
Kelima dokter itu terdiam tidak ada yg bicara satu pun karna tidak paham dengan maksud perkataan Rangga barusan, kenapa tiba-tiba? itu isi pikiran mereka berlima.
"apa kalian tidak mendengar apa yang dikatakan tuan Rangga?" zan mulai angkat bicara saat perintah Rangga tidak dijalankan.
"Rangga kau mau dijelaskan dari mana? setahuku seputar kehamilan itu ada banyak tipe dan saling berbeda²" sang kepala rumah sakit akhirnya memberi pencahayaan untuk kelima dokter ini.
"semuanya dari awal sampai akhir tanpa terkecuali" perintah Rangga kedua kalinya.
"izinkan saya terlebih dahulu untuk menjelaskan seputar kehamilan kepada anda" salah satu dokter itu maju terlebih dahulu yang merupakan dokter yang memeriksa danita pada saat kemarin.
Rangga mengangguk dan dengan tangannya dia memberi tahu kalau silahkan mulai penjelasan mu.
"setiap seorang ibu sedng hamil biasanya selama 3 bulan awal kehamilan mengalami trimester pertama biasanya ibu hamil yang mengalami trimester pertama ini akan muncul berbagai keinginan atau biasa kita sebut ngidam, ngidam juga byk jenisnya setiap ibu hamil tidak sama satu lain" jelas dokter itu dengan mantap dan menatap Rangga.
"apakah orang yang sedang ngidam itu harus dituruti keinginannya?" tanya Rangga menopang dagunya dengan tangannya.
"selama sang suami bisa mengabulkan keinginan cabang bayi harus dikabulkan tuan" jawab dokter itu meyakinkan.
"kalo soal mengabulkan permintaan danita aku pasti bisa tapi dia selalu mual kalau dekat denganku katanya dia ingin muntah kalau mencium aroma tubuhku apa itu termaksud trimester pertama?" wajah rangga sudah sangat serius tapi..
"pffftt" rajwa menahan tawa dibelakang kursi Rangga dengan munutup mulutnya.
Rangga memutar kursinya menghadap rajwa dengan tatapan sinis. rajwa si target Rangga langsung berhenti tertawa dan memasang wajah serius menghadap ke depan.
"jawab pertanyaan ku" sudah memutar kembali kursinya kearah semula.
"iya tuan, biasanya itu terjadi selama 3 bulan" mengancungkan ketiga jarinya.
"maksudmu aku harus jauh² dari danita selama 3 bulan?" raut mukanya sudah berubah lagi.
"Rangga biasanya ibu hamil itu suka ganti² ngidamnya kalo skrng danita tidak mau deket² denganmu bisa jadi besok atau kapan dia selalu ingin berada di dekatmu, seperti itu kan?" rajwa berusaha menyelamatkan dokter itu dan bertanya kembali untuk memastikan Rangga.
"iya seperti itu tuan" gugup dokter yang menjelaskan tadi.
Rangga mengangguk dan kelima dokter itu terdiam tidak ada yg ngomong lagi sampai rajwa memberi tahu kalau lanjutkan penjelasannya.
"kenapa kalian diam? jelaskan lagi tentang kehamilan" bisik rajwa yang masi berada di samping Rangga.
__ADS_1
"ibu hamil juga mengalami muntah², pusing, cepat lelah dan cendurung sering buang air kecil" dokter yang lain ikut menjelaskan.
"berapa lama itu semua?"
"setiap ibu hamil itu tidak ada yang sama tuan, ada yang berminggu-minggu ada juga yang sampai 2-3 bulan mengalami perubahan fisik seperti itu" sebenarnya kelima dokter ini takut kalau dia salah omong.
"pasti ada obatnya kan?"
"itu tidak ada obatnya tuan, nanti akan diberi vitamin.." dokter itu blm menyelesaikan perkataannya tapi sudah dipotong oleh Rangga.
"danitaku harus mengalami itu semua selama itu dan tidak ada obatnya? yang bener saja kau" protes kesal rangga membuat kelima dokter itu langsung pias.
"nanti akan diberi vitamin tuan agar kandungan nona danita kuat dan cabang bayi sehat" dokter yang berambut merah ikut menjelaskan.
"tapi danitaku harus sakit²an seperti itu dulu" Rangga Masi tidak terima kalau istrinya harus mengalami hal seperti itu.
"ya memang seperti itu Rangga resiko ibu hamil" rajwa membenarkan perkataan dokter rambut merah itu.
"diam kau aku tidak bicara denganmu" menatap rajwa datar tapi perkataannya seperti ada dendam pribadi.
