
Tangan Askara terlihat berkali-kali terangkat untuk mengetuk pintu kamar Anin, namun berkali-kali pula pria itu mengurungkan niatnya.
Sepanjang malam, Askara tidak tidur dengan nyenyak karena terus memikirkan Anin. bahkan dia sampai terbangun beberapa kali hanya untuk mengecek keadaan Anin, namun lagi-lagi dia hanya bisa berdiri di depan pintu kamar Anin.
"Tuan Askara sedang apa?". tanya Mia yang bertugas membawakan sarapan untuk Anin, dia heran melihat tuannya itu hanya berdiri di depan pintu kamar tanpa berniat untuk masuk.
Askara tampak gelalapan saat melihat Mia yang menatapnya dengan tatapan bingung.
"Anu... itu.. bukan urusanmu". ketus Askara untuk menutupi kegugupannya.
Mami Sandra yang kebetulan ingin mengecek keadaan Anin, mengerutkan kening saat melihat Askara dan Mia berdiri di depan pintu kamar tempat Anin berada.
"Ada apa ini?". tanya Mami Sandra membuat Askara dan Mia kompak menatapnya.
"Maaf Nyonya besar, saya ingin membawakan sarapan untuk Nona Anin". jawab Mia yang membawa nampan berisi makanan untuk Anin.
__ADS_1
"Kau masuklah, Mia". titah Mami Sandra.
Mia lantas masuk, meninggalkan Mami Sandra dan juga Askara berdua.
"Lalu kau, kenapa belum berangkat ke kantor?". tanya Mami Sandra melihat penampilan Askara yang sudah rapi dengan setelan jas nya tapi malah berada di depan pintu kamar Anin.
"Aku ingin bertemu dengan Anin sebelum berangkat kerja, Mi". ungkap Askara akan niatnya yang berdiri di depan pintu sejak tadi.
Mami Sandra menghela nafas lelah. "Askara, sudah berapa kali Mami katakan bahwa Anin tidak ingin bertemu denganmu saat ini. lebih baik kau berangkat saja ke kantor". usir Mami Sandra.
"Tapi, Mi. tidak ada salahnya aku mencoba, siapa tau Anin sudah melunak dan mau bicara padaku". kekeh Askara tidak ingin pergi sebelum bertemu dengan Anin.
Sementara itu, Anin merasa sedikit terganggu dengan suara Mami Sandra yang terdengar sampai ke dalam karena pintu kamar yang tidak di tutup rapat oleh Mia.
"Mami Sandra sedang bicara dengan siapa?". tanya Anin pada Mia.
__ADS_1
"Sepertinya tuan Askara, Nona. tadi sewaktu saya mau mengantar sarapan buat nona Anin, kebetulan ada tuan Askara yang berdiri di depan pintu kamar ini, sepertinya mau masuk tapi tidak jadi". terang Mia membuat Anin terdiam, pasti Askara berusaha untuk menemuinya namun pria itu sendiri tidak yakin karena sudah di beritahu oleh Mami Sandra bahwa untuk sementara waktu dia tidak mau bertemu.
Mami Sandra masuk ke dalam kamar Anin setelah berdebat dengan Askara dan memaksa putranya itu agar berangkat ke kantor. tapi bukan Askara namanya jika menyerah begitu saja, dia membuat kesepakatan dengan Maminya agar mau membujuk Anin bicara dengannya.
Meskipun tidak berjanji, tapi Mami Sandra memang harus membicarakan permasalahan tersebut dengan Anin, selebihnya semua tergantung keputusan dari Anin.
Mia yang hanya mengantar makanan untuk Anin, lalu pamit keluar dari kamar tersebut.
"Bagaimana keadaanmu, sayang?". tanya mami Sandra melihat Anin sudah berganti pakaian.
Anin tersenyum "Sudah lebih baik, Mi". balas Anin merasa badannya sudah lebih segar di bandingkan kemarin.
"Tidurmu nyenyak semalam?".
Anin mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Syukurlah, sekarang habiskan dulu sarapanmu karena ada yang mau Mami bicarakan setelah ini". ujar Mami Sandra membuat kening Anin berkerut.
Namun Anin tidak bertanya lagi, toh kata mertuanya mereka akan bicara setelah dia selesai sarapan. jadi Anin memutuskan untuk menghabiskan sarapannya terlebih dahulu.