
kondisi masi sama aja, tidak ada yang berubah. Rangga Masi berusaha untuk memanjat dan zan sangat berkali-kali menangkap Rangga dan membantu Rangga untuk berdiri.
"m maaf tuan, apa saya bisa membantu?" tiba-tiba rio datang menghampiri zan dan Rangga yang.
"siapa kau?" tanya zan menatap bocah SMA yang berdiri di depannya.
"saya Rio" menatap zan yang menatap Rangga.
"hey siapa yang menyuruhmu kesini? balik!!!" teriak Rangga.
"saya ingin membantu" mulai berteriak juga.
"aku tidak butuh bantuan mu, pergi sana" kembali berusaha memanjat.
"hei bodoh kau tidak akan bisa sampai keatas sana kalau kau memanjat dengan cara seperti itu" teriak Rio tepat saat Rangga mula jatoh lagi.
"hei sialan siapa kau berani mengatai ku?" tidak kalah berteriak ke Rio.
"aku sudah menyebut nama ku kenapa kau bertanya lagi?" menantang Rangga dengan mulutnya.
"hei bocah aku tidak ada niat untuk mengingat namamu yang selalu kakakmu sebut itu" mengabaikan Rio dan mulai memanjat lagi.
"hahaha Tantu saja karna kak danita sangat menyayangi ku" meledek Rangga yang membuat Rangga turun dari memanjatnya.
"katakan sekali lagi" mukanya sudah berubah kesal.
"aku adik kesayangan kak danita" masa bodo dengan wajah Rangga yang sudah sangat kesal.
"kau cari mati ya?" teriaknya menggema ditelinga Rio. Rangga tidak akan memukul anak SMA didepannya apalagi anak SMA ini adik kandung istrinya.
"sudahlah kau perhatikan cara memanjat yang benar" mengabaikan Rangga dan mulai memanjat.
Rangga menatap Rio yang sangat mudah memanjat pohon yang tinggi ini, dia melihat Rio sangat mudah dan sepertinya hanya butuh kekuatan tangannya yang kuat dan keseimbangan. tapi pemikirannya berubah saat Rio memanjatnya dengan cepat.
"dia ini bocah monyet atau apa?" melongo melihat Rio yang cepat dan sangat mudah sampai keatas.
"hei kau! apa kau lihat itu? seperti itu lah memanjat yang benar" menunjuk Rangga dari atas.
"jangan sombong, aku tidak akan membantu mu turun kesini" kembali meneriaki Rio dari bawah.
Rio mengambil mangga yang sudah matang itu dan dengan mudah dia langsung loncat kebawah, aksinya itu berhasil membuat Rangga dan zan tercengang kaget.
"seperti yang kau bilang aku tidak butuh bantuan mu" menatap Rangga seperti mengejek.
"kurang ajar" melepas paksa dasinya dan membuangnya sembarangan, gilanya Rangga juga melepas kemejanya dan membuangnya ke sembarang arah.
"ini gila" zan sudah tidak enak melihat Rangga tiba-tiba berbuat brutal seperti itu.
tanpa basa-basi Rangga langsung memanjat pohon dan mencoba mempraktikkan yang Rio lakukan tadi saat naik keatas.
__ADS_1
"haha ternyata lebih mudah" sudah mulai bangga dengan dirinya akan sampai keatas.
"hey kau bocah lihat aku juga bisa sampai keatas" berteriak ke Rio dengan lantang.
"otakmu itu hanya kau gunakan untuk bisnis saja ya? semut akan menghampiri mu sebentar lagi" menatap Rangga yang kebingungan diatas.
"tuan cepat turun" teriak zan mengerti dengan ucapan Rio.
Rangga mengambil mangga yang didepannya tanpa mendengar perkataan zan dibawah sana. dan beberapa detik kemudian Rangga merasakan tubuhnya sedang di gigiti serangga yang sangat banyak. beberapa detik kemudian dia mulai gerak-gerik diatas sana karna merasa gatal yang sangat gatal di sekujur tubuhnya.
"dia akan jatuh" menatap santai keatas sana.
"hei cepat ambil sesuatu" panggil zan menatap Rio yang sedang menatap santai keatas.
"dia tidak akan mati kalau terjatuh, ya kalau dia menggunakan otaknya itu" Masi menatap santai keatas sana.
zan tidak memperdulikan Rio lagi dia langsung berlari masuk kerumah memangil ibu dengan secepat kilat dia kembali membawa matras. tapi saat dia kembali Rangga sudah tidak ada diatas.
"tuan Rangga anda tidak apa-apa?" menghampiri Rangga yang sedang dibopong Rio.
"aku belum mati" ucapnya menggaruk lengannya.
"dia jatuh dengan posisi duduk, itu lebih baik dari pada palanya dahulu" menatap tubuh Rangga yang merah.
"Rio bawa tuan Rangga kedalam" ucap ibu.
Rio hanya mengangguk dan berjalan membawa Rangga, zan melepaskan tangan Rangga dari Rio dan membawanya sendiri. Rio tidak pusing dengan itu dia berjalan dibelakang Rangga sambil memperhatikan punggung Rangga yang sangat kotor.
zan langsung mengambilnya dan menaburkan ke tubuh Rangga yang terkena gigitan semut. punggung Rangga sudah dipenuhi bentol-bentol merah yang banyak dan membuat zan ngilu.