"perang sana kau dengan para dokter ku" omel rajwa dalam hati tidak berani mengatakan itu ke Rangga.
"vitamin apa itu?" tanya Rangga lagi.
"vitamin penguat kandungan dan akan membuat bayinya menjadi kuat dan sehat" dokter yang terakhir ini terlebih yang paling muda dari pada keempat dokter lainnya tapi sepertinya pengetahuannya boleh juga.
"kalau susu hamilnya?" tambah serius lagi Rangga menatap dokter itu.
"setiap susu hamil itu berbeda kandungan dan zat gizinya tapi semua susu hamil itu sangat baik dan bagus diminum.oleh ibu yang sedang hamil" jelas dokter itu. sepertinya penjelan dokter terakhir bisa membuat Rangga sedikit tenang.
"oke lanjutkan" perintah Rangga agar melanjutkan penjelasannya.
"astaga ini baru trimester pertama kapan selesainya ini" sudah setengah jam lebih membahas trimester pertama saja, seputar kehamilan Masi panjang.
kelima dokter itu menjelaskan semua tahapan ibu hamil, semua pertanyaan Rangga dijawab dengan pelan² oleh kelima dokter itu. sampai pada puncaknya yaitu proses melahirkan, Rangga sangat ngilu saat proses persalinan dimulai apa lagi melihat besarnya perut ibu hamil saat sudah 9 bulan. tapi Rangga sedikit menarik ujung bibirnya dan membentuk senyuman saat melihat Vidio senyum bahagia dari kedua orang tua saat anaknya sudah lahir bahkan ada yang sampai menangis.
dokter yang menjelaskan proses persalinan lewat Vidio yang sudah disiapkan itu menjelaskan secara perlahan kepada rangga, walaupun ada bahasa dokter yang sama sekali Rangga tidak mengerti.
__ADS_1
"cukup" ucap Rangga memberhentikan penjelasan dokter itu.
kelima dokter berdiri pada tempat semula yaitu berdiri berderet didepan Rangga. wajah pias mulai muncul takut Rangga bilang kelima dokter itu tidak sama sekali menjawab semua pertanyaannya.
"pertanyaan terakhir dari ku" menaruh kedua tangannya ke samping kursi.
kelima dokter itu tambah pias mendengar hal itu. pertanyaan apa yang akan tuan Rangga tanyakan lagi?" isi otak kelima dokter ini.
"apakah kalau sedang hamil boleh melakukan hubungan badan?" pertanyaan yang sudah Rangga tahan sejak awal.
kelima dokter itu saling lihat satu sama lain, harus bilang apa mereka kalau boleh pun mereka harus menjelaskan bagaimana cara yang baik dan benar agar tidak membahayakan anak yang ada didalam kandungannya.
"boleh tuan asalkan melakukannya secara lembut dan tidak ada paksaan, buat sang ibu hamil nyaman dengan keadaan dan tidak merasa tertekan" ucap dokter yang memeriksa danita.
"apa harus iya kau menanyakan itu Rangga?" rajwa menahan tawa karna pertanyaan Rangga.
"Untung para dokter ini mengerti tuan" zan pun ikut tidak menyangka kalau Rangga akan menanyakan itu sekarang.
"baiklah terima kasih atas penjelasan kalian, silahkan kembali mengerjakan pekerjaan kalan lagi" ucap Rangga lalu berjalan kearah pintu.
"baik" jawab kelima dokter itu serentak.
Rangga, zan dan rajwa berjalan beriringan dikanan kiri Rangga. zan sebelah kanan rajwa sebelah kiri. saat mereka bertiga berjalan semua mata melihat kearah mereka apalagi Rangga ketampanannya diatas rata². zan dan rajwa juga tak kalah ganteng dengan Rangga jadi pemandangan ini bagaikan cuci mata disiang hari.
"rajwa jadikan dokter yg berambut coklat tadi menjadi dokter kandungan pribadi danita" ucap Rangga Masi berjalan dilobby.
"yang mana?" rajwa kurang mengamati para penampilan dokter tadi.
"yang pertama maju menjelaskan" yang menjawab zan karna Rangga tentu tidak mau menjawab.
saat sudah sampai didepan pintu keluar Rangga merasa seperti melihat sosok yang dia kenal, jadi dia memberhentikan langkahnya.
"kalian berdua liat seseorang lewat?" tanya rajwa kepada zan dan rajwa.
rajwa menggeleng tidak tahu karna dia jalan yah asal jalan saja tidak memperhatikan keadaan sekitar.
"siapa tuan?" zan pun tidak melihat orang yg dimaksud Rangga.
__ADS_1
"lupakan" kembali berjalan.
Bersambung