Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Bersama Rangga


__ADS_3

Akhirnya pintu diketuk dari luar, tentu saja diketuk oleh pak Tan. danita langsung bangun dari posisinya berjalan membuka pintu.


"nona mobil tuan Rangga sudah masuk kegerbang utama" ucap pak Tan menatap danita.


danita mengangguk dan mengikuti langkah pak Tan dari belakang.


"selamat datang tuan muda" sambut pak Tan saat melihat Rangga keluar dari mobilnya.


danita berdiri disebelah pak Tan menatap suaminya yang sangat keren saat turun dari mobil. "sayang" ucap danita melihat Rangga yang sedang berjalan kearahnya.


"kenapa kau memakai baju ini dimalam hari?, kau mau menggodaku hm?" ucap Rangga berbisik ditelinga danita.


"haha, enggak sayang aku merasa gerah" balas danita merasa geli saat Rangga berbicara di telinganya.


Rangga memeluk pinggang danita, masuk kedalam rumah tanpa berbicara lagi.


"hai kak Rangga" sapa Kelin melambaikan tangan ke Rangga sambil duduk disofa.


Rangga tersenyum kearah Kelin, lalu melanjutkan langkahnya naik kekamar bersama danita. danita merasa risih dengan tangan Rangga yang melingkar dipinggangnya.


sesampainya di dalam kamar Rangga menyuruh danita untuk duduk di pangkuannya, danita menolak tapi dengan mudah Rangga menarik pinggang danita duduk diatas pangkuannya. danita tidak nyaman berada diatas pangkuan Rangga.


"sayang kenapa dipangku?" tanya danita mulai kesal.


"karna aku ingin" jawab Rangga santai menciumi rambut danita.


"tapi nanti kamu keberatan" ucap danita tidak nyaman di pangkuan Rangga.


"gak sama sekali, kau tau? saat aku memangkumu aku merasa memangku bantal tau" balas Rangga.


danita lebih milih diam karna apapun yang dia katakan Rangga tidak akan menurunkannya dari atas pangkuannya.


"tidak akan ada habisnya kalau berdebat dengan anda" gerutu danita dalam hati.


"ayo mandi bersama" pinta Rangga dengan wajah berharap.


"tapi aku dah mandi" ayo cari alasan danita.


"bukannya bagus kalau mandi lagi?" ujar Rangga langsung menggendong danita kekamar mandi, Rangga melucuti semua pakaian danita dan juga pakaian yang ia pakai. danita hanya diam mengikuti semua ritual mandi yang dilakukan Rangga.


entah berapa lama mereka berdua berada didalam kamar mandi, tapi jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. (kalian itung lah yah berapa lama mereka dikamar mandi).


danita sedang duduk disofa dengan tubuh yang agak lemas karna permainan Rangga yang sangat power dan bertenaga tadi. Rangga benar² melakukan aksinya dengan sangat bersamangat membuat tubuh danita yang mungil sangat kelelahan.


tubuh danita itu serba mungil, dari tinggi badannya, berat badannya, postur tubuhnya, bahkan danita memiliki bentuk wajah yang lumayan mungil. tapi entah kenapa Rangga tergila² dengan tubuh danita, tubuh istrinya seperti candu baginya. setiap Rangga bermain dengan danita dia selalu bersemangat berbeda dengan danita, setiap habis bermain dengan Rangga dia selalu kelelahan dan badannya seperti remuk.

__ADS_1


Rangga keluar dari ruang ganti baju melihat danita duduk sambil menyederkan badannya ke sofa, dia berjalan mendekati danita, duduk disebelah danita dan menaruh kepala danita di dadanya. Rangga membelai lembut rambut danita, dan menciuminya. yang yang punya rambut hanya diam.


"kau mau makan malam disini?" tanya Rangga sambil mengelus kepala danita.


danita hanya mengangguk, dia masih terlalu lemas untuk berbicara.


Rangga meraih telpon genggam yang ada disebelahnya. saat ingin menekan tombol tangannya dihentikan oleh danita.


"sayang aku mau makan tumis kangkung" ucap danita memasang wajah memohon.


"tumis kangkung? apa itu?" tanya Rangga kebingungan.


"udah bilang aja kepak Tan masakin tumis kangkung" ucap danita cepat.