****
Rangga sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian Rio, dia tidak menyangka baju Rio muat dengannya ya walaupun baju yang over size. dia menunggu jus mangganya selesai dibuat oleh ibu, sedikit lama karna Rangga mengeluh dari tadi. menunggu jus mangga yang sedang dibuat ibu didapur membuat Rangga sangat bosan menunggu.
"hei kau kemari" panggil Rangga saat melihat Rio yang berjalan hendak ketangga.
Rio berjalan mendekat ke Rangga dan duduk disebelahnya, ada satu dekat yang menjadi pemisah duduk mereka berdua.
"kau itu anak monyet atau apa?" Rangga sangat blak-blakan ke Rio.
"anda sedang mengejek saya?" Rio mulai menyatukan alisnya antara kesla dan heran.
"tidak, aku hanya bertanya" melirik Rio sekilas.
"saya anak manusia" menatap ke depan.
kebisuan terjadi diantara mereka berdua, Rio yang ingin memulai percakapan tapi dia enggan dan Rangga yang sangat malas dengan rio.
"tuan apa saya boleh bertanya?" melirik Rangga yang entah apa yang sedang dia lakukan.
__ADS_1
"hm" Masi berkutik dengan benda disampingnya.
"apa anda benar-benar mencintai kakak saya?" matanya menatap ke bawah *** kepalanya Masi tegak.
"kenapa kau bertanya?" sempat berhenti berkutik tapi dia melanjutkannya lagi.
"mungkin ini bukan urusan saya dan saya tidak punya hak untuk menanyakan ini, tapi kak danita itu sangat lembut dan baik dia sering dimanfaatin kebaikannya tapi dia tidak pernah marah atau membenci seseorang, saat saya mendengar bapak saya akan menjodohkan anda dengan kak danita saya sangat sedih dan khawatir" Masi menatap kebawah.
"apa yang membuatmu khawatir? apa karna kakakmu menikah dengan orang seperti ku?" Rangga menatap Rio yang sedang menatap kebawah.
"ya, kau adalah orang berpengaruh disini tapi kenapa kau mau menikah dengan kakakku yang hanya seorang wanita biasa? walaupun hanya perjodohan tapi kau bisa bukan untuk menolaknya?" kembali menatap kedepan dengan tangan yang dilipat.
Rangga tertawa samar mendengar perkataan Rio "kau tidak usah khawatir dengan kehidupan kakakmu setelah menikah dengan ku, tentang aku benar-benar mencintai kakakmu atau tidak biarkan kakakmu yang merasakan itu" melipat tangannya seperti Rio.
"benarkah?" dia Masi menatap kebawah dan melipat tangannya.
"kau tidak pantas memikirkan hal ini, kau Masi SMA belajar sana yang benar" memegang pundak Rio dan berdiri dari duduknya.
"maaf tuan membuat anda menunggu, ini jus mangganya" memberikan tas yang berisi jus mangga yang sudah diracik sendiri olehnya.
"apa kau tidak ada pesan untuk danita?" menatap ibu yang tidak berani menatapnya.
"tolong sampaikan jaga dirinya baik-baik jangan sampai penyakit magnya kambuh jangan sering-sering memakan makanan ringan itu saja tuan tolong sampaikan ke danita" menundukkan kepalanya.
Rangga menatap ibu dengan tatapan aneh dan heran kenapa dia selalu menunduk saat melihat dirinya?.
zan sudah menunggu diluar tapi Rangga membalikkan tubuhnya menatap ibu dan Rio dibelakangnya.
"apa kau tidak mau melihat menantumu ibu?" ucap Rangga membuat ibu spontan menegakkan kepalanya.
"maaf kan saya tuan Rangga saya tidak bermaksud" kembali menunduk lagi.
"jangan panggil aku tuan lagi aku ini bukan majikanmu aku ini kan menantu mu kenapa selalu memanggilku dengan tuan?" mengomel sendiri.
"maaf tu–" terpotong oleh Rangga.
"panggil aku Rangga jangan pake tuan" tegas Rangga padahal dia berusaha untuk tidak memasang wajah tegas.
"baik Rangga" canggungnya.
"dan kau mulai sekarang panggil aku kakak ipar, dan jangan pikirkan yang tidak seharusnya kau pikirkan kau hanya perlu belajar jangan pikirkan yang lain" kalau yang ini dia sengaja memasang wajah tegas ke Rio.
"ya kakak ipar" nadanya seperti terpaksa.
"temui kakakmu besok, zan akan mengirim mu alamatku" berbalik badan dan hendak masuk kedalam mobil. "lain kali aku akan berkunjung lagi" ucap Rangga tersenyum sebelum dia benar-benar masuk dan hilang dari pandangan.
ibu dan Rio saling tatap-tatapan saat mobil Rangga hilang dari pandangan mereka.
BERSAMBUNG
__ADS_1
ps: ingatkan author jika ada typo