
"Bagaimana Dito, kau sudah mendapatkan informasi yang ku mau?" tanya Askara mematikan puntung rokoknya di asbak.
"Sudah tuan" Dito menyerahkan sebuah map berisi informasi seseorang yang di minta oleh Askara sejak kemarin.
Askara membuka map yang di berikan oleh Dito. matanya memindai dengan seksama informasi di dalamnya.
"Ken Mahendra?" tanya Askara dengan kening berkerut menatap Dito yang berdiri tidak jauh dari mejanya.
"Betul tuan" jawab Dito, sesuai permintaan Askara kemarin, dia akhirnya mencari tau informasi tentang Ken.
"Ternyata dia seorang fotografer" ujar Askara menatap kertas berisi profil Ken
"Sejak kapan dia kenal Anin?" tanya Askara.
"Sepertinya mereka baru kenal tuan, karena selama mencari informasi tentang Ken, tidak ada informasi kedekatannya dengan wanita ataupun dengan nona Anin, dia pria yang jarang dekat dengan lawan jenisnya" ungkap Dito.
Berbeda dengan Askara, dia yakin Ken sepertinya punya ketertarikan lebih pada Anin.
"Kau awasi terus Anin, kirim orang untuk memata-matai kegiatannya selama di toko kue, aku tidak ingin terjadi masalah sampai pernikahan ini selesai" tegas Askara.
"Baik tuan"
"Kau sudah mengirim makan siang untuk Anin?" tanya Askara, karena sudah waktunya makan siang.
"Sudah tuan, kurir baru saja sampai" ujar Dito yang baru saja mendapatkan informasi dari orang yang dia suruh untuk mengantar makanan pada Anin.
"Ya sudah, kembali ke ruanganmu"
Dito membungkuk pamit, dia pun kembali ke ruangannya.
****
"Terima kasih pak" ujar Anin pada seorang kurir yang baru saja mengantarkan makan siang untuknya, siapa lagi kalo bukan suruhan Askara.
"Apaan tuh Nin?" tanya Doni saat melihat Anin masuk membawa paper bag.
"Makan siang kak" jawab Anin tersenyum.
"Aku perhatiin, udah dua hari ini kamu di kirimin makan terus, kemarin sama pria tampan ber jas mahal" ujar Doni menaruh curiga.
"Pacar kamu yah?" tanyanya lagi.
"Enggak kak, cuman temen doang kok" elak Anin.
"Temen apa demen?" goda Doni.
"Ihh, apaan sih kak, beneran temen kok" ujar Anin mencebikkan bibirnya.
"Lagi bahas apaan nih?" Ken tiba-tiba datang, menginterupsi obrolan Anin dan juga Doni.
"Ken?" seru Anin
"Hallo Don" sapa Ken pada Doni tanpa embel-embel Kak, karena keduanya memang seumuran.
"Hai bro" jawab Doni, keduanya berjabat tangan ala pria.
"Ngapain ke sini?" tanya Anin melihat kehadiran Ken.
"Emang nggak boleh?" tanya Ken balik.
"Bukan gitu maksud aku" ujar Anin tidak enak.
Ken tertawa kecil melihat muka panik Anin.
__ADS_1
"Aku becanda kok, aku ke sini karena masih ada sisa urusan sama kak Ambar" jelas Ken.
"Kak Ambar ada tuh di ruangannya, mau aku panggilin?" ujar Doni.
"Nggak usah, biar nanti aku yang masuk"
"Oh ya udah, Aku ke depan bentar yah, mau makan siang" Doni pamit untuk ke warung depan mengisi perutnya yang sudah keroncongan sejak tadi.
"Kamu nggak makan siang?" kini Ken beralih pada Anin.
"Nggak, soalnya aku udah mesan makanan" Anin mengangkat paperbag di tangannya.
"Oh, tadinya aku mau ajak kamu makan di luar, tapi karena kamu udah mesen makanan jadi lain kali aja" ujar Ken tersenyum.
Anin hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Ken.
"Iyya" balas Anin seadanya, karena kikuk.
"Aku masuk dulu yah, mau ketemu kak Ambar" lanjut Ken pamit untuk menemui Ambar.
"Silahkan"
Ken berlalu meninggalkan Anin menuju ruangan Ambar.
Anin mengambil duduk di salah satu meja kosong untuk memakan makan siangnya.
Senyumnya mengembang takkala melihat kiriman makanan dari Askara. Anin menyantap makan siangnya dengan lahap.
Anin sudah selesai dengan makan siangnya, kini waktunya bersiap-siap untuk pulang.
Ken keluar dari ruangan Ambar tepat saat Anin sudah membereskan barang-barangnya dan akan meninggalkan toko kue.
"Udah mau pulang?" tanya Ken melihat Anin menyampirkan tas di bahunya.
