Embun Anindira

Embun Anindira
Bagian 110


__ADS_3

"Mas Askara kemana saja?." Anin terus memukul pelan dada Askara sambil menangis. "Kenapa tidak pernah mengabari aku?".


Anin meluapkan kemarahannya pada Askara karena suaminya itu tidak pernah mengabarinya sama sekali.


"Maafkan aku, sayang. pekerjaanku sangat banyak, bahkan untuk istirahat saja, aku tidak punya banyak waktu". terang Askara, dirinya memang kurang istirahat selama sebulan ini.


Anin menatap lekat-lekat wajah suaminya, bulu-bulu halus mulai tumbuh di sekitar wajah Askara yang terlihat semakin tirus.


"Apa pekerjaan Mas Askara sebanyak itu? kau terlihat lebih kurus". tanya Anin dengan wajah sedihnya.


Askara mengangguk. "Aku hanya bisa tidur beberapa jam dalam sehari, bahkan seminggu ini aku harus bermalam di kantor". ungkap Askara.


"Jadi, Mas Askara sudah kembali sejak seminggu yang lalu?". tanya Anin karena dia kira Askara baru pulang dari luar negeri dan langsung menemuinya.


Askara lagi-lagi mengangguk. "Maafkan aku karena tidak sempat memberi kabar sama sekali. kau tau? aku berusaha mati-matian untuk tidak menghubungimu sebelum pekerjaanku selesai. aku tidak ingin karena mendengar suaramu hingga aku tidak bisa menahan diri. jadi aku memutuskan untuk menyelesaikan semua pekerjaanku dan menemuimu nanti, tapi ternyata aku tidak bisa, Nin. aku benar-benar merindukanmu". ujar Askara panjang lebar, sorot matanya menyiratkan kerinduan yang begitu mendalam pada Anin.


"Besok kita balik ke Jakarta, yah?, aku punya kejutan untukmu". lanjut Askara, tadinya dia ingin langsung memberi tahu Anin tentang kepulangan Mami Sandra, tapi Askara berfikir untuk menjadikannya sebuah kejutan.


Kening Anin berkerut. "Kejutan?, kejutan apa Mas?".


"Kalau aku kasih tau sekarang namanya bukan lagi kejutan, sayang". Askara mencubit gemas hidung mancung Anin.


"Ihh, lepas mas. sakit tau". gerutu Anin.


Pintu kamar Anin di ketuk, Askara turun dari tempat tidur dan membuka pintu.


"Kalian sudah bangun?". tanya Bu Risa yang berdiri di ambang pintu.


"Iyya, Bu. Maaf saya jadi ketiduran". ujar Askara tidak enak.

__ADS_1


Bu Risa tersenyum "Tidak papa, nak. ibu mengerti kamu pasti sangat lelah. lihat badan kamu, terlihat lebih kurus. kamu pasti sudah bekerja sangat keras, nak". Bu Risa menyadari penampilan Askara yang memang terlihat lelah dan nampak lebih kurus di bandingkan dengan pertemuan pertama mereka.


Askara balas tersenyum. "Oh Iyya Bu, tolong jangan bilang pada Anin kalau Mami saya sudah pulang yah, nanti biar jadi kejutan buat Anin". ujar Askara pelan.


Bu Risa mengangguk tersenyum. "Baik, nak".


"Ibu sama mas Askara lagi bisik-bisik apa?". selidik Anin yang merasa heran melihat kedekatan antara ibu dan suaminya.


"Tidak ada kok, sayang. aku sama ibu cuman lagi ngobrol biasa aja. Iyya kan, Bu?." tanya Askara sambil mengedipkan matanya memberi isyarat agar Bu Risa tidak memberitahu Anin.


"Iyya, nak. ibu ke sini mau bangunin kalian buat makan malam tapi ternyata kalian berdua sudah bangun". ujar Bu Risa tidak sepenuhnya berbohong karena memang dia berniat untuk mengajak anak dan menantunya itu untuk makan malam.


