
Pagi hari dimulai dengan keributan yang membuat telinga sakit.
"belikan buku-buku cerita" ucap rangga dengan rambut yang berantakan.
"buku apa tuan?" yang bertanya adalah zan.
"buku cerita" ucapnya berulang-ulang.
masalahnya buku cerita apa? sudah 15 menit mungkin rangga seperti ini. buku cerita itu banyak bukan? masa iya satu toko buku di borong semua buku ceritanya.
"zan cepat nanti danita membenci ku" menatap malas zan.
zan seperti orang lemot, sungguh.
"cepat" berdiri setelah selesai berulah disana.
zan langsung ngacir ke luar, membukakan pintu mobil untuk Rangga. dia Masi bertanya-tanya apa maksud tuan mudanya ini?.
"kau habis ditimpa mimpi buruk?" mencengkram tempat duduk kursi kemudi.
"tidak tuan" menggeleng cepat.
"kenapa kau seperti orang lemot?" protesnya setengah ngebentak.
zan diam tidak tahu harus menjawab apa. pikirannya memang sedang tidak fokus si.
"hei kenapa kau lewat sini?" memperhatikan belokkan yang diambil zan.
"memangnya kita mau kemana tuan?" sontak dia mengerem.
"toko buku sialan" menendang keras kursi kemudi itu.
kesal sendiri dia.
"maaf kan saya tuan" langsung memutar kemudinya.
"kau mau mati ya?" teriaknya setelah melihat zan yang sama sekali tidak menancap gasnya.
"maafkan saya tuan" kali ini dia benar-benar menancap gas dan memutar kemudinya.
ada apa dengan zan hari ini?.
mobil sampai di sebuah mall besar dan belum ramai pengunjung. karna ini baru jam 10 pagi. tidak tahu juga toko bukunya sudah buka atau belum. semoga sudah, kalo gak habis sudah tempat ini jadi pelampiasan rangga.
"cepat cari buku itu" suruh rangga yang hanya berdiri disamping meja kasir.
__ADS_1
"selamat pagi tuan ada yang bisa s–" seorang wanita datang dari belang meja kasir dan langsung terdiam seketika.
"tuan muda rangga? sungguh dia tuan rangga itu?" menjatuhkan sebuah papa yang mula-mula ada di tangannya.
"bawakan semua buku cerita yang kau punya" mumpung ada karyawan toko ini ya kan, sekalian aja minta.
wanita itu tersadar dan mengedipkan matanya beberapa kali. "s–saya?" menunjuk dirinya sendiri.
"memang ada orang lagi selain kau?" nada suaranya sudah tidak ramah sekali.
wanita itu langsung pergi dari sana, masuk ke sebuah ruangan yang sepertinya disana tempat-tempat buku lainnya berada.
"m–maaf tuan, kami mempunyai 200 judul buku cerita anak, dongeng legenda dan cerita rakyat" wanita itu kembali lagi dengan sebuah kertas ditangannya.
"bawakan semua" ucap rangga.
ini zan mana ya btw?
"tuan ini buku ceritanya" baru juga diomongin langsung muncul.
zan muncul sambil membawa kira-kira 15 buku ditangannya. wajah tampannya terhalang dengan tumpukkan buku-buku itu.
"bagus" hanya menatap tanpa membantu zan.
"tuan 200 judul buku dikirim hari ini?" wanita itu keluar lagi, sedikit keringat terlihat di keningnya.
"b–baik tuan" kembali kedalam ruangan itu.
disana terlihat mulai ramai, karna sudah 30 menit mereka disana. tumpukkan buku-buku yang zan bawa tadi sudah di serahkan kepada karyawan lainnya untuk dihitung.
lama sekali, rangga ingin cepat pulang. bertemu sang yang minta hajat tentunya. dia hanya harus menandatangani bukti pembalian saja. takut di mono poli katanya. padahal buat apa juga rangga melakukan itu.
"tuan ini nominalnya" menunjuk sebuah layar di meja kasir itu.
zan hanya berdiri disana, dia hari ini terlihat berbeda sekali.
"kau tahu siapa aku?" menaruh kedua tangannya di meja kasir itu.
"m–maaf tuan" langsung menunduk. dia melupakan sesuatu.
salah besar wanita itu menyebut nominalnya ke rangga, karna yang mempunyai mall ini adalah dia.
akhirnya kegiatan memborong buku hari ini selesai. rangga dan zan keluar dari toko buku itu diikuti dengan beberapa karyawan lelaki dari toko itu yang menenteng 200 buku yang sudah di masukkan ke dalam tas.
"cepat zan cepat" menepuk-nepuk punggung zan seperti anak kecil yang sudah tak sabar ingin pulang.
__ADS_1
zan hanya menggelengkan kepalanya, heran dia gak tau apa yang terjadi sama rangga. dia turun dengan tergesa-gesa dan langsung memanggil-manggil namanya.
akhirnya sampai juga dia, langsung lah tu rangga loncat dari mobil. pak tan aja kaget ngeliatnya. tapi itu tidak lama, zan langsung memanggil beberapa pelayan wanita termaksud sari untuk membawakan 5 tas yang berisi 200 buku tadi. oh tentu semuanya perempuan, bisa ngamuk yang punya rumah kalau yang akan membawa tas-tas itu pelayan pria. secara kan mereka akan masuk kedalam kamar, tentu akan bertemu sang nona muda.
"danita" panggil rangga dengan senyum secerah mentari dan semanis gula.
"kenapa kau disini?" memicingkan matanya.
"memangnya aku dilarang kesini?" mengangkat alisnya dengan senyum yang masih terukir.
danita mengalihkan pandangannya ke para pelayan wanita yang masuk sambil membawa beberapa teng-tengan tas.
"itu apa sayang?" menunjuk tas-tas yang ditaruh di samping tempat tidur.
"buku cerita" jawabnya dengan bangga dan yakin karna telah memenuhi ngidam sang istri.
danita mengintip isinya, dia mengerutkan keningnya mengecek semua buku-buku itu.
"sayang kok gada buku hamil?" kembali kerangga dengan membawa satu buku ditangannya.
"buku apa itu?" menggaruk kepalanya.
"buku tentang kehamilan sayang" jawab danita.
"memangnya disitu tidak ada?" menunjuk tas-tas yang ada disana.
"ini buku cerita semua sayang"
rangga menggaruk rambut belakangnya. bingung.
"sayang beliin ya?" memasang puppy eyes.
tahan rangga tahan. "iya" tersenyum lebar dan manis.
dia melangkah keluar dan menutup pintu rapat-rapat.
bughh
satu tendangan mendarat tetap di kaki zan.
zan yang sedang melamun itu langsung terjatuh dan meringis.
"sialan" umpatnya menuruni tangga tanpa memperdulikan zan yang kesakitan disana.
ini lah rangga sekarang, akan tersenyum manis didepan danita dan berperilaku setan di tempat lainnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG
ps: ingatkan author jika ada typo