Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Kunjungan


__ADS_3

Setelah mobil Rangga menghilang dari pandangan danita, danita langsung masuk ke rumah dengan hati yang terheran-heran.


diruang tamu ada bapak danita yang sedang melihat laporan di layar leptopnya.


"aku pulang" seru danita.


"kamu dah pulang?,diantar siapa?" bapak danita tidak menoleh ke danita dan tetap fokus ke layar leptopnya.


"tuan Rangga lah pak" danita langsung naik ke kamarnya.


"hahhh lelahnya" danita langsung merebahkan tubuhnya di kasur. memegang tangan yang dipegang Rangga tadi. "tuan Rangga agak aneh juga yah, eh tadi aku gak salah ngomong kan?" danita langsung duduk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan langsung pergi kekamar mandi. dan langsung terlelap ke dalam tidurnya.


danita sudah bangun lebih dulu karna dia belum menyiapkan apa yang akan dia bawa ke kampus. hampir jam 6 danita sudah turun ke bawah untuk sarapan dia menemui ibunya yang sedang membuat sarapan.


"selamet pagi buuu" danita memeluk ibunya dari belakang.


"tumben kamu dah siap begini dah wangi lagi" Masi fokus disana.


"danita hari ini mau belajar di perpustakaan dulu Bu" danita Masi menempel di punggung ibunya.


"yaudah bentar ibu mau siapin roti buat kamu, kamu lanjutin yah nasi gorengnya" mengambil pisau.


"gak ush Bu ibu lanjutin aja bikin nasi gorengnya biar aku siapin roti aku sendiri" langsung melepas pelukannya dan membuat rotinya.


"Bu Nita berangkat dulu ya?", Nita berpamitan saat ayah dan Rio belum turun mungkin sedang mandi.


"iya hati-hati yah" mengusap rambut danita.


"iya Bu" mencium tangan ibunya.


*****


danita sudah sampai di kampusnya ada beberapa mahasiswa lain yang sudah datang. angin pagi yang sejuk membangkitkan semangat para mahasiswa.


danita langsung menuju perpustakaan dia mengambil buku-buku yang akan dia baca. disaat sedang asik membaca buku tiba-tiba ada yang duduk disebelahnya.


"haii" sapa orang yang di sebelah danita. danita hanya menjawab dengan senyuman. "setiap hari ke perpustakaan di pagi-pagi buta gini?" tanya lelaki itu sambil membuka bukunya.


"nggak ini lagi mau ngerangkum aja" danita juga fokus kepada bukunya.


"ohhh, kenalin gw David lu siapa?" Masi tersenyum.


"danita" menjawab singkat.


"cantik namanya, gw boleh gak jadi temen lu?" pertanyaan macam apa itu.


"boleh lah ngapain segala nanya?" danita tersenyum tipis.


"berarti kita udah berteman yah?" David sudah seperti berteman dengan malaikat senangnya bukan main. danita hanya menjawab dengan senyuman.


"udah jam 7, jam gw bentar lagi mulai gw balik duluan yah?" danita sudah merapikan buku-bukunya sebagian ingin dia pinjam.


"wah kebetulan sama nih, yaudah yu" mereka berdua berjalan di lorong bersama sampai danita masuk ke kelasnya.


"hahh akhirnya selesai juga jam tu dosen kantin kuy" Rasya sudah tidak betah didalam kelas itu.


"lu berdua aja gw mau tidur gw ngantuk" mata danita sudah 5 lawat.


"yaudah nit kita ke kantin dulu ya" ucap Vita.


danita sudah menempelkan kepalanya ke meja tidak butuh waktu lama untuk danita terlelap. sekarang dia sudah berada di alam mimpinya.


David mencari danita untuk makan siang bersama tapi David tidak menemukan sosok danita akhirnya David mencari di kelas danita. dan benar danita ada disitu sedang tidur. David ingin mendekat dan tidur disebelah danita tapi g jadi karna Rasya dan Vita datang.


"nyari siapa?" tanya Rasya.

__ADS_1


"tadi nyari danita tapi danitanya lagi tidur" menatap Rasya yang tiba-tiba muncul.


"udah tau lagi tidur ngapain masih disini?" jawab Rasya sinis.


"ya ini gw mau balik tadi gw mau ngajakin danita ke kantin brng" David melihat Rasya seperti familiar.


