Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Calon Istri


__ADS_3

Setelah kepergian rangga ke kantor tadi pagi menjelang siang. kamar utama sangat ramai seperti waktu itu. pak tan beberapa kali melewati kamar utama sambil memantau, suaranya itu ramai sekali. samar-samar terdengar ocehan para wanita didalamnya.


Ada danita, vita, rasya, dan sari. tentu saja suara sari yang paling jarang terdengar.


Susah payah danita membujuk rangga agar mengizinkannya, mengingat kejadian lempar-lemparan bantal beberapa hari yang lalu. membuat danita sedikit sulit untuk mendapat izin rangga.


"ah gua gak bisa" ucap rasya mendorong bukunya.


"usaha dulu udah bilang gak bisa duluan" omel vita kembali mendorong buku itu ke rasya.


"ini gimana caranya woii" mengambil kembali buku itu dan menggaruk kepalanya sambil memegang pensilnya.


"kan tadi udah gua kasih tau" danita yang duduk disebelah rasya mengambil bukunya.


Danita mengambil alih bukunya, kembali mengulang penjelasan kepada rasya. tapi rasya tetap saja garuk kepala, rasya tak paham kalau tentang ini.


"kenapa si tambah lama tambah susah" eluhnya kembali memegang kepala.


"kak rasya tidak ada yang tambah lama tambah gampang" ucap sari yang duduk didepan rasya.


"benar si" menatap bukunya. "btw kok lu cepet pahamnya, umur lu berapa si sebenarnya?"


"kan waktu itu aku sudah kasih tau"


"gak gitu, umur lu kan baru delapan belas tahun, kenapa cepat banget pahamnya sama ni materi. gua aja dari semester satu kagak paham-paham" menatap pilu dan menghentak-hentakan pensilnya.


"itu otak lu aja kali yang sempit" ucap vita tanpa melihat rasya.


"bener kayaknya lu vit, isinya kan cogan mulu otaknya" danita membenarkan.


"kurang ajar" tak terima dibilang seperti itu. padahal ia.


"dah ni cepet kerjain" mendorong kembali buku tebal itu ke rasya.


Rasya menjatuhkan kepalanya ke meja sambil menghela. ahh dia menyesal ikut vita ke sini. vita juga tidak beri tahu kenapa kesini. ternyata untuk belajar, kalau begitu dia lebih memilih berada di dalam kamarnya dan menikmati hari liburnya. kenapa juga danita memiliki buku-buku materi semester dua.


"kok lu punya buku ini si, bukannya lu udah keluar ya?" tanya rasya.


"lu gak inget waktu itu gua pernah ngambil buku?"


"inget" mengangguk.


"kata tuan rangga tidak usah dikembalikan, walaupun gua udah enggal kuliah lagi tapi gua masih pengen ngerjain soal-soal yang ada disitu"


"rajin bener"


"bosen tau disini terus" ucap danita menopang dagunya.


"kalo gua jadi lu, uncang-uncang kaki aja gua disini" ucap rasya menyenderkan punggungnya.


"bosen ngerti bosen gak?" ngeggas sekarang danita.


"oh oke gak usah marah-marah bumil" ledek rasya.


"kak rasya punya pacar gak?" sari bertanya dengan segala wajah polos.


"enggak, kenapa?"


"bohong dosa sya" ucap vita menyenggol siku rasya.


"kagak ngeboong gua" elaknya.


"serius gak boong?" kali ini danita yang menyikut rasya sambil senyum-senyum.


"siapa emang?" rasya menatap vita dan danita bergantian.


"itu" danita masih senyum-senyum ngode.

__ADS_1


"tau ah rasya malu-malu" vita ikutan kan.


"kak rasya boong itu dosa loh, wajah kak rasya udah ketara banget" sari juga ikut-ikutan, tapi dia tidak tahu siapa yang vita dan danita maksud.


"gimana-gimana?" memajukan duduknya ke sari.


"wajah-wajah genit" ucap sari tanpa ragu.


"hahahaha" danita dan vita tertawa.


"kurang ajar ni anak" menekuk-nekuk jemarinya.


"hahaha bercanda kak, di kampung aku anak gadis yang udah pernah pacaran sama belum itu bisa dicirikan lewat wajahnya"


"bedanya apa?" tanya bertiga manusia itu bersamaan.


"beda aja gitu, misalnya pas aku pertama kali ngeliat nona danita aku bisa tau nona danita belum pernah berpacaran" tangannya sedikit ke danita.


"benar sari benar" danita membenarkan.


"saat aku lihat kak vita sepertinya kak vita sudah pernah berpacaran atau mungkin sekarang sedang menjalin hubungan?" menatap vita.


"anjir ni anak cenayang" vita berkedip setelah tercengang.


"kalo gua?"


"kak rasya sepertinya sudah sangat sering berpacaran dan juga.." menggantung kata-katanya.


"apa?" memajukan wajahnya ke sari.