"Oh, aku kira apa, abisnya gelagat ibu sama Mas Askara agak mencurigakan gitu". ujar Anin


"Makanya jangan negatif thinking dulu dong, sayang".


" Bu, aku sudah lapar". rengek Anin manja pada ibunya.


Bu Risa terkekeh kecil melihat tingkah lucu Anin. "Iyya nak, ayo kita makan".


"Sejak kapan kau berubah manja seperti itu?". tanya Askara heran karena selama bersama Anin, dia tidak pernah melihat istrinya itu bersikap manja padanya.


"Sejak tinggal di sini". balas Anin lalu meninggalkan Askara dan ibunya menuju meja makan, perutnya sudah meronta meminta di isi.


Suasana makan malam menjadi lebih hangat karena kehadiran Askara. juga karena Anin yang banyak bicara setelah sekian lama hanya memasang wajah murung.


Askara juga memberithu soal kepulangan Anin besok ke Jakarta dan di setujui oleh Bu Risa. meskipun Anin merasa tidak tega meninggalkan ibunya sendirian tapi Bu Risa memberi pengertian pada Anin dan akhirnya di setujui oleh anaknya itu.


Setelah selesai makan malam, Askara dan Anin kembali ke kamar.

__ADS_1


"Apa yang sedang kau lakukan?." tanya Askara saat Anin memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.


"Aku sedang mengemasi pakaianku, bukankah besok kita akan pulang ke Jakarta?". tanya Anin sedikit kesal karena Askara tiba-tiba menjadi pikun.


"Tinggalkan saja semua pakaianmu di sini. aku bisa membelikanmu pakaian yang baru lagi, sebanyak apapun yang kau mau". Askara tidak ingin repot-repot membawa koper saat pulang nanti.


"Tapi mas, semua pakaianku ini masih baru. lagi pula kalau aku tinggalkan di sini siapa yang akan memakainya?".


"Memangnya kau tidak akan kembali lagi ke sini?, maksudku sesekali kita pasti akan datang berkunjung dan menjenguk ibu, dan aku tidak mau melihat kau harus repot-repot membawa koper yang berat seperti ini nantinya".


Perkataan Askara cukup masuk akal buat Anin. lagi pula pakaiannya di mansion masih banyak yang labelnya belum di lepas sama sekali alias masih baru.


"Ya sudah kalau begitu". Anin memasukkan kembali pakaiannya ke dalam lemari.


"Lebih baik kita menjenguk Askara junior". Askara memeluk tubuh Anin dari belakang sambil mengelus perut besar Anin. "Aku merindukan jagoanku, kira-kira dia sedang apa di dalam?". alasan Askara.


"Lepas dulu, Mas, aku harus membereskan pakaianku". Anin bergerak risih, apalagi semua pakaiannya belum dia masukkan kembali ke dalam lemari.


"Nanti saja". Askara menahan gerakan tangan Anin yang hendak memasukkan pakaian ke dalam lemari. "kau tidak kasian padaku? selama sebulan kita berjauhan dan selama itu pula aku menahannya". Askara memasang wajah memelasnya.


Anin menghela nafas, dia juga kasian pada Askara. "Iyya, tapi_".


Askara yang mendengar jawaban Anin langsung mengangkat tubuh istrinya itu tanpa menunggu perkataan Anin selesai. baginya saat Anin sudah setuju, tidak ada lagi yang boleh menghalanginya.


"Ih, Mas Askara. aku belum selesai bicara". gerutu Anin memukul pelan dada suaminya.


"Kau setuju saja sudah cukup bagiku, sayang". Askara tidak ingin mendengarkan alasan apapun lagi, karena kini ada hal yang lebih penting yang harus di tuntaskan.


Dan............. Readers pikirin aja sendiri lanjutannya yah.. hahahah

__ADS_1


__ADS_2