
Hari yang sangat menyenangkan bagi dua insan yang baru memulai hubungannya.
danita tidak bisa tidur nyenyak malam ini. memikirkan hubungannya. berbeda dengan Rangga dia sudah tidur nyenyak dan mimpi indah.
sinar matahari masuk malu2 kekamar danita. penghuni kamar sudah bangun dari tadi.danita berada di bawah membantu ibunya menyiapkan makanan. jam menunjukan Masi pukul 06.45. karna danita tidak bisa tidur nyenyak tadi malam jadi dia bangun pagi.
drrt
drrt
hp danita bunyi tertera no asing di layar hpnya.
"hallo" danita mengangkatnya tapi di speaker karna tangannya sibuk mengupas bawang.
"selamat pagi nona danita" sapa ramah orang di sebrang sana.
"selamat pagi, maaf ini siapa ya?" bertanya sambil fokus mengupas bawang.
"saya sekertaris Fauzan nona" zan sengaja menyebut nama lengkapnya supaya danita tidak lupa.
"ohh" Masi belum sadar dengan nama yang disebutkan dan Masi sibuk mengupas bawang. "apaa?, ini sekertaris zan?" langsung mengangkat telpon ke telinganya.
"iya nona, nona anda disuru kekantor oleh tuan Rangga" jelas zan.
"tapi jam 9 nanti aku ada kelas" mencari alasan.
"saya akan mengirim supir kerumah anda pukul 7" menjawab dengan tanpa berdosa.
"enteng sekali kau kalau ngomong, memangnya kenapa tuan Rangga menyuruh ku datang ke kantornya?" bertanya dengan serius dan curiga.
"mungkin tuan kangen nona?" menjawab dengan asal.
"jangan meng ada-ada kau" sebenarnya danita senang campur malu.
"sampai bertemu nona di gedung adinata grup, dandan yang cantik ya nona"
"gila!" langsung menutup sambungan.
danita langsung berlari ke kamarnya untuk ganti baju. danita sedang menyisir rambutnya setelah menggunakan segala perlengkapan paginya tidak lupa danita menggunakan parfum. danita sengaja tidak menguncir rambutnya dan membiarkan rambutnya terburai jatuh di punggungnya. rambut danita berwarna hitam pekat dan bergelombang membuat penampilannya sangat cantik.
danita langsung turun dan menemui ibunya. "mau kemana kamu nita?"tanya ibu
"aku disuruh ke kantor tuan Rangga Bu" mengambil susu di meja.
"ohhh, eh itu mobil siapa?" ibu melihat mobil yang terparkir di depan rumah danita.
"mungkin itu mobil dari adinata grup, Bu ibu bukain ya pintunya aku mau ngambil tas aku dulu" danita langsung naik lagi kekamarnya karna lupa membawa tasnya.
"selamat pagi nona danita" sapa seorang laki-laki.
"eh iya, selamat pagi juga tuan" jawab danita tak kalah ramah.
" panggil saja saya pak nona jangan panggil saya tuan" membukakan pintu belakang untuk danita.
"iya pak, terima kasih"
mobil melaju ke gedung adinata grup.
adinata grup
"zan kau sudah menyuruh danita untuk kesini kan?" Rangga sudah tidak sabar bertemu dengan sang pujaan hatinya.
"sudah tuan, menurut info dari supir yang saya kirim, nona danita sedang di perjalanan" zan mengambil hpnya untuk memeriksa email yang masuk.
"bagaimana dengan persiapan pernikahannya?" Rangga kembali fokus dengan leptopnya.
"sudah 60% tuan yang sudah dikerjakan" zan mengambil berkas di depannya.
"sesuai yang aku mau kan?"
"iya tuan semuanya sesuai dengan apa yang anda mau". kedua manusia itu kembali fokus dengan pekerjaannya.
flashback danita
danita sudah sampai di gedung adinat grup. "tinggi banget ni gedung" danita menatap kagum gedung adinata grup yang menjulang tinggi mencakar langit.
"silahkan nona masuk" supir yang membawa danita tadi mempersilahkan danita untuk masuk.
danita mendekati meja resepsionis "permisi" ucap danita sopan.
