Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Waw


__ADS_3

Waktu berganti sangat cepat, mengganti hari, Minggu dan bulan. danita Masi setia didalam kamar yang sudah seperti singgah sananya. bagaimana tidak? sudah hampir 3 bulan dia disini. tidak keluar dan hanya berjalan-jalan dikamarnya.


ini sangat membosankan, pikirnya.


"SAYANGGGG" teriakan yang menggelegar mengernyit di telinga.


"ada apa? kenapa?" langsung membuka matanya dan terduduk dengan cepat.


"ini sudah siang bangun" menarik-narik lengan Rangga.


"astaga dikira ada apa" dan malah menjatuhkan lagi kepalanya ke bantal.


"kamu gak ke kantor?" menarik lagi lengan Rangga, oh tentu dia tidak akan bisa.


"aku sudah terlambat" santai sekali orang ini.


"ini baru jam sembilan sana berangkat" memukul tangan yang hendak menarik tubuhnya.


yang dipukul malah menutup matanya rapat-rapat, enggan untuk bangun.


danita diam ditempatnya, membuka hpnya dan melihat tanggal "hari ini aku harus menemui dokter kan?" terhanyut dalam pikirannya sendiri.


ahh iya benar, usia kandungannya sudah memasuki Minggu ke 18. atau mungkin lebih? dia menghitung Minggu awal kehamilannya. dan benar saja, kandungnya sudah berusia 18 minggu. itu artinya sudah bisa mengetahui jenis kelamin janin bukan?. seulas senyum terukir jelas dibibir manisnya.


"sayang" panggil danita lembut.


"hm" Masi merapatkan matanya.


"kamu tau gak usia kandungan aku sudah berapa bulan?" menggoyangkan bahu Rangga manja.


Rangga langsung membuka matanya dan berfikir "sekitar 3 bulan?" sebenarnya dia agak lupa.


"lebih"


"apa kau akan melahirkan sekarang? serius?" terduduk dengan cepat dan menatap lekat danita.


"mana ada orang lahiran saat memasuki minggu ke 18" menatap tak menyangka Rangga bisa mengatakan itu.


"terus apa?" tatapan mereka bertemu.


"kita bisa tau jenis kelamin anak kita" berteriak nyaring.


"benarkah?" muka bantal langsung digantikan dengan muka sumringah.


danita mengangguk cepat dengan senyum yang belum pudar.


"aku gak mau kerja hari ini, aku mau nemenin kamu ke dokter" langsung beranjak pergi kekamar mandi.


"padahal kan bisa selesai ke dokter langsung ke kantornya" gerutu danita dalam hati sambil menatap Rangga yang masuk tergesa-gesa ke kamar mandi.


"eh tunggu, tadi dia bilang ke dokter? berarti aku akan keluar?" menutup mulutnya.

__ADS_1


"yeyyy" mengangkat kedua tangannya dan berteriak kebahagiaan.


akhirnya keluar dari sangkar ini juga!!.


****


"hari ini ada rapat penting tapi dibatalkan dengan mudah" menatap dinding.


"gimana dok?" dengan tangan yang masi digenggam suaminya dia bertanya.


"janin sehat dan sangat kuat" Masi fokus menatap layar USG.


"jenis kelaminnya?" kali ini bertanya sang suami. dia sudah penasaran.


"wahh selamat tuan Rangga dan nona danita, sepertinya bayinya kembar" tersenyum dengan pandangan yang belum dialihkan.


"kembar?!" Rangga dan danita menganga terkejut sekaligus senang.


"dan sepertinya berjenis kelamin laki-laki dua-duanya" menatap kedua pasutri yang masih menganga tidak percaya.


"wah bibit unggul ini" isi hati dokter rajwa yang sedang menatap tembok.


"ini beneran?" wajah sumringahnya masi terpampang jelas.


"hasil USG terkadang keliru tuan, tapi 99% terjamin" menundukkan kepalanya sedikit


"sayang" menoleh ke Rangga yang senyumnya sama-sama belum memudar sama sekali.


"se–" baru juga rajwa ingin mengatakan sesuatu dan membalikkan badannya tapi langsung disambar.


"aku belum menyuruh membalikkan tubuh mu" semprotnya galak.


"posesif" umpatnya dalam hati.


"lihat itu tuan mu posesif sekali" memainkan ekspresi wajahnya menatap zan yang sepertinya sedang mencoba membacanya.


"mangkanya menikah sana jangan urusin pasien terus" membalas dengan gerakan mulutnya.


"ngaca dulu baru ngomong" membalas juga dengan gerakan mulutnya.


"sadar diri dulu baru saranin orang" mulai memainkan wajahnya meledek.


rajwa hendak melayangkan pukulan yang akan mendarat di bahu zan, tapi terhenti. karna si topik awal mereka beradu mulut tanpa suara itu memanggil.


"zan kita ke papa" menatap masa bodo dengan dua manusia itu.


"sayang aku mau ikut" memanyunkan bibirnya.


"tidak!" menekan sedikit ucapannya dengan tangan yang mengelus perut danita.


"mau ketemu papah" kekeh dengan kemauannya.

__ADS_1


"lupa dengan janjimu?" tatapan mereka bertemu.


danita cemberut. persetan dengan janjinya itu. "akan mematuhi apapun yang dikatakan Rangga" dia ingin mengutuk dirinya sendiri telah berjanji.


"audri katanya lagi perjalanan ke sini"


"serius sayang?" membulatkan matanya.


"ya.. kan?" menoleh ke zan.


"benar nona, audri saya panggil kesini" untung peka.


"yasudah sana, sampaikan salam ku buat papa sama mama Wulan ya?" menatap lekat wajah tampan nan rupawan rangga.


"hm" mencium kening danita.


mereka bertiga keluar bersamaan dari ruangan. senyum bahagia Rangga Masi sangat jelas terukir dibibirnya. siapa yang tidak senang setelah tahu anaknya kembar?.


"mba audriiii" teriak senang danita menatap audri yang berdiri didepan pintu.


"selamat siang nona danita" tetap menunduk hormat.


"mba aku kangen" langsung memeluk audri.


"saya pun begitu nona" ingin membalas pelukan canggung tidak dibalas terlihat tidak sopan.


"mba audri cantik banget pakai baju seperti ini" menatap dekat wajah audri yang dihiasi dengan make up tipis dan pakaian kantornya


"berarti kemarin-kemarin saya tidak cantik ya nona?" sedikit mengubah ekspresinya.


"gak gitu mba, waktu itu mba sudah cantik pakai pakaian biasa, sekarang tambah cantik banget" matanya yang polos itu sangat cocok dengan danita.


"terima kasih atas pujiannya nona" tertawa anggun lalu menunduk.


"nona bagaimana hasilnya?" mengalihkan pembicaraan.


"kembar mba hehe" tersenyum manis.


"wahh selamat nona" sama terkejutnya dengan zan dan rajwa tadi.


"kata dokter laki-laki dua-duanya" cerita danita.


"benarkah nona? selamat nona" menutup mulutnya.


"makasi mba audri" Masi tersenyum manis.


mereka lebih tepatnya melepas rindu, danita sudah memanggil audri dengan sebutan mba. dan audri sudah tidak keberatan lagi dengan panggilan dari nona mudanya.


BERSAMBUNG


ps: ingatkan author jika ada typo

__ADS_1


__ADS_2