"yaudah kan nitanya lagi tidur balik Sono". David langsung balik ke kelasnya.


"sapa si tu cowok?" Rasya sudah duduk di kursinya.


"apa si lo sya berisik banget ganggu orang tidur tau gak?" danita merasa sangat terganggu.


"kok kesel" Rasya Mala meledek danita.


"Uda sya Nita lagi tidur lu janganganggu" Vita membela danita.


rasya mengeluarkan hpnya dan lip krim dia mengolesi dibibirnya karna tadi dia abis makan jadi lipstiknya hilang.


biasa seorng Rasya harus menjaga kecantikannya.


dosen masuk dan danita dibangunkan oleh vita. danita fokus dengan apa yang di terangkan dosen di depan matanya sudah tidak ngantuk.


pukul 14.00 danita sudah selesai kelas dan jadwal kelasnya hari ini sudah berakhir dia memilih untuk segera pulang mandi lalu rebahan. saat danita berjalan keluar gerbang tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"danita" yang dipanggil tentu langsung nengok.


"david?" ya orang itu adalah David.


"iya lu mau pulang? bareng yu rumah lu dimn?" gada angin gada hujan David langsung menyambar danita dengan pertanyaan.


"gw si rumahnya di sana" sebenarnya danita enggan untuk pulang bersama David karna ayahnya pasti akan marah.


"wahhh searah tuh pulang bareng yu?".


"maaf vid gw mau pulang sendiri aja, gw dah biasa naik taksi atau ojek online" danita tau kalau David berangkat pulang menggunakan mobil jadi dia gak mau.


"iya maaf ya vid lain kali aja" danita langsung berjalan melewati david.


tanpa danita sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya dari kejauhan.


"zan itu Nita kan?" Rangga melihat sosok danita. zan langsung celingak celinguk mencari danita.


"iya tuan, benar itu nona" zan sudah waspada.


"dan siapa lelaki itu?" rangga melihat ada lelaki yang mendekat dan berbicara dengan danita.


"mungkin dia mahasiswa tuan" zan melihat danita dengan intens.


"kuliah dimana dia?" Masi menatap kesana.


"ya tentu saja disini tuan" zan tetap harus menjawab pertanyaan aneh dari rangga. "ya tentu saja kuliah disini, kenapa anda mendadak menjadi bodoh begini? tapi saya harap anda seperti ini di depan saya saja tuan". zan tetap memperhatikan danita samapai danita pergi meninggalkan David. zan yang sudah tau tuannya itu tanpa harus dibilang zan melajukan mobilnya mengikuti langkah kaki danita didepannya.


danita berhenti di gerbang dan mengeluarkan ponselnya. dia langsung memesan ojek lewat hpnya.


"dia nungguin siapa zan?" Rangga melihat danita dengan air muka datar.


"nona danita sedang menunggu ojeknya Dateng tuan" ya tentu saja zan tau dia sudah menggali semua tentang danita. selang tidak lama ojek danita pun datang. danita langsung naik ke motor dan motorpun pergi meninggalkan kampus. zan mengikuti motor itu tapi dia memberi sedikit jarak supaya tidak dicurigai.


motor berhenti di depan apotek danita turun dan masuk ke apotek.


"dia ngapain ke apotek zan?" Rangga kembali bertanya tapi kali ini seperti ada rasa khawatir di hatinya. "zan apa danita sakit?" Rangga mencengkram lengan jas sekertaris zan menunggu jawab dari dia.


"mungkin nona mencari obat untuk stok" zan Masi menjawab santai dan melihat ke depan. setelah beberapa menit danita keluar dari apotek membawa kantong belanjaannya dia memberi ke tukang ojeknya lalu dia berjalan lagi.


"mau kemana lagi dia?" Rangga bertanya pelan sambil matanya tetap mengarah ke danita. ternyata danita membeli baso aci dan pempek yang ada di pinggir jalan raya.

__ADS_1


"dia beli apa zan?" Rangga menopang dagunya dengan tangannya.


"beli baso dan pempek" zan masi menatap para jualan yang ada disana.


"makanan apa itu?, apa itu makanan sehat?" Rangga Masi memperhatikan danita.


Rangga meremas tempat duduk sekertaris zan. "dia bertemu dengan lelaki itu lagi?" dari nada bicaranya sepertinya Rangga sudah kesal.