"iya bisa saya bantu?" tanya seorang resepsionis itu sambil melihat danita dari atas sampe bawah. danita menggunakan rok hitam dengan motif kantong yang tidak ketat dan menggunakan baju pink berbahan sweter rajut yang ada tulisan love. danita terlihat seperti anak SMA.
"saya mau ketemu dengan tuan Rangga" jawab danita sopan.
"maaf anda siapa? apa anda sudah membuat janji dengan sekertarisnya?" bertanya dengan nada ketus.
"saya danita" menjawab dengan sopan.
"nona anda sepertinya Masi sekolah, kalau anda ingin menemui Presdir direktur anda harus buat janji dulu baru boleh menemui tuan Rangga" menjawab dengan nada ketus.
sombong kali lah resepsionis satu ini😅.
"tapi saya disuruh untuk kesini oleh tuan Rangga" ucap danita dengan nada halus.
"nona kalau anda mau ngehalu jangan tinggi-tinggi tuan Rangga tidak pernah mengundang anak yang masi sekolah, nona sebaiknya anda pulang saja nanti saya akan dipecat membiarkan orang asing masuk" menjawab dengan nada sombong.
"tapi.." belum sempat danita menyelesaikan kata-katanya sudah dipotong lagi oleh resepsionis itu.
"anda mau saya panggilkan squrity?" menjawab dengan gaya sombong.
danita langsung membalikan badannya dengan rasa kecewa dia seperti dipermainkan.
"nona danita" seseorang memanggil danita membuat langkahnya terhenti.
"apa-apaan kau ini, kenapa kau mengusir nona danita? apa tugasmu sebagai resepsionis?" bentak zan kepada resepsionis itu.
__ADS_1
"maaf tuan, saya tidak tau siapa nona ini" menjawab sambil menunjuk danita.
"dia adalah kekasih tuan Rangga" bentak zan lagi. resepsionis itu langsung menutup mulutnya kaget.
"sekertaris zan sudah lah jangan dimarahi lagi" ucap danita membela resepsionis yang mengusirnya tadi.
"resepsionis apa kau ini? mengusir kekasih tuan Rangga" bentak zan lagi.
"maaf nona saya tidak tau, saya benar-benar minta maaf" ucap resepsionis itu sambil menunduk ke danita.
"sekertaris zan sudahlah" danita tetap membela resepsionis itu. "dia memang tidak tau, jadi sudah lah".
"mari nona saya antar ke ruangan tuan Rangga" melangkah sambil memberikan lirikan membunuh kepada resepsionis tadi.
"mampus lah aku" . resepsionis tadi menyesal dengan apa yang dilakukannya tadi.
danita dan zan sudah masuk ke lift khusus untuk direktur. ruangan Rangga berada pada paling atas dan hanya satu lift khusus untuk menuju ruangan Presdir. didalam lift tercipta keheningan.
"sekertaris zan apa tuan Rangga sedang ada tamu?" danita memecah keheningan yang ada.
"tidak nona tuan Rangga tidak ada tamu" jawab zan santai.
"saya harus bicara apa nanti dengan tuan Rangga?" itulah masalahnya danita bingung apa yang akan dia bicarakan dengan Rangga.
"anda cukup duduk disebelah tuan Rangga dan ladeni tuan Rangga" zan menjawab dengan santai dan sopan.
"anda sepertinya selalu menjwab santai ya sekertaris zan" ingin rasanya danita memukul lengan zan.
"memang seperti itu nona kenyataanya" zan menjawab dengan senyuman.
tingg
pintu lift terbuka. zan berjalan mendahului danita.
zan sudah berdiri didepan pintu presdir. danita menatap zan heran. dan mereka menatap saling bingung. kenapa kau tidak masuk?. itulah arti tatapan danita.
"anda masuk duluan nona saya akan kembali setelah membawa makanan" zan sudah sangat mengerti.
"tidak usah membawa makanan, ayo masuk temani aku" danita Masi berharap ke zan untuk ikut ke dalam.
"nona anda yang menjadi tamu spesial tuan Rangga , jadi anda masuk lah dulu" hendak pergi.
