Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Persiapan


__ADS_3

Hari sudah siang dan matahari begitu terik diluar sana. tapi dibalik matahari yg sedang memancarkan panasnya itu ada puluhan mahasiswa yang sedang berjuang keras untuk melewati ujiannya dan memperoleh nilai yang baik dari yang terbaik.


ini adalah hari terakhir ujian semester danita, maka dari itu danita sangat berkerja keras dan belajar terus menerus untuk menyiapkan materi yang matang dan merekamnya kedalam otaknya.


selama danita belajar setiap hari ada seorang suami yang selalu ngambek disaat dia sedang fokus belajar. mungkin ini agak kekanak-kanakan tapi begitu lah Rangga selalu ngambek saat danita mengacuhkannya bahkan setiap danita hendak pergi ke kampusnya, Rangga selalu buat ulah. apapun dia lakukan agar menarik perhatian danita.


"hahh akhirnya selesai" ucap Rasya yg duduk di bangku sebrang meja panjang tempat danita duduk.


"gw rasa pala gw langsung ngebug abis ini" asal Vita melipat tangannya dimeja.


"ntar pala gw keluar Asep ni vit" Rasya meladeni ucapan Vita yang sangat rendom itu.


"emang bisa keluar asep?" tanya danita tiba² duduk didepan meja Rasya.


"canda tuhan, ya kali pala gw keluar asep" ikut melipat tangannya seperti vita.


"tapi klo bnran emang bisa?" lanjut danita.


"lu pikir ae dah sendiri nit otak gw dh gak bisa berpikir lagi" berusaha untuk mengabaikan ucapan danita yang sangat tidak masuk akal itu.


"tapi—" ucapan danita terpotong.


"mending makan lah ayo, Nita terlalu luas otaknya" Vita tiba² berdiri dan merapikan barangnya.


"eh di kantin ada somay kan?" mengikuti jalan kedua sahabatnya.


"ada lah nit" jawab Rasya.


"yesss" girang danita.


"ngidam lu?" tanya Rasya menatap danita yang ada di sampingnya.


"mungkin, dia kan juga udah bekerja keras" menatap perutnya yang masi terbilang datar itu.


"dah sebulan kan itu?" tanya Rasya.


"iya" senyum danita menatap kedua sahabatnya.


"enaknya jadi nyonya adinata" ujar Rasya menuruni tangga.


"bersyukur ae vit, jadi kek gw itu ada enak ma gak enaknya loh jadi bersyukur aja sapa tau lu dapet suami yang kaya raya" ucap danita sambil memejamkan matanya seperti berdoa.


"gw juga dong semoga dapet suami yang ganteng tajir bukan om² tapi yang umurnya udah 30 lebih" sindir vita cengengesan.

__ADS_1


"ye nyindir gw lu?" danita tersindir.


"Mon maap nih gitu² suami lu ganteng woy kek msi 20an" jawab Rasya tiba².


"nah ni dia, udah ganteng pake banget tajir pake banget terus dapet yang ikan seger yang polos dan lugu sprti ini. behh buset untung dua²nya" ucap vita tambah semangat.


"gw merasa sedang di gibahin ye" protes danita yang dari tadi mendengar ocehan kedua sahabatnya itu.


"kalo gibah tu dari belakang" elak rasya.


"mending gw makan somay" langsung berjalan cepat meninggalkan sahabatnya.


"yaelah nyonya muda ngambek" ejek rasya.


"nyonya muda tunggu aku" teriak Rasya dan Vita membuat orang² yang disana menatap heran.


*******


matahari sudah tenggelam dan digantikan oleh rembulan, langit yang cerah kini sudah berganti menjadi langit yang dipenuhi oleh bintang dan bulan yang memancarkan cahayanya.


danita sedang berada di dapur dan sedang memasak untuk suaminya saat pulang nanti, sebagai permintaan maaf karna dirinya sudah mencampakkan suaminya selama seminggu.


bisa bayangin bagaimana ekspresi Rangga setiap di campakkan oleh danita?.


