Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Malam yang membahagiakan


__ADS_3

Danita sudah keluar dari gedung adinata grup. dan berjalan memasuki mobil untuk berangkat kekuliahnya. danita sebenarnya tidak suka berangkat ke kampus menggunakan mobil tapi karna perintah sang mulia raja sultan akhirnya danita berangkat menggunakan mobil.


kalo tentang resepsionis tadi zan sudah memecatnya tanpa bilng ke Rangga karna zan sudah tau saat dia menceritakan kejadian ini kepada rangga, Rangga akan memecat resepsionis itu juga.


flashback danita


mobil sudah sampai didepan gerbang kampus. danita sengaja tidak menyuruh sopirnya untuk mengantarnya sampai ke dalam.


danita langsung ke perpustakaan untuk mengembalikan buku-buku yang dia pinjam. saat sedang keluar dari perpustakaan danita bertemu dengan David.


"hallo nit" sapa David


danita hanya menjawab dengan senyuman.


"nanti siang makan bareng yu?" ajak David.


"tapi kelas aku selesainya jam setengh 2 abis itu ada kelas lagi, kelarnya jam setengah 5" jawab danita sambil melangkah ke kelasnya.


"yahhh g bisa makan siang lagi donk?" gerutu David kecewa.


"lain kali ya vid" jawab danita sambil tersenyum dan berlalu masuk ke kelasnya.


"aku akan mendapatkanmu danita" ucap David pelan.


didalam kelas danita sudah ada Rasya dan Vita.


"tumben dah Dateng duluan akur lagi?" ucap danita sambil duduk di kursinya.


author:tempat duduk Rasya,danita,dan Vita itu seperti ini. danita dan Rasya duduk didepan Vita dan bersebelahan. Vita duduk dibelakang danita. sedangkan bangku disebelah Vita kosong.


"iya donk, kita kan bestplen" ucap Rasya heboh sambil memeluk Vita. Vita hanya diam merasa ilifil dengan tingkah sahabatnya ini.


"g ush nempel-nempel" ucap Vita sambil mendorong tubuh Rasya agar melepaskan pelukannya.


"eh Nita lu belom kasi tau siapa calon suami lu" ucap Rasya penasaran. didukung dengan tatapan tak kalah penasaran dari Vita.


"kalian jangan kaget ya?" ucap danita sambil mendekatkan wajahnya mendekat ke dua orang itu. Rasya dan Vita langsung mendekatkan wajahnya ke danita.


"lelaki yang dijodohkan dengan aku itu" kata-kata danita menggantung. "tuan Rangga" bisik danita pas di telinga Rasya dan Vita.


Vita melongo kaget sedangkan Rasya.


"what?" teriak Rasya sambil berdiri dari duduknya. membuat teman-temanya menoleh kearah danita dan teman-temanya.


danita menarik Rasya untuk duduk lagi.


"jangan kencang-kencang"ucap danita.


"Lo ga bercanda kan nit?" bisik Rasya.


danita mengangguk.


"gimana bisa?" tanya Vita tak kalah kaget.


"panjang ceritanya" ucap danita sambil memutar posisi duduknya menghadap ke depan.


"beruntung bgt lu" ucap Rasya iri.


"gw khawatir tau sama kehidupan gw setelah menikah" ucap danita sendu.

__ADS_1


"jgn gitu nit, kira Masi ada kok, kl lu mau curhat kita siap kok" ucap Vita. di setujui dengan anggukan Rasya.


"undang dong, makan enak ni kita" ucap Rasya asal.


"makan Mulu heran" gerutu Vita dan danita bersamaan.


tak lama kemudian dosen masuk. dan memberikan materi pembelajaran.


jam menunjukan pukul 13.30 kelas pertama sudah selesai. dan semua murid pada bubar karna sudah lapar. danita, Vita, dan Rasya juga ikut menuju ke kantin. karna perut mereka sudah keroncongan.


danita sedang memesan makanan di meja pesan. mereka bertiga makan bersama dibumbui dengan canda tawa mereka.


pukul 16.30 kelas danita sudh selesai untuk hari ini. tubuh danita sangat capek karna 2 mata pelajaran hari ini cukup menguras tenaganya. belom lagi tadi pagi dia harus merawat bayi besarnya dulu.


danita langsung pulang dan pergi kekamarnya. membanting tubuhnya di atas kasur. dan memejamkan matanya sejenak. danita sudah bangkit berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


saat sedang mengeringkan rambutnya didepan meja rias hp danita berbunyi.


"hallo?" danita menspeaker hpnya karna dia sedang mengeringkan rambutnya.


"iya halo danita, ini aku David" ternyata orang itu David.


"dapet dari mana kamu no ku?" danita sudah mulai curiga.


