
Anin berjalan memasuki mansion yang terlihat sepi, bahkan para penjaga dan bi Ratih tidak terlihat.
Sedari tadi Anin menahan sesak di perutnya karena penggunaan korset yang terlalu kencang.
Alhasil dia buru-buru menaiki tangga dan menuju kamarnya untuk melepas korset tersebut.
"Ahhh..akhirnya" terdengar tarikan nafas lega dari mulut Anin saat korset tersebut terlepas.
Anin meletakkan korset tersebut ke dalam lemari agar tidak tercecer ke mana-mana.
"Permisi non, non Anin sudah pulang?" terdengar suara ketukan pintu bersamaan dengan suara bi Ratih dari luar kamar.
"Iyya Bi" teriak Anin dari dalam kamar.
Anin kemudian membuka pintu kamar.
"Ada apa Bi?"
"Di tunggu nyonya besar di taman belakang non" ujar Bi Ratih
"Mami Sandra sudah pulang?"
"Sudah non, sekarang non Anin ikut saya menemui nyonya besar"
"Baik bi" Anin menutup pintu kamar dan mengikuti bi Ratih dari belakang.
Mata Anin lagi-lagi di buat takjub dengan desain bangunan mansion sepanjang jalan menuju taman belakang.
Sudah hampir satu bulan dia tinggal di sini tapi dia memang belum pernah berkeliling mansion.
Bahkan Anin baru tau jika di bagian belakang mansion terdapat kolam renang cukup luas serta taman yang di penuhi banyak tanaman hias dan bunga-bunga yang terawat dengan baik.
"Nyonya besar berada taman bunga itu non" ujar bi Ratih mengarahkan Anin di mana Sandra berada.
"Iyya Bi'.. Terimakasih sudah mengantar" ujar Anin kemudian bi Ratih meninggalkannya.
Anin berjalan mendekat pada Sandra yang tengah serius menyiram tanaman dan juga bunga-bunga.
"Mami" seru Anin mengalihkan perhatian Sandra.
"Kau sudah pulang?, kemarilah" ajak Sandra untuk duduk di kursi ayunan kayu yang memang sengaja di tempatkan di area taman bunga.
Anin kemudian duduk di kursi ayunan tersebut.
"Mami katanya memanggilku? ada apa?" tanya Anin
Sandra tersenyum menatap Anin yang tampak kebingungan "Mami punya sesuatu untuk kamu"
"Untukku?"
__ADS_1
"Iyya, tunggu sebentar" Sandra mengambil sebuah kotak berukuran sedang yang terletak di meja yang di tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Ambillah" Sandra menyodorkan kotak tersebut pada Anin.
"Apa ini Mi?" tanya Anin dengan kening berkerut.
"Bukalah, supaya kau tidak penasaran"
Sesuai perintah Sandra, Anin kemudian membuka kotak tersebut.
Mulut Anin terbuka lebar saat kotak tersebut terbuka. Satu set berlian terpampang nyata di depan matanya saat ini.
"Mi...ini untukku?" tanya Anin masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. berlian ini harganya pasti sangat mahal.
"Iyya itu untukmu sayang, tadi Mami ikut arisan sama istri teman-teman bisnis Papi kamu. terus Mami tertarik melihat satu set berlian keluaran terbaru itu, jadinya Mami beli untuk kamu" ungkap Sandra semakin membuat Anin tidak habis fikir, Mertuanya tersebut dengan mudahnya membeli satu set berlian seperti layaknya membeli permen saja.
Anin menatap Sandra dalam "Tapi sepertinya ini tidak pantas untuk Anin pakai, harganya terlalu mahal untukku". sebenarnya Anin tidak enak mengatakan ini, tapi dia akan lebih tidak enak jika menerima berlian pemberian Sandra.
Terlihat raut sedih di wajah Sandra "Kau menolaknya? padahal Mami berharap kau akan suka. dari dulu Mami sangat ingin anak perempuan, dan sekarang ada kamu, Mami hanya ingin menyalurkan kasih sayang Mami buat kamu" ungkap Sandra sedih.
Anin sedikit tercengang mendengar penjelasan Sandra, Askara tidak punya saudara perempuan? lalu foto anak kecil di kamar apartement Askara kemarin itu siapa?.
