
Pagi sudah tiba.penghuni kamar utama sudah bangun dan juga sudah rapi dengan pakaian mereka masing masing.untung saja hari ini kelas danita tidak mulai pagi, karna tadi pagi Rangga meminta mandi bersama dengan danita, tentu saja akan lebih sangat lama jika mandi bersama Rangga.
"dia lama banget sih berangkatnya, udah dong Sono berangkat aku juga mau kuliah" gerutu danita dalam hati.
Rangga dan danita sedang duduk di sofa yang ada di kamar mereka berdua. Rangga sedang asik dengan tubuh danita, dari tadi Rangga tidak henti hentinya menjahili danita.
"sayang kita gak sarapan?" tanya danita yang sudah mulai bosan menunggu pak Tan mengantarkan sarapan kekamarnya.
"pak Tan belum datang" jawab Rangga santai menciumi tangan danita dan memainkannya.
"arghhhh frustasi aku lama lama dengannya". danita
akhirnya yang ditunggu2 datang, pak Tan masuk kekamar membawa sarapan untuk kedua majikannya itu. danita dengan sabar menyuapi rangga.
author:sungguh betapa sabarnya danita memiliki suami seperti Rangga.
mereka berdua sudah selesai dengan drama paginya. Rangga sudah berangkat ke kantor dan danita juga sudah berangkat ke kampusnya.
Rangga POV
"tuan pesawat nona Kelin sudah lepas landas sejak 1 jam yang lalu" ucap zan memberitahu Rangga.
"baiklah, adikku akan pulang" jawab Rangga tersenyum mendengar kata Kelin.
"pesawat nona bunga satu pesawat dengan nona Kelin tuan" sambung zan membuat Rangga menghentikan langkahnya yang hendak ke kursi kebanggaannya.
Rangga berbalik ke zan lalu berkata.
"apakan Kelin akan melihat dia?" tanya Rangga bernada dingin.
"ada kemungkinan tuan mereka berdua akan bertemu atau salah satu diantaranya akan melihat salah satu dari mereka" zan menjelaskan kepada Rangga.
Rangga berbalik lagi menuju kursinya, menyenderkan badannya ke kursi.
"kirim supir untuk menjemput kelin dari bandara" suruh Rangga.
zan langsung berbalik keluar dari ruangan rangga, menelpon sopir Kelin.
Rangga kembali sibuk dengan laporan yang ada diatas mejanya.
Rangga end POV
di bandara
Kelin sudah menaiki pesawatnya, Kelin memilih jam penerbangan pagi agar sampai di tanah air siang/sore.
"itu kak bunga bukan sih?" tanya kelin bergumam sendiri.
Kelin melihat bunga dari belakang punggung bunga.saat Kelin hendak menghampiri wanita itu, pramugari menahannga karna pesawat akan segera lepas landas. akhirnya Kelin duduk kembali memasang sabuk pengamannya.
pesawat sudah sampai di tanah air. Kelin sampai ditanah air sore hari, Kelin melihat lagi sosok bunga akhirnya Kelin menghampiri wanita itu untuk memastikan.
"kak bunga?" ucap Kelin saat sudah berada di depan bunga.
"Kelin?, kamu pulang ke tanah air?" memang benar dia adalah bunga.
"iya kak, bener ternyata kak bunga" jawab Kelin sopan.
"gak nyangka yah bakal ketemu disini, udah lama yah?" tanya bunga ke Kelin akrab. Kelin dan bunga memang sudah akrab sejak bunga menjalin hubungan dengan kakaknya.
"iya kak, kak aku duluan yah supir kak Rangga dah nunggu didepan" pamit Kelin langsung pergi.
__ADS_1
bunga Masi menatap kepergian Kelin.
"Rangga aku kembali, aku akan mendapatkanmu kembali" gumam bunga.
flashback danita
danita sedang dalam perjalan pulang karna baru saja mendapat pesan dari Rangga agar danita segera pulang.
danita sudah sampai di depan gerbang rumah Rangga. dia langsung masuk dan melihat dua mobil yang terparkir didepan pintu rumah, salah satunya danita mengenali mobil itu tapi satunya lagi danita tidak mengenalinya sama sekali.
langkah danita terhenti melihat adegan yang ada didepannya, seorang perempuan memeluk Rangga manja dan Rangga membalas pelukannya itu. suatu adegan yang berhasil membuat dada danita terasa sesak.
zan melihat danita yang sudah berdiri didepan Rangga yang sedang berpelukan langsung memberi tahu Rangga.
"tuan nona danita sudah datang" bisik zan
Rangga melepas pelukannya melihat danita.
"danita kau sudah datang?" tanya Rangga mencium kening danita.
"iya sayang" jawab danita lembut.
"Kelin ini kakak iparmu" ucap Rangga menunjuk danita. yang ditunjuk kaget tidak mengerti.
"hallo kakak ipar, kakak ipar terlihat Masi muda banget" sapa Kelin sambil memeluk lengan danita.
"e eh iya" jawab canggung.
"kakak ipar jangan tegang gitu donk, sans aja sama aku kak" ucap Kelin sambil menarik danita masuk.
"kamu adiknya tuan Rangga?" tanya danita tetap kengikuti langkah Kelin.
"iya kak, aku emang gak Dateng ke pernikahan kalian berdua karna aku lagi sekolah di London" jelas Kelin duduk disebelah danita.
"gak mau, maunya sama kakak ipar" jawab Kelin imut tambah mempererat pelukannya dilengan danita.
