DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Permohonan Maaf Rudy


__ADS_3

Selesai makan, Asti dan Tomi masih menikmati suasana restoran yang nyaman.


Mereka masih duduk disana  sambil mengobrol.


" Jadi sekarang kita sudah resmi jadian, ya? " tanya Tomi sambil tersenyum.


Ia memegang tangan Asti yang berada diatas meja.


Asti merasa malu dengan apa yang dilakukan oleh Tomi.


" Seperti anak remaja saja, harus ada kata resmi pacaran. " jawab Asti malu.


Walaupun usia mereka bukan lagi remaja, tapi saat jatuh cinta mereka ingin seperti orang yang sedang jatuh cinta pada umumnya.


Tapi karena usia yang sudah tidak lagi remaja, mereka bisa membentengi diri untuk tidak melakukan hal-hal yang kurang baik, apalagi ditempat umum.


" Kemaren di group Ralove, teman-teman pada minta pajak buat yang baru jadian. "


Asti menyampaikan keinginan teman-temannya untuk ngumpul pada hari minggu lusa.


" Group Ralove yang mana lagi tuh?


Bukannya nama groupnya geng bucin? "


Tomi menanyakan tentang group Ralove yang kata Asti minta pajak jadian.


" Group bucin itu group aku sama teman-teman sesama dosen, kalau group Ralove gabungan geng bucin sama geng nya pacar Indri. "


Asti menjelaskan tentang  anggota group Ralove.


" Wah.. Boleh ga saya gabung di group Ralove? Biar nambah teman. "


Tomi meminta untuk bisa gabung di group Ralove.


" Boleh, nanti aja setelah kita kumpul bareng, biar kenalan dulu baru gabung di group. "


Asti menyetujui keinginan Tomi untuk gabung di group Ralove.


" Memang kapan mau pada kumpul?


Kalau mereka minta pajak jadian ga masalah, hitung-hitung kita ngerayain peresmian kita jadian, sekalian minta doa dari mereka agar hubungan kita berlanjut hingga ke pernikahan secepatnya. "


Tomi mendukung keinginan teman-teman Asti untuk berkumpul.


" Ya sudah, nanti biar di share dulu di group, kira-kira kapan kita pada kumpul, nanti Asti kabari mas Tomi kalau sudah pasti. "


Asti akan bertanya kapan kepastian teman-teman akan berkumpul.


" Sudah sore, sebaiknya kita pulang. "


Tomi mengajak Asti untuk pulang, karena mereka juga sudah selesai makan.


" Ayok mas, kita pulang. " ucap Asti menyetujui ajakan Tomi.


Selesai membayar pesanan, mereka melanjutkan perjalanan untuk mengantarkan Asti pulang.


" Mas nanti langsung pulang ya, mas ga bisa mampir. "

__ADS_1


Saat didalam mobil, Tomi menyampaikan pada Asti jika ia tidak bisa mampir ke rumah Asti.


" Iya mas, tidak apa-apa, ini sudah sore.


Mas harus istirahat, pasti tadi banyak pekerjaan di rumah sakit.


Nanti sampai rumah mas istirahat ya? "


Asti memahami kondisi Tomi yang kelelahan dan memintanya untuk beristirahat.


Sampai di depan rumah Asti, Tomi menghentikan mobilnya.


" Maaf, sampai disini aja ya tawanan Alien, mas langsung pulang ya, tidak mampir "


Tomi menurunkan Asti dan pamit untuk langsung pulang.


" Iya, tidak apa-apa. Mas hati-hati dijalan. Ingat untuk istirahat, ya? "


Setelah pamit pada Tomi, Asti turun dari mobil dan masuk ke pekarangan rumahnya.


Setelah Asti masuk kedalam rumah, Tomi melajukan mobil dan meninggalkan rumah Asti.


*


*


Sabtu siang, Ftyh tengah bersiap, ia akan bertemu dengan Rudy sesuai dengan yang mereka sepakati.


Fyth hanya memoles wajahnya dengan bedak, lalu memoleskan lipgloss pada bibir merahnya.


Tak perlu berdandan terlalu menor, karena Fyth sudah memiliki wajah yang cantik alami, jadi tidak perlu polesan make-up yang berlebihan.


Lalu ia bergegas keluar kamar.


