
Semalam terjadi sesuatu pada zan, yang membuatnya seperti orang aneh sekarang. terlihat seperti orang bodoh si sebenarnya.
(cerita yang terjadi tadi malam)
"biasa" zan mengangkat tangannya kepada barista yang sudah sangat lama menyajikan kopinya.
barista itu mengangguk dan langsung meracik kopi zan. sebenarnya kopi hitam biasa yang tidak memakai gula, tapi bagi zan itu sangat enak.
Zan membuka hpnya, tadinya hanya ingin melihat beberapa pesan. tapi ya karna dia merasa bosan akhirnya dia menekan game online yang ada di hpnya.
kegiatannya terganggu karna ada seseorang yang menarik kursi depannya. "ada orang" ucapnya tanpa ngalihin pandang dari hpnya.
"maaf banget, tapi sebentar aja pliss" menyatukan kedua tangannya dan memohon.
zan mengangkat kepalanya, dan wajah itu suara itu tidak asing baginya. memilih acuh akhirnya dia kembali ke hpnya.
"zan?" dan wanita itu pun mengenalinya.
zan mengangkat kepalanya lagi. sedikit memicingkan matanya. dia mulai ingat.
tapi akhirnya kembali ke hpnya.
wanita itu cengo, hanya dilirik?!.
"ehh kau mau kemana?" menahan zan yang sudah berdiri.
"saya tidak punya urusan dengan anda" acuhnya.
"aku tahu kita sama sekali tidak mempunyai urusan, tapi pliss aku lagi dikejar-kejar orang" ucapnya cepat karna tahu zan tidak suka kalau waktunya terbuang.
"ha?" sungguh dia tidak paham.
"mantan aku ada yang lagi kejar-kejar aku minta balikkan" bisiknya.
"itu urusan anda" mulai melangkahkan kakinya tapi langsung ditahan.
"pliss lah, dia ini kasar banget galak lagi pas pacaran, pokoknya ew banget deh" membayangkan waktu-waktu masih bersama.
"lalu urusannya dengan saya?" tetap acuh.
"udah pedo pelit lagi, jahat banget sih" menunjuk zan dengan tatapan kesal.
zan tambah semangat buat ninggalin perempuan itu. tapi baru dia mengambil satu langkah. dirinya dibuat mundur oleh wanita itu. karna sekarang dia sedang mengumpat dibelakang zan.
suara teriakan orang memanggil satu nama membuat seisi cafe menatap kearahnya.
"Rasya kamu dimana" panggil lelaki itu.
para pengunjung bisik-bisik dengan siapa yang disebut lelaki ini?.
"itu orangnya" wanita yang dimaksud lelaki itu dia toh.
iya rasya sahabat danita istrinya tuan rangga.
lelaki itu berhasil menemukan rasya, walaupun dia sudah bersembunyi di belakang tubuh tinggi zan.
zan menatap datar lelaki yang sedang berjalan mendekatinya. sungguh dia sangat malas, ini sama sekali bukan urusannya.
"rasya sayang kok kamu disitu" menengok ke belakang zan tapi zan langsung menghalanginya dengan tubuhnya yang digeser.
__ADS_1
"siapa lu? ngumpetin cewe gua?" sinis lelaki itu, sok-sokan doang itu nyalinya mah sebiji doang.
"anda yang siapa?" tak kalah sinis.
"wah cari ribut ni orang, gue pacarnya kenapa?" dengan gayanya dia melipat lengannya.
"sayang dia pacar kamu?" mengarahkan pandangannya ke belakang.
waw sayang...
Rasya tentu terkejut, tadi dia berfikir hidupnya tidak akan selamat. tetapi kenapa jadi begini?.
"b–bukan" sekilas menatap zan yang tatapannya sama sekali tidak bersahabat.
"anda jangan berkhayal" ucap zan.
"rasya kamu kena–" tangannya yang sudah ingin menarik rasya dari sana langsung ditangkap zan.
"jangan menyentuh milik saya!" menepis kasar tangan itu dan bersinis mata.
aktingnya bagus ya bund...
"wah cari ribut?" sudah siap melayangkan tinju di pipi zan.
tetapi..
dubrak
malah dia yang dibanting zan.
