Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Kembali Menjadi Pengantin Baru


__ADS_3

Danita keluar dari ruang ganti baju dengan rambut yang basah, setelah berbincang bersama suaminya didalam kamar mandi tadi, dia jadi merasa bersalah dan tak enak.


Dia keluar dan langsung melihat rangga yang sedang duduk di sofa.


"kemari" ucap rangga menatap danita yang masih berdiri di depan ruang ganti baju.


Danita berjalan mendekat.


"hadap belakang" ucapnya meraih handuk kecil yang tadi dipegang danita.


Danita menurutinya, sungguh dia merasa sangat bersalah.


Tidak ada yang berbicara untuk beberapa saat, rangga yang masih fokus mengeringkan rambut danita sambil sesekali mencium wanginya tak bersuara. sedangkan danita diam merasakan kepalanya di geser-geser dan rambutnya yang sedang dikeringkan.


"maaf" tiba-tiba rangga mengehentikan tangannya dan memeluk danita dari belakang.


Danita menengok sedikit ke samping, menatap kepala suaminya yang sedang dibenamkan di bahu mungilnya.


"kamu sudah bilang itu berkali-kali di kamar mandi" ucap danita sambil memegang kepala rangga sedikit.


"aku akan mengucapkannya terus menerus sampai kamu memaafkan aku" tambah mempererat pelukannya dan sekarang membenamkan wajahnya di cekung belakang leher danita.


"aku sudah bilang aku memaafkan mu" memutar sedikit tubuhnya.


Rangga diam untuk waktu yang lama.


"jangan katakan itu lagi" menatap sayu istrinya.


"apa?"


"jangan katakan kau membenciku lagi" menatap dengan tatapan menyesal dan sayu.


Danita mengangguk sambil tersenyum tipis. "maafkan aku juga telah berbicara kasar pada mu" bernada lembut sambil mengusap kepala suaminya.

__ADS_1


"aku pantas mendapatkannya"


Danita berbalik dan langsung memeluk rangga. membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya. rasa kesal dan geramnya tadi telah hilang dengan sebutan kata maaf rangga yang diucapkan beratus-ratus kali didalam kamar mandi.


"sayang apa pestanya sudah selesai?" menarik wajahnya kembali.


"sepertinya sudah" mengangguk kecil.


Danita ber oh.


"Nita aku punya sesuatu" ucap rangga menarik tangan danita sampai dia memeluk tubuh istrinya.


"apa?" menengadah ke atas.


Rangga menjentikkan jarinya dan semua lampu di kamar mati.


"sayang" danita yang takut gelap langsung memeluk rangga erat.


Danita mengeluarkan kepalanya dan melihat ke arah tv. sejak kapan tvnya nyala?.


Ternyata rangga yang menyalakannya dari petikan jarinya. sebuah video yang diawali dengan video pernikahannya satu tahun yang lalu, lalu pengucapan janji suci mereka berdua.


Sampai di sebuah bagian video, rangga muncul di sana dan mengucapkan beberapa kalimat.


"sayang" panggil danita dengan mata yang berkaca-kaca dan senyum yang terukir jelas.


"terima kasih telah mencintai ku dengan sepenuh hati mu" ucap rangga tulus sangat tulus dengan senyum menyertai.


"maaf sering membuat mu jengah dengan segala tingkah dan kecemburuan ku" sambungnya lagi mengusap anak-anak rambut danita.


Danita tidak bisa menyembunyikan senyumnya, dia meraih leher rangga dan memeluknya sangat erat.


"terima kasih telah menjadikan ku istri mu, kau adalah suami terbaik bagi ku" ucap danita didepan telinga rangga sambil tersenyum haru.

__ADS_1


Rangga tersenyum dan balas memeluk sang istri. "dan kau adalah istri dan calon ibu terbaik di dunia" bisik rangga tepat di telinga danita.


Danita melepaskan pelukannya dan menatap suaminya. perlahan dia dekatkan wajahnya ke wajah rangga, lalu mencium rangga dengan lembut.


Ini pertama kalinya danita mencium rangga duluan tanpa rangga yang memintanya.


"nita ayo menjadi pengantin baru lagi" ucap rangga setelah melepas ciumannya.


"heh?" danita tak paham.


"anggap siang tadi adalah pernikahan kita, dan malam ini aku tak pergi ke luar negeri seperti satu tahun yang lalu" tangannya sudah menjalar kemana-mana.


"jadi maksud mu kita mengulang lagi apa yang seharusnya kita lakukan dimalam satu tahun yang lalu?" mengalungkan tangannya di leher rangga.


Rangga mengangguk semangat.


"dengan senang hati" ucap danita mengelus rahang suaminya.


Rangga langsung menggendong danita dan menaruhnya di atas ranjang dengan posisi rangga diatasnya.


"jangan lihat ya anak-anak papa" ucap rangga menurunkan wajahnya ke perut danita.


Danita tertawa tapi dia tahan. gemas saja melihat suaminya seperti itu.


Rangga menaikkan kembali kepalanya dan mencium istrinya mesra. "aku mencintaimu, sangat" bisiknya disela-sela kegiatannya menjamah tubuh danita.


keinginannya ternyata terkabul di malam perayaan satu pernikahannya, berduaan dengan istrinya didalam kamar sambil menikmati menjadi pengantin baru lagi.


Bersambung


Hai Nita, kalo kamu lihat ini berarti usia pernikahan kita sudah satu tahun. tak kerasa ya? segalanya telah kita lewati bersama-sama, segala yang ada dihidup ku telah ku ceritakan pada mu, terima kasih telah menemani ku dengan segala jenis kecemburuan ku, aku tahu terkadang kamu jengah bukan dengan kecemburuan ku? tapi terima kasih kamu sudah bertahan sampai detik ini, tidak ada kata yang bisa melambangkan rasa terima kasih ku untukmu, dan tak ada kata juga yang bisa melambangkan besarnya cinta ku pada mu. nita... jangan pernah pergi meninggalkan ku ya? karna hidupku adalah kamu, dunia ku adalah kamu. hidup ku akan hancur tanpa mu, terima kasih telah menerima lelaki yang tak sempurna ini, lelaki ini sangat beruntung memiliki mu. aku sangat menantikan dimana aku menggendong dua jagoan kita. aku mencintaimu dan terima kasih, wanita ku.


^^^-Rangga^^^

__ADS_1


__ADS_2