"Iyya nih, jam kerja aku udah abis"
"Ngga usah, aku udah mesen taxi online kok" jawab Anin bohong, tidak mungkin kan Anin jujur kalau dia di jemput oleh supir.
"Mobilnya belum deteng kan? gimana kalo aku traktir makan ice cream di depan? sambil nunggu mobil pesanan kamu datang" tawar Ken.
Anin berfikir sejenak, sepertinya pak Hilman juga baru jalan.
"Boleh deh"
Keduanya berjalan keluar dan menyebrangi jalan untuk sampai ke tempat penjual ice cream.
"Kamu mau rasa apa?" tanya Ken saat mereka sudah sampai.
"Aku mau vanilla greentea" ujar Anin antusias seperti layaknya anak kecil.
Ken terkekeh melihat tingkah lucu Anin "Ya udah, kamu tunggu di kursi bawah pohon itu" tunjuk Ken pada sebuah bangku kosong tepat di bawah pohon rindang.
"Oke" balas Anin berjalan ke arah yang di tunjuk Ken tadi.
Anin memperhatikan Ken dari tempatnya duduk, ternyata Ken orangnya baik.
"Pesanan ice cream nona Anin sudah datang" seru Ken berlagak seperti seorang pelayan.
Anin terkekeh melihat perlakuan Ken padanya.
"Bisa aja kamu" Anin mengambil alih cup berisi ice cream pesanannya.
Ken duduk di samping Anin "Panas banget yah" ujarnya menyendok Ica cream ke dalam mulutnya.
__ADS_1
"Iyya, tapi untung ada kamu traktir ice cream" ujar Anin tersenyum.
"Kamu mau coba punya aku?" Ken menyodorkan ice cream punyanya pada Anin.
"Emang boleh" tanya Anin.
"Boleh, nih coba aja"
Anin menyendok sedikit ice cream punya Ken "Enak, tapi jarang-jarang loh cowok suka rasa strawberry" ujar Anin setelah mencicipi ice cream punya Ken.
"Aku kan emang cowok spesial dan jarang ada cowok kayak aku" pujinya pada diri sendiri.
"Kan....muji diri sendiri" sindir Anin tertawa kecil.
"Aku mau nyobain punya kamu, boleh?" izin Ken, sekarang giliran dia yang ingin mencoba ice cream pilihan Anin.
"Boleh, nih" Anin menyodorkan ice cream punyanya.
Ken menyendok ice cream punya Anin, namun bukannya memakan, Ken justru mengoleskan ice cream tersebut ke hidung mancung Anin membuat gadis tersebut terkejut karena merasakan dingin.
"Ihhh Ken, kok ngasih ke muka aku sih ice creamnnya, dingin tau" kesal Anin memasang wajah cemberut.
Ken tertawa lepas melihat wajah Anin.
"Hahahaha ... muka kamu lucu banget Nin"
Anin tidak terima dengan perlakuan Ken "Nih aku bales" Anin mengambil ice creamnnya menggunakan tangan dan mengolesi wajah Ken.
"Hahaha..sekarang muka kamu cemong-cemong" kini giliran Anin yang menertawakan wajah Ken.
Keduanya akhirnya saling membalas hingga wajah Ken dan Anin penuh dengan ice cream.
"Duh, udah stop Ken. muka aku dingin banget" ujar Anin menyudahi, ia mengeluarkan ponselnya untuk melihat wajahnya.
"Kamu curang Ken, ngasih ice cream ke muka aku banyak banget" gerutu Anin menghapus sisa ice cream di wajahnya menggunakan tisu basah yang selalu di bawanya.
"Tapi muka kamu lucu tau nggak Nin" Ken masih tertawa mengejek.
"Udah deh ngejeknya, nih bersihin muka kamu" Anin menyerahkan tisu basah punyanya setelah wajahnya bersih.
"Thanks"
Ponsel dalam tas Anin berdering.
"Tunggu yah, aku angkat telfon dulu" ujar Anin.
"Hallo, Iyya pak?" ujar Anin setelah telefon tersambung.
"..........."
"Oh bapak udah nyampe?, ya udah tunggu di situ yah pak" Anin menutup telefon ternyata pak Hilman sudah sampai.
"Siapa?" tanya Ken setelah Anin menutup telfonnya.
"Supir... maksud aku mobil pesanan aku udah sampe, aku balik duluan yah Ken, thanks traktiran ice creamnnya" pamit Anin kemudian berdiri dari duduknya.
"Kamu hati-hati" pesan Ken yang sebenarnya masih ingin berlama-lama dengan Anin.
"Iyya" Anin setengah berteriak karena posisinya yang sudah menjauh dari Ken.
Author double up hari ini..yeaayy
kalian juga harus double ngasih like, komen, dan share yah.
__ADS_1
Duh, keliatannya Ken bener-bener udah jatuh cinta sama istri orang.
Tunggu terus kelanjutannya yah.