"ayo dimana?" menantang.
kalo ini mukulnya gak ekting, beneran bund:)
pengunjung tentu terkejut dengan aksi tinju-tinjuan yang terjadi disini. hanya melihat saja sudah bisa dipastikan kalau zan yang akan menang. secara kan sabuk item.
Rasya yang melihat betapa nafsunya zan menghajar lelaki yang tadi dia sebut mantan, sama sekali tidak menyangka akan se woh ini. kayak di film-film berantem.
tidak ada yang memisahkannya, zan asik sendiri memukulinya. akhirnya dia sadar dia dimana, dia bangkit dari duduknya. menarik rasya dari sana tanpa mengucapkan satu katapun.
"masuk" mendorong rasya agar masuk ke dalam mobil.
ya rasya tentu kalah kuat.
"gila dia belajar dimana ya?" menatap zan yang sedang memutari mobil, lalu membanting pintu mobil.
"puas?" nafasnya terdengar sedikit terengah-engah.
udah lama dia gak latihan.
"hehe makasi ya" cengar-cengir sendiri dia. gak tau apa zan udah pengen dorong dia aja hawanya.
"itu sakit gak?" menunjuk tangan zan yang ada darah dan terlihat ada goresan.
"gak" singkatnya. baru dia mau nyalain mobilnya tapi langsung diberhentiin sama rasya.
"tunggu sebentar, jangan kemana-mana" langsung membuka pintu mobil dan turun tanpa memperdulikan zan yang sudah bermuka kesal.
zan mengikuti arah rasya pergi dengan matanya. males si sebenarnya, buat apa juga nungguin. tapi tubuhnya menolak untuk bergerak.
__ADS_1
"sini" sudah kembali masuk.
zan acuh, malah menyalakan mobilnya.
"heh aku gak nyuruh buat nyalain mobil" memukul tangan zan.
akhirnya zan nurut, berisik soalnya.
Rasya membersihkan darah yang masi mengalir dari tangan zan, lalu menekan luka itu dengan menggunakan kapas. berharap zan akan berteriak. ternyata tidak. menyebalkan!!!.
"kamu belajar bela diri dimana?" ucapnya disela-sela kesibukan dia sedang mengobati tangan zan.
"bukan urusan mu" dinginnya.
"orang nanya" sinisnya masih sibuk dengan tangan zan.
"saya gak mau jawab" singkat zan. tanpa sadar dia memperhatikan rasya.
"dingin ya kayak kulkas 60 pintu" menekan luka zan dengan keras. kali ini berharap lagi zan akan berteriak.
tapi ya namanya kulkas luar dalem, jadi ya gitu.
Zan menatap wajah serius rasya, dan jujur dia nyaman dengan tangan rasya yang sudah berapa kali menyentuh tangannya. hangat. zan langsung melempar pandangannya.
"dahh" ucap rasya bersorak ria dengan hasil kerjanya yang rapih.
penutup luka yang berbentuk kartun itu terpampang di tangan zan, terkejut bukan main dia. baru juga mau ngelepas langsung di tepis tangannya.
"awas aja kalau dilepas" galaknya.
zan masa bodo, langsung tancap gas. dia berencana akan melepas penutup luka itu setelah sampai rumah.
"terima kasih banyak zan" ucap rasya penuh kemurahan dan tersenyum manis.
"hm" dia mah lirik aja enggak.
"kau mengenal danita kan?" terus berbicara, belum ingin turun.
"kenapa kau menanyakan nona danita?" dia langsung menengok saat nama nona mudanya disebut.
"enggak nanya doang" entengnya.
zan sudah ingin mendorong wanita ini sungguh.
"cepat tu–" dia hendak menengok kesamping tetapi sesuatu yang hangat terasa dipipinya.
rasya menutup mulutnya, dia pun kaget. dia tidak berbohong itu tadi tidak sengaja. dia mendekatkan dirinya ke zan karna wangi zan enak. jadi dia ketagihan , gak tau dia bakal kayak gini.
zan yang masi syok hanya menatap kosong kedepan. hangat dipipinya masih terasa.
dengan malu yang sudah di ubun-ubun, Rasya keluar dan membanting pintu mobil karna malu dan buru-buru. bodoh sekali dirinya.
zan meraba pipinya yang masi terasa hangat, lalu menatap rasya yang sedang berlari ke gerbang rumah.
Rasya menciumnya.
BERSAMBUNG
ps: ingatkan author jika ada typo
__ADS_1