
Setelah kepergian Rangga dan selesainya drama pagi yang penuh dramatis itu tadi pagi, rumah seperti penjara. banyak pengawal didepan rumah maupun didalam rumah, terutama di pintu masuk dan depan kamar utama.
danita belum mengetahui kalau rumah sekarang sudah menjadi seperti penjara karna dia Masi berada didalam kamar. zan memberikan nilai-nilai danita tadi pagi melalui pesan. dan danita berada di paling atas.
karna danita merasa bosan, danita keluar kamar berniat untuk turun menemui audri. tapi saat dia membuka pintu dia terkejut melihat dua orang lelaki berbadan besar dan memakai setelan jas berlogo adinata grup.
"mba audri" panggil danita setengah berlari kearah belakang.
"ada apa nona?"
"mereka semua siapa?" menunjuk semua penjaga yang terlihat di matanya.
"mereka adalah tim pengawal dari adinata grup nona" matanya ikut menatap para pengawal yang ada didalam.
"eh? mengapa mereka ada disini?" mengalihkan pandangannya ke audri.
"perintah tuan Rangga untuk memperketat penjagaan selama tuan Rangga tidak ada" ikut mengalihkan pandangannya.
"dia itu kenapa seenaknya saja memerintah orang"
"ini memang perintah tuan Rangga, tapi alasan tuan Rangga memerintahkan ini adalah untuk tidak ada yang membahayakan nona dan janin didalam perut nona selama tuan Rangga tidak ada" senyum audri menjelaskan.
"apa harus seperti itu?"
"tentu saja nona, apa yang tuan Rangga cintai kami semua harus menghormatinya dan harus menjaganya seperti nyawa kami sendiri" ucap audri seperti berlebihan.
"hahaha bercanda ada batasnya mba" menyenggol lengan audri.
audri hanya melirik lengan yang disenggol danita lalu menatap danita yang sedang tertawa.
saat kesunyian terjadi tidak sengaja danita melihat seorang pelayan yang sedang mencabut rumput ditaman itu.
__ADS_1
"sari" teriak danita mendekat kearah pelayan itu.
saat sang pelayan hendak pergi dari sana tapi danita sudah sampai didepannya duluan.
"s-selamat siang nona danita" gugup pelayan itu menunduk.
"siang, kenapa kau menundukkan kepalamu?" berusaha menatap wajah sari.
"t tidak apa nona, saya permisi" hendak pergi dari sana tapi audri menahannya.
"kau tidak sopan sekali dengan nona danita" menghampiri mereka berdua.
"maaf nona" semakin menunduk.
"angkat kepalamu saat sedang berbicara dengan nona danita" berbicara dengan nada tegas.
sari menegakkan kepalanya menatap danita yang tingginya hampir sama dengannya.
"maafkan saya nona sudah bertindak tidak sopan dengan anda" Masi menatap danita.
"tidak apa, kita kan sudah menjadi teman" memegang tangan sari yang kotor itu.
"nona tangan saya kotor" melepaskan tangannya.
"memangnya kenapa aku kan bisa mencuci tangan" menepuk pundak sari yang terlihat seragamnya kotor.
audri menghela nafas samar melihat tindakan danita yang bukan seperti nona dan pelayan ini.
"astaga mana mungkin saya bisa menjadi teman anda" desah sari dalam hatinya.
"nah karna kita sudah menjadi teman kita harus membuat janji" menyodorkan jari kelingkingnya.
__ADS_1
"kenapa kau diam saja? jangan abaikan nona danita" tegas audri lagi.
"b-baik" langsung melingkarkan jari kelingkingnya ke kelingking danita.
danita tersenyum manis didepan sari. itu membuatnya seperti melihat malaikat tersenyum.
"manis sekali astaga" matanya tidak bisa berkedip.
"kau pasti lelah kan? ayo kita minum sesuatu" menarik tangan sari yang kotor akibat tanah.
"nona saya harus menyelesaikan pekerjaan saya" berhenti membuat danita ikut berhenti.
"ah benar, kalau begitu kalau pekerjaan mu sudah selesai aku akan menemui mu" menatap sari dengan tatapan yang susah diartikan oleh sari.
"b-baik nona" mengangguk hormat.
"dadah sari" melambaikan tangannya.
sari membalas lambaian tangan danita dengan sedikit ragu karna disana masih ada audri.
"jadilah teman nona yang baik, jangan sampai mengecewakan tuan Rangga" ucap audri sebelum meninggalkan sari.
"baik" kembali menunduk.
jantung sari berdegup kencang setelah kepergian audri, baginya berteman dengan nona mudanya itu seperti dia membuka lubang untuk dirinya sendiri.
"apa aku sedang mimpi?" jantungnya Masi berdegup kencang.
danita cukup terkenal dikalangan remaja karna kepintarannya, sari sebenarnya sudah mengenali sosok danita dari awal karna sari sendiri mengikuti akun sosial danita dan dia tidak menyangka idolanya itu menjadi nona muda di rumah sebesar ini dan sekarang dia bertemu dengannya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
PS: ingatkan author jika ada typo