
Kalau satu minggu dari sekarang abang dan keluarga abang ke rumah Hatae, bagaimana? " tanya Wangky sambil berjalan menyusuri pantai.
" Iya bang, nanti akan Hatae sampaikan pada kedua orang tua Hatae. "
Jawab Hatae sambil mengayunkan tangannya yang digenggam oleh Wangky.
" Oke lah, kalau begitu, tapi kapan pastinya akan abang bicarakan dulu dengan keluarga abang, nanti abang kabari Hatae setelah ada kepastiannya. "
Kata Wangky lagi, sekilas ia menatap wajah Hatae dari samping.
Hatinya telah memiliki kemantapan untuk segera melamar dan menikah dengan Hatae.
*
*
*
Malam ini group Ralove berkumpul dibelakang villa yang menghadap ke pantai.
Mereka tengah menyiapkan acara barbeque untuk malam ini.
Para perempuan sedang menyiapkan makanan yang akan dipanggang, ada daging ayam, ikan, sosis, juga jagung.
Sedang para lelaki tengah menyiapkan perapian yang akan digunakan untuk membakar bahan yang telah disiapkan.
" Fyth,.. bumbu kecap nya mana?
Ini ikan sama ayamnya belum dibumbui. "
Anny menanyakan bumbu untuk ayam dan ikan yang akan dipanggang.
" Ayamnya mau diungkep sebentar mbak biar ga mentah didalam saat dipanggang." jawab Fyth sambil membawa panci untuk mengungkep ayam.
" Ya sudah kalau mau diungkep, mbak bumbui ikan aja biar bumbunya meresap." kata Anny sambil mengambil bumbu untuk ikan.
" Indri, ini saus sama mentega untuk mengolesi jagung, tolong taruh dekat jagungnya biar ga lupa. "
Asti meminta Indri menaruh bumbu untuk jagung bakar.
" Ashiap, bos qu.. " jawab Indri sambil bercanda.
Lalu Indri mengambil bumbu untuk jagung bakar dan menaruhnya bersama jagungnya.
Sementara Maryam dan Hatae tengah menyiapkan sosis dan tusukan yang akan digunakan untuk menusuk sosis dan jagung.
" Mak.. Suruh para cowok aja yang menusuk jagungnya, karena jagung kan agak keras, takut nanti tangan kita luka terkena tusukan."
Maryam mengatakan pada Hatae agar meminta bantuan cowok untuk menusuk jagung.
Tidak jauh dari mereka, berdiri TM, Takdir dan Rudy yang tengah menyiapkan perapian.
__ADS_1
" Bang TM ada yang lagi nganggur ga disana? Tolong bantu pasangin tusukan jagung, dong? "
Hatae meminta bantuan TM untuk memasang tusuk jagung.
" Minta tolong bang Wangky aja ya? Tunggu sebentar, dia lagi ngambil arang di mobil,
Ini tangan abang sudah kotor kena arang."
TM meminta Hatae agar menunggu Wangky yang sedang mengambil arang karena tangannya kotor.
" Ia deh bang, kalau begitu. " kata Hatae yang masih memasang tusukan pada sosis.
" Siapa yang lagi perlu bantuan? " tanya Fajar yang datang menghampiri Hatae dan Maryam.
" Ini bang, mau minta tolong pasangin tusukan jagung, kami takut kena tangan bambu nya, kan jagung keras kalau ditusuk." kata Maryam pada Fajar.
" Oke deh, biar abang sama bang Ucup yang akan memasang tusukan jagung. " kata Fajar yang akan membantu memasang tusukan jagung.
" Cup.. Ucup.. Sini..! " Fajar memanggil Ucup yang sedang berdiri di dekat meja.
Ucup menghampiri Fajar yang memanggilnya.
" Ada apa, Jar..? " tanya Ucup setelah mendekati Fajar.
" Ini, bantu pasang tusukan pada jagung. " kata Fajar sambil menunjukkan jagung yang sedang ia tusuk.
" Oke deh kalau begitu.. " kata Ucup yang langsung membantu Fajar.
Dari dapur Fyth dan Anny datang membawa ayam dan ikan yang sudah siap untuk dibakar.
Mereka sengaja tidak menggunakan piring tapi menggunakan daun pisang sebagai alas makan.
