
Sehabis makan malam dengan orang tuanya dan adiknya dibumbui dengan percakapan singkat membuat makan malam itu menjadi nyaman. setelah itu danita langsung masuk kekamarnya, dia tidak langsung tidur karna hari belum terlalu malam.danita menyiapkan barang-barang yang akan di bawa besok, setelah semuanya sudah disiapkan dia pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan cuci muka setelah itu danita naik kekasur dan langsung terlelap dalam mimpinya.
sinar matahari masuk melalui jendela kamar danita,membangunkannya dari tidur lelapnya.danita langsung masuk kekamar mandi.dengar buru-buru danita merapikan dirinya dari memakai skincare paginya bedak tidak lupa lip balm dan juga parfum,pagi ini danita menggunakan lousyen karna kulitnya akhir2 ini agak kering.dia menyisir rambutnya tapi kali ini danita tidak menguncinya karna tidak sempat danita langsung mengambil tasnya turun ke bawah.
dibawah seperti biasa sudah ada ibu dan ayahnya serta rio.danita langsung mengambil roti yang sudah dibuat ibunya dan berpamitan kepada orang tuanya.
"Bu Nita berangkat dulu yah?" menghampiri ibunya yang ada di dapur.
"ga sarapan dulu?" ibu sontak menengok ke danita.
"ga sempet Bu, yaudah yah Bu Nita berangkat" danita langsung mencium tangan ibu dan bapaknya,sebelum dia berangkat danita melihat wajah bapaknya seakan ingin menyampaikan sesuatu tapi karna danita sidah hampir telat dia tidak terlalu mementingkan itu.
******
danita langsung berlari masuk kegerbang kuliahnya karna dia terburu-buru danita tidak memperhatikan jalan dia terjatuh karna tersandung,hampir saja dia tertabrak mobil untungnya mobil itu mengerem.danita langsung bangkit dan menundukan badannya walaupun dia tidak tau siapa yang ada di mobil itu.dia langsung berlari masuk ke gedung,orang yang ada di dalam mobil itu adalah Rangga.
saat danita masuk ke dalam kelas sudah ada temennya yaitu Rasya yang sedang duduk cantik sambil memainkan ponselnya. danita sampai di kelas dengan nafas yang terengah-engah.
"abis lari maraton berapa meter?" ejek Rasya Masi sibuk dengan hpnya.
__ADS_1
"gw kira dah telat mangkanya gw lari" jawab danita dengan nafas yang masih terengah-engah. "si Vita belom Dateng?" melepas tasnya.
"itung aja sampe tiga" danita mengikuti perkataan Rasya.
"1 2 3" dengan polosnya danita mulai menghitung.
"halo my friend" Vita tiba-tiba masuk, dan danita tercengang melihat ke arah rasya.
Rasya tetap diam bergeming didepan kamera hpnya.
selang berapa waktu kedatangan Vita dosen pun masuk.danita sepanjang waktu pelajara selalu konsen dengan apa yang diterangkan dosen di depan,berbeda dengan teman sebelahnya yaitu Rasya dia hanya memainkan rambutnya pandangnya kemana-mana melihat cogan yang di kelas itu.memang ada beberapa cogan yang ada di kelas itu.
"bapak mau ngomong apa?" tanya danita.
"danita kamu akan bapak jodohkan dengan teman anak bapak" sontak saja danita terkejut dengan apa yang dikatan bapaknya.
Danita pun angkat bicara lebih tepatnya protes dengan apa yang dikatakan ayahnya "bapak g bercanda kan?! Nita baru aja masuk kuliah pak masa Nita udah nikah ajh Nita g mau" protes danita.
"pokoknya kamu harus mau dijodohkan dengan bapak,mau gak mau siap g siap kamu harus lakukan" bapak danita langsung berdiri dan pergi meninggalkan danita yang masi tidak percaya.
__ADS_1
malam harinya danita sedang makan malam bersama keluarganya,
"Nita besok kamu pulang kuliah jam berapa?" tanya bapak danita memecah keheningan.
"emm jam setengah 4 Nita udh selesai kelas ko pak" jawab danita agak curiga.
"besok kamu akan menemui calon suamimu" danita yang mau berdiri untuk menaruh bekas piringnya terhenti karna mendengar perkataan bapaknya.
"pak Nita belum mau nikah Nita masih mau sekolah" terduduk lagi dikursinya.
"setelah kamu nikah kamu masih boleh ko sekolah jangan ngerengek tanpa alasan kamu itu bukan anak kecil lagi" bapak langsung pergi kekamar.
danita sangat tidak percaya dengan kemauan bapaknya memang selama ini ayah danita melarang keras danita untuk berpacaran karna ini lah itu lah.
"Bu Nita salah apa sih sampai bapak kekeh banget mau jodohin Nita" ibunya yang sudah tau tentang ini hanya bisa mengusap pundak putrinya sambil meneteskan air mata.
"Nita kamu turuti saja kemauan ayah mu itu yah" jawab ibu sambil mengusap pundak danita.
"Nita mau masih kuliah Bu,Nita belum mau menikah" Tangis danita semakin deras ibunya hanya bisa memeluk putri semata wayangnya itu. "kamu masi bisa ko kuliah seperti yang bapak katakan tadi" danita hanya bisa menangis.
__ADS_1
Bersambung