"Mami tidak punya anak perempuan?" tanya Anin penasaran.
Sandra mengangguk "Iyya, Askara itu anak tunggal" jawab Sandra membuat tubuh Anin menegang.
"Lalu foto anak perempuan yang bersama Askara itu siapa Mi?, waktu itu Anin tidak sengaja melihatnya di kamar Askara dan Anin kira itu adiknya pak Askara" jelas Anin sukses membuat perubahan di raut wajah Sandra.
"Apa ada hal yang Anin tidak ketahui?" tanya Anin hati-hati, sepertinya di balik wajah gusar Sandra menyimpan rahasia yang tidak di ketahuinya.
Sandra menarik nafas dalam terlebih dahulu, sepertinya waktunya memang Anin tau hal ini.
Sandra membenarkan posisi duduknya menghadap Anin.
"Sebenarnya hal ini seharusnya Askara yang memberi tahumu, tapi melihat hubungan kalian sepertinya Askara tidak akan mungkin menceritakannya padamu" jelas Sandra.
Anin semakin di buat penasaran dengan ucapan Sandra.
"Dulu waktu Askara berumur 5 tahun, Mami dan Papi sering mengajaknya ke panti untuk mengajarkan Askara peduli dan selalu berbagi pada mereka yang kurang beruntung, dari sana Askara kenal dengan gadis yang kamu lihat di foto, namanya Dalila. Karena pada saat itu Mami sulit untuk hamil lagi, jadi kami berniat ingin mengadopsi Dalila waktu itu agar Askara bisa merasakan punya saudara dan tidak sendiri lagi di mansion, tapi gadis kecil itu menolak dan tidak ingin meninggalkan panti". ujar Sandra memulai bercerita
Anin termenung sejenak, dia pernah melihat nama tersebut di sebuah lukisan wanita cantik yang terdapat di kamar Askara.
"Askara melihat Dalila waktu itu menjauh dari teman-temannya dan selalu terlihat murung karena kedua orang tuanya baru saja meninggal akibat sebuah kebakaran dan hanya dirinya yang selamat, dari situ Askara terus mendekatinya sampai akhirnya mereka mulai akrab dan ternyata Dalila gadis yang pintar dan juga ceria, dia bisa membuat Askara menjadi anak yang penurut dan Askara betah berteman dengannya karena memang selama ini teman Askara hanya beberapa saja. dari situ Askara sering mengunjungi panti sampai akhirnya mereka tumbuh besar dan bersahabat".
Anin diam mendengarkan cerita Sandra, dia belum berniat untuk buka suara.
"Bahkan dari SD sampai kuliah pun mereka selalu bersama, itu karena Askara yang memintanya untuk selalu bersama Dalila. Askara pernah menyatakan perasaannya pada Dalila saat mereka duduk di bangku SMA tapi waktu itu hanya di tanggapi bercanda oleh Dalila. Sampai pada waktu keduanya lulus kuliah di Inggris dan keduanya kembali ke Indonesia karena Askara di tugaskan Papinya untuk mengurus perusahaan yang sekarang ini Askara pegang. saat itu Askara kembali menyatakan perasaannya pada Dalila tapi lagi-lagi gadis itu menolak karena memang Dalila hanya menganggap Askara sebagai sahabat, tidak lebih. di tambah lagi pada saat itu impian Dalila untuk melanjutkan studinya ke Jerman bisa terwujud karena dia berhasil mendapatkan beasiswa di sana. Askara memaksa Dalila untuk tinggal tapi gadis itu tidak bisa, kesempatan ini tidak datang dua kali baginya dan itu juga adalah salah satu mimpi mendiang kedua orang tua Dalila"
"Akhirnya Dalila pergi ke Jerman meninggalkan Askara dan perasaannya yang lagi-lagi tak berbalas. selepas kepergian Dalila menjadi tahun-tahun terburuk bagi Askara. dia berubah menjadi pria yang pemarah dan emosional. Dia bahkan pernah mengurung diri selama berhari-hari di kamar, setiap malam Askara habiskan selalu ke club dan pulang dalam keadaan mabuk bahkan tak jarang Askara memukul orang tanpa alasan di sana. Perusahaan sempat terbengkalai karena Askara menolak ke kantor, dari situ Mami marah pada Dalila karena sudah membuat Askara seburuk itu. Tapi Mami terus membujuk Askara hingga pada akhirnya dia mau bangkit kembali dan bekerja di perusahaan lagi sampai sekarang ini". Sandra menerawang sedih jika mengingat masa-masa itu.