"kumohon sekertaris zan" memohon dengan tatapan berbinar.
"nona saya kasih tau selama ini tidak ada yang membuat tuan Rangga menunggu" menjawab dengan tatapan intens.
danita langsung kaget dan hendak untuk membuka pintu tapi danita diam sebentar menatap zan. zan hanya mengangguk dan pergi mengambil makanan untuk kedua majikannya.
danita mengetuk pintu terlebih dahulu. "masuk" terdengar suara dari dalam. sebelum danita masuk dia mengambil nafas panjang dan mengeluarkan perlahan. "kau bisa danita"
ceklek
danita membuka pintu dan masuk pelan pelan.
"ngapain kau mengendap-endap seperti itu?" ucap rangga membuat danita kaget.
"kemari lah" sambil berjalan menuju sofa.
danita hanya mengikuti apa yang diucapkan Rangga.
danita sudah duduk di sebelah Rangga.
"kau mau kuliah? membawa tas seperti itu?" Rangga melihat tas yang ada di punggung danita.
"ohh saya niatnya habis dari sini langsung ke kuliah karna saya jam 9 sudah mulai kelas" jelas danita.
"kemarin kau tidak menggunakan kata-kata itu" ucap Rangga sambil memegang rambut danita yang terburai indah di punggungnya.
"kata-kata yang mana?" danita sedikit bingung tapi sedetik kemudian dia tau dimana letak salah di kata-katanya
"upss maaf tuan aku salah" ucap danita sambil menutup mulutnya.
"menggemaskan" ingin sekali Rangga mencium bibir mungil itu.
"kau sudah sarapan?" mengalihkan topik.
"aku tadi minum susu sebelum kesini" menjawab dengan nada yang halus.
"bagaimana denganmu apa kau sudah sarapan?" ucap danita lembut dan perhatian.
"aku terlalu sibuk untuk sarapan" memandang wajah danita lekat.
"dia cantik juga, kulitnya putih, alisnya tebal, matanya lebar, hidung tidak terlalu pesek, dan bibir yang mungil tapi agak tebal". Rangga
"kau harus tetap sarapan tuan, bagaimana caramu untuk bekerja tanpa ada asupan makanan, nanti kau sakit" ucap danita perhatian.
"hmm" tetap melihat danita lekat.
"aku serius tuan, nanti kamu bisa sakit kalau tidak makan dan sarapan itu sangat penting, lagi p–" belum sempat danita menyelesaikan kata-katanyatapi sudah ditutup mulutnya dengan mulut Rangga.
danita diam dan kaget itu adalah first kissnya. danita tidak tau bagaimana cara membalas ciuman jadi dia hanya diam saja seperti manekin. Rangga tau kalo danita tidak membalasnya.
"kau kesurupan?" ucap Rangga setelah melepas ciumannya.
"e enggak tuan" danita menjawab gugup tidak berani menatap Rangga.
"kenapa?" memegang dagu danita agar dia menatap wajah rangga.
wajah danita sudah sangat merah karna malu. "itu frist kiss saya tuan" danita sangat malu.
"gara-gara itu mukamu sampai merah padam?" ucap Rangga sambil mencubit pipi danita yang merah.
"aww sakit" danita meringis karna cubitan Rangga.
Rangga hanya tertawa melihat tingkah lucu danita. "jadi aku yang pertama?" tanya Rangga sambil mengelus pipi danita yang habis dia cubit tadi.
__ADS_1
"iyaa" jawab danita sambil menurunkan tangan Rangga dari pipinya.
cup
Rangga mengecup lembut bibir danita sekali lagi.
"ihh kenapa dicium lagi" ucap danita sambil memukul lengan Rangga.
"manis sih" ucap Rangga enteng.
perkelahian antara danita dan Rangga terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu.
zan masuk sambil membawakan sarapan. zan sempat melihat aksi danita memukul lengan Rangga. zan hanya bisa tahan batin melihat kemesraan kedua majikannya itu.
wajarlah zan kan jomblo berumur😅.
"silahkan menikmati sarapannya tuan" ucap zan sopan hendak pergi.