"nona biar kami saja yang memasak, nona istirahat lah" dari awal dia memasuki dapur para koki sudah sangat terkejut dan menyuruh danita untuk duduk saja dan biarkan mereka yang memasak makan malam untuk Rangga.


"tapi nona ini sangat berbahaya anda tidak boleh kelelahan" ucap si koki yang sudah ada keriput itu.


"astaga saya tidak apa-apa pak saya sudah biasa memasak kok" Masi fokus memasak dan meracik bumbu-bumbu masakannya.


"kalian pantau saja nona danita dari sini" ucap pak Tan membuat para koki akhirnya duduk dikursi dapur dan memperhatikan danita.


danita berhasil membuat para koki kagum dengan keahliannya dalam hal memasak dan meracik bumbunya. kelihatannya mudah dan gampang ditiru tapi danita membuat masakannya itu terlihat berkelas. apa lagi dengan cara masak danita yang tenang, bersih dah rapih itu semua membuat para koki sekaligus pak Tan dan audri yang ada disana terkagum-kagum.


"tuan Rangga akan pulang setengah jam lagi apa nona danita bisa menyelesaikannya?" gumam pak Tan memperhatikan danita yang masi sedang memasak.


"apa kalian bisa mencicipi masakan ini?" tanya danita menaruh piring masakannya didepan para koki.


"tentu nona" jawab para koki itu serentak.


mereka mengambil sendok kecil lalu mencicipi makanan hasil masakan danita yang terlihat sangat mewah dan berkelas itu.


"ini seperti masakan restoran bintang 5" gumam salah satu koki.

__ADS_1


"aku harus belajar resepnya, ini begitu enak"


kira² seperti itulah ucap para koki itu dalam hatinya dan intinya sama² mengagumi masakan danita yang terlihat simpel namun mempunyai rasa sekelas restoran bintang 5.


"tidak enak ya?" tanya danita menatap para koki.


"tidak nona ini sangat enak"


"saya sangat mengagumi masakan anda"


"nona danita anda sangat hebat" semuanya memuji masakan danita itu dengan wajah yang kagum.


"benarkah? terima kasih" senyum girang danita seperti anak kecil.


"nona anda sangat hebat" audri pun ikut mengagumi masakan danita walaupun belum mencicipinya.


"nona kami akan menyiapkan makanannya di meja makan anda bersiap-siaplah karna tuan Rangga akan pulang 15 menit lagi" ucap pak Tan.


"serius?" tanya danita terkejut.


pak Tan mengangguk.


danita langsung melepaskan apron yang dia kenakan dan berjalan setengah berlari kekamar.


"nona jangan lari-lari" ucap audri setengah teriak karna danita sudah berada disetengah anak tangga.


"baik" teriak danita.


sesampainya danita dikamar....


"aku harus memakai baju apa?" bingung danita membuka semua lemari bajunya dan menatap pakaian yang sangat banyak itu.


akhirnya dia memilih ke lemari pakaian sehari-hari, disana dia mencari baju yang terlintas dipikirannya saat sedang berfikir memakai baju apa.


merapikan rambutnya, memakai parfum yang tidak terlalu menyengat tapi itu parfum danita yang disukai Rangga.


danita menuruni tangga dengan girang dan bernyanyi kecil. oh danita sangat gembira malam ini.


"nona danita dengan pakaian yang simpel saja Masi terlihat sangat cantik dan keimutannya bertambah" gumam audri menatap danita yang sedang turun dari tangga.


danita memakai baju putih dengan warna merah sedikit di lengannya dan ada tulisan love kecil di bagian kanan bajunya.dan celana jeans pendek berwarna hitam dengan tulisan merek yang menempel di celana jeansnya. jangan lupakan rambut gelombang cantiknya yang dibiarkan terburai indah di pundaknya danita juga memasukkan setengah bajunya agar tidak terlihat seperti Jojon:b.


danita membuat orang-orang yang dibawah terpesona dengan kecantikan danita yang simpel itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG


PS:ingatkan author jika ada typo:)


__ADS_2