"dari Rasya" jawab David.


danita langsung mengambil hpnya dan memberi pesan ke Rasya untuk bertanya apa dia yang memberi no danita ke David dan ternyata memang benar.


"iya kenapa vid kamu nelpon aku?" danita tidak ingin basi basi lagi karna dia sudah sangat lelah.


"gpp nit aku cuma mau kmu save no aku aja" penuh dengan basa basi.


"ohh oke"


danita langsung menutup telponnya.


setelah makan malam dengan keluarganya di bawah. ibu, ayah, dan Rio memutuskan untuk nonton tv dulu sebelum balik kekamar masing-masing. tapi danita memilih untuk langsung kekamarnya karna dia sudah sangat lelah.


jam Masi pukul setengah 8 danita melihat-lihat sosial medianya dulu sebelum tidur. tapi tiba-tiba tertera no asing di layar hpnya.


"no siapa lagi ini? kenapa hari ini aku banyak menerima telpon asing?" danita langsung mengangkat telpon itu.


"hallo?" ucap danita sopan.


"hmm" jawab orang diseberang sana.


"maaf ini siapa ya?" Masi belum mengetahui siapa orang ini.


"kau tidak mengenali suara ini?" tanya orang itu kesal.


danita langsung mengetahui siapa orang itu dari bicaranya saja sudah dia kenali.


"ohhh ternyata benar tuan Rangga" jawab danita sok antusias.


"kau bilang apa tadi?" tambah kesal lagi orang itu.


"haha maaf sayang, tadi aku refleks" cari alasan aja.


"kau sedang apa?" tanya Rangga yang sedang duduk dikasurnya dirumahnya sendiri.

__ADS_1


"sedang bermain ponsel" danita sudah mengubah posisinya menjadi tengkurep dan dia menspekers hpnya supaya obrolannya tambah seru.


"belum tidur?" tanya Rangga.


"belum sayang, kau sendiri sedang apa?" jawab danita sambil memainkan kakinya dengan posis tengkurap.


yang dipanggil sayang tentu saja senang.


"habis dari ruang kerja" menjawab sambil senyam-senyum dan menatap keluar jendela.


"ohh, kau sudah makan belum?" danita tambah membuat Rangga senang dengan pertanyaan perhatiannya itu.


"sudah, kau?" tanya Rangga balik sambil menatap keluar jendela kamarnya.


"aku sudah juga kok" jawab danita lembut.


"sayang, kenapa kau menelpon ku, ada apa?" danita seperti sudah sangat terbiasa dengan panggilan sayangnya.


"tidak apa-apa" jawab Rangga singkat.


"apa saja yang kau lakukan hari ini?" tanya rangga.


"pergi kuliah, pulang kerumah, makan malam bersama keluarga, bersantai dikamar, dan telponan denganmu" danita menyebutkan segala aktivitasnya hari ini.


Rangga sudah kembali ke kasurnya dan tiduran tengkurap sambil tetap menempelkan ponselnya ke kupingnya. mereka berdua sama-sama tengkurap tapi beda kamar dan beda rumah juga.


"ohhh" jawab Rangga singkat.


"iya sayang, kenapa kau belum tidur? kau pasti lelahkan hari ini?" tanya danita penuh perhatian.


"tiba-tiba aku ingin menelfon mu" ucap Rangga santai.


"aaaa kenapa anda bisa romantis gini tuan? aku ini kenapa cumng dibilng gitu doang sudah senang" danita menepuk2 pipinya yang merah.


"ohhh" jawab danita malu2.


"kau sudah mau tidur?" tanya Rangga karna sudah mendengar danita berbicara kurang semangat.


"aku sedikit mengantuk" danita mengucek-ngucek matanya.


"hmm baiklah, tidurlah kau psti sangat lelah hari ini" ucap Rangga lembut.


"iya sayang, kau juga tidurlah" jawab danita tak kalah lembut.


"hmmm" ucap Rangga.


"aku tutup yah?, good night sayang, mimpi indah" ucap danita penuh perhatian dan lembut.


Rangga sudah sangat senang mendapatkan ucapan selamat malam dari danita.


"hmm, good night too" ucap Rangga dan langsung dimatikan danita.


setelah sudah terputus sambungannya. Rangga tidak bisa lagi menahan senangnya, dia senyam senyum sambil masuk kedalam selimut. begitupun danita dia sudah terlelap dibawah selimutnya.


angin malam yang sejuk menghangkan tubuh dua insan yang sedang terlelap di bawah selimut mereka masing. dan bermimpi indah di mimpi mereka masing-masing. yang satu bermimpi bertemu dengan pangeran tampan berkuda. dan yang satunya lagi bermimpi bertemu dengan bidadari yang sangat cantik.


malam semakin larut dan dua insan ini pun semakin terlelap kedalam mimpi mereka masing masing.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2