.


" Aku tidak memiliki rencana apa-apa, jika kau mau sku ingin mengajakmu menginap di rumahku. " kata Asti pada Maryam.


" Yang mau jadi saudara sepupu akrab banget, sering nginap dan menghabiskan waktu bersama, lagi PDKT sama calon sepupu, ya..? " gods Asma pada Asti dan Maryam.


" Harus dong, walaupun aku baru jadian dengan mas Arya, tapi aku sudah lebih dulu mengenal Asti. Bukankah sudah lama kita berteman baik? " kata Maryam sambil tertawa kecil.


Ia merasa bersyukur karena selama ini sudah berteman baik dengan Asti, dan ia juga tidak menyangka jika ia akan menjalin hubungan dengan Aryanto yang merupakan kakak sepupu Asti.


" Tapi sayang ya, personil kita sudah tidak lengkap. Semenjak Hatae menikah, dia sudah jarang berkumpul dengan kita karena Hatae sudah hamil dan pindah rumah." kata Indri mengingat Hatae yang kini jarang bisa ikut berkumpul bersama mereks.


Memang benar sejak menikah dengan Wangki, Hatae sudah jarang bisa berkumpul , tapi merdeka masih berkomunikasi melalui pesan di group chat.


Saat berada di kampus Asti merasa terhibur karena ia bisa berkumpul dengan teman-temannya, juga bisa berbagi cerita.


Tetapi jika di rumah, Asti merasa sendirian dan sering mengingat Tomi.


Siang hari sepulang dari kampus, Asti ikut Maryam ke rumahnya karen Maryam akan menginap di rumah Asti.


Asti merasa senang karena ada teman ngobrol saat ia berada di rumah, kebetulan besok hari sabtu dan mereka tidak ke kampus.


Asti dan Maryam ke rumah Maryam untuk mengambil pakaian dan perlengkapan Maryam.

__ADS_1


Setelah itu Asti dan Maryam kembali pulang menuju rumah Asti.


Sore ini Asti menyibukkan diri dengan membersihkan tanaman mawar miliknya bersama Maryam. Asti sangat senang merawat mawar-mawar itu sehingga tanaman mawarnya tumbuh dengan subur dan indah.


Saat Asti tengah memotong daun-daun mawar yang sudah menguning dan layu tiba-tiba ponsel yang ada di saku celananya bergetar.


Asti segera mengambil ponsel itu dan melihat siapa yang sudah menghubunginya.


Saat Asti membuka ponsel, di sana tertera nama Aryanto mengirimkan pesan pada Asti.


📱" Assalamualaikum Asti sedang apa sore-sore begini? Mas tebak pasti Asti sedang membersihkan tanaman bunga mawar kesukaan Asti. " kata Aryanto pada Asti.


" Asti, ada kabar gembira buat Asti, coba Asti perhatikan siapa orang yang ada di foto yang mas kirim?" seloroh Aryanto lagi sambil mengirimkan beberapa foto kepada Asti.


Asti membaca pesan yang dikirim Aryanto sambil tersenyum, lalu ia melihat beberapa foto Aryanto dan seorang pemuda yang dikirim kepada Asti.


Setelah memperhatikan foto tersebut, Asti menangis ia merasa terharu dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Walaupun banyak perubahan pada sosok pemuda yang bersama Ary, tapi Asti bisa mengenali pemuda itu dengan baik.


Asti menangis dan terduduk di rerumputan sambil memandang ponselnya.


Maryam segera menghampiri Asti dan merasa terkejut melihat Asti seperti itu.


" Ada apa Asti?" tanya Maria merasa cemas sambil berjongkok didepan Asti.


Asti masih terduduk dan terus memandangi ponselnya sambil menangis.


Merasa khawatir, Maryam ikut melihat apa yang sedang Asti perhatikan dari ponselnya.


Tiba-tiba Maryam memeluk Asti dan ikut menangis.


" Alhamdulillah Asti. " kata Maryam saat ikut memperhatikan foto yang sedang dilihat oleh Asti.


" Itu foto Tomikan?" tanya Maryam pada Asti.


Asti hanya mampu mengangguk menjawab pertanyaan Maryam.