__ADS_1
Tiba-tiba ingatan Anin kembali di mana kejadian kehormatannya di renggut paksa oleh Askara yang pada saat itu dalam keadaan mabuk, mungkinkah waktu itu Askara mabuk karena masih dalam keadaan frustasi setelah di tinggal Dalila?.
Hati Anin mendadak sakit, jika memang benar berarti pada saat itu dia telah menjadi pelampiasan sakit hati Askara pada Dalila.
Sandra menyentuh tangan Anin membuat gadis itu tersentak dari lamunannya.
"Maafkan Mami karena harus menceritakan ini semua, Mami tidak bermaksud membuatmu sedih. Mami ingin kamu tau seperti apa masa lalu Askara dan sekarang Mami berharap kamu bisa mengambil hati Askara dan mengeluarkannya dari masa lalunya" ungkap Sandra yang sempat marah pada Dalila karena sudah membuat Askara frustasi beberapa tahun yang lalu.
Anin menggenggam erat tangan Sandra.
"Dari cerita Mami tadi, Anin bisa bayangkan bagaimana eratnya hubungan Askara dan Dalila, sedangkan aku hanyalah orang baru yang hadir dalam hidup pak Askara itupun karena sebuah keterpaksaan jadi apa mungkin aku bisa membuat pak Askara jatuh cinta? " Anin terdengar ragu, dia sendiri tidak yakin apakah dia bisa membuat Askara jatuh cinta padanya.
"Anin, lihat mata Mami, kau tau kenapa selama ini aku tidak ikut memaksa Dalila tinggal di sini untuk Askara? karena Mami hanya melihat Dalila pantas sebagai seorang sahabat saja untuk Askara, berbeda saat pertama kali Mami melihat kamu, terlepas dari kalian menikah karena kau hamil, Mami bisa melihat kau layak menjadi istri untuk Askara". terang Sandra yang memang sudah tertarik pada Anin sejak pertemuan pertamanya di apartement Askara.
"Mami bisa seyakin itu padaku?" tanya Anin dengan perasaan campur aduk sekarang.
"Mami yakin, jadi kau juga harus yakin pada dirimu. kau harus bisa membuktikan bahwa kau layak untuk Askara" Sandra terus menyemangati Anin.
"Terimakasih Mi, Anin nggak tau seandainya tidak ada Mami di sini" ujar Anin tidak bisa membayangkan bagaimana hari-harinya menghadapi sikap dingin Askara.
"Sama-sama sayang, Mami harap setelah kau tau masa lalu Askara, kau semakin semangat untuk membuat Askara luluh"
"Anin akan terus mencoba Mi" ujar Anin tersenyum.
Ting.
Satu pesan masuk ke dalam ponsel Anin membuat pembicaraan mereka terhenti sejenak.
Anin membuka pesan tersebut.
"Pesan dari siapa Nin?" tanya Sandra
"Dari Askara Mi, katanya dia pulang malam jadi akan malam di luar bersama sekretaris Dito" jawab Anin.
"Tuh kan, kau lihat. Askara bahkan mulai mengabarimu tanpa di minta" seloroh Sandra melihat perubahan Askara sedikit demi sedikit.
"Iyya Mi" balas Anin tersenyum.
"Ya sudah, kembalilah ke kamarmu dan bersihkan diri, hari sudah sore dan simpan ini baik-baik. Mami sedih jika kau menolak pemberian Mami" ujar Sandra kembali pada kotak berisi berlian pemberiannya untuk Anin.
"Terimakasih untuk semuanya Mi, Anin ke kamar dulu"
"Iyya sayang"
Anin segera berdiri dari duduknya meninggalkan Sandra. Meski begitu, fikiran Anin masih tertuju pada semua cerita Sandra tadi.
Sabar yah Anin
pasti bisa kok luluhin hati Askara
__ADS_1
Lanjut???
like, komen, karya author dulu yah