"kau mau dimandikan dengan danita?, jangan mimpi kau" ucap Rangga ketus sambil menarik tangan danita yang satunya lagi.
"dih emang kenapa?, kakak sewot aja" tambah mempererat pelukannya.
"Sono Sono mandi, jangan nempel Mulu" usir Rangga menarik tubuh mungil danita sampai tubuh danita sedikit terpangku di paha Rangga dan juga karna ditarik paksa oleh Rangga danita sedikit meringis kesakitan.
"kakak ipar kenapa?, sakit yah tarikan kak Rangga?" tanya kelin khawatir.
"enggak kok" jawab danita.
"mana yang sakit? katakan" tanya Rangga memegang pipi danita.
"yang sakit itu tangan ku bukan pipiku" ucap danita dalam hati.
"enggak sayang, gada yang sakit kok" jawab danita menurunkan tangan Rangga dipipinnya. "sst" ringis danita saat menurunkan tangan Rangga.
"mana yang sakit?, katakan danita" ucap lagi Rangga dengan tatapan khawatir.
"apa tangan mu sakit?" tanya Rangga melipat lengan kanan baju danita. dan memang benar lengan kanan danita sedikit merah karna pelukan Kelin yang sangat kencang tadi.
"Kelin" geram Rangga kesal ke adiknya.
"kakak ipar maafkan aku, aku beneran tidak sengaja" ucap Kelin ke danita. saat mendapat panggilan membunuh dari kakaknya
"gak papa kok, ini juga gak sakit" jawab danita tersenyum.
__ADS_1
"sudah sana pergi kekamarmu, suru pak Tan bawakan obat untuk ini kekamarku" suru Rangga menunjuk lengan danita yang masih merah.
"baik kak" jawab Kelin menunduk.
Rangga langsung menggendong danita kekamarnya, danita malu karna disitu ada pak Tan dan sekertaris zan juga.
"sayang aku bisa jalan" berontak danita. Rangga tidak menggubris perkataan danita dia tetap berjalan menuju tangga. sementara yang digendong menyembunyikan wajahnya didada Rangga karna malu.
Rangga menurunkan danita di kasur dengan hati² dan meninggalkan satu kecupan di kening danita.
"sayang ini cumang merah biasa kok, nanti juga hilang"
"kalau itu bengkak gimana?" jawab Rangga dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
danita langsung diam, karna percuma apapun yang dikatakan danita tidak akan didengar oleh Rangga.
"kamu mau ngapain?" tanya danita sambil menyimlangkan kedua tangannya di depan dadanya.
"buka bajumu aku mau lihat lukamu" jawab Rangga menarik baju danita masih ditahan dengan tangan danita.
"gak usah sayang kamu kan dah liat tadi" danita masih berusaha.
dengan mudah Rangga menarik baju yang menempel ditubuh danita dengan paksa dan membuangnya kesamping danita.
"gak usah pake buka baju bisa kali, nanti kalau adikmu masuk gimana?" gerutu danita dalam hati. akhirnya danita pasrah dengan Rangga.
Rangga melihat lengan danita yang masih merah itu tapi tidak Semerah tadi. dengan posisi danita duduk didepan Rangga membelakangi Rangga.
"apa sakit?" tanya Rangga memegang lengan danita yang merah.
"enggak" jawab danita singkat.
"kalau sakit katakan sakit, jangan membahayakan dirimu sendiri" ucap Rangga kesal ke danita.
"emang itu gak sakit sayang" jawab danita sambil memegang tangan Rangga yang sudah mulai nakal.
"tangan anda tolong ini udah nakal kemana mana" ucap danita dalam hati.
Rangga mengecup lengan danita dan tangannya tambah nakal kemana. sekarang tangannya sudah menempel di bagian tubuh danita yang disukainya. Rangga meremas lembut dengan mulutnya yang masih mencium lengan danita.
"sayang udah" tahan danita berusaha melepaskan diri.
Rangga tidak menggubris perkataan danita, Rangga langsung menindih danita dan melucuti pakaian danita dan pakaiannya, danita sudah capek tapi dia harus menuruti Rangga.
pak Tan sudah sampai di depan pintu kamar danita dan Rangga saat hendak mengetuk pintu pak Tan mengurungkan niatnya saat mendengar suara danita dari dalam kamar. saat hendak pergi sekertaris zan muncul dan bertanya kepada pak Tan dengan tatapannya, tapi pak diam saja akhirnya zan memeriksanya kembali. sama dengan pak tan, zan mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu saat mendengar suara danita.
pak Tan dan zan langsung turun kembali.
bunga POV
apartemen yang luas dan dominan berwarna hijau toska menghiasi apartemen punya bunga.
bunga sedang duduk ditepi kasur melihat foto dia bersama lelaki yang tampan yang pernah hampir gila saat dirinya meninggalkan pria itu.
"Rangga kau akan kembali kedalam pelukanku dan kita akan hidup bersama kembali" ucap bunga sambil memegang foto itu dan menciumnya.
"wanita mana yang berhasil menaklukkan hatimu kecuali aku Rangga?"
"istrimu bukan apa² jika dibandingkan denganku, dan tentu saja kau menikahinya hanya untuk menuruti permintaan papamu yang sudah tua itu"
"tunggu aku sayang, aku akan menarikmu kembali kedalam pelukanku" ucap bunga mengakhiri kalimatnya sambil mencium Rangga yang ada difoto itu.
__ADS_1
setelah itu bunga menaruh foto itu disamping ranjang lalu masuk kedalam selimut menikmati angin malam yang masuk ke dalam apartemen nya.
Bersambung