Rangga mengangguk kembali meraih telpon genggam. "masakkan tumis kangkus untuk danita" perintah Rangga cepat langsung mematikan sambungan.


"makasih sayang" ucap danita mencium pipi Rangga dan memeluk lengan Rangga.


"apa enak tumis kangkung?" tanya Rangga meraih tangan danita yang lainnya.


"enak, nanti kamu coba deh" jawab danita memainkan dagu Rangga.


"geli tau" ucap Rangga menghentikan tangan danita.


"ihh enak tau" kembali memainkan dagu Rangga.


"hehh kukumu tajam yah" ucap Rangga melihat kuku danita.


"panjang dari mana, baru tadi sore aku potong" protes danita.


"diem gak, ini geli tau" memegang erat tangan danita.


"gak mau, orang aku suka" kembali memainkan dagu Rangga.


akhirnya Rangga membiarkan danita memainkan dagunya, sesekali Rangga tertawa merasa geli dibagian dagunya.


"enakkan?" ucap danita.


"enak dari mana, ini geli" ujar Rangga menahan tawanya.


danita tidak menghentikan aksinya sampai pintu diketuk danita masih memainkan dagu Rangga.


"tuh makananmu"


"masuk" ucap Rangga setengah berteriak sambil memegang tangan danita agar tidak memainkan dagunya lagi.

__ADS_1


"ini tuan makan malamnya" menaruh piring yang ada tumis kangkung kemeja.


danita menelan ludahnya saat melihat tumis kangkung yang masih anget dan masih beruap.


"kau boleh pergi" suruh Rangga pak Tan pun berjalan keluar kamar.


"awas netes air liur mu" kalo gak jahili danita gak enak rasanya.


danita langsung mengelap mulutnya yang gak ada air liur yang dibilang Rangga. Rangga melihat danita kaget langsung tertawa terbahak bahak.


"iseng banget sih jadi orang" ngomel sendiri.


tanpa memperdulikan Rangga, danita langsung memakan tumis kangkung yang sangat ia nantikan itu. rasanya sangat enak, danita sangat menyukai kangkung apapun itu yang berbau kangkung danita suka.


"heh kau belom menyuapiku" ucap Rangga menarik tangan danita.


author:kayaknya Rangga seneng banget yah narik² tubuh danita, tapi kenapa danita tidak pernah mengeluh kesakitan?.


"apasih, lagian siapa suruh ngisengin aku" bales danita memasukkan makanannya ke mulutnya sendiri.


"cepat suapi aku" rengek Rangga tapi tidak digubris oleh danita.


nyam nyam. danita malah menikmati makanannya sendiri.


"kau menguji kesabaranku yah" sudah menggeram kesal.


danita langsung menyodorkan sendok yang dia pakai kedepan mulut rangga. Rangga membuka mulutnya dan merasakan tumis kangkung yang belum pernah dia makan sekalipun.


"bagaimana enakkan?" tanya danita antusias.


"gada bedanya" jawab Rangga mengambil gelas.


danita mendengus kesal mendengar jawaban dari Rangga.


"kenapa kau gak suapi aku lagi?" tanya Rangga heran.


"katanya gak suka" jawab danita dengan muka gak enak.


"kata siapa?, aku bilang rasanya sama saja bukan berarti gak suka, otakmu ada sisi dangkalnya juga yah" ejek Rangga menuding jidat danita.


"mau ku suapi gak?" bertanya dengan ketus.


Rangga membuka mulutnya danitapun memasukan makanannya kemulut Rangga, tidak lupa drama saat makan tidak terlewatkan.


makan malam didalam kamar pun selesai saat untuk masuk kedalam selimut, danita sudah masuk terlebih dahulu dari Rangga dia langsung memejamkan matanya karna sudah sangat mengantuk dan lelah. Rangga melihat wajah bayi yang sedang terlelap lagi, Rangga merasa nyaman dan tenang melihat wajah danita saat tidur.

__ADS_1


Rangga mencium kening danita dan mengelus pipi danita lembut, danita bergerak sedikit tapi tidak membuka matanya. Rangga menarik selimut sampai keleher danita, memeluk danita dibawah selimut lalu ikut terlelap bersama danita.


Bersambung


__ADS_2