
Di kamar utama belum selesai mesra-mesranya. entah apa yang seru, tapi danita mulai terganggu.
"sayang udah jangan cium mulu" mendorong sedikit tubuh suaminya.
"cih, aku ingin mencium mu memangnya tidak boleh?" menatap kesal.
"ya boleh aja si, tapi masa gak ada bosannya cium mulu". ngedumel dalam hati.
Rangga melanjutkan lagi kegiatannya. pipi danita sekarang sudah menggembul, enak aja gitu di unyel-unyel. entah lah suka-suka rangga.
"sayang tadi ada kado bentuknya aneh, gak aku buka" melepaskan bibir rangga dari pipinya.
"hm" tak perduli kembali mendekatkan bibirnya.
"aku ambil ya? katanya kamu mau buka" menjauhkan lagi.
"bisa nanti" sekarang merapatkan tubuhnya dan istrinya.
Ah sial padahal kan danita ingin kabur dengan alasan ngambil kado itu. tapi sudahlah suaminya itu keras kepala.
"sayang tadi aku membeli tempat tidur bayi di online" ucap danita berhasil melepaskan rangga.
Rangga menatap kesal. "beli saja"
"kamu mau lihat gak? lucu tau" menjulurkan tangannya ke samping mengambil handphonenya.
walaupun agak kesal tapi rangga penasaran. tempat tidur seperti apa yang dibeli istrinya untuk anaknya. ahh pasti menggemaskan.
"lucu kan?" menunjukkan layar hpnya.
Rangga mengangguk. benar kan yang dipilih istrinya pasti sangat menggemaskan.
"sebenarnya aku bingung mau beli apa, kado-kado tadi sangat banyak untuk anak kita. kalo aku beli lagi nanti sayang tidak di pakai alhasil nanti hanya akan buang-buang uang" menatap layar hpnya sambil bergumam.
"uang ku tidak akan habis hanya untuk membeli perlengkapan bayi kita" sedang sombong rupanya.
"Sultan mah bebas" ucapnya pelan sangat pelan sambil menaruh kembali hpnya.
"kemari kan hp mu"
"untuk apa?" langsung mengalihkan pandangannya.
Rangga tak menjawab hanya tangannya yang sebagai kode untuk danita memberikan hpnya.
"dia gak mau apa-apain hp ku kan?". takut-takut dia memberikan benda pipihnya.
Rangga langsung mengambilnya. dia berdecih saat layar kunci tertera.
"kenapa kau menggunakan foto adik mu sebagai wallpaper hp mu?" menatap kesal dan cemberut.
__ADS_1
"kan itu foto dari hp ku yang lama sayang" melirik-lirik layar hpnya.
Rangga tetap cemberut. ngambek pokoknya dia.
"yaudah sini aku ganti" mau mengambil hpnya.
"diam" menjauhkannya.
Danita mengkerut kan keningnya sambil memicingkan matanya. sedang apa suaminya? kenapa mimik wajahnya aneh gitu.
"berani mengganti awas saja" mengembalikan kembali ke yang punya hp.
"dasar!" menatap geli layar kuncinya yang sudah ada Poto rangga yang tadi baru dia potret sendiri.
"sepertinya besok aku tidak sibuk" memutar-mutar rambut wanita di jarinya.
"ohh" menatap tangan rangga yang berada di ujung rambut gelombangnya.
"ayo kita beli perlengkapan bayi bersama-sama besok" antusias rangga mengucapkannya.
"ayo ayo sayang" semangat 45 karna bisa keluar rumah.
"wah semangat sekali kau kalau keluar rumah"
"iya dong! aku sudah lama ingin jalan-jalan" bertepuk tangan ringan sambil memajukan duduknya.
"ah tapi nanti pasti ada yang melihat mu, ck!" apa kah ini saatnya untuk bercemburu ria?.
"pokoknya besok kamu jangan berdandan jangan pakai riasan apapun, jangan memakai baju yang membuatmu terlihat cantik pokoknya jangan!" menekan kata-katanya.
Danita melengos. apa-apaan! gila ya?
"lalu aku memakai apa sayang?"
"pakai saja baju tidur kalo bisa" ucapnya santai.
"gila ya? yang benar saja dong!" gerutunya dalam hati.
"apa nanti aku tutup saja satu mall agar hanya kita berdua yang menjadi pelanggan di sana?" wajahnya seperti telah menemukan ide cemerlang.
