
Bunga sedang jalan-jalan di sekitar taman keluarga ceria, dia menikmati hembusan angin sore yang sejuk dan mengingat kembali bagaimana kisah pertama kali dia bertemu dengan Rangga. saat bunga ingin berbalik keluar dari taman dia melihat dua orang yang salah satunya sangat dia kenal. dia adalah Rangga dan danita, hati bunga terasa panas dan benci saat melihat danita apalagi kalau melihat wanita itu sedang berduaan dengan Rangga.
"ck wanita sialan itu disini juga" menatap tajam kearah danita.
"aku akan merebut kembali Rangga darimu, karna rangga tidak pantas denganmu" mengepalkan tangannya dengan sorot mata tajam kearah danita.
bunga beranjak keluar dari taman dengan tangan yang terkepal dan sorot mata yang kesal. tapa dia sadari ada sepasang mata yang sedang melihatnya, orang itu adalah zan, dia melihat bunga menatap danita dengan sorot mata tidak suka membuat zan mewanti-wanti dengan keselamatan danita.
********
keesokan harinya bunga ada jadwal pemotretan disalah satu gedung, bunga seorang model tentu saja dia memiliki lekuk badan yang indah dan enak dipandang. kalau disamakan dengan danita tentu jelas danita jauh dari bunga.
"kau sudah mencari tahukan jam berapa dia keluar?" bunga menelpon seseorang didalam mobil.
"udah bos, dia selesai kelas jam setengah 5" jawab orang suruhan bungga.
"tetap pantau keadaan sekitar sampai aku datang" memerintahkan orang suruhannya.
"baik bos" menutup sambungan telepon.
bunga melajukan mobilnya ke gedung tempat pemotretan. setelah selesai dengan pekerjaannya bunga pergi ke suatu tempat yang sudah diawasi oleh orang suruhannya.
sesampainya di tempat itu bunga memerintahkan orang suruhannya untuk pergi dari tempat ini dan tidak lupa dia memberi satu amplop berisi uang yang tidak sedikit jumlahnya. setelah orang suruhannya pergi, bunga menunggu di lobby tempat tersebut, karna bunga berpakaian sangat anggun dan sangat cantik dia jadi pusat perhatian orang².
"itu dia" bunga berjalan mendekat kearah gadis yang sedang berjalan tapi matanya menatap layar hpnya.
bughh
wanita itu terjatuh dan hpnya pecah berhamburan di lantai. orang² tidak begitu memperdulikan karna menurut orang² yang lewat itu hanya sekedar tabrakan tidak sengaja, tapi seketika wanita jatuh itu menjadi pusat perhatian. ini lah yang terjadi.
"upss maaf, mangkanya kalo jalan itu lihat kedepan jangan lihat kehpmu" bunga menginjak hp wanita yang sudah pecah dilantai.
wanita itu mendongak keatas melihat siapa yang menabraknya tadi, betapa terkejutnya wanita itu saat melihat sosok bunga yang sedang berdiri didepannya dengan tatapan tajam.
bunga menarik kerah baju wanita itu kesar berhasil membuat orang² melihat menyaksikan dan membuat wanita itu menjadi pusat perhatian.
"sakit" ringis wanita itu memegang tangan bunga yang mencengkram di kerah bajunya.
__ADS_1
"sakit?, ini tidak seberapa dengan rasa sakitku saat kau merebut Rangga dariku danita" bunga berteriak dikalimat danita.
wanita yang diperlukan kasar oleh bunga adalah danita, wanita kecil yang mampu merebut hati Rangga dan menyembuhkan luka Rangga yang dibuat oleh bunga sendiri.
"lepaskan ini sakit" danita mulai menangis saat bunga mencengkram lebih kuat kerahnya.
"kau harus mengembalikan apa yang harus jadi milikku danita" berteriak keras membuat danita takut.
"kak bunga kamu lah yang sudah bodoh meninggalkan tuan Rangga dan memilih pergi bersama lelaki lain" perkataan danita terbata² karna sesak dilehernya.
"kau seharusnya tidak muncul di kehidupan Rangga maupun dikehidupan adinata" kembali berteriak lebih keras sambil mendorong tubuh mungil danita merapat ke tembok.
karna benturan keras dari bunga, danita merasa pusing dikepalanya tapi dia masih bisa berdiri merapat ditembok.