Piring mereka gunakan untuk menaruh ayam, ikan, sosis dan jagung yang sudah mereka bakar.
Rudy dan Takdir datang membawa tikar dan air mineral untuk minum.
Rudy membentangkan tikar diteras belakang villa.
Asti dan teman-temannya yang membawa nasi dan perlengkapan lain menaruhnya diatas tikar.
Tomi datang dengan membawa ember berisi air untuk mereka cuci tangan.
Persiapan mereka untuk makan malam bersama sudah siap, tinggal menunggu bahan makanan yang dibakar matang.
Para laki-laki mulai melakukan tugas untuk membakar bahan yang sudah disiapkan.
Mereka menggunakan pembakaran yang besar yang memang sudah disiapkan di villa itu, hingga dalam sekali bakar mereka bisa langsung banyak.
" Ini sosis nya gede-gede ya, nggak seperti yang biasa dibeli di warung.
" kata Rudy sambil membolak-balik sosis yang dia bakar.
__ADS_1
" Gede sih, tapi masih gedean punya aku. "
Jawab Ucup sambil tertawa.
" Ya jelaslah gedean punya kamu, kalau seukuran sama sosis, bahaya banget itu. "
Takdir menimpali kata-kata Ucup.
" Dari pada punya kalian, gedean punya aku, kwalitas super. " Wangky tidak mau kalah.
" Mana punya kamu, coba lihat?
Nih lihat.. Punya aku lebih gede.. "
Tomi ikut nimbrung obrolan mereka.
Anny yang mendekati mereka menegur ucapan para lelaki.
" Pada ngomong apa sih kalian? Saru tahu..! " kata Anny sambil mengomel perkataan mereka, terutama ia mengomeli Ucup.
" Saru apanya? Kami tidak tidak ngomong yang aneh-aneh, kok malah ngomel ga jelas? " kata Ucup yang tidak terima karena Anny mengomeli nya.
" Itu kalian ngomong apa, kok pada dibanding-bandingkan. " kata Anny tak mau kalah.
" Apa yang dibanding, Anny? " tanya Asma yang menghampiri Anny dan berniat membantumu.
" Ga tahu tuh cowok, ngomongnya pada ga jelas. " kata Anny masih merasa kesal.
Asma yang tidak mengerti maksud Anny bertanya dengan menggunakan kode pada Fajar.
Fajar hanya mengangkat bahunya tanda ia juga tidak mengerti.
Karena penasaran, Asma kembali bertanya pada Anny.
" Mereka pada membandingkan apa sih, An? " tanya Asma penasaran.
" Itu tuh.. Yang satu ngaku punya dia besar, yang lain ngaku malah lebih besar, malah ada yang super.
Ngomong apa coba mereka, kenapa harus dibanding-bandingkan? " kata Anny menjelaskan maksudnya.
Para lelaki yang mendengar perkataan Anny langsung tertawa.
Mereka baru paham kenapa Anny mengomeli mereka.
" Ini lho An.. Mereka membandingkan sosis dan jagung yang sedang mereka bakar, karena sosis yang dibakar Rudy lebih kecil dari jagung yang aku bakar, lalu yang lain membandingkan jagung yang mereka bakar, karena jagung yang dibakar Tomi dan Wangky memang lebih gede dari yang lain.
Setelah reda tertawa, Ucup menjelaskan pada Anny apa yang mereka bicarakan.
Teman-teman yang lain masih tertawa karena Anny salah paham dengan perkataan mereka.
" Wah.. Bahaya nih Cup.. mentang-mentang sudah mau menikah, fikiran Anny jadi travelling mendengar kata yang " lebih gede ".. Takut kalau punya Ucup segede sosis. " TM menggoda Anny, yang langsung membuat teman-temannya tertawa., begitu pula Asma yang mulai mengerti maksud perkataan mereka.
__ADS_1
Anny yang merasa malu karena salah paham, langsung menyanggah kata-kata TM.
" Bukan otak aku yang travelling, kalian aja yang ngomongnya ga bener dan memang menjurus kesana. " kata Anny dengan kesal, lalu membawa ayam dan ikan yang sudah matang ke tempat Asti dan yang lain sedang duduk.