"mungkin hanya kebetulan tuan" zan berusaha untuk menenangkan tuannya. dan benar saja tidak lama danita kembali naik ke motornya dan motor itu melaju lagi.


"hei zan ngapain kau mengikutinya sampai disini?" Rangga seperti sudah malas karna melihat danita bertemu dengan lelaki yang sama.


"tuan mau ke kantor?" tanya zan ke tuannya yang sudah menyandarkan palanya.


"ikuti dia sampai kerumah" Yaya itulah Rangga kata-katanya tidak pernah sesuai dengan keinginannya.


"sudah saya duga ,mana mungkin Anda membiarkan nona danita pulang tanpa anda ikuti setelah bertemu dengan lelaki yang sama" zan hanya bisa mengikuti danita sampai kerumahnya.


setelah turun dari motor danita membayar ojeknya, sebelum dia masuk danita sempat melihat mobil yang berada di belakang ojeknya karna kaca mobilnya gelap danita tidak bisa melihat siapa yang di dalam mobil tersebut. "mobilnya seperti familiar" akhirnya danita memutuskan masuk kerumahnya tanpa memperdulikan mobil itu.


sementara yang didalam mobil.


"kenapa dia tidak kesini zan?" Rangga sudah menyandarkan palanya di kursinya.


"nona lelah tuan diakan abis pulang dari kuliah" zan tidak sengaja melihat ke spion dan nampak lah muka Rangga yang sudah cemberut dengan sedikit memajukan bibirnya. "tuan ingin mampir ke rumah nona?" zan bertanya. Rangga terlihat berfikir.


"nanti malam saja kau bilang danita lelah jadi biarkan danita istirahat dulu" Rangga kembali menyenderkan kepalanya. "kita balik ke kantor saja zan" muka cemberut Rangga Masi terlihat.


"tuan mungkin kalau anda mampir sebentar tidak masalah" zan tidak bisa melihat raut wajah rangga seperti itu jika Rangga berubah air mukanya zan akan merasa bersalah.


"tapi aku tidak membawa apa-apa" Rangga menatap ke luar jendela.


"saya akan persiapkan semuanya jika anda mau" zan menatap rangga melalui kaca spionnya.


"10 menit sudah harus sampai" Rangga beralih melihat zan.


zan langsung mengambil hpnya dan menghubungi seseorang. "bawakan buah-buahan dan makanan kirimkan ke alamat yang nanti aku kirim, sudah harus rapi seperti seserahan, 10 menit sudah harus sampai" zan menutup telfonnya dan melihat tuannya melalui kaca spion Rangga sedang melihat ke luar jendela tepat pada rumah danita dia mengetuk-ngetuk kaca mobil seakan-akan mengetuk rumah danita.


10 menit berlalu orang-orang yang di telfon zan sudah sampai membawakan makanan dan buah-buahan sesuai dengan perintah zan sudah dibungkus rapi seperti seserahan.


zan berdiri didepan Rangga dan memencet bel rumah. pintu terbuka dan nampak lah Rio.


Rio kebingungan "maaf cari siapa ya?" Rio bertanya sambil menatap zan.


"nona danitanya ada?" tanya zan.


"ada, sebentar aku panggilkan ibu" Rio langsung lari kebelakang menemui ibunya.


"Bu diluar ada yang nyariin kak Nita,cowok tinggi" Rio mendeskripsikan zan.


"siapa?" ibu langsung pergi ke depan. "tuan rangga?, selamat siang tuan". sapa ibu sopan.


"siang, Nita adakan?" Rangga sudah celingak celinguk mencari danita.


"ada kok tuan, silahkan masuk" ibu mempersilahkan untuk masuk Rangga masuk di ekori orang-orang yang membawa makanan.


"sebentar ya tuan saya panggilkan danitanya dulu, anda mau minum apa?"


"tidak usah panggilkan saja danita" setelah ibu pergi Rangga menatap zan.


"aku tidak menganggu danita istirahatkan?" Rangga bertanya dengan tatapan intens.


"tidak tuan tenang saja" zan berharap danita tidak sedang tidur. Rangga terdengar membuang nafasnya kasar.


BERSAMBUNG

__ADS_1


ps: ingatkan author jika ada typo


__ADS_2