"wahh kalau aku benturkan Palamu sekali lagi kau mati tidak yah?" tersenyum licik seperti ingin membunuh danita.
bughh
benar saja bunga membenturkan kepala danita ketembok lagi, kepala danita yang sudah mengeluarkan darah sejak benturan pertama tambah mengeluarkan darah lagi saat benturan yang kedua.
orang-orang yang melihat itu langsung panik terutama kedua sahabat danita yang masi berada didalam lobby. seorang lelaki menghampiri bunga lalu menarik tangan bunga kasar.
"bajingan siapa kau?" berteriak didepan lelaki yang menarik lengannya tadi.
"nona seharusnya saya yang bertanya seperti itu kenapa anda menyakiti teman saya?" balik bertanya.
"kau lelaki tidak ada guna kau tidak ada hak untuk mengetahui siapa aku" ucap bunga memberontak.
"saya sebagai penanggung jawab kelas dan saya satu kelas dengan danita memiliki hak untuk mengetahui itu" mempererat cengkraman di lengan bunga.
"hei apa²an ini" teriak seorang lelaki dari belakang.
"astaga danita kenapa dengan kepalamu?" mendekati danita yang terduduk dilantai merapat ke dinding.
"tidak apa-apa pak" menjawab dengan lembut.
lelaki itu adalah orang kepercayaan Rangga yang ditugaskan untuk memegang kampus Rangga dan tentu saja dia sudah tau dengan kabar pernikahan Rangga dan danita, semua dosen sudah mengetahuinya tapi semuanya diperintahkan oleh Rangga untuk tutup mulut jangan sampai ada mahasiswa di kampus yang mengetahuinya, akan disebut apa danita nanti saat berita ini sudah tersebar di kampus.
__ADS_1
"panggilkan dokter yang sedang bertugas di ruang kesehatan" suruh bapak² itu sambil memeriksa jidat danita.
"siapa wanita ini?" bapak itu beralih kepada bunga yang sedang di cengkram kuat oleh hito.
hito melepaskan cengkramannya lalu berjalan kearah danita.
"saya bunga mantan kekasih Rangga" mengulurkan tangannya ramah seperti tidak ada dosa sudah membuat kepala danita berdarah.
bapak itu tidak memperdulikan bunga yang ada dikepalanya pasti ini akan rumit bahkan sampai istrinya Rangga terluka seperti ini. bapak itu hanya bisa berdoa agar tidak terjadi hal buruk yang menimpanya.
"hito bawa danita keruang kesehatan" bapak itu berdiri.
"dan anda ikut saya kekantor saya" berjalan mendahului bunga dan meninggalkan danita dan hito.
hito langsung menggendong danita berjalan ke ruang kesehatan. sementara para mahasiswa yang ada berbisik bertanya² apa yang sudah terjadi dan apa hubungan danita dengan wanita itu. dua sahabat danita mengikuti hito dari belakang dengan raut wajah cemas dan khawatir.
sepanjang perjalanan menuju ruang kesehatan danita meringis kesakitan didalam dekapan hito, hito yang mendengar setiap ringisan danita dia mempercepat langkahnya, ada kekhawatiran dihatinya melihat danita seperti ini.
"kak ini tolong diobati lukanya" ucap hito saat sampai didepan pintu ruang kesehatan.
para senior yang sedang bertugas melihat luka dikepala danita langsung mempersilahkan hito masuk dan membawanya ketempat tidur khas rumah sakit.
"ini kejedot atau dijedotin?, sampe begini darahnya" tanya salah senior yang hendak memeriksa danita.
"dijedotin kak" jawab hito dengan nafas yang terengah terengah.
senior itu mengangguk lalu membersihkan darah yang mengalir di jidat danita, danita meringis kesakitin saat senior itu memberi alkohol pada lukanya. syukurlah kepala danita hanya terluka biasa tidak terluka yang mengakibatkan pendarahan atau semacamnya.
hito keluar dari ruang kesehatan menunggu diluar sambil duduk di kursi yang berjejer. ada rasa khawatir, cemas, dan kesal saat bunga membenturkan kepala danita ketembok, hito berusaha untuk mengontrol emosinya saat ini. dia merasa dia tidak mau danita terluka sedikitpun oleh siapapun, dia pun tidak tau kenapa ada rasa seperti ini didalam hatinya.
Bersambung
ini visual bunga.
makasi semuanya🙂
__ADS_1