"apa-apaan itu! yang benar saja tuan muda" membelalakkan matanya.
"ahh ide bagus" mengangguk setuju.
"jangan dong sayang, nanti para penjual yang ada disana mendapat uang dari mana kalau kamu tutup mallnya?" protes dengan cepat.
"dia bisa menjual barangnya di hari lain"
"tidak boleh gitu sayang, iya nanti aku gak pake riasan apapun biar aku jelek dan gak ada yang bakal ngeliat aku" sebenarnya dalam hatinya kesal tapi yasudahlah.
__ADS_1
"kau tanpa polesan apa apa saja tetap cantik" memegang dagu danita lalu di tatapnya lamat-lamat wajah mungil itu.
"memangnya secantik apa aku dimata mu?"
"sangat cantik, sangking cantiknya aku tak tahu harus mengatakan apa untuk mendeskripsikan kecantikan mu" memperhatikan setiap inci dari wajah mungil danita.
"berlebihan!" dia merasa ucapan rangga tak sesuai dengan kenyataan.
"aku akan berlebihan kalau menyangkut dirimu"
"lakukan sesuka mu". memutar bola matanya malas.
"tapi kalau kecantikan mu itu memang sungguh-sungguh, permata terindah di dunia sepertinya kalah dengan kecantikan mu" gombalan ala rangga.
"aaa jadi malu". menahan senyumnya.
"maka dari itu aku tidak mau permata ku dilirik orang lain" melepaskan tangannya dari dagu danita dan menyandarkan tubuhnya.
"iya tapi jangan berlebihan seperti itu!" menatap geli tapi masih senang dengan perkataan Rangga yang sebelum ini.
"karna aku tidak suka berbagi dan juga terbagi, apa yang sudah jadi milikku tetaplah milikku sampai kapan pun" mencium tangan danita berkali-kali sambil menatap yang punya tangan.
Danita tersenyum. entah lah, sikap pencemburu rangga menjadi hal yang di sukainya. kata orang cemburu itu tanda cinta, ya walaupun terkadang kecemburuan rangga hampir terlihat seperti obsesi.
"sama seperti mu, kamu milikku begitu juga sebaliknya. yang sudah jadi milikku tidak boleh di sentuh seujung kuku pun oleh orang lain" masih memainkan tangan mungil danita, dari mencium dengan bibirnya di remas-remas dan sebagainya.
Danita pindah duduk menjadi duduk diatas perut rangga, terkadang dia gemas dengan kecemburuan rangga.
"I am yours and you are mine?" mengelus rahang rangga dengan jarak yang hampir terkikis.
"yeah like that" memegang pinggul danita dan menatap lekat.
"kalau begitu boleh kah aku menikmati milikku?" menarik ujung bibirnya dengan tangan merangkul di leher rangga.
"lakukan sesuka mu, aku milik mu" suaranya terdengar seperti bisikan sensual.
Danita tersenyum dan hampir terdengar tertawa samar, rangga telah menempelkan bibirnya di bibir tipisnya. mesra-mesraan setelah menikah memang enak ya, lakuin apa saja bebas tidak ada pantangan.
Padahal hari masih sore tapi mereka akan melewatkan makan malam sampai mereka terbangun dari aktivitasnya.
Bersambung
epilog
rangga membuka sebuah kado yang bentuknya sangatlah aneh. dia sudah punya pirasat kalau isinya juga aneh. dengan cepat tanpa menimbulkan suara dia merobek kertas kado yang membalutnya.
Ada surat.
Selamat hari jadi nikah kawan ku, sorry gua gak bisa datang. biasa orang sibuk. pokoknya selamat atas satu pernikahannya, parah banget lu ga nikah gak ngundang pas perayaan juga gak ngundang, cuma ngirim chet doang. tapi gapapa, presdir adinata kan sibuk. btw bagi-bagi rahasianya biar dapet kembar gimana ga, kan biar dapet ilmu dari yang berpengalaman. posisinya apa aja ga? berapa kali sehari agar bisa dapet kembar ga? ntar kasih tau pas gua dah balik ya. sekian dari atlet ganteng dan terhormat sejagat raya.
__ADS_1
^^^-orang R terganteng^^^
Rangga berdecih, lalu dia membuka isinya. dia langsung melemparnya ke lantai saat melihatnya. benar-benar si R itu.