Diruang tengah, Fyth melihat papa dan mama nya sedang minum teh.


Fyth menghampiri mereka dan berpamitan untuk pergi keluar.


" Pa.. Ma.. Fyth pamit ya, mau keluar, ketemuan sama teman. "


Pamit Fyth pada papa dan mamanya.


" Mau ketemuan dimana, Fyth? Sama siapa? " tanya mama Fyth yang memperhatikan penampilan Fyth.


" Ketemuan sama teman lama, ma.. di restoran milik teman papa. "


Jawab Fyth, memberitahukan pada mamanya.


" Teman papa yang mana, Fyth? " tanya papa Fyth penasaran.


" Itu lho pa, pak Arya, yang punya restoran Arkara Hinata.. "


Jawab Fyth menjelaskan pada papanya.


" Oh.. Itu, yang waktu itu kita diundang waktu acara peresmiannya kan? "


Tanya papa Fyth lagi.

__ADS_1


" Iya, pa.. Fyth janjian sama teman Fyth disana. " jawab Fyth.


" Ya sudah, kamu hati-hati dijalan.


Kamu bawa motor kan, Fyth? " tanya mama Fyth.


" Tidak ma, Fyth mau naik ojol aja, bentar lagi ojol nya sampai. "


Fyth memberi tahu mamanya bahwa ia akan naik ojol.


Dari luar terdengar suara klakson motor, Fyth pun pamit pada kedua orang tuanya dengan menyalami dan mencium punggung tangan mereka.


" Pa.. Ma.. Fyth pamit ya, ojol nya sudah datang."


Pamit Fyth lalu bergegas keluar setelah berpamitan pada orang tuanya.


Sementara di restoran Arkara Hinata, Rudy telah sampai terlebih dahulu.


Ia mencari meja yang tak jauh dari pintu agar Fyth tidak repot mencarinya saat ia tiba nanti.


Rudy duduk di sebuah kursi sambil memainkan ponselnya.


Fyth tadi sudah mengabari kalau ia sedang dalam perjalanan.


Berselang sepuluh menit, fyth tiba di restoran dan menghampiri Rudy yang sedang fokus memainkan ponselnya.


Rudy tidak menyadari jika Fyth sudah ada didepannya.


Maaf Rudy, sudah lama ya nunggunya? " tanya Fyth yang duduk dihadapan Rudy dan merasa tidak enak, takut jika Rudy kelamaan menunggu.


" Eh, Fyth sudah sampai? Maaf, tadi fokus sama handphone jadi ga tahu kalau sudah sampai. Belum lama kok aku datang, tadi memang aku datang kecepatan, sekarang aja baru jam dua kurang, kita janjian kan jam dua. "


Rudy merasa tidak enak karena tidak menyadari kehadiran Fyth.


" Kita duduk disini, atau mau cari tempat lain, Fyth? Saya sengaja belum cari tempat, nungguin kamu datang dulu. "


Tanya Rudy pada Fyth.


Ia memang sengaja belum mencari tempat duduk yang nyaman buat mereka.


" Kita pindah ke gazebo aja ya? Biasanya jam segini di gazebo masih sepi, biar enak ngobrolnya. " Fyth mengusulkan agar mereka pindah ke gazebo dan mengobrol disana.


Lalu mereka berjalan ke bagian belakang restoran, menuju sebuah gazebo yang ada  di bagian pinggir.


Fyth dan Rudy memesan makanan dan minuman setelah seorang pelayan menghampiri mereka dan membawa buku menu.


Setelah pelayan pergi untuk menyiapkan pesanan mereka, Rudy mulai membuka obrolan.


" Sebelumnya terima kasih ya Fyth, sudah mau mengajak saya untuk bertemu.


Saya memang sudah berencana untuk menemui kamu setelah pertemuan kita yang lalu.


Saya ingin meminta maaf secara langsung sama kamu, Fyth. "


Rudy memulai obrolannya dengan meminta maaf pada Fyth.


Rudy juga mengatakan bahwa ia punya keinginan untuk bertemu dengan Fyth.

__ADS_1


Rudy menjeda kata-kata, ia berhenti berbicara untuk melihat ekspresi Fyth juga ingin tahu bagaimana reaksi Fyth.


Fyth masih diam mendengarkan kata-kata Rudy.


__ADS_2