DOSEN CANTIK YANG JUTEK

DOSEN CANTIK YANG JUTEK
Bab 180 Tomi Merasa Familiar Dengan Nama Tomi.


__ADS_3

Satu minggu sudah pemuda yang ditolong oleh Roni dan ayahnya tinggal dan dirawat di rumah mereka.


Mereka memanggilnya Tomi, nama yang Bella berikan pada pemuda itu karena pemuda itu tidak mengingat siapa dirinya.


Tomi dirawat dengan baik oleh keluarga Bella. Lebam yang ada ditubuh Tomi masih terlihat menghitam dan dengan senang hati Roni membantu mengoleskan salep pada lebam yang ada ditubuh Tomi.


Roni dan Bella pernah membawa Tomi ke puskesmas di kota kecamatan untuk diperiksa.


Menurut dokter yang memeriksa Tomi, kemungkinan Tomi terkena benturan di bagian kepala sehingga mengalami amnesia.


°


°


" Bang, sarapan dulu. " kata Bella pada Tomi saat Tomi tengah berdiri dibelakang rumah mereka dan memandang ke arah laut yang membentang dihadapannya.


Tomi memandang Bella yang berdiri di pintu dapur dan memanggilnya untuk sarapan.


" Iya, terima kasih. " kata Tomi sambil berjalan perlahan karena Tomi masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


Tiba di rumah, ayah dan ibu Bella serta Roni sudah duduk di tikar untuk makan bersama.


Hari ini pak Bowo dan Roni tidak turun ke laut karena cuaca sedang tidak bagus.


" Mari nak, duduk di sini, kita makan dulu. " kata pak Bowo yang meminta Tomi duduk disebelahnya.


Tomi pun mengikuti keinginan pak Bowo untuk duduk di sampingnya.


Mereka makan bersama dengan lauk seadanya.


" Bella, kamu jam berapa berangkat ke Puskesmas? " tanya ibu pada Bella.


" Sebentar lagi Bella berangkat bu, sehabis sarapan. Hari ini mau ada posyandu, jadi Bella akan langsung ke posyandu. "


Kata Bella yang mengatakan jika ia akan ke posyandu.


Selesai makan, Bella membantu ibunya membereskan sisa makanan dan piring kotor lalu membawanya ke dapur.


Setelah selesai Bella berpamitan untuk pergi ke posyandu dengan menggunakan motor miliknya.


Selesai makan Tomi akan meminum obat yang diberikan oleh dokter di Puskesmas saat ia dibawa periksa kesana oleh Roni dan Bella.


Setelah meminum obat, Tomi kembali berjalan keluar melalui pintu depan dan berjalan melewati samping rumah untuk menuju kebelakang.


Dibelakang rumah, terdapat pohon ketapang yang berdaun rindang.


Daun ketapang yang lebar dan besar bisa menahan terik matahari dikala siang.


Tomi duduk di bangku kayu yang ada dibawah pohon ketapang.

__ADS_1


Pandangannya melihat kearah laut yang terhampar dihadapannya.


Tomi tidak tahu apa yang ada dipikirannya saat ini.


Ia seperti mengingat sesuatu ketika keluarga Bella memanggil namanya.


Tomi seperti tidak asing dengan nama itu.


Saat tengah duduk sendiri dan memikirkan sesuatu yang mengganjal pikirannya, seseorang menepuk bahu Tomi dari belakang.


" Sedang apa? mengapa tidak istirahat dan malah duduk sendirian di sini? " tanya Roni pada Tomi yang tengah duduk sendiri.


" Tidak apa-apa, saya senang saja duduk disini sambil memandang laut lepas. " jawab Tomi sambil tetap mengarahkan pandangan ke arah laut.


" Apa saya boleh bertanya sesuatu? " tanya Roni dengan hati-hati pada Tomi setelah ia duduk tidak jauh dari Tomi.


" Tanya aja, ga papa. " jawab Tomi yang menoleh sebentar kearah Roni, lalu mengalihkan lagi pandangannya ke arah laut.


" Apakah kamu tidak mengingat apapun tentang dirimu? Apa tidak ada sesuatu yang membuat dirimu mengingat asal usulmu? "


Roni berusaha bertanya pada Tomi, apa ada yang bisa mengingatkan Tomi pada asal usul nya.


" Entahlah, pada saat kalian memanggil nama ku dengan panggilan Tomi, aku merasa seperti begitu mengenal nama itu. Rasanya aku sering mendengar orang menyebutkan nama itu. "


Tomi mengatakan jika ia merasa familiar dengan nama Tomi.


Dan saat ia dipanggil dengan nama itu, ia merasa mengingat sesuatu.


Untuk menghindari itu, maka Tomi tidak memaksakan diri untuk mengingat nama Tomi.