"kak rasya sedang menjalin hubungan juga ya sama kayak kak vita?"


"wahh benar-benar cenayang ni anak" vita heboh.


"sari kamu hebat" danita mengacungkan jempol.


sari tersenyum malu-malu. entah apa yang membuatnya seperti itu, tapi dia selalu senang saat menerima pujian dari nonanya.


"gak usah sok pikun lu sya" ucap vita berhenti bersorak.


"itu yang katanya langsung ajak nikah" danita kembali menyenggol siku rasya.


"iya ah si rasya malu-malu" vita menimpali.


"gua gak pacaran sama batu bernyawa" sudah tidak lemot dan sekarang protes.


"batu bernyawa?" danita vita sari bertanya serempak.


"iya itu si zan si batu bernyawa"


"ohhh"


"ohh"


danita dan vita ber oh panjang sambil saling tatap, ahay sudah ada sebutan sayang ternyata atau mungkin panggilan sayang? ahay.


"kak rasya menjalin hubungan dengan sekertaris zan?" sari yang baru tahu langsung syok.


"udah dibilang enggak"


"serius kak rasya? dengan sekertaris zan?" masih tak menyangka.


"enggak" menggeleng keras.


"bukan pacar sari, tapi calon istri" ucap danita.


"kapan sya undangannya?" melipat tangannya.

__ADS_1


"apaan si lu pada" membuka bukunya menutupi rasa malu yang sudah mulai memerah di pipinya.


"kak rasya calon istrinya tuan zan?"


"enggak!" rasya kali ini agak keras ngomongnya.


"kak rasya hati-hati ya, soalnya rata-rata pelayan wanita disini pada mengagumi sekertaris zan" ucap sari membuat tiga orang ini langsung menatapnya.


"sungguh? ahh aku kurang akrab dengan para pelayan" ucap danita.


"suka gitu?" tanya vita.


"ada juga yang mengaku jatuh cinta pada sekertaris zan tetapi tidak ada yang berani mengungkapkan" ucapnya sambil memegangi dagunya.


"wahh serius? sekertaris zan itu orangnya seperti apa si? katanya orangnya dingin plus kaku" vita menatap sari.


Sari mengangguk "tapi tuan zan sangatlah baik, rata-rata pelayan disini diangkut oleh tuan zan"


"diangkut?".


"bertemu dengan tuan zan tanpa sengaja lalu dibawa ke sini, baru di bawa ke pak tan, uji kemampuan kalau tuan rangga menyetujui dan mengakui kemampuannya maka orang itu akan diperkerjakan disini" ucap sari menjelaskan.


"ohh" rasya dan danita ber oh.


"wahh" vita ber wah.


"sari bagaimana cara sekertaris zan bertemu dengan mereka?" tanya danita.


"dari beberapa pelayan ada yang bilang bertemu dengan sekertaris zan di pinggir jalan, di warung makan, di kolong jembatan dan masih banyak lagi nona" menatap danita.


"dia cosplay jadi gembel? apa gimana?" ucap rasya sedikit aneh ya.


"enggak gitu, contohnya seperti salah satu koki yang bertemu dengan sekertaris zan di pinggir jalan, waktu itu katanya dia bertemu saat sedang menjual nasi goreng. lalu seorang pria datang dan duduk, setelah makan dia ditanya beberapa hal tentang keluarganya, usahanya dan sebagainya. hari berikutnya orang ini datang lagi dan mengajaknya untuk bekerja dengannya, koki ini awalnya heran, tapi akhirnya dia ikut orang ini, ternyata dibawa ke rumah ini. lalu diterima sebagai salah satu koki utama" lanjut sari panjang lebar.


"dan ternyata orang itu adalah sekertaris zan?" tanya danita.


sari mengangguk.


"wah is mejik" ucap vita kagum.


"sebenarnya sekertaris zan itu sangatlah baik, asal kita para pelayan melaksanakan tugas kita masing-masing dengan benar"


Mereka mengangguk paham, siapa sangka ternyata sekertaris zan mempunyai hati nurani?.


canda deng.


"tuh sya denger" kembali menyikut rasya.


"lah napa gua?"


"kan lu calon istrinya, harus tahu dong" ada benarnya si.


"tempe" asal rasya.


"cie malu cie" danita meledek.


"dih"


"cie calon istrinya sekertaris zan malu cie" vita menyukut-nyikut rasya.


"apaan si" wajah rasya sudah memerah.


"cie kak rasya wajahnya merah cie" sari ikut meledek rasya.


"calon istrinya sekertaris zan lagi malu-malu kucing disini gaes" danita berteriak sengaja.


"cieee" vita dan sari kembali bercie-cie.

__ADS_1


Dan berkahir rasya yang harus nahan malu. ntah lah dia tak tahu apa pantas dia disebut seperti itu?. orang yang pernah menjalin kasih dengan zan sangatlah beda level dengannya. apa pantas dia disebut sebagai calon istri zan?.


Bersambung


__ADS_2