Maryam juga bisa mengenali wajah Tomi yang terlihat lebih hitam dan tirus.


" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya mereka bisa menemukan keberadaan Tomi. " ucap Maryam sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya penuh rasa bersyukur karena Arya memberikan kabar gembira dengan ditemukannya Tomi.


Asti mencoba menghubungi Ary, tetapi sambungannya tidak terhubung l.


Ada satu pesan dari Ary yang belum dibaca oleh Asti.


📱" Maaf, mas belum bisa menghubungimu karena sinyal di sini sangat sulit, tapi jika nanti ada sinyal mas akan telepon Asti agar Asti bisa berbicara langsung dengan Tomi.

__ADS_1


Tapi perlu Asti ketahui, jika saat ini Tomi mengalami amnesia. Tomi tidak mengenali kita. Semoga saat berbicara dengan Asti bisa membantu memulihkan ingatan Tomi. "


Aryanto memberitahu keadaan Tomi pada Asti agar Asti nanti tidak terkejut karena Tomi tidak mengenali Asti saat mereka berkomunikasi melalui telepon.


Asti sangat memahami jika saat ini mereka sedang di sehingga sulit untuk berkomunikasi karena tidak ada sinyal. Asti akan bersabar menunggu telepon dari Ary.


Yang membuat Asti bertambah sedih saat mengetahui jika Tomi mengalami amnesia, tapi Asti juga bersyukur Tomi sudah ditemukan apapun keadaannya.


📱" Wa'alaikumussalam warahmatullah..


Terima kasih mas Ary, sudah memberi kabar bahagia buat Asti. Asti sangat bersyukur karena mas dan teman-teman bisa menemukan mas Tomi.


Segera hubungi Asti ya mas, jika sudah ada sinyal. "


Asti membalas pesan yang dikirim oleh Ary.


Pesan telah terkirim tapi masih centang satu abu-abu, bertanda jika ponsel Ary sedang tidak aktif, mungkin karena susah untuk mendapatkan sinyal.


Maryam membantu Asti untuk berdiri dari duduknya, lalu merapikan alat yang digunakan Asti untuk merawat bunganya lalu membawanya.


Maryam mengajak Asti untuk pulang ke rumah.


Di dalam rumah ayah dan ibu sangat terkejut melihat keadaan Asti yang tengah menangis.


Ibu berdiri dari duduknya dan menghampiri Asti, tapi Asti langsung memeluknya Ibu dan menangis kembali. Ibu membalas memeluk Asti dan mengusap lembut punggung Asti, lalu mengajak Asti untuk duduk.


" Ada apa, Asti? Mengapa kamu seperti ini? " tanya Ibu pada Asti.


Asti masih menangis dan belum bisa menjawab pertanyaan ibunya.


" Mas Ary, Riki dan Yudha sudah menemukan keberadaan Tomi, bu. " kata Maryam yang menjawab pertanyaan ibu.


" Alhamdulillah..!" kata ayah dan ibu secara bersamaan saat mendengar apa yang dikatakan oleh Maryam.


Ibu mengerti, Asti menangis saat ini pasti karena sangat ini terharu dan merasa bahagia dengan kabar gembira ini.


Ayah pun ikut mengusap kepala Asti dengan rasa sayang dan bahagia.


Ayah dan ibu merasa sangat bahagia karena penantian Asti selama ini tidak sia-sia dan doa mereka dikabulkan oleh yang maha Kuasa.


Akhurnya Tomi bisa ditemukan dan Asti tidak akan merasa bersedih dan merasa kehilangan lagi.


" Tapi mas Tomi mengalami amnesia, bu. Mas Tomi tidak ingat pada siapa-siapa. " kata Asti dengan sedih.


Ayah, ibu dan Maryam merasa terkejut saat Asti mengatakan jika Tomi hilang ingatkan.


" Yang penting saat ini, Tomi sudah ditemukan, Insya Allah Tomi akan kembali mengingat semuanya. "

__ADS_1


Kata ayah memberi semangat pada Asti agar Asti tidak bersedih dengan keadaan Tomi saat ini.


__ADS_2