" Apa mungkin namamu sebelumnya memang Tomi dan secara kebetulan Bella memberi nama Tomi padamu sehingga kamu merasa familiar dengan nama itu karena sesungguhnya itu memang benar-benar nama kamu. "


Roni berkata jika Tomi merasa familiar dengan namanya, ada kemungkinan bahwa Tomi itu memang benar nama asli pemuda itu yang secara kebetulan diberi nama Tomi oleh Bella karena pemuda itu lupa pada namanya sendiri.


" Selain nama Tomi, apa ada hal lain yang membuatmu mengingat sesuatu? " tanya Roni yang masih berusaha mengingatkan Tomi pada masa lalunya.


" Obat-obatan dan peralatan dokter yang dimiliki oleh Bella, aku merasa sering melihat alat itu sebelumnya.


Rasanya aku sering mencium bau obat sebelum ini. "


Kata Tomi sambil berpikir mencoba mengingat sesuatu dengan apa yang ia katakan pada Roni.


" Apakah sebelumnya kau seorang dokter? " tanya Roni yang merasa Tomi ada hubungannya dengan alat kesehatan.


" Entahlah! Aku cuma merasa jika aku mengenal alat-alat kesehatan dan merasa sering mencium bau obat. "


Tomi mengatakan jika ia belum bisa mengingat mengenai alat kesehatan yang seperti familiar bagi dirinya.


" Jika boleh tahu, dimana kalian menemukan aku sebelum aku dibawa ke rumah ini? "

__ADS_1


Tomi bertanya pada Roni, dimana ia dan ayahnya menemukan Tomi sehingga Tomi bisa mereka bawa pulang kerumahnya.


Selama ini, Tomi ingin menanyakan hal itu tapi belum ada kesempatan karena Roni dan ayahnya sering pergi melaut.


Untuk bertanya pada Bella ia tidak mau karena merasa tidak enak.


Bella begitu perhatian pada Tomi sehingga Tomi merasa sedikit tidak nyaman saat bersama Bella.


Saat ini ia tengah bersama Roni sehingga ia bisa menanyakan hal ini langsung pada Roni.


Bella pernah berkata jika Roni dan ayahnya yang membawa Tomi pulang ke rumah.


" Sebenarnya aku dan ayah menemukan dirimu terapung ditengah lautan.


Ketika itu, aku dan ayah bermaksud untuk pulang setelah mencari ikan.


Kami pulang lebih awal karena cuaca saat itu tengah tidak bagus. "


Roni mulai menceritakan pada Tomi awal ia dan ayahnya menemukan Tomi.


" Saat dalam perjalanan pulang, kami melihatmu terapung ditengah laut dalam keadaan tidak sadar.


Lalu aku dan ayah menaikkan dirimu keatas kapal milik kami. "


Sejenak Roni menghentikan ceritanya.


Dilihatnya Tomi yang duduk tidak jauh darinya seperti tengah berpikir, terlihat dari keningnya yang berkerut.


" Waktu itu badanmu terasa panas dan menggigil, mungkin kau sudah lama berada didalam air.


Aku dan ayah sempat menutupi badanmu dengan terpal karena. kami tidak memiliki selimut.


Aku juga melihat lebam di tubuhmu ketika kaus yang kau kenakan tertarik keatas saat kami mengangkat dirimu dari dalam air.


Saat mengetahui kau masih bernafas, kami mencoba membantu menyadarkan dirimu tapi kau tetap pingsan dan akhirnya kami memutuskan untuk membawamu pulang ke rumah dan merawat mu hingga saat ini. "


Roni menceritakan semuanya pada Tomi dan berharap Tomi bisa mengingat awal kejadian yang membuatnya berada ditengah laut dengan mengenakan pelampung.


Tomi yang mendengar cerita Roni tidak menyangka jika Roni dan ayahnya menemukan Tomi ditengah laut.


Tomi memijit kepalanya yang terasa sakit saat berusaha mengingat sesuatu, mengapa ia sampai berada ditengah laut dan ditemukan oleh Roni dan ayahnya.


" Jangan terlalu dipaksakan jika kau belum bisa mengingat sesuatu, nanti malah kau akan kembali sakit. "


Roni mengingatkan Tomi agar tidak memaksakan diri untuk mengingat siapa dirinya karena Roni takut jika hal itu justeru akan membuat Tomi kembali sakit.


Tomi masih diam setelah mendengarkan semua cerita yang disampaikan oleh Roni.


Tidak ada sesuatu yang bisa Tomi ingat dari apa yang Roni ceritakan.

__ADS_1


Tomi tidak tahu mengapa ia sampai terapung di tengah laut luas.


__ADS_2