Rangga mengambil mangkok makanannya dan diberikan ke danita tujuannya agar dia disuapi danita.
"apa? kenapa kamu ngasih ke aku?" tanya danita bingung.
"kita makan bareng kau suapi aku" perintah Rangga enteng.
"kau sultannya tuan" geram danita dalem hati.
danita menyuapi Rangga dengan sabar karna Rangga banyak maunya. sedikit demi sedikit sarapan yang ada di mangkok habis juga.
"tadi kau bilang kelas mu mulai jam berapa?" tanya Rangga sambil memberikan gelasnya ke danita.
"jam 9" jawab danita sambil minum.
"jam berapa sekarang?" tanya Rangga.
"jam 8 lewat 5 menit" ucap danita sambil membersihkan sisa-sisa mangkok yang ada di atas meja.
"udah biarin aja gak usah di bersihin, nanti akan aku suru OB untuk membersihkan ini" ucap Rangga sambil menarik tangan danita.
"iya iya" jawab danita pasrah
"kenapa kau tadi lama sekali?"
"dibawah sempet Suting drama Korea dulu tadi mangkanya telat" jawab danita lembut.
Rangga mengerti apa yang di katakan danita. dia akan bertanya kepada zan apa yang sudah terjadi.
"tuan saya pamit ya? saya mau ke kuliah" ucap danita meminta izin untung pergi.
"Masi lama jam kau mulai, mau ngapain kau disana?" bertanya datar.
"saya mau ke perpustakaan dulu, dan juga kalo nanti saya berangkatnya jam setengah 9 nanti saya akan telat" membujuk Rangga agar diizinkan.
"ku gigit ya bibirmu kalau kau Masi mengucapkan kata saya, anda, apa lagi tuan" ucap Rangga greget.
sontak danita langsung menutup bibirnya.
"jadi aku harus Panggil kamu apa?" tanya danita mulai frustasi karna Rangga banyak maunya.
Rangga terlihat berfikir. "pacarku" jawab Rangga enteng.
"gak mau" ucap danita cepat.
"terus apa?" tanya Rangga
"bagaimana kalo Rangga aja?" ucap danita antusias.
"selama ini tidak ada yang berani memanggil ku dengan hanya namaku" ucap Rangga seperti mengancam.
"ya terus apa?" danita sudah sangat frustasi.
"Uda panggil aja sayang" jawab Rangga enteng dan tidak berdosa.
"gak mau" ucap danita cepat lagi.
"berani kau membantah?" ucap Rangga kesal.
"iya iya sayang" dengan terpaksa danita mengucapkan itu.
"sayang aku mau kuliah" danita benar-benar mau berangkat ke kuliah dua tidak sanggup berlama-lama di ruangan Rangga itu.
"kelasmu Masi lama" Rangga sudah Gedeg dengan permintaan danita dari tadi.
"aku mau ke perpustakaan dulu, mau balikin buku" ucap danita memohon.
"baiklah tapi ada syaratnya" ucap Rangga sambil tersenyum nakal.
"nah kan apalagi ini, heran manusia ini banyak amat maunya. ngidam apa si mama Wulan pas hamil manusia ini" batin danita.
"iya apa?" danita pasrah.
"cium" sambil menunjuk bibirnya.
supaya urusannya cepet selesai dengan terpaksa dan memendam rasa maluny danita mencium Rangga cepat. ketika danita ingin melepaskan ciumannya Rangga menahan dagu danita agar ciuman itu Masi berlanjut.
"nah kan maunya lebih" . batin danita
akhirnya Rangga melepaskan ciuman itu.
"bernafas bodoh" ucap Rangga sambil mengusap bibir danita dengan ibu jarinya.
"iya udah ya, aku pamit mau ke kuliah" danita sudah berdiri mengambil tasnya.
sebelum danita meninggalkan ruangan. Rangga mencium lembut kening danita sebagai tanda sayang dan cintanya ke pada danita.
danita sudah meninggalkan ruangan Rangga dan bergegas pergi ke kampusnya. pipi nya memerah padam. malu!
__ADS_1
Bersambung.